Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Eva Y Gunawan


__ADS_3

Masih tak percaya Ilham pada apa yang didengarnya tadi di balkon. Dia belum tahu persoalan yang sebenarnya tapi dia tahu sepupu Yola itu berbahaya. Sebelumnya Yola memang pernah mengatakan kalau dia dan Eva tidak cocok satu sama lain dan Eva dikirim Abimanyu ke KL untuk mengawasi hubungan Yola dan dirinya. Hal itu membuat tekad Ilham semakin bulat untuk menyingkirkan sepupu Yola itu. Ilham tak bisa membiarkan wanita yang punya niat jahat itu ada di sekitar Yola.


Oleh karena itu sesampainya di mobil, Ilham tak sabar untuk menghubungi Leon


"Tolong carikan bodyguard untuk mengawasi Yola dari kejauhan" titahnya pada Leon.


Hal ini tak urung membuat Leon heran.


"Buat ape? Ape ade hal yang membuat keselamatan Yola terancam?" tanya Leon.


"Macam tu lah. Kau carikan sahaja, dan suruh awasi Yola dari kejauhan. Lepas tu kau carikan pula orang untuk mengawasi seseorang di N- one Alor Setar. Macam mana pun caranya orang tu tak boleh keluar dari Alor Setar tanpa sepengetahuan aku," kata Ilham dengan nada yang tak bisa ditawar- tawar lagi.


Leon sebenarnya masih sangat penasaran tentang alasan Ilham melakukan ini semua. Selama dia kenal dengan Ilham, laki- lakki ini setahunya bukanlah orang yang suka bermasalah dengan orang lain, meskipun dia banyak bermasalah soal hubungan cinta.


"Hmmm ... Itu sahaja?"


"Aku curiga, ade orang tak baik yang ingin menghancurkan aku atau Yola atau N- one ... entahlah. Aku minta tolong kamu awasi satu persatu pegawai N- one yang mencurigakan khususnya di bagian keamanan. Apabile ade yang mencurigakan, berhentikan sahaja dan rekrut pegawai baru yang bisa dipercaya," kata Ilham lagi- lagi memberikan mandatnya.


Dan Leon tentunya seperti biasa akan menyanggupi permintaan Ilham itu meskipun terkadang ada hal- hal yang sampai membuat dia kesulitan dalam memenuhi semua permintaan bos sekaligus sahabatnya itu.


Usai menitahkan perintahnya pada Leon di telepon, akhirnya Ilham memutuskan untuk kembali ke N-one setelah dia membelikan rujak dan pasembur untuk Yola.


Saat dia kembali Yola sedang sibuk menunjukkan tempat untuk para SPG Kitara Drink dengan pajangan produk mereka di supermarket N-one Grocery.


[Puan Pengarah Pemasaran yang sibuk sangat, boleh ke tinggalkan job mu tu sekejab sahaja dan makan dengan abang? Ada pasembur dan rojak abang belikan untuk Yola. Sedaaaap hmmm yummiiii....]


Ilham mengirim pesan chat itu pada Yola. Namun lagi- lagi Yola tak mengindahkannya.


[Yola, abang tunggu di ruanganmu. Dalam 5 minit kau tak datang juge, abang jemput paksa Yola detik tu juge. Abang suap Yola di depan orang banyak]


Yola menggerutu membaca chat itu. Namun dia tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Ilham setelah menyuruh manager N- one mengambil alih tugasnya.


Yolaa segera naik ke lantai atas dengan menggunakan lift, dan benar saja, Ilham telah menunggunya di koridor sambil tangannya menggenggam dua bungkus makanan.


"Abang apa- apaan sih? Aku masih mau kerja, tau nggak?" omel Yola.

__ADS_1


Ilham tampak tak peduli pada ocehan Yola. Dia malah menggenggam tangan Yola daan menuju ke ruangan Direktur Marketing tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang menatap penasaran tentang hubungan mereka.


"Abaaang ... Ketua Pengarah ... " protes Yola ingin menghentikan sikap Ilham yang terkesan terlalu terang- terangan menunjukkan hubungan mereka di Divisi Pemasaran.


"July!" Ilham berhenti sejenak di depan meja sekretaris Yola yang berada tepat di depan ruangan Direktur Marketing itu.


"I-- iya, Ketua Pengarah!"


"Selama jam rehat ni, jika ade yang mencari Pengarah Pemasaran atau mencari saye, katakan kami sedang ada meeting penting dan tak boleh diganggu, paham?"


"Ba- baiklah, Ketua Pengarah!" jawab July tanpa berani membantah.


Dia sungguh takut memiliki masalah dengan petinggi N- one itu. Namun melihat langsung hari ini Ketua Pengarah Devil itu sedang menarik Puan Pengarah Pemasaran di hadapan banyak orang, July merasa sepertinya kedekatan di antara keduanya bukanlah sekedar isapan jempol belaka.


Usai mengatakan itu pada July, Ilham pun segera menarik Yola untuk masuk ke ruangan kerja wanita itu.


Ilham meletakkan bungkusan makanan itu di meja dan menarik kursi kerja Yola dan mendudukkan wanita itu di sana. Sementara dia sendiri menarik kursi lain sehingga kini mereka bisa duduk berhadapan namun tanpa terhalang oleh meja.


Setelah meminta perlengkapan makan pada OB, Ilham pun membuka bungkusan pasembur yang baru dibelinya itu.


"Yola kenape? Marah dengan abang ke?" tanya Ilham lembut pada istrinya yang sedang melipat tangan di atas dadanya itu.


Sebelah tangan itu membelai rambut Yola yang segera ditepis oleh bumil itu dengan tangannya.


"Abang, sudah ya! Nggak usah sok- sok perhatian pada Yola deh. Mending Abang sama istri abang itu aja deh, Sonia itu. Gimana tadi? Enak makannya? Udah kenyang?" serang Yola.


Dia masih saja kesal mengingat pasembur pesanannya diberikan oleh Ilham pada pelakor itu.


"Kau merajuk dengan abang kerana itu?" tanya Ilham sambil menghela napas. "Cemburu?"


"Diih cemburu ... Nggak ya!" bantah Yola.


"Kalau tak macam tu, makanlah. Ini khusus abang belikan sendiri untuk Yola. Abang ada alasan kenapa abang harus tetap bersikap baik pada Sonia, Sayang. Dan tadi itu, abang mau disuapi dia karena dia punya informasi tentang Mr. Y. Dan syaratnya abang harus mau disuapi dia," kata Ilham mencoba menjelaskan.


"Mr. Y? Siapa itu? Kok namanya cuma inisial doank?" tanya Yola.

__ADS_1


Ilham ragu menceritakannya. Dia khawatir kalau Yola sampai kepikiran tentang hal itu dan malah mengganggu kesehatan janin dalam kandungannya. Apalagi kalau Yola sampai tahu tentang kekuasaan Y yang mungkin saat ini tanpa sepengetahuan mereka tengah mengintai dan mengawasi apa yang mereka lakukan.


"Abang ...." panggil Yola menyadarkan Ilham dalam lamunan.


"Hmmm?"


"Ceritakan ...." pinta Yola sambil merengek.


"Abang akan ceritakan. Tapi kau makan dulu. Kasihan budak kecil Daddy kalau terlambat makan," jawab Ilham.


Yola cemberut karena Ilham mengabaikan rasa ingin tahunya. Tetapi karena Ilham tak kunjung memberi tahunya, Yola pun akhirnya menuruti Ilham dan mau disuap olehnya.


"Aaaa ...."


Ilham menyodorkan sesuap pasembur pada Yola yang masih mengunyah di mulutnya itu. Wanita itu terlihat makan dengan lahap, membuat Ilham geleng-geleng kepala melihatnya.


Namun melihat Yola yang tampak bahagia mau tak mau membuat Ilham kembali kepikiran pada percakapan dua orang yang diduga Ilham adalah sepupu Yola dan pacarnya itu.


"Yola, abang boleh bertanya?"tanya Ilham.


"Tanya aja,"jawab Yola agak malas.


"Nama sepupu kau itu siape?" tanya Ilham.


"Eva," jawab Yola singkat.


"Nama lengkap asli dan panjangnya siape?" tanya Ilham penasaran.


"Eva Y Gunawan," jawab Yola. " Kenapa memangnya, Abang ?"


"Y- nya itu ape?"


Yola mencoba berusaha untuk mengingat kepanjangan dari nama lengkap Eva tapi dia tak menemukannya dimana pun.


***

__ADS_1


Jangan lupa kasih like comen dan hatinya ya guys...


__ADS_2