Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Bicara 6 Mata


__ADS_3

Yola masih terisak ketika ia melepaskan pelukannya pada Ammar yang menatapnya dengan kasihan. Apa yang salah dengan Mommy Yola? Bukankah dia sedang membela sang Mommy dari atoknya yang jahat itu tapi kenapa Mommy Yola malah semakin menangis? begitu pikirnya.


"Why do you cry, Mom?" tanyanya lugu sambil mengusap air mata di pipi Yola. "Ammar buat Mommy sedih, ke?"


Yola menggeleng.


"Tak sayang. Mommy hanya terharu kamu tahu kalau mommy adalah mommy kandung kamu. Ammar tahun dari mana, hmmm? Daddy?" tebak Yola.


Ammar mengangguk.


"Sejak kapan, maksud mommy sejak bila Ammar tahu hal itu, sayang? Kapan Daddy memberitahumu?" tanya Yola penasaran


"Semenjak awal Ammar dah tahu pun," jawab bocah itu dengan jujur. "Daddy sengaja suruhkan Ammar berdusta agar Mommy balik bersama kite," kata Ammar lagi.


"Oh, yaaaa?" Mata Yola kini memicing pada Iham yang kini pura- pura tidak tahu menahu tentang pembicaraan ibu dan anak itu.


"Hu uh," Ammar kemudian mengangguk.


Yola tak seempat lagi marah untuk saat ini. Dia mengusap pipi Ammar lembut.


"Ammar kesini dengan siapa? Ammar nggak pergi sekolah?" tanya Yola.


"Ammar balik awal. Ada meeting Cik Gu di tadika, Mom," jawab Ammar. Jadi Ammar minta tolong Pak Cik driver untuk hantarkan Ammar kat N- one."


"Kalau macam tu Ammar tunggu mommy di office-nya Daddy, ok?" kata ibu muda itu. "Mommy harus bicara dengan kakek dulu, ok?"


Ammar masih ingin protes tapi Ilham memberikan kode padanya untuk menurut pada Yola.


"Ammar, dengar Mommy tak?" kata pria itu pada Ammar.


Ammar menyempatkan diri menatap kakek, ayah dari ibunya itu masih dengan tatapan penuh amarah.


"Ammar??" tegur Ilham lagi.

__ADS_1


"It's okay, Dad ...." kata bocah itu mengalah kemudian melengos menuju ruang kerja ayahnya


Setelah Ammar pergi, Ilham kembali memberi kode untuk para pekerjanya kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


"Papa, kita bicara di ruanganku saja," kata Yola.


"Tidak perlu!!! Kamu ikut papa sekarang!" kata pria itu masih bersikeras.


"Astaga, Papa!!! Please ... Jangan perlakukan Yola seperti anak kecil! Ayo, ikut Yola sebentar ke ruangan kerja Yola. Kita bicarakan ini di dalam," bujuk Yola pada papanya.


Meski merasa berat hati karena egonya, akhirnya Abimanyu tetap menuruti Yola dan mengikutinya ke ruangan kerja Yola. Ilham pun turut mengekor dari belakang. Saat berpapasan dengan Leon, Ilham menyempatkan diri untuk memerintahkan Leon untuk mengamankan para pegawai yang sempat mendengar pertengkarannya dengan mertuanya itu.


"Leon, pastikan tak de yang cakap macam- macam pasal kejadian ni di luar sana," kata Ilham sebelum berlalu masuk ke dalam ruangan Yola.


"Kau tenang sahaja, Brother," kata Leon sembari menepuk pundak sahabatnya itu


Leon cukup mengerti betapa rumitnya masalah yang tengah dihadapi kawannya itu saat ini.


"Papa, duduklah!" kata Yola seraya membantu sang papa untuk duduk di kursinya.


Namun niat baiknya itu segera ditepis oleh Abimanyu.


"Kau benar- benar hamil? Yola?"tanya Abimanyu dingin dan terasa tajam menusuk ke hati.


Yola mengangguk sambil menelan ludahnya.


"Benar- benar ..." Abimanyu dengan geram sampai mengepalkan tangannya agar tak sampai memukul putri kesayangannya itu.


Yola sampai memejamkan matanya tak sadar seakan siap di pukul oleh lelaki itu.


"Kau hamil oleh mantan suamimu sendiri, kamu nggak malu, heh?" cemooh ayahnya.


"Papa! Yola masih isterinya Ilham, kenape kami mesti malu jika Yola mengandung anakku? Aku tak pernah ceraikan Yola selama 7 tahun ni, dan Papa pun tahu aku selalu mencoba memberikan dia nafkah sebagaimana kewajibanku terhadap dia. Tetapi Papa selalu halangkan jalanku untuk temui Yola. Memang aku pun sempat ucapkan talak pada Yola beberapa waktu lalu, tapi saat dia balik dari Jakarta, kami pun dah putuskan untuk rujuk kembali. Dan lagi mase tu, meski kami belum pun tahu, Yola juga sudah mengandung anak aku. Jadi talak yang aku ucapkan pun tak akan sah dengan sendirinya. Itu artinye sampai detik ni pun, Yola masih isteri aku terlepas Papa setuju atau tidak kami bersama kembali," kata Ilham tegas.

__ADS_1


Abimanyu memandang sinis pada Ilham.


"Lalu bagaimana dengan istri keduamu yang dianggap oleh khalayak sebagai istrimu yang sah dan legal? Kau mau menjadikan Yola istri simpanan? Kau anggap serendah itu keluarga Gunawan? Kalau bukan karena kakekmu Tengku Yahya Nirwan bersahabat dan saling berhutang budi dengan ayahku mendiang Salim Gunawan, apa kau pikir aku akan memberikan putriku satu- satunya untuk kau nikahi di bawah umur, heh?! Dan setelah itu kau menikahi wanita lain yang derajatnya bahkan tidak melebihi setengahnya putriku. Kau memandang dirimu setinggi itu, Tengku Ilham Nirwan? Kau bahkan tak lebih rendah dari sekedar b*natang, cuihhh!!!" geram pria itu.


"Papa!!!" tegur Yola.


Dia mengerti Papanya marah pada Ilham, tapi harusnya Papanya juga tidak seharusnya sekasar itu.


Ilham sendiri mendengus menahan amarah.


"Papa Abi, aku sangat menghormati Papa dari dahulu hingga masa sekarang. Perkahwinan antara aku dan Sonia, Papa mungkin telah tahu kalau aku terpaksa melakukannya. Aku tak de niat mengkhianati Yola. Dan kalau yang Papa maksud adalah tentang status Yola, aku beritahu kalau aku dah pun mengucapkan talak terhadap dia dan dalam mase tak lama ni aku akan menggugat cerai dia resmi secara hukum negara dan menikahi Yola secara resmi dan terdaftar di JAIS (Jabatan Agama Islam: kalau di Indonesia seperti KUA) untuk mendapat perakuan kalau Yolanda adalah isteri aku yang sah," kata Ilham lagi- lagi mencoba untuk bertahan.


Abimanyu manggut- manggut.


"Oh, begitu menurutmu? Sepertinya itu terdengar mudah sekali bagimu. Lalu bagaimana dengan Andini, adikmu yang hilang? Kalau kau menceraikan wanita itu, kau yakin adikmu baik- baik saja? Apa kau yakin mereka tidak akan mencelakai Yola? Dan kau juga Yola, bagaimana dengan Hafiz? Segampang itu bagimu mempermainkan orang lain? Kau yang meminta untuk dinikahkan dengan Hafiz, lalu apa yang kau lakukan sekarang ini? Kau mau belajar jadi wanita murahan, heh? Sekarang seluruh keluarga kita sudah tau kalau Hafiz adalah tunanganmu, bagaimana caramu membereskannya? Kau ingin mencoreng arang di wajah papa?" tanya Abimanyu beruntun.


Ilham menyadari kalau papa mertuanya ini sangat frontal menyerang Yola dengan pertanyaan- pertanyaan yang memojokkan. Dan dia tak mau Yola menjadi stress karenanya.


"Yola, kau keluarlah dulu. Ada yang nak abang rundingkan dengan Papa," perintah Ilham pada Yola.


Yola mengernyitkan keningnya.


"Mau berunding apa?" tanya Yola keberatan. Kenapa dia tak boleh ikut mendengarnya.


"Pergilah, tunggu di luar. Abang nak bercakap sebentar dengan Papa. Ini percakapan antara sesama pria. Jom, keluarlah!" kata pria itu lagi.


Yola heran apa yang sesungguhnya ingin dibicarakan oleh mereka. Namun kemudian dia mengangguk dan meninggalkan kedua orang yang sama- sama berharga dalam hidupnya itu berdua di sana.


***


Mau ngomongin apa ya guys, Ilham sama si Papa yang otoriter itu? Kalian boleh coret- coret tebakan dan pendapat kalian di kolom komentar.


Guys... Bantu author naikin level ke 10 donk dengan banyak like, koment dan rajin baca JDM tiap author update. Jangan ditumpuk bacanya sekali baca, nanti reader setia author berkurang dan bikin level author naik turun. Yang baca JDM nggak dari awal di aplikasi, langsung loncat baca ke episode sekian. Baca dari awal lagi donk beib, biar kalian bisa terhitung reader setia dan level author bisa naik dari 8 ke 10, kalau ga, nanti author ga bisa gajian kayak yg lain. Kan mirisss beib... up terus tapi dapat capeknya doank. wkwkw... tetap setia nunggu kelanjutannya ya...

__ADS_1


__ADS_2