
Lucas kembali masuk ke dalam meeting room dan menatap lekat Ilham dengan ekspresi benci. Segera dia mengambil tempat kembali dengan duduk di tempatnya semula tadi
Di lain sisi, Ilham terlihat tersenyum dengan puas. Dia sudah tahu apa yang terjadi saat ini, tetapi Ilham masih ingin menuntaskan perannya. Di tangannya ada proposal milik Yuri dengan sejumlah poin-poin yang menjelaskan kalau Indopenh Group memiliki segudang kelebihan di antaranya produk yang dibuat dengan bahan-bahan alami dan sangat recomend untuk perawatan para wanita dan bayi. Di meja rapat pula tergeletak proposal Hafiz yang isinya hanya memberikan beberapa poin saja tentang kelebihan Indopenh Group, persis seperti sandiwara yang dia mainkan, kalau dia tetap benci perusahaan milik Lucas apa pun yang terjadi. Begitu pun Yuri, maksimal menunjukkan sikap ambisi di depan Lucas, agar pria tua itu tidak curiga.
"Jadi, setelah saye membaca kedua proposal ni berikut dengan dokumen dari kedua kandidat, maka saye menyimpulkan kalau Indopenh Group memang syarikat yang dah teruji kualitas produknya dan juga memiliki mitra-mitra kerja sama di berbagai negara di ASEAN. Hal ni membuat saye tak dapat lagi menolak rayuan (pengajuan) kerja sama dari mereka. Oleh kerana ini, saat ini pun saye nak umumkan kepade semua eksekutif N-one Grocery dan pemegang saham atau pun para pemilik modal bahwasanye mulai sekarang syarikat N-one Grocery akan menjalin hubungan kerja sama dengan Indopenh Group!" kata Ilham mengumumkan.
Para pemilik saham dari kubu Lucas pun langsung bertepuk tangan dengan senangnya. Sementara Yola menatap Ilham mulai meragukan suaminya itu. Apa-apaan ingin menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan milik Lucas? gerutunya dalam hati.
Ilham yanng mengerti kegelisahan Yola mengerling pada Yola seakan ingin menyuruh Yola untuk tetap tenang dan tetap menyaksikan sampai dimana pertunjukan yang akan dipersembahkannya.
"Dan setelah menimbang-nimbang kedua proposal milik kedua kandidat, maka saye memutuskan akan menyepakati proposal pengajuan kerja sama kepunyaan Yu ..."
Drrrrrt ...
Kali ini ponsel Ilham yang berbunyi. Ilham pura-pura mengabaikannya dan tetap melanjutkan pembicaraannya di ruang rapat sebagai orang paling penting dalam rapat pemilihan Ketua Pengarah N-one Grocery ini.
"Sampai mane tadi?" tanyanya seakan lupa materi yang tengah dipaparkannya di tengah para eksekutif perusahaan ini. "Oh, iya ,saye baru ingat. Tadi sampai proposal yang saye nak setujui yaitu proposa kepunyaan ..."
Drrrrrt ....
Ilham menghela napas seolah jengkel dengan panggilan telepon itu, padahal panggilan telepon itulah yang sangat ditunggu-tunggunya sedari tadi. Panggilan telepon yang akan menyelamatkannya dari tindakan gegabah, yaitu memilih mitra kerja sama yang sangat salah dan berbahaya.
"Tunggu sekejap! Saye akan terima dahulu panggilan talipon ni. Ini penting!" katanya dengan serius dan meminta ijin pada para peserta rapat.
__ADS_1
Ilham tak keluar dari ruang rapat, melainkan menerima panggilan telepon itu di ruangan itu juga.
"Hmm ade kabar ape? Saye nih tengah meeting, cepat sikit jika ade yang mahu dikatakan," kata Ilham dengan mengecilkan volume suaranya.
Dan ekspresi terkejut pun terlihat dari wajahnya saat berbicara dengan orang yang meneleponnya tersebut.
"Ape? Tak mungkin macam tu ...!" imbuhnya.
Kalau tadi ekspresi wajahnya terkejut, kini dia kembali memasang mimik wajah tak percaya seolah itu adalah berita yang sangat luar biasa mengejutkan dan tak bisa ia percaya.
"Kau jangan sembarang cakap! Kau ade bukti ke kalau Indopenh Group lakukan hal macam tu? Kau tahu dari mane?" lanjutnya lagi, membuat para peserta yang hadir di sana tertarik dan penasaran dengan yang dibicarakan Ilham di telepon, entah dengan siapa.
"Oh, ya Tuhan! Macam mana hal macam tu boleh terjadi. Betul ke berita tu?" Ilham mengulangi lagi pertanyaan dengan intonasi yang sengaja ditinggikan hingga membuat orang-orang di sekitarnya menjadi penasaran.
Ilham tak langsung memberikan perintahnya melainkan, meraih satu-satunya laptop yang ada di meja rapat dan membuka email miliknya.
Dan pemandangan yang dilihat dari pantulan infokus yang terkoneksi dari laptop langsung membuat berisik ruangan itu. Dalam inbox email baru milik Ilham terdapat sebuah vidio dilampirkan. Vidio itu menampilkan sebuah berita dengan bahasa khmer yang tak dimengerti satu pun dari peserta rapat namun kira-kira dari gambarannya mereka tahu kalau vidio itu berada disebuah pabrik yang sedang kisruh antara pekerja pabrik dengan orang-orang berseragam yang kelihatannya dari sebuah lembaga kepemerintahan.
"Tuan Ilham, ape ni?" tanya seseorang terlihat bingung, begitu pun oleh peserta rapat lainnya.
"Entah, saye pun bingung. Tetapi saye punya kawan tinggal di Cambodia, tetapi bukan di Phnom Penh, melainkan ade kat Battambang. Ketika Hafiz dan Yuri ke sane ketika tu, saye kabari kawan saye tu, dan cakap kalau adik saye sedang berada di Cambodia demi jalinan kerja sama dengan Indopenh Group, dan baru sahaja dia talipon saye nak bagi tahu bahwasa Indopenh Group sedang ade case besar, itulah beritanya!" Ilham menunjukkan pantulan infokus di papan tulis.
Kembali lagi mata semua orang yang ada di sana tertuju pada pantulan infokus.
__ADS_1
"Berita ape tu? Awak ni tak dapat mengerti bahasanya lah," keluh salah satu pemilik saham.
"Samalah, saye pun tak faham," imbuh yang lain menimpali.
Ilham kini menatap Lucas dengan pandangan menantang.
"Kawan saye cakap, Indopenh Group terlibat case berat yaitu menggunakan formaldehid dengan kadar tinggi untuk produk kosmetik dan baby care yang bernaung dalam brand Indopenh," jawab Ilham tetap menatap tanpa putus Lucas. "Tuan Lucas, betul ke ape yang kawan saye cakap?"
Gigi Lucas sampai gemeretak mendengaranya. Sungguh Ilham tak dapat diremehkan.
Bisik-bisik para peserta rapat terdengat lagi, kali ini lebih sulit diamankan.
"Tenang, tenang sikit!" Ilham mengetok meja untuk memaksa diam para peserta rapat.
Semua diam, menunggu Ilham kembali berbicara.
"Saye juge sebetulnya tak percaye dengan pasal ni. Saye rasa tak mungkin kalau Tuan Lucas sampai hati membiarkan hal semacam ni terjadi di syarikatnya apalagi melibatkan baby dan wanita. Saye turut bersimpati mendengarnya dan berharap semoga ini hanya fitnah sahaja dan Tuan Lucas dapat tangani urusan ni dengan baik dari awal hingga selesai," lanjut Ilham.
Sebagian peserta rapat mengangguk-anggukkan kepala tanda sepakat dengan kata-kata Ilham.
"Tetapi untuk kerja sama kita dan pemilihan calon kandidat ketua pengarah, saye rasa untuk mase ni kite cukupkan sampai di sini dahulu. Saye tak dapat mengambil resiko jika tetap lanjutkan ni," papar Ilham. "Tuan Lucas sila dahulu urus masalah ni ke Phnom Phen baru nanti kite bicarakan ini lagi kalau dah selesai.
****
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment ya....