Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Janji


__ADS_3

Yola membelalakkan matanya saat melihat Ilham yang bertumpu lutut di hadapannya itu mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


Sebuah kotak perhiasan seukuran kotak cincin kini ada di genggaman Ilham. Dia membuka kotak itu di hadapan Yola.


"Tadinya abang bermaksud bikin kejutan romantis untuk Yola. Tapi daripada Yola merajuk dengan abang gara- gara perkataan abang yang cakap kalau abang nak kahwin lagi, jadi terpaksalah abang bagi Yola sekarang cincinnya. Nih, kau pakailah sekarang," katanya sembari memberikan kotak cincin berwarna merah itu ke tangan Yola.


Yola sampai menganga melihat kotak cincin yang berada dalam genggamannya itu.


"Abang .... Cincin ni buat apaan?" tanya Yola takjub.


"Buat dipakai," jawab Ilham singkat.


"Iya. Maksudku dalam rangka apa? Aku kan nggak ulang tahun hari ini?" balas Yola dengan tanya kembali.


"Hmmm, abang ingin ajak Yola berkahwin ulang selepas abang menceraikan Sonia ni. Abang akan bikin majlis perkahwinan yang indah lagi megah untuk Yola," kata Ilham mencoba menjelaskan.


Yola menatap cincin di tangannya masih takjub.


"Jadi kalau boleh aku menyimpulkan, ini semacam lamaran gitu ya?" tanya Yola dengan matan mendelik.


Ilham mengangguk.


"Abaaang!!! Kenapa lamarannya nggak romantis?" protes Yola. "Ihhh, apaan begini. Cincinnya juga disuruh pake sendiri lagi. Kalau mau ngelamar itu mesti dipakein ke orang yang mau dilamar, Abang! Iss ngga ada romantis- romantisnya deh ..." protes Yola sambil memperhatikan cincin di tangannya itu lekat- lekat.


Ilham merebut kembali kotak cincin itu dari tangan Yola.


"Ya sudah. Kalau tak nak, abang ambil dahulu cincinnya. Nanti abang pikirkan macam mana cara meminang Yola dengan surprise romantis," kata Ilham.


Yola yang tidak terima cincin itu diambil dari tangannya kembali lagi protes.


"Mana boleh begitu? Udah dikasih malah diambil lagi. Siniin! Ini sudah jadi milik Yola kali," omel bumil itu.


Yola kembali merebut cincin itu dari Ilham.

__ADS_1


"Kau cakap tadi mahu dibikinkan acara suprise romantis ...." kata Ilham memperingatkan.


"Tapi kan aku udah tau bakal dilamar. Jadi bukan suprise lagi itu mah," oceh Yola.


Yola memperhatikan lagi cincin berlian yang kini telah berada di tangannya itu.


"Terus macam mana? Pinangan Abang di terima tak? Yola mahu berkahwin lagi dengan abang? Abang pikir- pikir selama ni kau jadi isteri abang tapi kau tak pernah merasakan seperti wanita lain. Yang dipinang oleh bakal suami die dengan cara yang layak. Kau patut dapatkan semua itu, sayang."


Yola tersenyum kecut. Sebenarnya benar kata Ilham. Mereka menikah dulu tanpa cinta, tanpa lamaran yang layak bagaimana sebagai seorang kekasih. Pernikahan mereka juga dilakukan seadanya malah terkesan disembunyikan.


"Yola, kau terima pinangan abang atau tidak?" tanya Ilham lagi.


Yola akhirnya mengangguk dan tersenyum.


"Ya udah deh, aku terima. Walaupun sebenarnya ini sama sekali nggak romantis," cibir Yola. "Udah gitu nggak ada kata- kata cintanya lagi. Janji manis juga nggak ada Tapi aku kasihan sama abang. Nanti abang patah hati lagi kalau aku tolak."


Ilham tersenyum geli melihat sikap istrinya yang jual mahal itu. Lalu dengan lembut Ilham mengambil cincin di tangan Yola dan meletakkan kotaknya di lantai. Tanpa menunggu lama dia menarik tangan Yola dan memasang cincin itu di jari manis wanita itu.


Sampai situ Ilham terdiam sejenak.


"Tetapi cinta, tetaplah cinta. Dia tak akan salah memilih hati sebagai rumah tempat die akan duduk, menetap di sana selamanya. Abang cinta kau Yola, meski pun ade banyak aral melintang yang telah terjadi dan memisahkan kite selama bertahun-tahun lamanya. Hati ini hanya memilih kau sebagai rumahnya untuk dia duduk di sana selamanyà," kata Ilham lagi.


Yola menggangguk canggung. Ini bukan pertama kalinya Ilham mengungkapkan cintanya padanya. Tetapi entah kenapa kali ini terkesan lebih dalam dan serius, membuat Yola menjadi berdebar- debar.


Ilham melihat rona tersipu di wajah Yola, kemudian dia pun mengelus pipi gadis itu.


"Ape itu termasuk kate- kate cinta?" tanya Ilham cemas.


Yola mengangguk geli.


Ilham pun kembali menggenggam tangan gadis itu.


"Abang lanjut, ya? Pasal janji- janji manis, Abang dah takut berjanji mase ni semenjak abang tak dapat menepati janji Abang pada Yola di masa lampau. Tapi Yola, semampu abang, sedapat yang abang sanggup, abang akan berusaha sekuat tenage abang akan bahagiakan kau mulai dari sekarang. Kite akan kembali bahagia dalam rumah tangga yang sebenarnya bersama Ammar dan bakal buah hati kite yang lain, yaitu adiknya Ammar. Abang akan jagakan kalian semua," kata Ilham lagi sembari mengelus perut Yola.

__ADS_1


Yola mengangguk. Dia percaya pada ketulusan Ilham.


"Aku percaya, dan aku mau menjalani pernikahan ini lagi dengan abang. Tapi abang harus janji apa pun yang terjadi, meski ada kesulitan apa pun kita akan melewatinya bersama. Abang tak boleh mengambil tindakan sendiri seperti dulu dan kemudian malah membuat rumah tangga kita hancur," kata Yola menuntut Ilham untu berjanji.


Ilham tersenyum dan mencondongkan wajahnya pada Yola. Melekatkan bibirnya dengan bibir Yola sehingga keduanya larut dalam sebuah ciuman yang memabukkan.


"Abang belum berjan ...." Yola hampir tak bisa bernapas lagi dikarenakan oleh ciuman itu.


"I'm promise, Honey," jawab Ilham yang sudah tidak sabar ingin melanjutkan aktivitas panas mereka itu pada tahapan yang lebih, lebih lagi.


Dan di apartemen sebelah ada seseorang yang merasa perih dalam hatinya. Dia tidak mendengar apa pun tapi pasti dia bisa membayangkannya.


***


Hari ini Sonia bermaksud datang ke N- one Grocery. Telah lama Ilham tak pernah menghubunginya. Eh, biasanya memang Ilham tak pernah menghubunginya duluan. Tetapi akhir- akhir ini lelaki itu bahkan tak mau mengangkat teleponnya. Itu membuat Sonia khawatir akan kelanjutan rumah tangganya dengan Ilham. Apalagi sekarang ada Yola yang dekat dengan Ilham. Tiap hari mereka pasti akan bertemu di N- one, kan?


Oleh karena itu hari ini dia akan ke N- one dan akan membawa Ammar sebagai alasan agar Ilham mau bertemu dengannya. Dan kini Yola berada di Tadika Ceria, di sekolah putra suaminya itu.


"Ammar, pak cik driver-mu belum datang ke?" tanya Cik Gu- nya Ammar.


"Belum Cik Gu. Bila pak cik ni datang. Abang Ammar dah tak sabar nak ke N-one, nak berjumpe Mommy Yola," kata Ammar polos.


"Abang Ammar?" tanya Cik Gu itu terheran- heran. Sebelumnya Ammar tak pernah menyebut dirinya sendiri dengan panggilan itu.


"Ho oh, tak lama Ammar akan jadi abang. Daddy kate, di perut Mommy Yola ade bakal adiknya Ammar. Tapi masih keciiiil. Sekecil ini Cik Gu," Ammar menunjuk ujung kelingkingnya.


Bak disambar petir Sonia mendengar kata- kata Ammar. Tidak! Itu tidak mungkin!


****


Selamat pagi dan selamat menikmati weekend semuanya ... Awal yang seru untuk JDM hari ini...


Like dan komentarnya yang banyak dulu biar author up ya bab yang lebih seru lagi nanti. Penasaran kan apa yang terjadi setelah Sonia tau?

__ADS_1


__ADS_2