Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Cemburu


__ADS_3

Di Serawak, Hafiz sedang duduk menatap ponselnya. Akhir- akhir ini sangat sulit untuk bisa berbicara apalagi melakukan panggilan vidio dengan Yola. Setelah seharian ponsel wanita itu tidak aktif, eh pas malam aktif, panggilan teleponnya malah dimatikan oleh Yola dan kini nomor ponselnya kembali tidak aktif. Apa yang terjadi sebenarnya? Hafiz tak mengerti. Andai tak ada masalah yang mengharuskan dia untuk tinggal lebih lama di Serawak, tentunya dia akan memilih untuk langsung terbang mengunjungi wanita itu ke Kuala Lumpur.


Putus asa menghubungi nomor Yola yang tak kunjung aktif, pria itu memutuskan untuk menelepon kontak lain di ponselnya.


"Din, macam mana kabar N-one mase ni?" tanya Hafiz pada Hardin setelah berbasa- basi menanyakan kabar pria itu sebelumnya.


"Ya, seperti biase. Kenape? Tuan Boss nak masuk jadi pegawai N- one?" balasnya dengan candaan.


"Tak. Aku nak tanya sesuatu padamu. Ape ... Puan Pengarah Marketing N-one sangat sibuk akhir- akhir ni?" tanyanya pada Hardin.


Hardin adalah salah seorang temannya yang kini bekerja sebagai manager divisi marketing di N- one Grocery.


"Oh, hahaha .... Kau nak tanya pasal itu rupanya. Pasal wanita, yeeee?"


Hafiz tersenyum meskipun dia tau Hardin tidak akan bisa melihatnya.


"Aku dah dengar pun perihal kisah cinta segitiga antara, Puan Yolanda, Kau dan Tuan Pengarah. Jadi Hafiz, kau serius ke nak berkahwin dengan Puan marketing tu? Aku dengar kabar Puan Yolanda bukan wanita baik- baik. Dia suke ganggukan rumah tangga orang lain. Dan itu rumah tangga abang kau sendiri. Begitu pun kau masih nak berkahwin dengannya?" tanya Hardin tak percaya.


Hafiz langsung merasa tak senang dibuatnya.


"Hardin, aku bagi tahu kau. Jangan banyak berbual dengan para wanita apalagi dengan yang suka menyebarkan kabar burung. Aku mengenal Yolanda lagi kami masih budak kecil hingga kami dewasa. Aku berkawan dengannya lagi kami masih duduk di Indonesia. Dan pasal berita Yolanda mengganggu rumah tangga orang lain, kalau kau tak tahu kebenarannya usahlah ikut- ikut sebarkan pula berita dusta. Asal kau tahu, Yolandalah isteri abang Ilham yang sebenarnya, dia tak ganggu rumah tangga siape- siape," kata Hafiz murka.


Hardin terdiam mendengar kemarahan Hafiz di telepon. Dia sungguh terkejut mendengar informasi yang baru di dengarnya dati sahabatnya ini.


"Kalau macam tu, bagaimana kau boleh nak berkahwin dengan ipar kau sendiri?" tanya Hardin heran.


Hafiz mendengus.


"Itu bukan urusan kau!" jawan Hafiz jengkel. "Kalau macam tu, aku tutup talipon ini dahulu."


"Eh, tunggu! Tunggu sekejap!" suara Hardin menghentikan niat Hafiz menutup telepon.


"Ape?" tanya Hafiz dingin. Dia sudah tak berharap banyak akan mendapat kabar Yola dari orang yang dianggapnya teman ini.

__ADS_1


Terdengar helaan napas di seberang sana.


"Puan Pengarah Yolanda sedang ada job luar kota meninjau lokasi pembangunan cabang minimarket N- one di sana. Dan ... "


"Dan ape?" tanya Hafiz.


"Tuan Ilham juge sedang ada urusan di luar kota," kata Nardin memberi tahu.


Sebenarnya Hafiz hanya perlu informasi tentang Yolanda saja. Namun setelah mendengar cerita singkat Hafiz hubungan di antara mereka bertiga yang nampaknya terlihat rumit, Nardin merasa sangat perlu memberi tahu tentang Ilham juga. Kepergian keduanya secara bersamaan meski katanya masing-masing tujuannya ke kota berbeda, entah mengapa Nardin merasa kalau keduanya sebenarnya pergi bersama. Dan dia merasa perlu memberitahu sahabatnya itu.


Hafiz mengernyitkan keningnya.


"Luar kota mane?" Hafiz pun kelihatannya mulai tertarik.


"Kalau itu aku tak tahu pula, kami hanya dibagi tahu, Tuan Ilham akan pergi selama beberapa hari," lapor Nardin lagi. "Tetapi usah khawatir, Puan Pengarah Pemasaran tak pergi sendiri, dia bertolak dengan Pengarah bagian personalia, Puan Nadira."


"Hmmm .... Terima kasih informasinya, Nardin," ucap Hafiz menutup panggilan teleponnya.


Hafiz bisa mengerti soal Ilham yang masih sangat menginginkan Yola. Tapi Yola, mungkinkah wanita yang paling dikasihinya itu mengkhianatinya?


Yola telah berjanji akan bersamanya bahkan telah mengucapkan kesediaanya untuk dipersunting Hafiz. Tetapi kalau sampai yang ditakutkannya terjadi, apa yang harus Hafiz lakukan? Bagaimana kalau Yola dan Ilham benar- benar bersama lagi?


Hafiz menghela napas kasar dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


Ya Tuhan, ape yang harus saye lakukan? batinnya.


***


"Abang serius Yola, jangan pernah berhubungan dengan Hafiz lagi!" kata Ilham memberi ultimatumnya sesaat setelah keduanya berada kembali di kamar hotel.


Sungguh sangat menjengkelkan. Ilham telah menonaktifkan ponsel Yola tadi, namun saat dia pergi ke toilet dan kembali, dia menemukan Yola yang sedang melakukan panggilan telepon dengan Hafiz.


"Abang, Yola tadi aktifkan hp Yola karena takut mama menelepon. Biasanya sebelum tidur mama pasti menelepon Yola. Mana kutahu kalau Hafiz juga masih ingin menelepon Yola," kata Yola berusaha membela diri.

__ADS_1


"Tapi kau tak mestilah angkat dia punya talipon. Pokoknya abang tak mahu tahu, mulai mase ni, usah lagi berhubungan dengan Hafiz!!"


"Ya nggak bisa begitu juga. Hafiz itu sahabatku dari dulu. Aku nggak mau menyakiti dia, Abang. Aku akan mencari solusi agar bisa memutuskan hubungan kami tanpa harus membuat dia terluka," jawab Yola.


"Oooh, sahabat? Sahabat macam ape saling berciuman dan berpag*tan satu sama lain? Kalau kau dah mulai suka dengan Hafiz, katakan sahaja. Atau jangan- jangan kau orang berdua telah melakukan hal yang lebih dari itu? Die boleh keluar masuk apartemenmu, kan? Die punya acces card unitmu. Bukan tak mungkin jika telah terjadi sesuatu di antara kalian. Kau dah mulai jatuh cinte dengan Hafiz, ke?" kata Ilham tak bisa menahan rasa cemburu di hatinya.


Sebenarnya telah dari dulu dia cemburu pada adiknya itu. Hafiz dengan mudah bisa selalu menempel kemana-mana dengan Yola, sementara dirinya tidak.


"Abang! Abang jangan keterlaluan, ya! Aku nggak akan menjelaskan soal kenapa aku dan Hafiz bisa berciuman waktu itu. Tapi tuduhan abang ini sungguh sangat keterlaluan! Abang sendiri bagaimana? Abang selingkuh di Berlin dengan Sonia di belakangku saat aku masih istri Abang. Ya memang waktu itu aku masih anak- anak. Tapi waktu itu tetap saja aku adalah istri Abang. Sekarang aku tanya, selama kalian berhubungan bertahun-tahun di belakangku, kalian tidak pernah berciuman, huh? Tidak pernah berpelukan? Aaaa .... Kalian bahkan telah menikah. Abang pikir aku percaya kalau kalian tidak pernah melakukan hubungan suami istri? Aku nggak percaya!!! Kecuali kamu impoten dan bukan lelaki normal!" balas Yola dengan marah.


"Abang tak berdusta! Abang memang tak pernah melakukan hal itu dengan Sonia!" bantah Ilham sembari menarik tangan wanita itu.


Yola menepisnya.


"Dengan Sonia mungkin nggak. Siapa yang tau dengan perempuan lain? Dengar ya, Abang! Aku nggak suka dituduh- tuduh kayak begini. Abang bilang tadi aku mulai jatuh cinta dengan Hafiz? Ya, mungkin saja. Dia tampan dan juga mapan. Selain itu dia juga baik padaku, sayang padaku, romantis dan paling pengertian dan juga nggak kekanakan kayak Abang. Dia juga nggak pernah menuduh- nuduh aku kayak gini!"


"Lalu kau mau ape? Mau kembali dengan Hafiz? Kalau macam tu sanalah!" balas Ilham kesal karena Yola membanding-bandingkan dirinya dengan Hafiz


"Ya sudah, aku mau pergi dari sini! Besok pagi aku mau pulang aja ke KL, ehh nggak, aku akan balik ke Jakarta!"


Yola segera mengambil tas dompetnya yang berada di atas nakas.


"Kau mahu kemana?" tanya Ilham saat melihat Yola berjalan menuju pintu.


"Aku nggak mau tidur satu kamar dengan Abang! Aku mau tidur di kamar lain saja. Besok pagi aku akan ambil koperku!"


Yola membuka pintu kamar dan membantingnya. Sebelum dia pergi dia masih sempat menatap marah ke pintu itu bahkan menendangnya. Yola sengaja memperlambat jalannya di koridor hotel berharap Ilham akan mengejarnya. Tapi lelaki itu memang brengsek. Dia sama sekali tak mengejar Yola membuat wanita itu jengkel setengah mati.


Abang!!! Kamu benar- benar menjengkelkan! batin Yola dalam hati.


***


Jangan lupa banyakin like dan komentarnya, reader dear. Kalau kalian ada yang mau dikoreksi bilang aja, nanti sebisanya author akan edit. Apalagi kalau koreksi bahasa Melayu, boleh sangat beri krisan. Soalnya author aslinya bukan orang Melayu guys, tapi pengen banget mengangkat tema ini. Happy reading dan tetap tungguin kelanjutannya ya...

__ADS_1


__ADS_2