Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Siasat Hafiz


__ADS_3

"Surprise!!!"


Yola terperangah melihat siapa yang kini ada di hadapannya. Hafiz ada di apartemen Yola bersama dengan Diana, kakakk kandung Hafiz beserta keponakannya dua orang yang masih kecil- kecil.


"Kakak?"


Yola mengernyitkan keningnya heran, kenapa kakaknya Hafiz bisa berada di apartemennya.


"Yola, Kak Diana boleh kan bermalam di sini untuk beberapa malam sahaja? Die ade urusan yang sangat penting dilakukan di KL sini," kata Hafiz meminta ijin. "Bermalam kat hotel hanya buang-buang duit sahaja, boleh ke dia bermalam di sini dengan kau? Pabila kau mahu aku di sini pun tak apa," canda Hafiz.


Yola memijat pelipisnya yang terasa sakit tiba- tiba, tak menghiraukan lagi candaan Hafiz. Rencananya untuk memutuskan Hafiz secepatnya nampaknya tidak berjalan sesuai rencananya.


Diana adalah kakak perempuan Hafiz yang baru ditemukannya saat dia telah dewasa dan mengetahui kalau dia bukanlah anak kandung keluarga Nirwan. Meski telah berpisah puluhan tahun sejak Hafiz masih bayi, namun kelihatannya ikatan persaudaraan antara keduanya sangatlah terjalin kuat. Disini terbukti bahwa darah memang lebih kental dari air.


Hafiz memiliki hubungan yang sangat baik dengan Diana. Bahkan saat Hafiz datang untuk melamar Yola ke Jakarta, Diana dan suaminya juga ikut menghadiri pertunangan tertutup antara Yola dan Hafiz itu secara langsung.


"Yola, kenape kau berdiam diri sahaja? Kakak boleh ke bermalam kat sini, di apartement Yola?" tanya wanita itu sambil menyentuh pundak Yola.


"Eh ... boleh kok. Boleh, Kak!!" jawab Yola tak punya pilihan lain.


Diana tersenyum sembari menepuk pundak Yola.


"Kalau macam tu, Kakak ucap terima kasih lebih awal pade Yola. Terima kasih dah ijinkan Kakak dan budak- budak ni bermalam kat sini beberapa hari," kata Diana.


Yola hanya tersenyum.


"Kalau gitu aku tinggal sebentar ke kamar dulu ya, Kak. Yola mau mandi dan bersih- bersih badan terlebih dahulu. Dan ... emmm, Hafiz kamu masih mau di sini? Nggak mau belikan makanan gitu?" tanya Yola.


"Oke. Aku carikan makan. Calon ratuku nak makan apa?" tanya Hafiz pada Yola.


"So sweeeet .... Korang berdua ni penuh romansa sangat Kakak tengok. Cepatlah berkahwin, hmmm? Dan berikan kakak ponakan- ponakan yang cantik handsome lagi comel," goda Diana lagi.


Godaan itu ditanggapi Yola dengan senyum hambar. Entah bagaimana jadinya perasaan Diana nanti kalau Yola telah memutuskan Hafiz.


"Kak Diana, aku ke kamar dulu, ya? Nanti Kakak dan anak anak tidur di kamar sebelah aja. Anggap aja rumah sendiri. Bila ada yang dibutuhkan, Kakak panggil saja aku," kata Yola.


Dia sudah membuka pintu kamarnya namun berhenti lagi saat, dan berpaling pada Hafiz


"Dan kau, Ndut! Mau tidur disini boleh, selama Kak Diana ada di sini, tapi tidurnya di ruang tengah," kata Yola lagi.


"Tak boleh ke tidur di kamar sahaja?" goda Hafiz sok lugu.

__ADS_1


"Boleh aja, Ndut. Di dalam kamarku, kamar masih ada satu lagi. Kamar mandi mau? Tapi kamu kunciin di dalam sampai pagi?" gertak Yola membalas godaan Hafiz.


"Hahaha, ampun Puan Boss! Oke kalau macam tu, aku akan carikan kita makanan untuk nanti malam," kata Hafiz.


Yola mengangguk dan segera masuk ke dalam kamarnya.


Setelah pintu kamar Yola tertutup kembali, Hafiz pun menghembuskan napas berat. Lalu ia berpaling pada Diana.


"Kakak, terima kasih," bisiknya pelan hampir tak terdengar.


Diana mengangguk maklum dan menepuk pundak Hafiz.


"Perjuangkan die," jawab wanita itu.


"Pasti" balas Hafiz berat.


Setelah kedatangannya yang mendadak pagi tadi, Hafiz bisa menebak kalau Yola akan mencari kesempatan untuk memutuskan hubungan dengannya. Hafiz tak mau itu. Karena itu dia meminta Diana datang ke Kuala Lumpur dan menginap di apartemen Yola agar wanita itu tak sampai hati memutuskannya sementara kakaknya berada di sini. Selanjutnya dia akan pikirkan lagi apa yang bisa dia lakukan agar Yola membatalkan niat rujuknya dengan Ilham.


Ah, Yola .... Kenapa harus abang? batinnya pilu.


Ini terasa sulit untuknya. Tapi bagaimana pun cintanya pada Yola tetap akan diperjuangkannya.


****


Ponselnya bergetar. Yola segera memeriksanya. Itu adalah panggilan vidio dari Ilham. Sebenarnya Yola merasa enggan mengangkat telepon itu saat ini, mengingat dia tahu hal yang ingin dibicarakan Ilham dengannya saat ini pasti tentang keberhasilannya memutuskan hubungannya dengan Hafiz.


Panggilan telepon itu berhenti bergetar sejenak, namun kemudiann kemballi bergetar. Semakin intens menandakan orang yang sedang meneleponnya saat ini sedang hilang kesabaran dengan panggilan teleponnya yang tak juga diangkat- angkat itu.


Posesif. Yola tahu itu dan akhirnya mengangkatnya juga demi menenangkan hati suaminya itu agar tak cemburu dan salah sangka pada dia dan Hafiz.


"Yola, kau ni kenape lama sangat angkat talipon abang?" tanya pria itu begitu Yola menerima panggilannya.


"Aku baru saja selesai mandi. Abang lagi ngapain?" tanya Yola.


"Baru sahaja selesai mandi, sedari tadi kau bikin ape?" tanyanya dengan menggebu- gebu.


Akalnya tak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya mengingat ada Hafiz di kediaman Yola saat.


Yola menghela napas tak kuat menanggung kecemburuan suaminya itu.


"Aku tak bikin apa- apa. Aku baru saja mandi karena tadi aku mengobrol sebentar dengan Kak Diana," jawabnya sedikit kesal.

__ADS_1


"Diana? Siapa dia?" tanya Ilham ingin tahu.


"Kakaknya Hafiz," jawab Yola. "Dia ingin menginap beberapa malam di apartemen Yola."


"Buat ape? Dia tak de rumah ke?" tanya Ilham lagi sedikit keberatan.


"Dia orang Johor dan kebetulan ada urusan di KL sini. Daripada ke hotel kan mending numpang sama Yola," kata Yola.


"Urusan ape?"


"Ya ampun, Abang! Mana Yola tahu, nggak mungkin juga Yola ikut ngurusin apa yang bukan urusan Yola, kan?"


"Lalu, macam mana dengan Abang?" tanya Ilham.


"Macam mana apanya?" Yola benar- benar tak mengerti apa maksud Ilham.


"Abang tidur dimane?" tanya pria itu dengan nada yang sangat keberatan.


"Astaga ... Abang kan bisa tidur di sebelah? Tidur di rumah Atok juga nggak apa- apa, kan?" Yola merasa semakin tak masuk akal dengan sikap posesif Ilham yang berlebihan.


"Kau keluar, ikut Abang sekarang!" titah pria itu.


"Kemana?"


"Kemana sahaja, yang boleh bikin kite happy," jawab Ilham.


"Tapi ...."


"Kau pakai pakaian kau sekarang, bergegas dan abang tunggu di bawah lima minit lagi," perintah Ilham lagi.


"Abang ..." protes Yola.


"Sekarang! Atau abang akan menjemputmu ke unitmu detik ni juge!"


"Oke, oke! Beri aku lima menit lagi!"kata Yola dan buru- buru mencari bajunya di lemari.


Dia bukan sengaja ingin menyembunyikan Ilham sebagai suaminya. Tapi saat ini, membiarkan Ilham ke unitnya berarti membiarkan kakaknya Hafiz tahu hubungan mereka. Dan Yola tak mau membuat Hafiz kehilangan muka di depan Diana.


***


Author ngantuk berat karena begadang semalaman guys, jadi harap maklum kalaau episode kali ini agak rada- rada.

__ADS_1


Jangan lupakan like dan komentar buat Abang dan Yola ya...Yang banyak biar author semangat dan rajin updatenya.


__ADS_2