
"Kambing! Kau yang bawa mobil bocah ini!" suruh lelaki itu sambil merampas kunci mobil dari tangan Ilham dan melemparkannya pada temannya.
Kunci itu pun berpindah tangan pada orang suruhan Abimanyu yang satunya. Lalu kedua mobil itu pun berangkat menuju gedung PT. Guna-1. Ilham kali ini tanpa perlawanan hanya menurut meski pikirannya masih berada pada Yola.
Sementara itu Hafiz terlihat tertegun saat melihat mobil merah yang tadinya parkir di seberang jalan kini mulai bergerak maju. Hafiz mengenal mobil itu. Itu mobil Papa Ismail. Hafiz yakin orang di mobil itu sepertinya bukan Mama yang ingin menjemputnya, karena katanya Mama Zubaedah akan pergi ke kedubes hari ini.
Kalau begitu yang di dalam mobil itu mestinya Ilham. Bukankah tadi dia bilang dia ingin menemui Yola di sekolah? Kalau begitu, kenapa dia malah pergi? Sudah terlanjur di sini, kenapa tidak jadi menemui Yola. Apakah pada akhirnya dia merasa malu akan perbuatannya pada Yola? Huh! Syukurlah kalau begitu. Setidaknya lelaki itu masih tau diri! cerca Hafiz dalam hati.
"Kenapa, Ndut?" tanya Yola.
Hubungan mereka sebagai sahabat yang sempat renggang karena masalah pernikahan Ilham dan Sonia, akhirnya membaik setelah kejadian Hafiz menolong membantu Yola yang dibully teman-teman sekola mereka itu.
Hafiz menggeleng. Yola tak perlu tahu kalau Ilham ada di Jakarta, begitu pikirnya. Sedikit pun dia tidak akan membiarkan Ilham menyakiti Yola lagi.
"Tak ade ape-ape. Aku tadi tengok kereta sama dengan punya Papah. Aku sangke itu kereta nak jemput aku lah. Tetapi tenyata bukan, hahaha ..."
"Oh, kamu nggak dijemput?" tanya Yola.
"Nampaknya. Mamah tadi cakap dia nak pergi ke kedubes siang ni," jawab Hafiz.
"Ohh ... emmm, kalau kamu mau nanti kalau Pak Darman datang, biar Pak Darman yang antar kamu pulang gimana? Tapi ..." Yola tak melanjutkan kata-katanya.
"Tapi?"
"Tapi biar ke rumahku dulu. Habis antar aku baru Pak Darman antar kamu ke rumahmu, gimana?" usul Yola.
Tentu saja Yola punya usul begitu, agar dia tak perlu punya interaksi apa pun dengan keluarga Nirwan. Padahal kalau dipikir-pikir dari segi efisiensi, bukannya lebih baik mengantar Hafiz dahulu, barulah nanti dia pulang sekalian dengan Pak Darman?
Yola jelas-jelas menghindari penyebab lukanya. Dan Hafiz juga tak ingib memaksakan. Dia tentu tak ingin melihat Yola dan Ilham bertemu di rumah. Jangan sampai itu terjadi!
"Tak payahlah, Yola. Aku nak balik naik taksi atau ojek sahaja," tolak Hafiz halus.
"Bener nggak apa-apa?"
__ADS_1
Hafiz mengangguk.
****
Ilham dipaksa masuk ke ruang Presiden Direktur PT. Gunawan dengan kasar. Tubuhnya bahkan didorong-dorong, bak seorang penjahat yang tengah digiring polisi. Padahal yang menggiringnya saat ini tak lebih hanya berandalan.
"Pak! Ini dia orangnya!"
Orang suruhan Abimanyu memaksa Ilham duduk di hadapan sang bos. Sementara Abimanyu yang sibuk menandatangani berkas-berkas perusahaan, menghentikan sejenak aktivitasnya dan menatap Ilham. Kedua orang suruhannya mundur ke belakang.
"Kalian berdua kesini, siapa yang jagain Yola di sekolah?" kata Abimanyu dengan geram pada anak buahnya.
"Jangan khawatir, Bos. Masih ada Dhika dan Fredy yang jagain Mbak Yola dari jauh!" kata pria itu melaporka.
Abimanyu yang terlihat khawatir pada putri kesayangannya kini kembali bernapas lega. Tetapi Ilham justru merasa ciut sendiri pada proteksi yang diberikan mertuanya itu untuk melindungi sang istri. Melindungi dari siapa? Dirinya? Atau teman-teman Yola yang membully-nya?
"Kau ternyata muka tembok juga? Setelah mencampakkan Yola dan menikah lagi dengan selingkuhanmu itu, kau masih berani datang ke sini untuk mengacaukan hidup putriku?" geram Abimanyu.
"Papa ... maafkan saye. Saye menyesal. Saye tak punya pilihan lain selain berkahwin dengan Sonia. Saye terpaksa!" aku Ilham.
Ilham secara singkat menceritakan apa yang menimpa keluarganya, tetapi itu malah membuat Abimanyu tertawa terbahak-bahak.
"Kelihatannya kau sangat menganggapku bodoh, ya? Kau anggap apa putriku? Kau bilang kau melakukan itu demi adikmu, Andini? Hey, tanyakan pada Mama dan Papamu, apa yang salah dengan otak mereka, kenapa kalian mengorbankan putriku demi mendapatkan adikmu kembali? Adik yang bahkan kita tidak tahu sudah mati atau belum. Kalian jangan lupa, aku menikahkan putriku yang berharga di usia dini padamu hanya demi menebus kesalahan yang tidak kami perbuat. Hanya karena adikmu hilang tidak sengaja di rumah kami! Tetapi ini balasan kalian? Ckckck!" Abimanyu terlihat marah.
Ilham terpaku dalam diam. Kemudian dia tersentak saat ia mendengar kata-kata ultimatum dari Abimanyu.
"Kesalahan terbesar dalam hidup yang pernah kulakukan adalah menikahkan putriku di usia belia dengan pria brengsek sepertimu. Karena itu aku beri tahu, jangan pernah datangi Yola lagi! Hubungan pernikahan kalian telah usai!"
Ilham tidak bisa menunggu lebih lama lagi permainan retorika ini. Segera dia mengambil inisiatif untuk datang ke hadapan mertuanya dan berlutut di sana.
"Papa! Kesalahan saye sangat besar, tapi tolong bagi maaf Papa untuk saye. Jangan pisahkan saye dengan Yola. Saye cinte dengan Yola, Papa! Saye nak tebus kesalahan saye nanti!" Ilham memohon.
"Oh, ya? Kau sangat cinta agaknya. Tetapi saya tidak akan tertipu kedua kali. Bukannya ini kamu dan istri barumu itu?"
__ADS_1
Abimanyu dari dalam laci meja kerjanya melempar beberapa foto, bukti tak terbantahkan kalau Ilham memang pernah menjalin hubungan lain dengan wanita lain saat masih terikat pernikahan dengan Yola.
Illham tersentak mendapati beberapa lembar foto di atas lantai yang berhamburan di lantai. Beberapa bulan yang lalu dia mendapat surat kaleng dari seseorang tak dikenal yang memberitahukan kalau menantunya Ilham selingkuh. Sontak dia langsung menyelidiki, dan hasilnya mengejutkan memang. Ilham memang menjalin hubungan dengan wanita lain, meski pun saat dia menyelidiki itu Ilham dan Sonia telah putus.
Geram? Tentu! Hati seorang ayah mana yang tega anaknya dikhianati? Tetapi dia memilih untuk mendiamkannya, lebih tepatnya dia merasa kalau Ilham hanya seorang lelaki muda yang mungkin hanya ingin bermain-main saja dengan wanita-wanita murahan seperti itu. Toh mereka pun telah putus, dan ... Abimanyu pun pernah melakukan kesalahan yang lebih fatal dari itu, kan?
Karena itulah dia mengijinkan Putrinya dibawa oleh Ilham ke Malaysia. Yah siapa tahu dengan begitu mereka bisa menjadi dekat?
Tetapi siapa yang sangka kalau lagi-lagi, Abimanyu mendapat kabar mengejutkan. Masih dari orang tak dikenal yang memberitahukan kalau menantunya itu telah mempersiapkan pernikahan keduanya dengan gadis yang pernah menjadi selingkuhannya.
Abimanyu marah, sangat marah!
"Papa, saye dan Sonia ... Saye akui, saye memang ... tapi saye dah lama mengakhir hubungan dengannya. Sumpah ... tolong, jangan pisahkan saye dengan Yola, Papa ..."
"Cukup!"
Dengan nada dingin Abimanyu memandang jijik pada Ilham.
"Jangan berusaha mendekati Putriku lagi! Kau berani mendekati dia, kau akan menyesal pastinya!"
Ultimatum Abimanyu hari itu tak digubris oleh Ilham. Keesokan harinya dia tetap berusaha menemui Yola di sekolah. Tetapi ancaman Abimanyu sepertinya tidak main-main. Bahkan sebelum Yola pulang sekolah, Ilham telah diciduk kembali oleh orang suruhan Abimanyu dan kali ini mereka bahkan diberi perintah untuk memberi pelajaran pada Ilham, alias dihajar hingga babak belur.
Hal itu membuat Zubaedah dan suaminya mendatangi Abimanyu. Mereka tak terima putra kandung satu-satunya itu dihajar sedemikian rupa. Bahkan tulang rusuknya ada yang retak.
"Saya akan menanggung biaya pengobatan bajingan itu. Tetapi untuk masalah putriku Yola, beri tahu putramu, jangan mengganggunya lagi! Ilham sudah cukup merusak masa depan Yola. Kehadirannya dan anak yang dikandung Yola sudah pasti akan menjadi penghambat masa depan putriku. Jadi katakan padanya, jika dia masih ingin anak itu dilahirkan Yola dengan selamat, cukup menjauh!
"Astaghfirullah, Dik Abi!" Zubaedah angkat bicara. "Tak mesti macam ni! Kami tahu kami salah, tetapi masih ada banyak jalan keluar untuk perkara ni. llham dan Yola masih suami isteri yang syah. Tak payah memisahkan mereka macam ni. Ilham dan Sonia pun tak seperti yang Dik Abi fikirkan. Jom kite jernihkan pikiran. Cucu kite tak boleh kehilangan kasih sayang dari kedua orang tua.
"Jadi maksud kalian, anakku akan menjalani kehidupan pernikahan dengan dimadu? Huh, jangan bermimpi!Yola tidak akan pernah kembali pada Ilham. Dan soal cucu, kalian boleh mengambilnya kalau mau. Anak itu akan menjadi penghalang untuk Yola saat dia lahir nanti. Tetapi dengan catatan jangan pernah mengganggu hidup Yola lagi. Setuju? Atau kalau kalian tidak berkenan, saya bisa mencarikan orang lain yang mau mengadopsi bayi itu!"
"Ape?"
Zubaedah tak habis pikir kenapa besannya ini seperti orang tidak punya nurani.
__ADS_1
****
Update lagi biar cepat tamat wkwkw... Masih ada 1 atau 2 bab flashback abang Ilham. Bosan nggak?