Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

"Aduhai, cantik sangat menantu Puan Zubaedah nih, coba tengok! Bukan bajunya yang bikin bakal mempelai nih tambah cantik, tapi orangnya yang bikin baju pengantin ni lagi cantik," puji pemilik butik tempat Zubaedah membawa Yola untuk memilah- milih baju pengantin.


Yola hanya tersipu malu. Kandungannya kini memasuki usia tiga bulanan. Dan mau tak mau kini perut yang dulunya ramping itu kini sudah mulai memperlihatkan gundukan si jabang bayi.


Rencana resepsi pernikahan antara dia dan Ilham yang tadinya direncanakan akan dipercepat mau tak mau harus tertunda karena berbagai macam masalah di perusahaan N- one, mau pun tekanan dari berbagai pihak yang menyita fokus Ilham.


"Yola, coba tengok! Ini serasi sangatlah untuk Yola," puji Mama Zubaedah.


Yola tersenyum kecut. Kini dirinya sedang berada di ruang gaun pengantin khusus maternity (gaun pengantin khusus bumil).


"Kenape? Kau rasa tak sesuai ke?" tanya pemilik boutique yang ternyata adalah anak dari temannya Mama Zubaedah.


Yola menggeleng.


"Ini bagus, aku hanya merase ini agak sedikit aneh karena perutku yang mulai kelihatan ... emmm, gendut," kata Yola malu- malu.


Mama Zubaedah tersenyum melihat menantunya yang sedang merona karena ditatap oleh para karyawati butik itu.


"Tak payahlah malu, Sayang. Kat sini ade banyak wanita yang datang sedang mengandung nak mencari baju pengantin. Dan mereka belum terikat perkahwinan. Kau dan anak makcik Zubaedah ni, Ilham kan dah lama berkahwin? Dah pun punya Ammar juge. Nak bikin ape malu? Macam betul je," kata wanita pemilik butik yang bernama Farida itu.


"Hmm betul tu, tak payah malu. Pas bikin tak pun malu- malu," goda Mama Zubaedah yang disambut gelak tawa wanita itu.


"Mama ..." protes Yola dengan wajah yang merona.


"Makcik, makcik dahlah tuh. Suke sangat makcik ni mengganggu dia, nanti dia adukan pade Ilham, tak jadi pule saye nak makan enak di majlis perkahwinan mereka," kata Farida balas tergelak.


"Mamah kau ade ke?"tanya Zubaedah menanyakan orang tua Farida yang juga adalah merupakan temannya.


"Ade makcik. Mamah ade di atas. Farida antar ke atas ke atau makcik ke sana sendiri?" tanya wanita itu.


"Sendiri sahaja," jawab Zubaedah. "Mamah tinggalkan kamu sekejap tak ape ye? Kau tunggu Ilham, disini sahaja. Mamah nak berjumpe dengan kawan Mamah," kata Zubaedah.

__ADS_1


Yola mengangguk. Lagi pula dia mau ikut ke atas juga rasanya tidak mungkin, sebab dengan kehamilannya yang masih tergolong muda itu, sangat riskan baginya untuk naik turun tangga.


"Masih lama nggak sih, Bang?" tanya Yola di telepon mana kala, dia sudah mulai bosan dan gerah memakai baju pengantin itu.


"Sikit lagi abang sampai, Sayang. Kau sabar sahaja dahulu," kata Ilham di telepon.


"Hmmm, oke deh." jawab Yola.


Yola yang bosan menunggu akhirnya memilih untuk duduk saja di kursi yang ada di ruangan fitting itu. Sementara Farida sang pemilik butik telah berpamitan sedari tadi untuk mengurusi pelanggannya yang lain.


Ketenangan Yola mulai terusik saat beberala pengunjung baru butik iti datang hendak melihat- lihat baju pengantin. Sang mempelai tersenyum padanya. Sementara temannya yang datang bertiga dengannya, entah itu teman atau pun saudaranya kini duduk di kursi yang tak jauh darinya.


"Kau coba tengok kat sana! Bukankah dia mirip perempuan Indon yang katanye isteri pertama Ketua Pengarah N- one?" bisik salah seorang di antara mereka yang masih kedengaran di telinga Yola.


Temannya pun menyahuti,


"Nampaknya memang dialah tu. Nak bikin ape dia kat sini?"


"Kalau aku tengok wanita tu yang tak punye malu. Kau tak tengok ke, dah pun perut besar nak bikin majlis perkahwinan besar- besaran pula. Kalau memang betul dia dah berkahwin dengan Tuan Ilham tu, nak bikin ape pula bikin majlis perkahwinan megah? Semua undangan dah pun disebar. Sengaja nak bikin keluarga Puan Sonia merase bersedih ke? Betul- betul tak berperasaan," kata wanita itu lagi.


"Ho oh, tak punye hati!"


Entah mengapa di kata- kata terakhir mereka, Yola merasa mereka seperti sengaja meninggikan nada suaranya agar dia mendengar. Dan itu membuat hormon bumilnya yang ingin marah-marah muncul begitu saja.


Hingga akhirnya Yola tak tahan dan mendatangi kedua orang yang duduk di sofa yang berbeda dengan yang didudukinya tadi.


"Maaf, kalian sedang membicarakan siapa? Aku?" tanya Yola to the point mendekati kedua wanita itu.


Kedua wanita itu nampak terperanjat karena terkejut didatangi oleh orang yang sedang mereka bicarakan itu.


"Ta-ttak, kami tak de bicara tentang Kakak. Kite tak saling kenal pun," jawab salah seorang dari mereka ingin membela diri.

__ADS_1


"Tak saling kenal, tapi kalian membicarakan aku! Itu maksudnya apa, ya?" tanya Yola dipenuhi emosi.


"Be- betul. Tapi kami tak de pun cakap tentang siape- siape. Kami hanya bercakap tentang ...."


"Tentang istri Ketua Pengarah N- one? Dan aku orang yang baru saja kalian bicarakan. Sekarang kenapa berhenti bicaranya?


"Sungguh bukan Kakak eh bukan Puan ..."


"Yola!!!"


Yola masih saja ingin mendamprat kedua orang itu andai Ilham tidak keburu datang dan langsung menegurnya.


"Abang kelamaan, ah. Aku boring di sini tau nggak? Kita pulang aja, ya!" rengek Yola


Dia malas menjadi bahan gunjingan orang.Rasanya rumah adalah tempat yang paling aman saat ini untuknya.


"Dah pun cantik sangat macam ni, kau tak nak tengok abang pakai baju pengantin ke yang serasi dengan baju pengantin kau tu, hmmm?" bujuk Ilham.


"Outfitnya pengantin pria mah paling masih seputar jas dan tuxedo. Aku dah biasa lihat kali di kantor," kata Yola ketus.


"Tak sama. Abang lebih kacak dan handsome kalau pakai baju pengantin, kau tak percaye ke? Jom kite tengok!" kata Ilham segera menarik Yola dari kedua tukang gosip yang sedang menggunjingkan istrinya itu.


"Iss, pede banget!" ledek Yola.


Ilham hanya tertawa menanggapi ledekan sang istri.


Hingga fitting baju pengantin itu selesai, Yola, Ilham dan Mama Zubaedah pun pulang kembali ke kediaman keluarga Nirwan. Mama Zubaedah dan Ilham nampak erkejut saat melihat ada beberapa orang yang telah menunggu mereka pulang ke rumah. Pandangan dari orang-orang itu terlihat sinis pada Yola. Namun yang membuat Yola merasa heran adalah saat Ilham menyebut seseorang di antara mereka dengan panggilan Mama.


"Mama!


***

__ADS_1


Mama yang mana lagi ini guys? Like dan komentnya dulu donk yang banyak. Udah update ke 4 loh ini seharian ini.


__ADS_2