Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Flashback Ilham (6)


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Empat bulan berlalu sejak saat itu, Ilham kembali ke Berlin, menyelesaikan urusan kuliahnya yang runyam akibat tak bisa menghadiri sidang bachelor di universitasnya. Dia terpaksa harus mengajukan termin/appointment (janji) untuk mengikuti sidang lagi. Dan tentu saja harus ikut daftar antrian lagi. Dan tentu itu memakan waktu yang tidak sebentar.


Kehidupannya di Berlin sejak pulang dari Indonesia beberapa bulan lalu banyak mengubah hidupnya. Selain pribadinya yang ramah berubah total menjadi lebih banyak diam cenderung pemarah, juga lelaki itu memiliki sedikit gangguan kesehatan akibat tulang rusuknya yang sempat retak. Beberapa kali dia mesti harus check up ke dokter, karena kadang-kadang dia juga mengalami kesulitan bernapas.


Dengan Sonia, dia tidak menghiraukannya meski mereka sama-sama berada di Berlin. Meski Sonia menginginkan tinggal seatap dengannya, tetapi Ilham tentu saja tidak berniat mengabulkan permintaan mantan kekasihnya itu. Meski untuk itu Ilham harus mencarikan Sonia hunian elit di kawasan perumahan borjuis di Berlin. Atok sempat mengomel padanya karena pengeluaran Ilham yang semakin meningkat pesat dari hari ke hari. Apa lagi kalau bukan karena Sonia? Gadis itu sungguh sangat bisa memanfaatkan credit card yang diberikan Ilham untuk berfoya-foya dan bersenang-senang.


Semua itu bukan hal yang menarik untuk diurusnya. Tetapi saat di suatu pagi, sebelum dia memulai rutinitas hariannya di kampus, tiba-tiba Mamah Zubaedah menelepon. Zubaedah memberitahukan kalau Yola sedang berada di rumah sakit siang itu (sesuai perbedaan waktu Kuala Lumpur dan Berlin, Malaysia 7 jam lebih cepat). Zubaedah memberitahukan kalau Yola mungkin akan melahirkan. Dan membuat Ilham lagi-lagi menjadi miris karena Mamah memberitahukan penyebab Yola mendadak melahirkan dikarena bullying teman sekolahnya hingga istrinya itu berakhir di rumah sakit kini.


"Mereka menendang bola pada perut Yola," begitu kata Mama.


Sungguh budak-budak celaka! maki Ilham dalam hati.


Tetapi sungguh pun begitu, dia tak dapat berbuat apa pun pada orang-orang yang membully Yola, meski pun rasanya Ilham ingin menghajar mereka andai bisa bertemu. Tetapi Abimanyu bahkan tak memperbolehkan dia datang, bahkan untuk sekedar mendekat.


"Ilham, kau usah datang kat sini! Bahaya kalau Abimanyu sampai tengok kau dan suruh orang-orangnya mencederai kau lagi, Nak. Mamah ni tak kuat tengok kau dipukul sampai luka-luka macam harian tu," kata Zubaedah dengan rasa khawatir.


Ilham mengerti kecemasan sang Mamah. Saat dia di rumah sakit kemarin, hanya Zubaedahlah yang merawatnya. Papanya hanya menyempatkan diri sesekali datang, Hafiz jangan ditanya lagi, sangat tidak mungkin mau untuk merawatnya. Dan Mamah atas permintaan Ilham dan Atok, menyetujui untuk tidak memperpanjang masalah pemukulan yang anak buah Abimanyu lakukan terhadap Ilham. Semua demi kebaikan bersama. Dan kali ini pun Mama Ratih meminta Ilham untuk tidak datang tentunya untuk tidak membuat masalah semakin rumit.


"Mamah usah khawatirkan perkara itu. Tapi Mamah ... Ilham nak minta tolong sesuatu pada Mamah," ujar Ilham.


"Nak minta tolong ape?" tanya Zubaedah.


"Saat baby tu dah lahir, tak payah tergesa-gesa nak jemput dia. Biar dia bersama Yola sepekan dua pekan. Hmmm?"


Zubaedah langsung menyetujuinya. Dia tahu anaknya punya maksud tersendiri. Bukan tanpa alasan Ilham meminta hal seperti itu. Dia ingin Yola menumbuhkan naluri keibuannya selama beberapa minggu bersama anak mereka. Entah apa masih ada harapan Yola kembali padanya, tetapi selama dia berikhtiar tak ada yang tak mungkin, kan? Mungkin saja kelak usahanya akan membawa Yola kembali padanya dan buah hati mereka. Dia hanya perlu bertawakkal setelahnya.


****


Abimanyu sebenarnya ingin begitu bayi itu lahir, pihak keluarga Nirwan langsung menjemputnya, agar mereka tak punya keterikatan batin lagi dengan cucu pertamanya itu. Tetapi dengan berbagai alasan, Zubaedah meminta untuk mengundur waktu menjemput baby Ammar hingga dua minggu ke depan.

__ADS_1


Tentu selama itu, baby Ammar yang tak tahu apa-apa sempat merasakan peluk hangat sang ibu. Meski Yola terkadang ogah-ogahan memberi Ammar ASI, tetapi sang Mama Ratih selalu telaten mengingatkan, bahkan turut membantu Yola melakukan pumping ASIP sebelum dia berangkat ke sekolah dan membantu membekali Yola breast pump jika dia sedang pergi ke sekolalah. Yola hanya libur selama seminggu.


"Udah dibilangin anak itu nggak usah dikasih ASI lagi. Kasih susu formula!" omel Abimanyu.


Tetapi Ratih tak menghiraukan. Dia tahu sekeras apa suaminya dan dia juga tidak tahu kapan lagi dia bisa memeluk cium cucunya seperti ini. Entah apa keluarga Nirwan kelak masih mengenalkan Yola sebagai ibunya. Dia tidak tahu. Dia hanya bisa memikirkan cara ini. ASI bisa memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. Hanya berdasarkan hal itu dia bisa menggantungkan harapan kalau kelak Ammar akan kembali ke dalam keluarga Gunawan. Ya Tuhaaan, batinnya terasa perih mengingat hal itu.


***


"Ilhaaam? Kau datang? Mamah dah cakap kau tak perlu datang nak jemput Ammar!"


Zubaedah tak menyangka kalau Ilham akan datang mendadak seperti ini. Padahal mertuanya Tengku Yahya Nirwan pun sampai datang ke Jakarta hanya untuk ikut menjemput cucu buyunya. Siapa yang sangka kalau Ilham pun akan turut serta datang tiba-tiba begini?


Ilham tersenyum pias.


"Aissh, tak apelah Mah. Ilham dah tak sabar berjumpe dengan budak kecil tu," jawabnya dengan senyum mengembang.


Zubaedah yang sempat menjenguk Yola di rumah sakit saat melahirkan memang sempat mengirimkan foto cucunya itu pada Ilham.


"Ilham akan tunggu di kereta esok kalau kite nak jemput Ammar," jawab pria itu enteng.


Tetapi Zubaedah tetap tak bisa menerima jawaban itu.


"Sumpah! Hanya di kereta. Ilham tak akan buat kekacauan," lanjut Ilham meyakinkan.


Kemudia keesokan harinya seperti yang telah dijanjikannya, Ilham memang tak ikut masuk ke dalam rumah keluarga Gunawan. Pria itu dengan sabar menunggu di dalam mobil.


Tak lama berselang, mobil yang biasa menjemput Yola ke sekolah pun datang. Yola keluar dari dalam mobil. Dari dalam mobil Ilham bisa melihat Yola terpaku menatap mobil mereka yang terparkir di depan rumah keluarga Gunawan. Yola mungkin tahu kalau keluarga Nirwan telah datang untuk menjemput Ammar. Kaca film mobil yang gelap, membuat Yola tak bisa melihat keberadaan Ilham yang berada di dalam.


Ilham sempat melihat mata Yola yang berkaca-kaca. Ya, dia bisa membohongi seluruh dunia tapi Ilham tahu wanita itu pasti tengah merasa pilu saat ini karena akan berpisah dengan buah hatinya.

__ADS_1


Ahh, rasanya Ilham akan membuka pintu mobil itu untuk menenangkan Yola, tetapi Yola tak disangka berlari tiba-tiba menuju pintu samping rumah besar itu.


"Non Yola!!!" panggil seseorang yang ternyata baru juga turun dari mobil.


Ilhaam mengenalnya. Dia Ana, asisten rumah tangga keluarga Gunawan selama bertahun-tahun ini.


Ana buru-buru hendak mengejar Yola, tetapi Ilham yang telah membuka pintu memanggilnya.


"Kak Ana!!" panggil Ilham.


"Hmmm?" Wanita itu menoleh dan tercengang melihat siapa yang ada di hadapannya.


Namun sebelum Ana mulai berisik, Ilham menempelkan jari telunjuk dibibirnya, memberi kode agar Ana diam, dan tidak membuat kekacauan yang bisa membuat orang-orang di dalam berkeluaran.


"Iya, ini saya, Ilham, Kak Ana," kata Ilham memberi tahu.


"Ta-tapi ..."


"Saye nak minta tolong, boleh?"


"Haah?" Wanita itu masih bingung.


"Saye butuh bantuan Kak Ana. Tolong, tolong sekali, Kak. Saye dah tak punya siape-siape untuk diminta tolong. Tolong saye, hmmm?"


Ilham memohon dengan sangat memelas, membuat Ana bimbang. Secara garis besar dia tahu apa yang menimpa Yola, anak majikannya itu, yang selalu dia dengar dimaki dan diumpat oleh Abimanyu di beberapa waktu karena telah menyia-nyiakan putri semata wayangnya. Tetapi melihat wajah memelas pria di hadapannya ini membuat dia jadi tak tengok.


"Minta tolong apa?" tanyanya balik dengan hati yang masygul.


***

__ADS_1


Minta tolong apa ya guys? Hehehe othor ga nepatin janji ni. Nyatanya part flashback Ilham belum selesai sampai part ini, gimana donk? Jangan lupa like dan komentnya ya ...


__ADS_2