Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Kedatangan Mama Ratih


__ADS_3

"Amboi, amboi ... Rajin sangat menantu Mamah ni," puji Zubaedah saat melihat Yola yang sedang memindahkan pakaiannya dan Ilham yang baru saja selesai dicuci dari mesin cuci ke ember untuk dijemur.


Tiga hari berlalu sejak kejadian itu. Kini Yola terpaksa dirumahkan oleh suaminya sendiri dan tak boleh bekerja ke N- one Grocery. Pihak keluarganya sepakat kalau Yola sebaiknya berada di rumah saja hingga situasi aman dan dinilai tak berbahaya lagi.


"Yola, tak payah membasuh dan keringkan sendiri baju kau dan abang kau Ilham tu. Di sini ade je, orang yang bantu- bantu kite nak uruskan segala perkara tugas rumah tangga," kata Zubaedah berusaha melarang menantunya itu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


Yola tersenyum mendengarnya.


"Nggak apa- apa, Mah. Yola nggak ada kerjaan juga di rumah. Selama ini juga Yola nggak pernah cuciin bajunya, abang kan? Mumpung Yola lagi di beri ijin cuti sama Ketua Pengarah tu, Yola manfaatkan dulu buat ngurus masalah rumah tangga," kata gadis itu mencurahkan hatinya.


Zubaedah tersenyum mendengar celotehan menantu kecilnya yang kini telah dewasa itu. Dia tidak menyangka, masa yang dinantinya untuk melihat anak dan menantunya membina bahtera rumah tangga yang sebenarnya kini telah berada di depan matanya.


Dan yang paling membuatnya bahagia adalah keduanya persis seperti yang diinginkannya selama ini. Mereka saling mencintai satu sama lain meski cinta mereka awalnya diterjang badai hinga berpisah bertahun- tahun lamanya.


"Mamah bahagia, kau dan Ilham akhirnya dapat saling memahami satu dengan yang lain," kata Zubaedah sambil mengelus rambut Yola.


Yola menanggapinya hanya dengan sebuah senyuman. Teringat beberapa bulan yang lalu betapa kerasnya dia menolak untuk kembali pada Ilham hingga saling bersikeras memperebutkan Ammar dengan Mama mertuanya ini.


"Dahlah tu. Tinggalkan sahaja ni. Nanti boleh suruh pembantu rumah yang lain nak kerjakan. Mamah tak nak kalau kau sampai penat dan ade ape- ape dengan bakal cucu Mamah," larang Zubaedah sambil merebut baju basah yang baru selesai dicuci itu dari tangan Yola.


"Mamah ...." protes Yola namun tak dihiraukan Zubaedah.


Di antara perdebatan kecil mertua dan menantu itu, tiba- tiba bel rumah besar itu berbunyi.


Ting! Tong!


"Letakkan sahaja itu, Sayang. Kau tengoklah ke depan tu ade siape yang datang!" suruh Zubaedah.


Yola pun akhirnya mau tak mau terpaksa meletakkan cuciannya itu dan segera bergegas menuju pintu depan.


Yola menyingkap sedikit tirai gorden dan langsung memekik kegirangan melihat siapa yang sedang berada di luar.


"Mommmy!!!!"


Ammar langsung melompat dalam pelukannya begitu pintu rumah itu terbuka.


"Ammar!!! Mama???!!!" pekik Yola senang melihat kedatangan kedua orang yang paling dikasihinya itu.


Setelah Ammar melepaskan pelukannya, kini ganti Yola yang memeluk sang Mama dengan rasa haru.

__ADS_1


"Mamaaaa, Yola kangeeeen...." rengek Yola manja.


Ratih membuka kaca mata hitamnya dan menatap sekeliling rumah Atok itu dengan seksama. Tak banyak yang berubah di rumah ini semenjak dia terakhir kali datang kemari.


"Mamah, Yola kangen deh. Mamah nggak kangen apa sama Yola?" tanya bumil itu merajuk melihat sikap sang Mama yang terlihat tidak terlalu antusias atas pertemuan mereka.


Ratih mencibir.


"Nggak tuh. Mama kesini bukan demi kamu kali. Tapi buat ngantarin Ammar pulang," jawab Ratih yang dibalas wajah manyun putrinya itu. "Ngomong- ngomong mama nggak disuruh masuk ni?"


Yola tersentak.


"Ahh, iya benar. Ayo masuk, Mama. Ngomong- ngomong dia siapa?" tanya Yola pada Ratih saat menyadari ada orang lain lagi disitu.


"Perawat Mama. Namanya Yuni. Papa nggak bolehin Mama pergi sendiri ngantar Ammar ke KL," kata Ratih memberi tahu.


"Cieee ... sayang banget sih Papa sama Mama," puji Yola sekaligus menggoda Mamanya. "Ayo masuk!" ajak Yola pada perawat itu.


Perawat yang kelihatan usianya sama mudanya dengan Yola itu mengangguk ramah.


"Iya, Mbak!" jawabnya.


"Mama ihhhh ... nggak usah bahas itu lagi kenapa?" protes Yola.


"Yola ... siape yang ...."


Zubaedah yaang sedari tadi ada di belakang datang ingin melihat siapa yang datang karena sejak Yola ke depan membuka pintu, wanita itu belum kembali lagi ke dapur.


"Grandma!!!!" seru Ammar girang dan langsung melompat ke dalam pelukan ibu dari ayahnya itu.


"Ammar, kau dah balik?" tanya Zubaedah senang karena baru saja melihat Ammar setelah beberapa hari tak bertemu.


"Hu uh. Ammar dihantar oleh nenek uti, Grandma," jawab bocah itu dengan senang.


Sesayang- sayangnya dia dengan nenek uti Ratih pastilah dia lebih sayang dengan Grandma Zubaedah yang telah merawatnya dari sejak ia kecil. Karena itu tak dapat dipungkiri Ammar begitu bahagia saat bertemu dengan Zubaedah yang telah hampir seminggu ini tak bertemu dengannya.


Zubaedah menatap besannya Ratih yang sepertinya nampak masih tidak senang saat bertemu dengannya.


"Dik Ratih, ape kabar? Lama kite tak bersua. Dik Ratih nih tampak makin cantik sahaja," sapa Zubaedah menghampiri dan memeluk besannya itu.

__ADS_1


Ratih membalas pelukan itu seadanya walaupun sebenarnya dalam hatinya dia masih enggan beramah tamah dengan seluruh anggota keluarga Nirwan yang pernah sangat menyakiti putrinya di masa lalu.


"Saya baik. Saya datang ke sini untuk mengantar Ammar pulang," jawab Ratih membalas sapaan Zubaedah. "Kakak apa kabar?"


"Alhamdulilah sihat, je," jawab Zubaedah pada besannya itu.


"Yola kau suruh pembantu rumah untuk siapkan makanan dan minuman untuk Mamah kau. Mamah kau pasti penat baru turun dari plane," kata Zubaedah.


"Oh, oke. Mama mau minum apa, Ma? Nanti Yola sendiri yang bikin sama mama. Ya Tuhan, Yola kangen banget sama Mamaaaa," rengek Yola tak bisa mengendalikan diri untuk tidak memeluk Ratih dengan manja.


"Isss ...apaan? Nggak malu udah mau punya 2 anak juga masih gelendotan manja ke Mama. Malu donk sama Ammar," cibir Ratih pada sikap manja putrinya yang berlebihan itu.


"Biarin," kata Yola cuek masih tak melepaskan pelukannya dari sang Mama.


Hal itu membuat Ratih merasa tak enak pada Zubaedah.


"Udah donk peluknya. Badan Mama hampir remuk nih," kata Ratih


Yola pun akhirnya melepaskan pelukannya dari sang Mama.


"Ma, mama mau makan apa? Minum apa?" tanya Yola sebelum Zubaedah menyuruhnya lagi.


"Nggak usah. Mama sebelum berangkat tadi udah makan di pesawat sama Ammar tadi," tolak Ratih.


"Mama nginap di sini kan sama Yola?" tanya Yola penuh harap.


Ratih menggeleng.


"Mama disini cuma sebentar. Hanya dua hari aja sampai urusan Mama dan Ilham selesai. Oh iya, Ilham mana?" tanya Ratih.


Yola lagi- lagi tersentak. Dia baru ingat kalau Ilham berjanji akan mengalihkan kepemilikan sahamnya di N- one pada Yola. Dan Mama Ratih akan menyaksikan langsung proses pengalihan saham itu saat mengantar Ammar ke sini. Bagaimana ini?


Yola melirik Zubaedah yang tampak tak mengerti maksud Mama Ratih.


"Urusan dengan Ilham ape?" tanya Zubaedah.


Yola menggigit bibirnya bingung.


***

__ADS_1


Update kedua hari ini. Ayo yang rajin like dan komentnya donk reader dear, biar performma author bisa naik dan lebih rajin updatenya. Nanti malam kalau sempat author update sekali lagi.


__ADS_2