Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Majlis Perkahwinan


__ADS_3

"Kamu bilang apa tadi?" tanya Yola sesaat setelah Hafiz meneleponnya dan menceritakan bagaimana kondisi apartemen Gold Century.


"Apartemen kau dan abang kosong, tak ade apa pun," kata Hafiz mengulangi kata-katanya.


"Maksudmu dia nggak ada di sana?" tanya Yola.


"Bukan hanya dia yang tak ade. Seluruh barang-barang korang berdua pun tak ade kat sini," kata Hafiz.


Perlu beberapa detik bagi Yola untuk bisa mencerna kata-kata Hafiz itu.


"Maksudmu ... dia mencuri barang-barang di apartemen?" tanya Yola ingin meyakinkan pendengarannya lagi.


"Lebih tepat, mengosongkan apartemen. Tak de apa pun kat sini," kata Hafiz.


"Haaaa????"


Yola terperangah tak percaya.


"Yuri melakukan itu, Ndut? Serius? Kamu nggak bohong, kan?" tanya Yola lagi-lagi masih tak yakin.


"Tak ... untuk ape aku berdusta? Tak ade guna berdusta hal macam ni," kata Hafiz di telepon.


Yola merasa terhenyak saat mendengar kabar berita itu.


"Kenape?" tanya Ilham bingung melihat perubahan ekspresi Yola.


"Abang!!!" pekik Yola. "Apartemen kita dirampok sama Yuri."


"Hah?" Ilham melongo sesaat. "Yang betul bercakap tu, Yola. Abang ni masih penatlah."


Ilham kembali merebahkan kepalanya di bantal. Rasanya saat ini dia ingin tidur agar besok fit kembali dan kuat duduk seharian dalam majlis perkahwinan yang hampir sebulan ini telah dipersiapkannya untuk Yola.


"Beneran, Abang! Hafiz masih ada disana saat ini. Apartemen kita dikosongkan sama Yuri," kata Yola histeris.


"Macam mana boleh?" tanya Ilham tak percaya.

__ADS_1


"Aku pun nggak tau. Pas kita di Jakarta dia mau numpang tidur semalam aja katanya. Jadinya aku ngasih dia codepass apartemen kita," kata Yola merasa bersalah.


"Yola!!! Astaghfirullah!Kau ni kenape tak hati-hati. Tak semua orang dapat kite percaya, Sayang!" kata Ilham geram.


"Maaf, Abang. Aku tidak menyangka akan seperti ini. Aku nggak pernah berprasangka buruk sama dia, Abang! Dia sahabat aku dari dulu!" kata Yola sedih. Tak menyangka Yuri tega berbuat begini padanya


"Tapi macam mana kalau dah macam ni? Beruntung sahaja semua sijil dan dokument abang, abang simpan kat rumah Atok sini," kata Ilham. "Punya Yola, Yola simpan kat mana?"


"Ijazahku disita N-one. Dan dokumen penting lainnya nggak ada sih kayaknya. Aku cuma nggak habis untuk apa dia melakukan semua ini? Ya Tuhan, kenapa Yuri bisa menjadi seperti ini," keluh Yola.


"Mase boleh merubah semua hal, Sayang. Yuri kawan kau semenjak lama. Tetapi semenjak lulus sekolah SD tu kau dan dia jarang berjumpa, kan? Kau tak akan tahu ape yang dialaminya selama ini, karena kau tak tengok langsung. Bersyukur sahaja dia hanya ambil harta dan benda kite. Kalau dia celakai kite macam mana?"


Yola mendelik mendengar kata-kata Ilham.


"Nggak mungkin, abang! Yuri nggak akan mungkin bisa berbuat sampai sejauh ini," kata Yola. "Aku yakin kok dia punya alasan."


Yola masih ingin membela sahabatnya itu. Ilham geleng-geleng kepala melihat istrinya itu.


"Kau ni, masih sahaja percaya dengan dia. Abang dari awal dah kurang suke dengan dia. Dia tu nampaknya ade banyak sangat rahsia," kata Ilham.


"Hey, kenape mukanye macam tu?" tegur Ilham yang melihat raut wajah Yola terlihat murung.


"Maafkan aku, Abang! Gara-gara aku ceroboh. Semua barang-barang abang jadi hilang," kata Yola.


Yola tahu, barang-barang Ilham sama dengan barang-barang miliknya. Pakaian, jam tangan, sepatu semuanya barang-barang branded. Belum lagi dengan perabotan di apartemen. Entah berapa total kerugian Ilham. Tapi yang jelas dia tahu itu tidak sedikit.


"Kau ni cakap ape? Abang tak de salahkan Yola pun," kata Ilham.


"Iya, aku tahu. Tapi tetap saja aku merasa bersalah. Aku menyesal, Abang!" rengek Yola.


Ilham menghela napas dan kini duduk kembali. Dengan penuh sayang dia mengelus rambut Yola.


"Usah pikirkan dulu tu, Sayang. Rehatlah! Esok kite masih ade majlis perkahwinan yang akan berlangsung dari pagi hingga malam. Kalau kau tak cukup rehat kau akan penat esok hari. Usah pikirkan pasal Yuri tu. Nanti abang akan suruh Hafiz untuk report perkara ni ke polis. Orang macam tu tak dapat dikasih hati," kata Ilham.


"Jangan, Abang! Jangan laporkan dia ke polisi. Dia lagi hamil. Jika memungkinkan, suruh aja orang untuk mencarinya. Aku ingin tahu apa alasan dia melakukan ini," kata Yola.

__ADS_1


"Astaghfirullah, Yola!! Kau belum sedar juge ke? Dia tu tak hamil. Tak mengandung. Dia tu mestilah hanya berlakon supaya Hafiz boleh mengawini dia. Lepas tu dia mestilah akan berbuat jahat pada Hafiz. Nak ambil harta benda Hafiz dan melarikan diri macam ni! Haiss, kau ni! Mahu sahaja dipermaikan orang lain!" kata Ilham mulai kesal.


"Is, abang! Nggak boleh suudzon dulu ahh... Kali aja dia memang butuh uang dan terpaksa melakukan ini semua," kata Yola masih membela Yuri.


"Yola ...."


"Abang, udah ahhh! Aku mau tidur. Aku malas debat!" kata Yola.


Yaaah, Ilham kalah lagi. Bumil satu ini memang tidak tahu apa maunya. Tadi minta maaf dan merasa bersalah atas perbuatan Yuri, sekarang dia malah membela temannya itu. Kacau! Ilham hanya bisa garuk-garuk kepala saat Yola tidur membelakanginya.


****


Resepsi pernikahan Yola dan Ilham berlangsung dengan tema modern di aula Royale International hotel. Banyak yang datang hari ini untuk melihat pasangan sensaional ini. Seluruh staf N-one Grocery cabang Kuala Lumpur diundang secara terbuka. Para pejabat dan petinggi pemerintah pun tak lupa mengirimkan utusannya untuk memenuhi undangan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang retail itu.


Perusahaan N-one Grocery adalah perusahaan yang cukup berpengaruh dalam kemajuan ekonomi kota, taat pajak dan tentu saja ownernya Tengku Yahya Nirwam adalah orang yang cukup dihormati karena kedermawanannya dan sering menjadi sponsor kegiatan bhakti sosial dan lembaga-lembaga kemanusiaan. Dan jika hari ini adalah resepsi perkawinan cucu sulung Tengku Yahya Nirwan tentu saja orang-orang yang pernah dibantu olehnya merasa berkewajiban untuk datang.


Hari ini harusnya mereka merasakan kebahagiaan yang sempurna. Namun kebahagiaan itu agak sedikit terusik dengan kejadian apartemen Yola dan Ilham yang dirampok oleh Yuri hingga habis tak bersisa.


Disaat keluarga Gunawan dan keluarga Nirwan baru saja selesai melakukan sesi foto bersama-sama. Seseorang tiba-tiba naik ke atas pelaminan.


"Tuan Ilham, selamat atas pernikahannya!"


Lelaki yang sudah cukup berumur dengan rambut diikat berwarna keperakan namun dengan tubuh yang masih bugar itu, mengulurkan tangannya pada Ilham.


Ilham menyambut uluran tangan pria itu.


"Terima kasih atas kedatangannya, Tuan Lucas!"


Pria itu tersenyum dengan khasnya yang misterius sambil menatap pada Yola. Dan kemudian dengan sekali lirikan dia menoleh pada Tengku Yahya Nirwan.


"Majlis perkahwinan yang megah," katanya dengan pujian namun terkesan sinis.


****


Jangan lupa like dan komentarnya reader beib ... Dan jangan lupa baca karya author yang baru ya... Assalamualaikum, My CEO!

__ADS_1



__ADS_2