Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Kemesraan di Kantor


__ADS_3

"Jadi, kau hanye gunakan aku je untuk kau boleh dapatkan informasi tentang Mr. Y?" tanya Sonia getir.


Ilham menghela napas. Sebenarnya dia tidak ingin menyakiti siapa pun terlebih- lebih itu Sonia, wanita yang telah menjadi istrinya meskipun hanya sebatas predikat selama kurang lebih 7 tahun ini. Bagaimana pun Sonia adalah wanita yang pernah dekat dengannya di masa lampau. Alangkah baiknya andai Sonia bisa berlapang dada dengan semua ini, mungkin mereka masih bisa bersahabat seperti dulu masih remaja.


"Ya," jawab Ilham.


"Sampai hati kau lakukan itu padaku, Ilhaaam ...." ratap wanita itu lagi.


Kini air matanya jatuh berderai. Betapa bodohnya dirinya menganggap kalau Ilham telah membuka hati untuknya. Betapa tidak malunya dia saat dia berpikir telah terjadi sesuatu yang indah di malam itu, ternyata itu semua bagi Ilham hanyalah bagian dari siasat dan trik untuk mendapatkan informasi darinya tentang Mr. Y. Dan lebih gila lagi dia merasa bahagia dengan kebohongan ini. Shit!!!


"Kau tahu apa yang akan terjadi kalau aku mengadukan ape yang kau lakukan ni pada Mr. Y? Dia takkan mengampuni Andini," gertak Sonia dengan air mata yang masih berderai.


"Kau tahu Sonia? Aku malah berpikir, ape mungkin sebenarnya kau dan Mr. Y tu tahu dimana Andini? Tujuh tahun berlalu tak ade perkembangan apa pun tentang Andini. Atau jangan jangan kalian tak tahu dimana die, tapi nak gunakan namanya untuk menggertak keluarga Nirwan? Atau jangan- jangan Andini telah meninggal dunia sejak lama?" kata Ilham menebak- nebak.


"Tak Ilham, tak! Andini masih hidup. Kau boleh tak percaya denganku, tapi aku nak cari tahu sendiri. Pabila aku telah dapat kabar Andini dan boleh pertemukan kalian, kembalilah padaku, oke?" kata Sonia memohon.


Yola menjadi jengah mendengarnya. Sementara Ilham hanya diam.


"Ilham!" panggil Sonia menuntut jawaban.


"Abang ...." Kali ini Yola ikut buka mulut seakan ikut menuntut jawaban dari pria itu.


Ala jadinya kalau Andini ditemukan oleh Sonia? Mungkinkah lelaki itu akan menerima kembali Sonia? Lalu bagaimana dengan dirinya? Apakah dia harus menjalani pernikahan poligami dengan Sonia sebagai madunya?


Ilham melihat pada Yola dan mengelus lengan istrinya itu untuk menenangkan.


"Yola usah khawatir," katanya.


"Ilham!!!" protes Sonia lagi.


Ilham kembali menoleh pada Sonia.


"Sonia, dengarkan aku. Meski apa pun yang terjadi. Meski kau boleh membawa Andini kesini, aku tetap tak boleh menduakan hati Yola dengan siapa pun itu termasuk dengan kau. Aku tak nak memberi harapan palsu padamu. Kerana itu Sonia, terima sahaja pasal perceraian ni. Jom kite selesaikan ni baik- baik," kata Ilham.


Sonia mengusap air matanya dan mengangguk- angguk mengiyakan.


"Kau pandai bercakap macam tu kerana kau belum berhadapan sendiri dengan Andini. Nanti kau tengom sahaja, ape kau masih boleh pertahankan cinta kau dengan budak ni pabila berjumpe dengan Andini?" kata Sonia sambil berdiri.


Ilham balas mengangguk dengan yakin.

__ADS_1


"Kau tengok sahaja sendiri nanti," jawab Ilham.


"Korang berdua akan menyesal!!!" kata Sonia sambil berjalan menuju pintu keluar.


Ilham dan Yola tak lagi menghiraukan Sonia yang keluar meninggalkan ruangan Ketua Pengarah itu.


"Kau tak ape?" tanya Ilham lagi memastikan kondisi istrinya itu.


Ternyata Ilham baru saja melihat ada bekas cakaran Sonia di pipi Yola.


"Sakit?" tanya Ilham lagi.


"Hmm ..." jawab Yola sambil meringis.


Ilham menyentuh pelan bekas luka cakaran di pipi Yola. Tapi langsung ditepis Yola.


"Iss, abang nggak usah sok perhatian, deh!" kata Yola ketus.


Ilham mengernyitkan keningnya akan sikap Yola.


"Marah?" tanyan Ilham.


Yola mendengus kasar. Bagaimana pun mengetahui fakta kalau Ilham mencium dengan sengaja Sonia entah karena alasan apa pun, dia kurang bisa menerimanya. Tapi dia mau protes pun sepertinya itu tidak benar. Dia juga pernah melakukannya dengan Hafiz.


"Abang minggir," kata Yola saat Ilham merentangkan kakinya ke atas meja agar Yola tidak bisa lewat.


"Tak boleh. Cakap dulu ape yang bikin kau marah," kata Ilham dengan senyum yang licik.


Tentu saja dia tahu apa yang membuat sang istri marah. Dia memang sengaja ingin menggodanya.


Kesal karena Ilham tak mau menurunkan kakinya, Yola memilih mengitari meja agar bisa keluar dari jebakan Ilham. Tapi Ilham tak bodoh, dia segera menangkap kembali Yola dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Maafkan abang sayang, usah marah," bujuk Ilham. "Itu hanya sekali je. Abang janji akan menebusnya dengan lebih banyak kiss- kiss yang sweet untuk Yola nanti."


Yola memutar bola matanya malas.


"Itu mah memang abang yang suka kali," cibirnya.


"Yola pun suka kan?" bisik Ilham menggoda.

__ADS_1


"Ih, apaan? Abang, biarkan aku berdiri. Nggak enak dilihat orang nanti," gerutu Yola.


Namun nampaknya Ilham masih enggan melepaskan Yola dari pangkuannya. Dia malah semakin erat memeluk pinggang Yola.


"Yola kite belum pernah cuba kat office, kan?" goda Ilham lagi.


Dan itu sukses membuat wajah Yola memerah.


"Abaaang ...."


Yola menutup wajah Ilham dengan seluruh telapak tangannya.


"Pikirannya itu dikendalikan coba!Apaan sih, ngomong kayak begitu di sini. Awass!! Yola mau kerja!" katanya seraya membuka paksa dekapan Ilham yang memeluk pinggangnya.


Ilham tertawa. Sebenarnya dia tak serius ingin bercinta dengan Yola di kantornya. Dia hanya ingin menggodanya saja. Melihat bumil itu mengomel setiap kali Ilham menggodanya, membuat tingkat kegemasannya pada istrinya itu semakin bertambah rasanya.


"Ehmmmm ...."


"Mommyyyyy!!!"


Mendengar deheman dan suara seruan Ammar spontan membuat Ilham melepaskan pelukannya pada Yola. Yola pun sama segera berdiri dari pangkuan Ilham.


Di ambang pintu ada Atok Yahya yang berdehem seakan menegur pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta itu. Sementara Ammar lagi- lagi menghambur melompat ke pelukan sang mommy tanpa mengindahkan nasehat yang selalu di ucapkan ayahnya untuk selalu berhati- hati jika memeluk sang mommy.


"Atok," sapa Ilham.


Dia segera berdiri untuk menyambut kedatangan sang atok yang juga adalah pemilik perusahaan N-one Grocery itu.


"Atok ...." Yola ikut menyapa dan mendekat pada orang tua itu.


Tak lupa mencium tangan Atok Yahya sebagai tanda sungkem meskipun sebenarnya dia canggung. Yola tak mungkin lupa asal muasal kenapa dia bisa bekerja di N- one Grocery. Atok Yahya meminta dia untuk menaikkan omset N-one, sebagai ganti bisa meminta hak asuh atas anaknya Ammar.


Dan orang tua itu juga dengan terang- terangan meminta Yola untuk kembali pada cucunya Ilham. Tetapi Yola dengan tegas menolaknya. Dan sekarang betapa malunya saat Atok malah melihat dia dia dan Ilham berpangku bermesraan di kantor. Rasanya ingin Yola membenturkan kepalanya ke tembok.


"Mom? Wajah Mommy kenapa? Baju Mommy pun robek ...." celutuk Ammar.


Celutukan Ammar itu pun membuat Atok Yahya ikut melihat ke arah Yola. Melihat wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Sangat berantakan.


"Ilham Atok ade yang hendak dibicarakan berdua sahaja denganmu," kata Atok Yahya.

__ADS_1


***


Kira- kira Atok Yahya akan membicarakan apa ya guys? Likee dan koment dulu yang banyak. Jangan pelit beib. Nanti author update lagi.


__ADS_2