Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Pertengkaran


__ADS_3

"Tak macam tu, Sayang. Kau dah tahu, dia dah bukan isteri abang semenjak abang telah menjatuhkan talak pada dia. Isteri abang hanya Yola sahaja. Ini hanya pasal pengesahan perceraian di atas kertas sahaja," bujuk Ilham.


Yola tak kuasa lagi membendung amarahnya.


"Apa pun alasannya, itu tidak dapat kuterima, abang! Tetap saja di mata dunia, dia adalah istri abang yang sah. Abang sudah janji akan menceraikan dia, dan kini ingkar janji lagi! Aku sudah muak dibohongin! Kalau begini buat apa kita bersama lagi kalau begitu? Udah, biar abang aja yang rujuk dengan dia kalau begitu!!!" teriak Yola marah.


Teriakannya sampai terdengar ke seantero rumah keluarga Nirwan. Zubaedah, Atok Yahya, bahkan Ammar saja terkejut mendengar Yola yang biasa bisa bersikap tenang itu marah dengan meledak-ledak.


"Yola, tenang sikit," bujuk Ilham sambil berusaha memeluk istrinya itu.


Tapi dengan kasar Yola mendorong Ilham.


"Nggak! Nggak!!! Jangan suruh aku tenang. Dulu, abang sudah menyakiti aku satu kali, aku masih bisa tenang. Pasrah dengan keadaan saat itu. Tapi tidak untuk kali ini! Hanya ada satu! Abang pilih dia atau aku!!!"


"Yola, tentu sahaja abang akan pilih kamu, sayang. Kalau tak, tak mungkin abang merencanakan majlis perkahwinan ini untuk kite. Abang lakukan tu semua agar seluruh orang di dunia tahu, kaulah isteri abang yang sesungguhnya!"


"Ya, isteri kedua yang merebut suami orang. Itulah yang orang akan pikirkan padaku nanti. Terima kasih, aku nggak butuh status seperti itu, Abang!" kata Yola frustasi.


Dia kini terhenyak di ranjang. Tak lama berpikir Yola akhirnya bangkit dari duduknya di ranjang. Dia bergegas berjalan menuju lemari dan meraih koper dari sana.


"Aku hanya buang-buang waktu saja di sini."


Tanpa membuang banyak waktu, Yola mengeluarkan baju-bajunya dari dalam lemari dan melemparkannya ke dalam koper tanpa dilipat terlebih dahulu.


Yola yang melihat Yola mengeluarkan baju-baju dari dalam lemari ikut gusar.


"Yola!!! Ape yang kau bikin ni? Kite masih dapat bicarakan ini baik-baik, Sayang. Tak payah marah macam ni!!!" kata Ilham berusaha menahan Yola mengeluarkan baju-baju dari lemari.


Tapi tidak! Yola tidak mau terperangkap lagi dalam janji manis Ilham. Dia semakin menggila mengeluarkan seluruh bajunya dari lemari.

__ADS_1


"Oke!!!Oke!! Stop!!! Stop it!!!" teriak Ilham hingga Ammar yang berada di ruang keluarga memeluk sang nenek dengan ketakutan.


Ammar tak pernah melihat dan mendengar daddy-nya Ilham, sampai berteriak membentak orang seperti itu. Begitu pun dengan sang Mommy Yola. Yang Ammar tahu Yola dan Ilham jika marah biasanya hanya saling merajuk. Dan kini otak kekanakannya tak bisa mencerna apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya yang bersatu belum berapa lama ini.


Yola menghentikan sejenak perbuatannya memindahkan baju dari lemari itu ke koper.


"Abang akan ke Mahkamah Syariah besok untuk mengurus pasal perceraian dengan Sonia. Yola, mohon bersabar sikit, hmm? Berikan abang sikit sahaja waktu! Tak payah marah macam tu, sayang ..." bujuk Ilham sembari buru-buru memeluk sang istri.


"Aku ... sebaiknya sebelum masalah perceraian abang dan Sonia selesai ... lebih baik kita pisah aja dulu, abang. Aku mau balik ke apartemen," kata Yola sambil melepaskan diri pelukannya dari Ilham.


"Yola, abang dah cakap ..."


"Aku sudah terlalu banyak mengalah abang!! Aku tidak tahan 1 atap dengan dia di rumah ini? Apa abang masih tak mengerti? Kalian menghancurkan hidupku di masa lalu, dan aku sudah memaafkan semua itu. Dan sekarang kalian masih ingin aku tinggal 1 atap dengan dia? Ckck ... egois sekali." !Yola berdecak meluapkan segala kekesalan hatinya.


"Saat ini pun abang ingin menjadikan aku yang kedua padahal harusnya akulah yang pertama, bagaimana aku bisa bersabar dengan semua itu abang??!!! Sesekali pikirkanlah perasaanku. Pokoknya aku mau balik ke apartemen sekarang!"


"Di sini pun tidak aman. Abang buta? Ada musuhku di sini. Siapa yang tau apa yang bisa dia lakukan padaku?" kata Yola jengkel.


"Astaghfirullah, Yola! Sonia itu bahkan tak dapat berbuat ape-ape. Macam mana dia boleh celakai kau?"


"Belain aja terus isteri sahnya abang tu! Aku mah apaan, cuma istri simpanan yang sebentar lagi naik derajat jadi istri kedua. Iya, kan?"


Ilham menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan-lahan. Percuma menjawab semua kemarahan Yola dan omelannya. Semakin dia membantahnya, Yola semakin menganggapnya bersalah. Sifat perempuan memang seperti itu, kan?


"Baiklah. Kite balik ke apartemen kalau kau tak merasa nyaman kat sini dengan dia," kata Ilham akhirnya.


"Ke apartemen biar aku sendiri aja, abang tak perlu ikut! Abang temani aja dia disini!" kata Yola.


"Ya Tuhaaan, Yola! Kau tak payah cemburu macam tu. Abang bawa dia kat sini kerana di hospital dia tak ade keluarga yang jaga. Di sini ade Mamah, ade pembantu rumah yang boleh tengok-tengok perhatikan dia setiap saat!"

__ADS_1


"Ya, dan ada abang juga yang memperhatikan. Maka tak payah sok-sok tak peduli padanya. Aku cukup sadar diri kok. Aku akan mundur alon-alon," kata Yola masih dengan amarah.


"Cakap apa?" tanya Ilham tak mengerti dengan apa yang dimaksud Yola mundur alon-alon.


"Mundur pelan-pelan, Abang!!! Isss ... apa sih nyebelin banget!" gerutunya.


"Dah lah tuh tak payah marah-marah. Kasihan adik Ammar nanti kalau Mommy Yola marah-marah. Jom abang tolong packing baju Yola, kite balik kat apartemen," kata Ilham.


Dan sepanjang Ilham mengepack baju Yola, telinganya harus tebal mendengar ocehan dan omelan Yola yang tak ada hentinya. Dan Ilham memutuskan untuk menerima kemarahan Yola daripada membuat runyam kembali urusan rumah tangganya.


"Ape?? Kalian nak balik ke apartemen??" tanya Zubaedah kaget saat Ilham mengutarakan keinginannya dan Yola untuk kembali ke apartemen mereka di Gold Century.


Yola membuang muka saat Ilham memandangnya.


"Ya lah, Mah. Setelah Ilham pikir- pikir tak baik juge Yola dan Sonia tinggal dalam satu atap. Ilham tak nak buat Yola stress. Dia sedang mengandung cucu Mamah pula, jadi biarkan kami balik kat apartemen," kata Ilham.


"Tapi Ilham ..." Zubaedah hendak memprotes keputusan Ilham itu tapi Ato Yahya mencegahnya.


"Biarkan je mereka pindah kat apartemen. Dekat sahaja pun, kau tak payah bersedih hati macam tu. Mereka hanya pindah sekitar sini je, Masih di KL," kata Atok Yahya menimpali.


"Tapi Ayah, orang tu belum tertangkap. Orang yang hendak celakai Yola!" protes Zubaedah.


"Tak ape, usah khawatir! Kita boleh cari beberapa orang tuk jagakan mereka dari jauh," kata Atok Yahya.


"Ammar pun nak ikut!" tiba-tiba Ammar menyelutuk.


***


Jangan lupa like dan favorite-nya ya reader akoe ...

__ADS_1


__ADS_2