
Beberapa hari berlalu, Ilham, Yuri dan Hafiz sibuk menjalankan rencana yang telah mereka susun rapi untuk menjatuhkan Lucas. Melalui perantara dari kenalannya di Pnom Penh, Yuri berhasil memberikan laporan tentang kandungan berbahaya dan tidak sesuai batas ambang aman penggunaan formalin pada produk kosmetik dan perawatan bayi pada lembaga Cambodia Care Cancer Community ( Komunitas Peduli Kanker Kamboja).
Oleh lembaga itu pun kemudian meminta kenalan Yuri yang melaporkan tadi untuk bersabar sepanjang mereka mencari kebenarannya. Ilham sendiri sengaja mengulur-ulur waktu untuk mem-follow-up (menindak lanjuti) rencana pemilihan Ketua Pengarah N-one di babak kedua tugas dari dua kandidat yaitu, Yuri dan Hafiz.
Itu tentu membuat gelisah Lucas. Lima hari telah berlalu sejak kepulangan Yuri dan Hafiz dari Kamboja, tetapi belum ada tanda-tanda bagi Ilham untuk mengadakan rapat lanjutan siapa kandidat yang akan memenangkan babak kedua tugas dari Lucas, yaitu yang berhasil mendapatkan tanda tangan Ilham sebagai Presiden Direktur.
Ilham masih menunggu kabar dari Pnom Penh. Dia sedang menunggu respon dari DDF (Departement of Drug and Food) Cambodia untuk memeriksa Indopenh Group setelah mereka melaporkan soal penemuan hasil laboratorium kandungan formalin pada produk kosmetik dan perawatan bayi di bawah merek Indopenh. Harusnya sih Cambodia Care Cancer Community telah bergerak melaporkan pada DDF. DDF adalah badan atau lembaga pengawas obat dan makanan di Cambodia. Lembaga ini sama dengan BPOM kalau di Indonesia, atau FDA di Amerika.
Tetapi Ilham tidak menyangka kalau orang-orang di sana akan bergerak sangat lambat seperti ini. Ilham bahkan hampir tidak abisa mengelak lagi ketika pagi ini Lucas menemuinya di kantornya. Saat itu Ilham sedang bersenda gurau dengan Yola di lantai atas gedung N-one, saat Lucas menerobos masuk tanpa peduli pada larangan July yang berada di meja depan.
"Tuan, tolong jangan masuk kat sini. Presiden Direktur akan marah kalau saye bolehkan orang lain masuk kat sini. Saye dilarang mengijinkan sesiapa untuk masuk tanpa persetujuan dari Tuan Presiden Direktur dan Puan Wakil Presiden Direktur!" rengek July sambil mencoba mengejar Lucas yang kini masuk tanpa butuh persetujuan July.
"Kelihatannya Tuan Presiden Direktur dan Puan Wakil Presiden Direktur sedang senggang saat ini," cibirnya saat melihat Ilham dan Yola yang terlihat asyik bercerita satu sama lain.
Ilham sambil menyelesaikan pekerjaannya tentu. Sementara Yola menemani Ilham sembari menikmati cemilan kesukaannya. Yola dan Ilham memang telah berbaikan sejak malam itu. Kini keduanya telah kembali mesra satu sama lain, meski pun Yola masih malas jika Ilham mencoba membujuknya untuk berbaikan dengan Papa Abimanyu dan Mama Ratih.
"Owhh, Tuan Lucas. Ape hal Tuan Lucas datang kat sini? Meski pun Tuan Lucas memiliki saham 42% kat N-one, tetapi tak berarti Tuan Lucas boleh bersikap semaunya sampai nak abaikan secretary saye yang berjaga di depan," jawab Ilham tak suka.
"Maaf, Tuan Ilham, Puan Yola, saye dah larang Tuan nih masuk, saye nak bagi tahu dahulu kedatangan beliau , tetapi Tuan ni memaksa masuk," katanya mencoba membela diri.
"Dah lah tak ape, kau balik sahaja kat tempat kau dahulu," kata Ilham.
"Hmmm baiklah, kalau macam tu saye balik dahulu," pamitnya dan segera undur diri dari sana.
Ilham mempersilahkan Lucas untuk duduk dan memberi kode pada Yola untuk menyingkir dari kursi di hadapannya agar Lucas bisa duduk.
"Sila duduk!" Ilham mempersilahkan.
Lucas duduk dengan berpangku kaki kanan pada kaki kirinya. Gayanya sungguh parlente, mencerminkan sesok pria dengan rasa percaya diri.
"Jadi ade maksud ape Tuan Lucas datang kat sini?" tanya Ilham to the point.
"Justru saya yang harusnya bertanya, apa maksudmu menunda-nunda penilaian agenda penting tentang pemilihan pemenang babak kedua kompetisi ini? Sebenarnya proposal pengajuan kerja sama siapa yang akan kamu setujui di antara Yuri dan Hafiz? Cepat langsungkan rapatnya hari ini!Mereka telah lima hari sejak kembali dari Pnom Pehn, tetapi kelihatannya kamu belum memutuskan apa-apa," kata Lucas dengan wajah menahan marah.
Ilham tertawa terkekeh. Jelas sekali kalau Lucas sudah tidak sabar ingin segera menandatangani kesepakatan kerja sama dengan N-one Grocery.
"Tak payah tergesa-gesa macam tu, Tuan Lucas. Tuan Lucas tenang sikit, saye hanya merasa sedang sibuk dan banyak job mase ni. Bila saye dah senggang, kite mesti adakan meeting lagi, usah risau. Dan lagi pula, siapa pun yang menjadi pemenangnya, pada akhirnya akan menguntungkan Indopenh Group juge kan? Akan tetap saye tanda tangani jika itu menguntungkan syarikat N-one dan tak ade hal yang merugikan N-one Grocery di kemudian hari. Indopeh Group tak ade bad case (kasus buruk) selama ini, kan?" tanya Ilham dengan senyum dikul*m penuh makna.
Lucas tertawa dengan nada yang remeh dan percaya diri.
__ADS_1
"Indopenh Group meski berdiri masih kurang dari 10 tahun, tetapi perusahaan kami tidak pernah terkendala kasus buruk apa pun. Kualitas produk-produk terpercaya hingga di kenal di beberapa negara di ASEAN. Kami juga sering mendapat penghargaan sebagai merek dagang terbaik. Jadi kasus buruk macam apa yang kamu maksud?"
Ilham manggut-manggut sambil memandangi ponselnya yang baru saja menerima chat dari seseorang.
[Wait for the morning here, DDF will conduct an inspection to the Indopenh Group]
[Tunggu pagi di aini, DDF akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Indopenh Group.
Ilham tersenyum senang.
"Okay, baiklah kalau macam tu! Saye percaya pada Tuan Lucas, kalau macam tu kite meeting petang ni!"
Lucas menatap Ilham tak percaya. Secepat itu dia merubah jawabannya, ada apakah gerangan? pikir Lucas, membuat hatinya merasa akan ada sesuatu yang tak diinginkannya.
"Saya akan menyuruh Leon untuk siapkan meeting lanjutan penilaian babak kedua dari bakal kandidat ketua pengarah N-one sekitar pukul 4 petang nanti. Sila tunggu sahaja," lanjut Ilham lagi.
"Petang? Maksudnya sore?" tanya Lucas masih kurang paham.
Ilham mengangguk.
"Ya, jika pagi hingga siang ni saye tak dapat ikut, kerana ade urusan dengan mitra kerja sama N-one. Kite meeting usai jam kerja sahaja," jawab Ilham.
Ilham sendiri sedang mengulur waktu sampai siang. Saat ini masih pagi hari untuk daerah Kuala Lumpur. Sementara di Pnompenh pastilah masih dini hari. Perbedaan waktu dimana Malaysia lebih cepat 7 jam membuat Ilham lupa kalau orang suruhan mereka yang juga merupakan kenalan Yuri pastinya masih istirahat pada jam seperti itu. Untungnya saat Ilham mengiriminya pesan, dia tidak keberatan untuk membalas chat Ilham yang menanyakan apakah pihak DDF sudah merespon laporan mereka.
Lucas keluar dari ruangan Ilham dipenuhi banyak tanda tanya. Sebenarnya dia merasa ada yang janggal dan tidak beres di sini. Ingin Lucas menghubungi orang kepercayaannya di Pnom Penh, ingin menanyakan apakah semua baik-baik saja. Tetapi mengingat disana pasti masih dini hari, ia urung melakukannya.
Waktu berlalu sangat cepat, sesuai dengan instruksi Ilham, Leon pun telah mengirim undangan meeting pada pihak-pihak berkepentingan, eksekutif perusahaan hingga para pemegang saham. Dan di jam yang telah ditentukan oleh Ilham, peserta rapat pun sudah hadir di meeting room gedung N-one.
Peserta rapat kali ini tidak sebanyak biasanya mengingat waktu rapat yang diberitahu secara mendadak dan sore hari pula. Tetapi mereka yang tidak datang telah menyerahkan suara mereka sesuai dengan suara terbanyak dan ikut pada hasil keputusan peserta rapat yang bisa hadir.
Selain mereka tentu ada Yuri dan Hafiz sebagai kandidat ketua pengarah atau Chief Eksekutif Officer N-one. Yuri datang bersama Lucas seperti biasa, seolah tidak akan ada yang terjadi. Sementara Hafiz sesekali melempar senyumnya pada Yuri untuk memaksimalkan aktingnya selama ini. Lucas yang melihat hal itu mencibir geli. Dalam hatinya dia pasti mengira kalau Hafiz telah masuk dalam perangkapnya.
"Leon! Mulaikan sahaja!" perintah Ilham sembari melirik Yola yang duduk di sebelahnya.
Kali ini sang bumil ikut dalam rapat. Dia tidak tahu apa yang direncanakan suaminya, Ilham bilang kali ini Lucas tak akab bisa mengelak lagi.
Leon yang tidak sabar ingin pulang, segera mengawali rapat dengan sedikit kata-kata pembukaan.
" ... dimana kali ini kite akan menyaksikan siape yang proposal kerja samanya mewakili Indopenh Group yang akan diterima sekaligus ditanda tangani oleh Presiden Direktur, Tengku Ilham Nirwan. Oleh kerananya, marila ..."
__ADS_1
Drrrrrt....
Ketika rapat berlangsung, ponsel Lucas ada yang memanggil hingga suara getarannya terdengar di ruang rapat yang kondusif karena mendengarkan Leon.
Lucas mematikannya.
"Untuk kedua bakal ketua pengarah, sila tunjuk masing-masing proposal korang berdua pada Tuan Ilham!"
Drrrrttttt ....
Ponsel Lucas berdering.
"Sila angkat talipon tu dahulu!" suruh Ilham dengan senyum manisnya pada Lucas.
Hal itu membuat para peserta rapat menjadi heran. Biasanya Ilham tak suka pada peserta rapat yang membunyikan ponsel saat sedang berada di tengah pembicaraan penting begini.
"Tak perlu, nanti saja," jawab Lucas tak sabar.
Drrrrt ....
Ponsel itu berbunyi lagi.
"Kalau begitu saya permisi angkat telepon sebentar," pamitnya yang dibalas anggukan oleh Ilham.
Sesaat di luar, Lucas pun menerima telepon itu dengan marah.
"Tell me your interests now! I'm in a meeting! If this is not impo... "
["Katakan kepentinganmu sekarang! Saya sedang rapat! Jika ini tidak pent ..."]
"Sir, our cosmetics and baby care factory were spotted by DDF!" sela orang yang meneleponnya itu dari seberang sana.
"[Pak, pabrik kosmetik dan perawatan bayi kita diperiksa mendadak oleh DDF!"]
"What?!"
Lucas melirik ke dalam ruang rapat sekedar memastikan kalau tidak ada orang lain yang mendengar percakapannya dengan orang ditelepon itu. Tetapi yang dilihatnya saat ini adalah, Ilham yang sedang menatapnya dengan senyum mengembang penuh kemenangan. Breng*ek!! Ini pasti pekerjaannya.
***
__ADS_1
Hai, hai selamat pagi menjelang siang. Jangan lupa like dan komentnya ya....