Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Grafik Saham


__ADS_3

"A- apa maksud Papa?" tanya Yola kaget.


"Papa mau bawa Ammar ke Jakarta. Boleh?" tanya Abimanyu tanpa melihat pada Ilham.


Yola menoleh pada Ilham cemas. Dia takut pria itu akan marah karena permintaan sang papa yang sedikit berlebihan.


Ilham menatap Abimanyu dengan tatapan memicing. Sepertinya mertuanya ini menganggapnya tak ada di ruangan itu. Ilham jadi merasa diabaikan.


"Mau bawa Ammar ke Jakarta? Boleh sahaja. Tetapi ada syaratnya," kata Ilham santai.


Abimanyu langsung melihat tak suka pada menantunya itu.


"Abang ...." protes Yola.


"Syarat? Apa perlu syarat untuk membawa cucuku pulang ke rumah kakeknya sendiri? Yola, katakan pada laki- laki ini, Papa cuma mau bawa Ammar berlibur ke Jakarta. Karena mamamu pengen Ammar dibawa pulang ke rumah kita. Kamu nggak lihat tadi, betapa bahagianya mama saat vidio call sama Ammar," kata Abimanyu terkesan membujuk Yola.


"No problem, tapi saye minta perkahwinan saye dan Yola direstui. Saye akan menikahi Yola kembali secara resmi kali ini," pinta Ilham.


"Kita lihat itu nanti. Bagaimana pun tak ada yang bisa menjamin kau takkan menyakiti Yola lagi untuk kedua kali," balas Abimanyu membalas Ilham dengan tatapan tajam menusuk.


Ilham mengeryitkan keningnya jengkel pada mertuanya itu. Tapi Abimanyu malah membalasnya semakin sinis.


"Pria mata keranjang sepertimu, mana bisa dipercaya," oceh Abimanyu lagi.


"Hah? Ape? Mata keranjang? Papa tak salah cakap ke? Siapa tahu bercakap tentang diri sorang tapi malah menuduh orang lain pula?" sindir Ilham.


Tatapan tajam antar keduanya tak terputus. Mereka masih saja saling tatap seperti dua orang musuh yang sedang perang dingin satu sama lain.


"Kalau kau bukan mata keranjang apa namanya? Kau bahkan belum menceraikan istri j*langmu itu tapi ingin rujuk kembali dengan putriku? Kalau bukan mata keranjang apa? Buaya darat? Playboy?" balas Abimanyu dengan gencar.


Tak terima dikatakan mata keranjang, buaya darat dan playboy, Ilham membalas lagi kata- kata mertuanya itu.


"Daripada orang lain pula, dah pun kasih bunt*ng ana gadis orang, tak tanggung jawab pula. Kalau Ilham ni bukan tak nak tanggung jawab dengan Yola mase tu, tapi mertua saye pula yang coba jauhkan saye dari isteri dan anak saye, betul tak, Papa Mertua?"

__ADS_1


Abimanyu sampai gemeretak giginya mendengar jawaban pedas Ilham yang menjawab ucapannya satu persatu. Yola sendiri merasa sangat heran apa yang sedang dipertengkarkan kedua pria berarti dalam hidupnya itu. Soal dia dan Ilham itu kan hanya masa lalu?


"Papa! Abang! Stop it! Kalian nggak malu apa dilihatin sama Ammar lagi bertengkar seperti ini? Sudahlah, jangan bahas masa lalu! Papa sama Abang sama- sama punya salah pada Yola. Abang menyakiti hatiku dengan menikah lagi, dan Papa juga menghalangi Abang untuk menemuiku tanpa sepengetahuanku. Abang dan keluarga Nirwan mengambil Ammar dariku, tapi Papa juga kenapa mengijinkannya? Aku sakit hati karena kalian tau nggak?! Tapi sekarang aku sudah memaafkannya. Aku sudah berdamai dengan masa lalu. Jadi please Papa, Abang! Lupakan soal masa lalu, oke?" bujuk Yola.


Abimanyu mencibir tak sudi. Dan Ilham pun membalas dengan mimik serupa. Yola menjadi putus asa dibuatnya. Dan suasana kembali canggung.


Selang beberap saat ketiganya membisu akhirnya perhatian ketiganya teralihkan saat si kecil Ammar memanggil kakeknya.


"Kakek! Coba tengok kat sini!" serunya memanggil Abimanyu.


Ammar sedang asyik menatap monitor laptop milik sang kakek.


"Hmmm ada apa?"


Abimanyu bangkit dari sofa menuju ranjang hotel di mana cucu kecilnya itu sedang berkutat memainkan mouse laptop Abimanyu.


"Kakek, kakek mau tak membeli saham perusahaan ini? Ape namanya ya ...." Ammar memicingkan matanya untuk membaca huruf- huruf di layar komputer. "PT. Surya Bersinar?"


"Ini?" tanya Abimanyu setelah bergabung membaca laptop di samping Ammar yang berbaring di ranjang dalam posisi tengkurap.


"Hu uh, Atok. Kakek beli sahaja sekarang! Takkan lama harganya akan naik, Kakek! percaye pada Ammar!" kata bocah itu meyakinkan.


Abimanyu terlihat ragu menatap layar ponselnya. Perusahaan yang dimaksud oleh Ammar itu adalah perusahaan rokok di Indonesia, memiliki reputasi yang buruk bahkan terancam bangkrut. Harga saham mereka selalu berada jauh di bawah harga saham rata- rata perusahaan lain di sana. Menginvestasikan modal di sana rasanya sama aja mempersiapkan diri sendiri untuk kehilangan uang.


"Ayo cepat, Kakek! Harganya pun murah sangat. Hanya Rp. 750, satu lembar saham, Kakek!"


Ammar tak lelah meyakinkan Abimanyu.


Abimanyu pun menghela napas. Dia beberapa kali tadi memang sempat melihat Ammar membaca grafik saham dan mengejutkan sekali, beberapa kali prediksi Ammar tentang perusahaan mana yang harga sahamnya melonjak hari ini benar. Begitu pun perusahaan mana yang harga sahamnya anjlok, lagi- lagi prediksi Ammar benar. Sehingga dia berani menyimpulkan kala cucunya itu sepertiya punya bakat sebagai trader sama seperti Yola putrinya. Atau anak ini benar- benar jenius?


Abimanyu bahkan takjub saat mengetahui kalau Ammar bahkan fasih di 5 bahasa, Melayu, Inggris, Jerman, Belanda dan Mandarin.


Tapi meski pun begitu saat ini bocah ini sampai menyuruhnya untuk investasi saham di PT. Surya Bersinar, adalah sesuatu yang meragukan untuknya. Bagaimana kalau menginvestasikan uangnya disitu membuat dia malah menjadi kehilangan uang? Perusahaan itu tidak seperti namanya PT. Surya Bersinar.

__ADS_1


"Ayolah, Kek!" desak Ammar lagi.


"Baiklah, baiklah!" jawab Abimanyu dan meraih laptopnya untuk melakukan pembelian saham pada broker.


Harga 1 lembar saham PT. Surya Bersinar itu adalah Rp. 750, berarti jika Abimanyu membeli 1 lot dia hanya akan kehilangan uang Rp. 75.000. Karena saham dibeli memang per slot. 1 lot saham isinya 100 lembar saham. Tak apa- apalah kalau hanya segitu, pikir Abimanyu. Hitung- hitung menyenangkan cucu sendiri.


"Kek, kakek kikir sangat beli hanya 1 lot sahaja. Beli semuanya, Kakek!" paksa Ammar.


Tak cuma Abimanyu, Ilham dan Yola pun sempat terkejut mendengar permintaan Ammar yang berlebihan itu. Yola pun segera bangkit dan menghampiri mereka di ranjang.


Dia memeriksa grafik saham yang diprediksi oleh Ammar itu. Pantas saja Abimanyu ragu. Setelah memeriksa riwayat grafik saham perusahaan itu, Yola bisa melihat kalau saham perusahaan itu hanya pernah satu kali mengalami uptren itu pun terjadi di kurun waktu yang sudah cukup lama. Namun kemudian tidak berapa lama, perusahaan itu kembali mengalami downtren. Dan hingga kini mengalami posisi sideways alias bertahan dalam keterpurukan harga saham yang berada di bawah.


"Ya sudah, kita beli sahamnya, 10 lot aja, Kek!" kata Yola ingin menyenangkan Ammar juga.


"Tak naaaak, beli semuanya Moooommm," rengek Ammar.


"Ammar, itu perusahaannya ...."


Yola ingin menjelaskan kondisi perusahaan itu yang hampir pailit. Tapi dia pikir tak ada gunanya juga. Ammar hanyalah anak- anak.


Semakin lama Ammar semakin menangis seperti bocah yang tak diberi permen.


"Ammar!!!" bentak Ilham. "Jangan nakal macam tu!"


Ammar semakin mengencangkan tangisannya hingga kemudian Yola mengalah. Semua saham yang mereka jual berjumlah 500 slot. Kalau terpaksa harus dibeli semua artinya dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 37.500.000.


"Pa, belikan aja semuanya. Nanti Yola ganti uang Papa," kata Yola pasrah.


***


Kira- kira gimana guys, itu prediksi abang Ammar menguntungkan atau malah bikin rugi Mommy Yola ya?


Jangan lupa like, koment dan suportnya ya genk...

__ADS_1


__ADS_2