Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Cengkrama Keluarga Harmonis


__ADS_3

"Tuan Lucas kenal dengan Atok saye?" tanya Ilham.


Entah mengapa dia merasa pria ini seperti menyembunyikan sesuatu di senyumnya


Lucas tersenyum lagi.


"Tidak juga. Saya hanya merasa familiar mendengar nama itu. Oh ya, dimana beliau sekarang?" tanya Lucas dengan menautkan jari jemarinya satu sama lain.


"Atok ade kat rumah. Dia jarang datang kat N- one. Biase Atok hanya awasi perkembangan syarikat N- Grocery hanye melalui online sahaja," kata Ilham.


Lucas mengangguk- angguk.


"Atokmu pasti seseorang pekerja keras hingga dapat mendirikan perusahaan sebesar ini. Atau ada faktor keberuntungan lain yang membuatnya sesukses saat ini?" tebak pria itu penuh misteri.


"Fak- tor keberuntungan?" gumam Ilham tak mengerti.


Lucas mengangguk.


"Hmmm, factor Lucky, misalnya ada suatu hal yang membuat dia tiba- tiba mendapat modal besar hingga bisa mendirikan perusahaan retail sebesar N- one yang tersebar di seluruh penjuru Malaysia," kata Lucas ingin melihat perubahan ekspresi Ilham.


Ilham mengernyitkan keningnya. Ape maksud dari cakap pria ini? kata hati Ilham bertanya- tanya.


"Maksud Anda Tuan Lucas? Saye tak paham ape tujuan anda menanyakan hal tu. Tetapi Atok saye sedari dahulu adalah pekerja keras, dia panutan saye," kata Ilham menegaskan.


"Oh, apa mungkin keluarga Nirwan adalah keluarga kaya raya sedari dulu?" celutuk pria itu lagi.


Hal itu tak urung membuat Ilham menjadi kurang senang.


"Keluarga Nirwan bukan keluarga kaya sejak dulu tapi kerana Atok adalah pekerja keras dia boleh mengangkat harkat dan derajat keluarga Nirwan hingga macam ni," kata Ilham tegas.


Atok Yahya adalah orang yang paling disegani oleh Ilham sedari dulu, bahkan melebihi ayah dan ibunya. Kisah hidup sang kakek yang menjadi ABK di sebuah perusahaan kapal pesiar lintas negarah yang membuat ayah dari ayahnya itu berhasil mengangkat derajat keluarga Nirwan hingga seperti saat ini.


Ilham sering mendengar cerita Ismail, Papahnya, bahwa dulu kehidupan mereka saat Ismail kecil sangat jauh dari kata cukup. Hingga ayahnya itu terpaksa ikut bekerja menjadi buruh kasar di kapal pesiar yang berkeliling hingga jauh ke luar negeri.


Setelah Atok Yahya meninggalkan istri dan kedua anaknya yang masih kecil itu bekerja sambil berkelana, dua tahun kemudian akhirnya beliau pulang dan membawa banyak uang. Dari uang tersebutlah Atok Yahya mendirikan toko N- one, hingga akhirnya toko itu pun lama- lama menjadi besar sehingga kemudian toko itu berubah menjadi mini market, yang berkembang menjadi supermarket dan yang pada akhirnya memiliki cabang di mana- mana seperti sekarang.


Jika itu bukan karena hasil kerja keras Atok Yahya, lalu hasil kerja keras siapa? Ilham sangat menyayangi sang Atok. Dan dia tidak akan membiarkan Sang Atok diremehkan oleh siapa pun.

__ADS_1


"Wah, saya sangat penasaran dengan beliau. Mendengar Tengku Yahya Nirwan adalah seorang pekerja keras, itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri di masa lampau. Saya juga pekerja "keras" yang rela melakukan apa saja demi tercapainya cita- cita saya dan membahagiakan keluarga saya. Jika bertemu dengan Atokmu mungkinkah menurutmu kami cocok berteman?"


Kata- kata yang ambigu sekali di telinga Ilham. Dia heran, di usia setua mereka, mencari kawan baru apakah masih dibutuhkan?


"Ya, mungkin sahaja Tuan Lucas akan cocok bertemu dengan Atok saye," jawab Ilham manggut- manggut.


"Jadi, kapan kira- kira kamu akan mempertemukan saya dengan Atokmu itu?" tanya Lucas.


Kali ini Ilham dan Leon saling pandang. Mereka menangkap ada maksud tersirat dari setiap kata- kata yang terucap dari bibir Lucas.


"Dalam mase dekat ni saye nak langsungkan majlis perkahwinan dengan isteri saye Yolanda. Kalau Tuan berkenan, bolehlah Tuan Lucas datang bersame anak isteri Tuan untuk datang memberikan kami restu perkahwinan. Nanti kat sana mesti ade Atok Yahya. Saya boleh pertemukan Tuan Lucas dan Atok di sana sahaja," kata Ilham memberi jawaban.


"Yolanda? Jadi istri Tuan Ilham bernama Yolanda?" senyum mengembang di wajah pria itu.


Ilham mengangguk.


"Ya, istri saye bernama Yolanda. Yolanda Gunawan, kenape?"


"Tak ada apa- apa. Saya kebetulan menyukai nama itu. Yolanda," Lucas manggut- manggut. "Itu nama yang sangat indah. Pastilah istri Tuan Ilham ini juga orang yang sangat cantik, betul?"


Ilham tersenyum dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan yang mengarah pada istrinya ke hal lain. Dia tidak ingin membicarakan kelebihan sang istri yang mungkin membuat orang lain menjadi memperhatikan Yola. Yola hanya miliknya seorang. Hanya dia yang berhak menikmati segala kelebihan yang dimilikinya itu. Jadi untuk apa dia memamerkannya pada orang lain?


"Baiklah. Kalau begitu, akan saya jelaskan ..."


****


Ilham baru pulang seusai maghrib dan di sambut dengan riang oleh Ammar. Dan Yola hanya senyum- senyum melihat tingkah putra sulungnya itu.


"Daaaadddd!!! Daddy terlambat!" kata sang anak. "Ammar nak pergi pusing- pusing dengan Daddy dan Mommy Yola, Dad!"


"Ammar, jangan macam tu. Kau biarkanlah Daddy kau rehat sekejap!" perintah Zubaedah pada cucunya.


"Ammar dah lama tak pusing- pusing. Dad, kite pergi dengan Mommy, hmmm? Hanye kite bertiga. Mommy Medusa tak payah ikut," bisik Ammar.


"Baiklah kalau macam tu," bisik Ilham pula. "Tapi Daddy tak nak pergi bertiga, kite pergi empat sahaja."


"Dengan siape? Grandma kate, Grandma tak nak pusing-pusing. Grandma mahu kat rumah sahaja," jawab Ammar cemberut sambil melirik sang nenek.

__ADS_1


"Masih ade little bro. Kite berempat pergi dengan little bro sahaja. Macam mana?"


"Oke, Dad! Ammar akan berkemas sekarang!" kata bocah itu.


"Daddy mandi dahulu. Rasa penat Daddy rase badan ni tapi lihat Ammar daddy rase hilaaaang penat yang Daddy rase. Ammar tak nak cium Daddy ke?" kata pria itu sambil menyorongkan pipinya pada Ammar.


Ammar pun langsung mendorong pipi itu.


"Taklah Dad, Ammar dah besar pun. Dah jadi Abang, tak boleh cium- cium lagilah. I'm not kid anymore," kata bocah itu.


"Hey, siape yang cakap macam tu?"


"Kawan Ammar di Tadika," jawab bocah itu.


"Tak payah dengar kata kawan kau tu. Daddy ni dah besar masih cium Mommy macam ni. Muuaachh!!!" Ilham tiba- tiba merengkuh Yola dan mencium pipi Yola hingga wanita itu terkejut.


"Abang!" protes Yola saat mertuanya sampai melotot kaget melihat kelakuan putranya itu.


"Ilham! Tak patutlah kau buat macam tu depan Ammar ckckck," kata wanita tua itu sambil berdecak.


"Grandma pun nampaknya cemburu, kalau macam tu Daddy mstilah cium Grandma juga."


Ilham pun mendekat pada Zubaedah dan ...


"Mmmuuuachhh!!!" satu kecupan tak kalah panjang mendarat di pipi Zubaedah.


Zubaedah langsung mencubit Ilham karena tingkah kekanakannya.


"Degil sangat budak niii!!!"


"Ampun Mamah tak payah marah- marah hahaha. Kalau Mamah tak nak Ilham cium, Ilham nak cium Mommy Ammar je," kata Ilham.


Dan kemudian drama mini keluarga harmonis itu berakhir dengan jeweran Zubaedah di telinga Ilham dan tawa renyah Ammar dan Yola yang melihat Ilham mengaduh kesakitan karena jeweran dari sang Mamah.


Di salah satu kamar di rumah itu, ada seseorang yang mendengarkan canda tawa keluarga itu dengan hati perih.


Mestinya aku yang ade kat situ! jerit hatinya tak terima.

__ADS_1


****


Jangan lupa beri like dan komentarnya ya guys ....


__ADS_2