
Ratih tak langsung menjawab pertanyaan menantunya itu, melainkan menatapnya sejenak hingga Ilham kemudian mengerutkan keningnya lalu mengangkat alisnya.
"Mama?"
Mama mertuanya yang masih jauh lebih muda dari pada Zubaedah, mama kandungnya itu menghela napas berat.
"Kenape Mama tak jawab? Apa ini suatu problem yang besar?"
Ratih mengangguk.
"Ya, seperti kamu lihat, dia sekarang ada di sini, di N-one!"
"Tuan Lucas?"
"Siapa pun namanya. Mama tidak benar-benar tahu siapa namanya. Tetapi tak cuma di N-one, di Guna-1 pun di masa kepemimpinan kakeknya Yola, dia pun pernah membuat masalah serius hingga mengakibatkan PT. Guna-1 hampir terancam bangkrut, sudah di ujung tanduk. Untungnya kakeknya Yola, papanya mama mau membantu saat itu," kenang Ratih.
Ya, Ratih adalah anak dari relasi sekaligus sahabat Salim Gunawan yang lainnya selain Yahya yang telah banyak membantu Salim di masa sulitnya. Demi membalas kebaikan dari sahabatnya itulah Salim berniat menjalin hubungan kekerabatan dengan sahabatnya itu dengan cara meminang Ratih untuk dinikahkan dengan Abimanyu.
Beberapa kali PT Guna-1 diserang oleh beberapa perusahaan saingan baik secara terang-terangan maupun bergerilya melalui internal perusahaan dengan mengirimkan penyusup ke perusahaan itu. Hingga akhirnya Abimanyu menikahi Ratih, beberapa kali perusahaan mengalami goncangan namun lagi-lagi perusahaan Papa Ratih yang memang jauh lebih besar dan lebih kuat dari pada PT. Guna-1, masih, dan selalu bisa melindungi perusahaan yang bergerak di bidang jual beli material bangunan itu.
Hingga suatu hari dari informan papanya Ratih, mereka mengetahui kalau ada dalang yang bermain di balik itu semua. Aslinya perusahaan-perusahaan saingan yang menyerang hanya perpanjangan tangan orang yang berada di belakang itu. Diketahui kalau orang itu adalah seorang mafia yang jaringannya sudah luas ke berbagai negara, tetapi identitasnya sulit dilacak.
"Mafia?" Ilham mengernyitkan keningnya mendengar cerita Mama Ratih.
Hallo? Dia sering menonton film yang bertema mafia. Tetapi di kehidupan nyata, sungguhkah mereka ada? Dan kini ada di N-one? Really?Tuan Lucas? Mr. Y?
Ratih mengangguk.
"Sulit melacak siapa pemimpin asli sindikat itu. Keberadaan mereka pun sulit terdeteksi. Tapi untungnya Guna-1 selalu bertahan dengan bantuan papanya Mama. Hingga kakek Salim meninggal dan kepemimpinan beralih pada papanya Yola, Guna-1 selalu kuat membentengi diri dengan bantuan dari perusahaan keluarga Mama. Yah, meski kakeknya Yola, papanya Mama, udah nggak ada, tapi saudara-saudaranya Mama masih solid membantu Papa kalau perusahaan dilanda masalah," kata Ratih memaparkan.
Ilham dengan serius mendengarkan hingga beberapa kali keningnya berkerut berusaha mengait-ngaitkan seluruh kejadian yang Mama Ratih ceritakan dengan kejadian di N-one akhir-akhir ini.
"Lepas tu Mama tahu dari mana kalau orang tu akan menyerang N-one?" tanya Ilham penasaran.
"Dari seseorang informan Mama," pungkas Mama.
__ADS_1
Woaaah, Mama mertua yang keren sampai punya informan segala.
"Wah Mama memang paling best, tetapi kalau Ilham boleh tahu, informan Mama tahu dari mana pasal Lucas akan membuat kacau N-one?" lanjut Ilham bertanya.
"Ilham, mama nggak bisa ceritain semuanya sama kamu," imbuh mama sambil menggeleng.
"Kenape, Ma? Ilham perlu tahu. Ilham nak tuntaskan problem ni. Macam mana Ilham nak kalahkan orang tu kalau Ilham kurang information tentang dia? Ilham perlu banyak tahu tentang dia," papar Ilham setengah membujuk Ratih.
"Mama pun nggak kenal dengan orang itu. Informan Mama juga tahu sedikit aja dengan informasi yang sedikit dan terbatas ..."
"Kalau macam tu bagi Ilham information yang Mama tahu sahaja, sedikit pun tak ape. Ilham perlu tahu ape yang dimiliki lawan, ape yang menjadi kelemahan dia sebelum terjun ke medan perang," sela Ilham cepat.
Mama Ratih nampak sedikit enggan mengabulkan keinginan menantu satu-satunya itu.
"Mama, please ..." Ilham mencoba memasang raut wajah memelas untuk membujuk mertuanya itu.
"Ck ..." decak Ratih. "Mama tak bisa kasih tau dari mana informan mama tahu tentang rencana mereka."
"Cukup bagi tahu, informan Mama dapat information tu dari mana, selanjutnya Ilham akan selidik dan cari tahu sendiri." Ilham masih gigih membujuk Ratih.
"Tak bisa, itu rahasia keluarga," tolak Mama.
"Menyangkut aib Papa, tak bisa sembarangan mama kasih tahu soal itu," tola Ratih lagi, kali ini dengan gelisah.
Aib papa? Abimanyu maksudnya? Mendengar hal itu, Ilham jadi teringat satu hal.
"Aib? Ape ini pasal .... anak papa yang lain?" tebak Ilham berhati-hati.
Betul tebakannya. Ratih nampak terkejut mendengar tebakan Ilham.
"Kau tahu soal itu?"
"Eva?" sebut Ilham lagi untuk mempertegas kalau tebakannya memang benar. "Atau Yolanda Gunawan yang satunya?"
Mendengar pertanyaan merangkap tebakan itu, Ratih yang tadinya terkejut berubah mimik kesal tak terima.
__ADS_1
"Hanya ada satu Yolanda di keluarga Gunawan!" desisnya jengkel. "Kamu tahu dari mana soal itu?"
Ilham tersenyum puas dengan tebakannya yang nampaknya memang tepat itu.
"Jadi dengan ini kamu mengancam papanya Yola? Ck ... sudah kuduga pasti ada yang tak beres begitu papanya Yola langsung begitu saja merestui kamu dan Yola, isss ..." desis Ratih tak percaya.
Ilham sedikit tertawa mendengar omelan sang mertua.
"Ilham tahu saat tak sengaja Ilham mendengar percakapan mereka kat balkoni apartemen Yola yang dahulu, ketika Eva tinggal bersama Yola di apartemen," tutur Ilham.
"Dia ada di Malaysia?" pekik Mama tak percaya.
Ilham mengangguk.
"Ya, Papa Abi yang menyuruh dia untuk mengawasi dan selidik pasal hubungan Ilham dan Yola," ujar Ilham.
"Haaa? Papa suruh dia ngawasin kalian?" Masih tak percaya dengan yang didengarnya tadi, kini Ratih kembali membelalak.
Sungguh akan terjadi keributan besar antara Mama Ratih dan Papa kelihatannya setelah mendengar penuturan Ilham.
"Jadi sampai saat ini dia masih di KL?" pekik Ratih tak terima.
Ratih perlu membuat perhitungan dengan anak haram suaminya itu. Berani-berani sekali Eva ingin memata-matai putrinya.
"Tak, Mama tenang sikit, Eva dah Ilham kirim bekerjat kat N-one cabang Alor setar," kata Ilham berusaha menenangkan sang mertua.
"Ilham, kau pastikan dia tidak bisa balik ke KL lagi. Kalau memang bisa, sekalian aja deportasi dia dari Malaysia, minta bantuan siapa gitu biar dia bisa jauh-jauh dari kalian. Eva itu berbahaya, Ilham! Mama nggk mau dia ngerecokin hidupmu dan Yola," kata Mama lagi. "Dia jangan dianggap sepele. Informan Mama mendapat informasi itu ya dari ngikutin dia sama pacarnya yang kelihatan berandalan itu!"
"Pacar? Maksudnya kekasih?"
Ratih mengangguk.
"Informan Mama bilang, pacarnya Eva saat ini masih ada hubungan keluarga dengan lelaki jahat itu!" katanya geram.
"Lucas?"
__ADS_1
***
Like koment jangan lupa ya beib ...