Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Menguping


__ADS_3

"Kau dari mane?" tanya Leon pada Ilham yang baru saja datang ke N-one setelah hampir siang.


"Aku uruskan permohonan cerai dengan Sonia di Mahkamah," jawab Ilham seadanya.


"Kau jadi ceraikan die?" tanya Leon.


Ilham mengangguk.


"Ya, Yola tak nak dimadu, dan aku tak nak pula kehilangan dia," kata Ilham. "Sekarang pun kami dah balik ke apartemen. Kehadiran Sonia membuat Yola rasa tak tenang. Itu menjadikan alasan bagi kami untuk pindah."


Leon tercengang.


"Kau sampai hati nak ceraikan dia pada keadaan dia yang sekarang? Ckckck ... Betul-betullah kau ni King Devil," kata Leon yang terdengar di telinga seperti sedang mencemooh.


"Tak macam tu Leon, diteruskan pun perkahwinan ni takkan baik jadinya. Kau pun tahu sendiri perkahwinan kami ni hanye keterpaksaan sahaja. Tak membuat Sonia menjadi bahagia pula. Jadi untuk ape nak dipertahankan lama-lama?"


"Tapi kalau kau nak ceraikan dia, dia tak punya siape-siape lagi. Kau cakap keluarga dia pun tak nak terima die bila tak sihat macam dulu. Macam mana kau boleh tinggalkan die?"


Ilham menarik napas dan menatap Leon dengan pandangan menyelidik.


"Leon, kau begini bukan berarti kau suke dengan die kan? Aku bagi tahu kau kawan, jangan cuba-cuba memiliki perasaan tak sepatutnya dengan dia apalagi berkhianat pade Nadira. Kite berempat memang berkawan sejak mase kite sekolah dahulu, tetapi pabila kau nak sakiti Nadira kau mesti berhadapan langsung dahulu denganku, paham tak???!!" kata Ilham memberi ultimatum.


Leon menelan ludah. Ilham tak segampang itu dikelabui. Mereka berempat, Leon, Nadira, Sonia dan Ilham bersahabat sejak masa mereka sekolah menengah dahulu. Leon sesungguhnya menaruh hati pada Sonia, sayangnya Sonia malah menyukai Ilham dan pada saat itu Ilham memang membalas perasaan Sonia sehingga Leon urung mengungkapkan cintanya pada Sonia dan membuka hati pada Nadira.


Tetapi melihat Sonia yang sesang sakit sekarang dan Ilham mengacuhkannya tiba-tiba saja Leon menjadi simpatik karenanya dan agak sedikit kesal pada Ilham yang lebih memilih peduli pada Yola dan tak menghiraukan sama sekali kondisi Sonia.


***

__ADS_1


Kediaman Keluarga Nirwan,


Seminggu telah berlalu sejak Melisa ada di sini untuk merawat Sonia. Lebih tepatnya untuk memastikan kalau wanita itu tidak akan bisa sehat lagi untuk bisa memuluskan rencana Mr. Y. Selama seminggu ini pula gadia itu belum berhasil mengorek-ngorek informasi dimana pria tua itu menyembunyikan harta rampasan dari kapal Yolanda.


Jangankan untuk berhasil mencari tahu, untuk bisa mendekati kamar atau ruang kerja Tengku Yahya Nirwan saja, dia tidak pernah punya kesempatan untuk melakukannya. Lelaki tua itu selalu berada di ruang kerjanya dan terkadang di dalam kamarnya yang saling behadapan satu sama lain.


Hingga di suatu malam, Melisa yang melihat Ilham datang berkunjung tanpa didampingi oleh Yola itu, diam-diam menguping di luar pintu ruang kerja Atok Yahya yang terbuka sedikit itu.


"Jadi kau dah yakin akan betul-betul bercerai dengan wanita itu?" tanya Atok Yahya pada Ilham.


Ilham mengangguk.


"Hanya tunggu hasil keputusan dari hakim Mahkamah Syari'ah Atok. Tak lama, Ilham akan pegang dah tu borang cerai. Atok usah khawatir. Atok pun dah lama ingin Ilham bercerai dengan Sonia kan, Atok?" tanya Ilham yang melihat raut wajah Atok Yahya yang terlihat menghembuskan napas beberapa kali.


"Kenape? Jangan cakap Atok ni tak inginkan kite bercerai. Atok yang telah lama inginka ini, kan Atok?"


Entah kenapa raut wajah Atok Yahya tampak begitu muram.


Mendengar curahan hati sang kakek apalagi itu membawa-bawa perasaan Zubaedah, tak urung membuat Ilham juga ikut merasa sedih. Namun dia tak punya pilihan lain. Toh dia sudah mengorbankan Yola dan tidak mendapat hasil apa-apa.


Dan untuk kali ini dia akan berpikir sebaliknya, lebih baik dia mempertahankan seseorang yang memang nyata ada di sisinya daripada berharap pada satu kemungkinan yang belum bisa dipastikan kebenarannya.


Mengingat Yola dan Andini, tiba-tiba saja Ilham teringat saat Yola dan Ilham sedang honeymoon dengan Yola di Penang.


"Hmmm .... Atok, tiba-tiba Ilham teringat satu hal. Saat Ilham ade kat Penang dengan Yola, Yola tak sengaje berjumpe dengan seseorang yang beberapa kali berusaha nak ambil dia punya barang. Dahulu saat pertame Yola dibawa kat sini, Ilham dan Mamah pernah bawa dia ke mall dekat pertronas, di sana ade pencuri rampas dia punya bag, hingga dia terluka. Dan pencuri itu usianya seperti Yola," kata Ilham mencoba menjelaskan apa yang dia ingat.


Atok Yahya meski belum mengerti maksud dari kisah yang diceritakan Ilham mendengarkan dengan penuh seksama.

__ADS_1


"Lepas tu pula, pernah suatu waktu Ilham dan Yola berjumpe partner kerja di sebuah restaurant, saat Ilham nak bayar, Yola tunggu Ilham di depan restauran tu, Yola punya bag ade yang rampas lagi. Dan Yola sangat yakin meski telah lama berlalu, itu orang yang sama dengan yang merampas tas dan talipon bimbit yang dia punye saat di mall 11 tahun lalu, orangnya pun wanita seumur Yola pula," kata Ilham sengaja menggantung ceritanya untuk melihat respon sang Atok.


Dan benar saja, kini kening pria itu semakin mengkerut mendengar cerita Ilham. Tidak ada yang menceritakan ini dahulu padanya. Dia baru pertama mendengar hal semacam ini. Tapi bukankah ini mencurigakan?


"Habis tu pula?" tanya sang Atok penasaran.


"Habis tu Atok ..." Ilham mulai melanjutkan lagi ceritanya. "Saat Ilham ade kat Penang bersama Yola. Yola mase tu tak sengaja pula bertemu orang tu di N-one Cabang Penang. Dia pegawai kat sana. Dan Atok tahu ape?"


Atok Yahya menggeleng bingung.


"Yola tengok di betname orang tu punye, nama dia adalah Andini Y, Atok tak rase ade yang pelik ke atau hanye berketepatan sahaja? Nama dia Andini, dan nama belakang inisial Y, kependekan dari ape itu Atok? Y, Yolanda, Mr. Y? Atok tak merase ini semua saling berkaitan ke? Dan macam mana dia boleh menjadi pencuri, sedang dia punya job sebagai pegawai N- one?"


"Kalau macam tu kenape tak ditangkap mase tu?" tanya Atok Yahya menyesalkan Yola dan Ilham yang tak berbuat apa-apa.


"Mase tu Yola bertolak sendiri Atok, Ilham tak de bersama dia. Dan saat berjumpe dengan wanita tu Yola sakit perut pula, hingga dia tergesa-gesa pulang diantar oleh pakcik kat hotel. Habis tu hingga saat ni Ilham lupa pula nak usut perkara tu," kata Ilham.


Atok Yahya manggut-manggut.


"Lalu kite nak buat ape sebaiknya?" tanya pria tua itu.


"Kite cari tahu pasal wanita tu, siape tahu dia memang Andini bolehlah kite bawa dia pulang sahaja."


"Kalau dia bukan Andini?"


Ilham terdiam.


"Berarti dia ada maksud lain, Atok!"

__ADS_1


***


Hai, hai, hai jangan lupa like dan komentnya ya. Buat kalian reader Cinta di Lauhul Mahfudz atau I love you dr. Gagu author ada buat season lanjutannya ya di karya author yg satunya. Jangan lupa mampir ya. Happy reading!


__ADS_2