Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Resmi Bercerai!


__ADS_3

Sonia menatap Melisa yang sedari tadi hanya mondar-mandir di depannya. Dia tidak tahu apa tepatnya yang dipikirkan oleh gadis perawat itu. Tapi dia tahu gadis itu sedang memikirkan sesuatu yang sepertinya jahat.


Beberapa waktu lalu, Sonia mendengar sendiri saat Melisa sedang menelepon Mr. Y. Meski tidak terlalu paham pada apa yang gadis itu bicarakan di telepon tapi Sonia sempat melihat dan mendengar gadis itu sedang membacakan surat untuk Mr. Y di telepon. Dan nampaknya surat itu adalah surat dari Kakek Yolanda pada Atoknya Ilham di masa lalu. Sonia bisa mengetahui itu saat Melisa mengucapkan nama si pengirim di akhir surat itu. Salim Gunawan.


Di sisi Melisa sendiri, gadis itu sedang gelisah memikirkan cara bagaimana agar dia bisa kembali ke rumah keluarga Nirwan dan bisa mencari tahu lagi surat yang lebih lengkap dari kedua sesepuh di dua keluarga itu. Nampaknya soal harta rampasan di Kapal Yolanda di masa lalu adalah hal menarik yang sangat mengundang rasa ingin tahunya.


Dibukanya kantongnya dan dibacanya lagi surat kedua dari Salim Gunawan


Jakarta, 22 Februari1983


Kepada Sahabatku Salim Gunawan,


Aku telah menerima surat darimu kawan, dan semenjak itu aku telah mencari tahu segala sesuatunya. Patung emas itu adalah milik seorang pengusaha kaya di Kamboja.


Patung itu dibuat mirip sedemikian rupa dengan anak lelaki satu-satunya yang telah tiada yang bernama Montha Somnang. Kau tahu berapa berat patung emas itu? Dari informasi yang kudengar beratnya lebih dari 1 kwintal. 1 kwintal, Yahya! 1 kwintal. 100 kg, kawan! Dan itu terbuat dari emas murni 24 krat. Bisa kau bayangkan andai itu kita rupiahkan? Atau diuangkan ke Ringgit Malaysia? Dengan itu, percayalah jangankan ke anak istri, hingga ke cucu, cicit kita, kita akan berjaya dalam jangka panjang. Jangan terlalu banyak berpikir, Yahya. Kalau kamu setuju, aku akan ke Malaysia bulan depan.


Demikian surat ini aku perbuat. Secepatnya tolong balas suratku ini.


Sahabatmu,


Salim Gunawan


Melisa berpikir keras apa kira-kira yang terjadi pada waktu itu setelah Yahya Nirwan dan Salim Gunawan. Mungkinkah mereka langsung pergi ke Kamboja untuk menjual patung itu? Bagaimana dan pada siapa mereka menjualnya? Melisa benar-benar penasaran. Rasanya dia ingin segera pulang ke rumah keluarga Nirwan dan mengambil beberapa lembar surat lagi dari lemari pemimpin N-one itu, tapi saat ini dia harus berada di sini, menjaga wanita tak berguna yang hanya bisa menyusahkan. Dan sebelum Sonia bisa pulang kembali ke keluarga Nirwan, maka Melisa juga tidak akan bisa kembali kesana.


Sonia menatap lagi Melisa yang baru saja selesai membaca surat itu lagi. Ckck ... Sonia tak habis pikir kenapa Mr. Y selalu bisa menemukan wanita licik untuk memuluskan rencananya. Terlebih-lebih Melisa ini, jika dilihat sekilas nampaknya dia seperti wanita lugu dan wanita baik-baik. Tetapi di dalam hatinya Sonia yakin wanita itu memiliki hati yang jauh lebih busuk darinya. Dan entah kenapa Sonia juga yakin kalau pembakaran rumah Atok Yahya adalah wanita itu yang melakukannya.

__ADS_1


Dan bukan tidak mungkin kalau wanita itu nantinya akan berani bertindak yang lebih jauh lagi, misalnya mencelakai anggota keluarga Nirwan. Mencelakai Ilham misalnya? Oh tidak, tidak,tidak! Sonia tak bisa membiarkan itu terjadi. Dia harus memberitahu Ilham betapa berbahayanya wanita ini!


Panjang umur mungkin akan menyertai Ilham, karena begitu Sonia memikirkan pria itu, Ilham tiba-tiba saja muncul di ruangannya. Itu pria yang dirindukan oleh Sonia.


"Kau boleh tinggalkan kami sekejap!" perintah Ilham pada Melisa.


"Oh, baik, baiklah, Tuan," kata Melisa.


Segera dia meninggalkan Ilham dan Sonia yang berada di ruang rawat VIP itu. Meskipun jiwa ingin tahunya bergejolak, namun dia tak mungkin juga tetap ngotot dan bertahan disitu.


Ilham mendekat dan duduk di kursi di sebelah ranjang Sonia. Sesungguhnya Ilham iba melihat istri yang tak pernah dianggapnya istri selama 7 tahun terakhir itu. Ilham mengenal Sonia sejak usia mereka belasan tahun. Dia selalu cantik dan ceria. Tapi kini lihatlah kondisi wanita ini sekarang! Sangat memprihatinkan. Tak berdaya dengan tubuh kurus kering. Entah penyakit apa yang menggerogotinya sejak operasi pengangkatan peluru tempo hari.


Dan kini dia akan membawa kabar lagi yang mungkin akan menambah penderitaan baru bagi wanita itu. Antara tak sampai hati dan tak punya pilihan lain, hari ini juga hubungan pernikahannya dengan Sonia harus selesai sampai di sini.


"Sonia ..." panggil Ilham dengan seulas senyum terpaksa.


Namun kemudian Sonia melirik pada apa yang dibawa Ilham kali ini. Map lagi?


Sonia menggeleng-gelengkan kepalanya saat Ilham membuka map itu di depannya.


"Il ... haam," gumamnya dengan kerongkongan yang terasa tercekat. Sepertinya Sonia bisa menebak surat apa yang ada di dalam map itu.


"Maafkan aku. Aku tak dapat penuhi janjiku padamu. Kite mesti bercerai, Sonia. Ini keputusan terbaik yang semestinya telah aku lakukan sejak lama," kata Ilham sembari menyerahkan surat itu untuk ditandatangani Sonia.


Air mata Sonia jatuh berderai.

__ADS_1


"Seandainya kite berpisah sejak lama, kau tak perlu menderita macam ni," kata Ilham dengan nada penuh penyesalan.


Ya dia menyesal telah menyakiti gadis ini. Hanya karena cinta yang buta kepadanyalah gadis ini sampai mengabaikan kebahagiannya sendiri.


"Sonia, kau kate kau mencintaiku. Tapi perkahwinan ini hanye membuat kite saling menyakiti satu dengan yang lainnya. Tolong biarkan aku bahagia dengan Yola, hmmm? Yola pun dah banyak sengsara selama 7 tahun perkahwinan kite. Dia telah membayar kesalahan yang tak pernah dia lakukan. Dan aku pun tak nak membuat kau segsara jika kau terus berada dalam perkahwinan aku dan Yola. Aku melepasmu, tak berarti aku tak peduli padamu. Aku akan terus bertanggung jawab mengurusmu hingga kau sembuh, Ok?"


Ilham merapikan rambut Sonia yang kusut. Wanita itu semakin mengencangkan tangisannya. Dia sesenggukan mendengar perkataan Ilham. Sekarang dia meraa alangkah baiknya andai malam itu Ilham tidak menyelamatkannya. Andai dia mati saja keracunan asap dalam kebakaran itu. Mungkin akan jauh lebih baik.


"Kamu tanda tangan kat sini. Hmmm?" bujuk Ilham lembut.


Dia tak ingin memberi kesan yang buruk yang mungkin membuat Sonia semakin tidak ikhlas melepaskannya.


Lama Ilham membiarkan Sonia menangis, hingga akhirnya tangisnya mereda. Ilham kembali membujuk Sonia untuk menandatangani surat itu, tetapi agaknya tenaga gadis itu hampir tak ada sama sekali. Menggenggam bolpoin saja dia sudah hampir tak mampu.


"Kau mahu menggunakan stamp ibu jari sahaja?" tanya Ilham menawarkan opsi lain.


Dari kantong dia mengeluarkan stamp pad (bantalan tinta) yang biasa digunakan untuk stempel sidik jari. Ilham sengaja membawanya dari N-one begitu dia mendapatkan surat cerai itu. Dia ingat saat meminta Sonia untuk menandatangani surat persetujuan poligami hari itu, jari-jari Sonia bahkan sangat lemah, makanya dia membawa stamp pad itu hari ini.


"Aku bantu?"


Ilham meraih tangan Sonia untuk ditempel pada stamp pad, tapi nampaknya Sonia menolak, hingga membuat Ilham nyaris putus asa dibuatnya. Tetapi kemudian tanpa disangka oleh Ilham, wanita itu dengan tangan yang bergetar meraih bolpein dan membubuhkan tanda tangannya di tempat yang ditunjuk oleh Ilham tadi.


Ilham nyaris tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sonia menandatanganinya! Mereka benar-benar resmi bercerai saat ini!!b


***

__ADS_1


Wah, apa yang membuat Sonia berubah pikiran ya guys..


Jangan lupa like dan komentarnya ya guys... :D


__ADS_2