
Abimanyu tiba di kantornya PT. Guna-1 Indonesia, dengan wajah antara senang antara bingung. Kejadian pagi ini masih sulit diterima oleh akal sehatnya.
Bagaimana bisa bocah atau cucu yang telah disingkirkannya dari sejak bayi itu kini memberikannya sebuah perusahaan rokok dengan cara yang terbilang unik dan tak biasa. Siapa pun mungkin tak akan percaya kalau dia membeli setengah dari saham perusahaan itu di saat perusahaan itu ditengah kebangkrutan. Dan berkat cucunya itu dalam dua hari dia bisa mendapatkan keuntungan berkali- kali lipat dari uang yang telah dikeluarkannya.
"Feb, ikut aku!" kata Abimanyu begitu melewati meja kerja asistennya itu.
Febri manut mengikuti Abimanyu ke dalam ruangannya.
"Informasi yang aku minta tentang PT. Surya Bersinar sudah kamu cari tahu?" tanya Abimanyu sambil melepaskan jasnya dan mencantelkannya di gantungan jasnya di pojok ruangan.
"Sudah Pak Abi. Setelah saya cari tahu ternyata perusahaan rokok itu adalah perusahaan yang cukup berkembang beberapa tahun lalu sejak dia didirikan oleh foundernya. Saham mereka selalu uptrend di Bursa Efek di masa itu. Namun 2 tahun belakangan, perusahaan itu mengalami krisis. Hingga terus down, down, dan downtrend di pasar saham dan akhirnya nyaris mengalami kebangkrutan. Waktu bapak minta informasi tentang perusahaan-perusahaan yang sedang menjual saham murah, saya sudah memberikannya pada bapak di file 'my dokumen', di laptop bapak," kata Febrian.
Agaknya dia tidak mau kalau bosnya yang otoriter ini sampai menyalahkannya kalau tak menemukan data- data harga saham yang sedang di jual murah yang disimpannya di laptop sang bos seminggu yang lalu.
"Anu, aku memeriksa, nampaknya Pak Abimanyu sekarang adalah pemilik saham terbesar di perusahaan itu. Apa yang terjadi, Pak?" tanya Febrian ingin tahu.
"Nah, balik nanya. Justru itu yang aku ingin tahu. Apa yang terjadi dengan PT. Surya Bersinar? Kenapa harga saham mereka melonjak naik? Bikin aku kaget sajaa," kata Abimanyu.
"Loh, bukannya Bapak beli saham sampai ratusa lot karena sudah memprediksi kalau harga saham di PT itu bakal melonjak naik?" Febrian malah semakin heran kenapa bosnya bukannya bahagia malah terlihat kebingungan.
"Bukan gitu, Feb. Yang sebenarnya adalah aku membeli saham itu karena dipaksa oleh cucuku," jawab Abimanyu sambil merenung mengingat kembali kejadian beberapa malam yang lalu saat Ammar merengek- rengek minta dibelikan saham perusahaan itu.
"Wah, kalau begitu cucu bapak pasti hebat dan berbakat. Dia lulusan universitas mana, Pak?" tanya Febrian ingin tahu.
Abimanyu mendelik jengkel dengan mata memicing atas pertanyaan Febrian.
__ADS_1
"Kamu kira aku udah setua itu, Feb? Punya cucu yang udah lulus kuliah? Yola aja baru lulus tahun kemarin!!"
Febrian melongo. Sekarang dia yang bingung. Bukannya anaknya Abimanyu cuma Yolanda, ya? Dan Yolanda bukannya belum menikah?
"Loh, lalu cucu bapak yang mana?" tanyanya bingung.
Abimanyu menghela napas. Sepertinya mulai sekarang dia harus merestui Yola untuk menjalani pernikahan kembali dengan Ilham. Dan juga membiarkan semua orang tahu kalau Yola telah menikah selama ini.
Meski pada akhirnya nanti semua orang akan tahu betapa rumitnya hidup mereka di masa lalu dan betapa naifnya dirinya sebagai orang tua telah menikahkan anaknya yang masih di bawah umur, Abimanyu tetap tak akan bisa lagi menyembunyikan hal tersebut dari semua orang.
Abimanyu belum sepenuhnya bisa memaafkan Ilham atas semua apa yang telah terjadi. Tapi soal Ammar, dia tidak akan lagi tidak mengakui cucunya itu. Beberapa hari mengenal Ammar, rasa sayang di hatinya tumbuh begitu saja dan Abimanyu menyesal pernah mengabaikan cucu kecilnya itu dan menyerahkannya begitu saja ke keluarga Nirwan dan dengan tak berperasaan memisahkan bayi kecil itu dengan ibunya. Bahkan menjenguknya pun mereka tak pernah.
Meski pun dalam diam tanpa sepengetahuan orang lain, Abimanyu sesekali selalu berusaha mencari tahu dari jauh bagaimana kabar cucu sulungnya itu. Dan kini dia tidak akan memilih untuk menjadi bodoh dengan kehilangan Ammar lagi seperti dahulu.
"Pak ...." tegur Febrian membuyarkan lamunan Abimanyu akan kebodohannya di masa silam.
"Cucu bapak yang mana yang bapak maksud? Apa mungkin cucu dari saudara?" tanya Febrian.
Abimanyu menggeleng.
"Cucu kandungku, Feb. Anaknya Yola. Dia masih berusia 6 tahun," akunya pada akhirnya.
Febrian membelalak tak percaya.
"Yolanda, Pak? Bukannya dia belum menikah?"
__ADS_1
"Sudah Feb, dia sudah lama menikah. Cuma selama beberapa tahun ini dia pisah dengan suaminya dan akhir- akhir ini mereka memutuskan untuk kembali rujuk," kata Abimanyu menjelaskan seadanya.
Dan Febrian sedikit kecewa. Yaaaah, ternyata anak si bos yang cantik dan memiliki syarat untuk menjadi wanita idaman semua pria itu ternyata telah memiliki suami. Padahal Febrian suka dekat- dekat bahkan cari muka pada sang bos, siapa tau si bos lagi baik hati dan berminat menjadikannya jadi calon menantu. Siapa yang tahu kan? Tapi kini harapannya hancur sudah.
"Tapi Pak, cucu bapak itu masih kecil bagaimana bisa dia bisa mengerti memprediksi saham?" tanya Febrian lagi.
"Nah karena itulah aku ingin mencari tahu. Dia bilang perusahaan dari Kamboja sedang berencana mengakusisi PT Surya Bersinar. Tapi karena aku terlebih dahulu membeli lebih separuh dari saham PT. SB, nampaknya sekarang aku yang mengakuisisi perusahaan ini. Bagaimana menurutmu, Feb?" tanya Abimanyu pada penasehatnya di N-one ini.
"Wah, kok cucu Bapak sampai kesana pemikirannya? Tapi nampaknya memang begitu adanya, Pak! Dengan kata lain Bapak yang telah mengakuisisi perusahaan itu terlebih dahulu dibandingkan perusahaan Kamboja itu, Pak," jawab Febrian.
Abimanyu manggut- manggut setelah mendengar penjelasan Febrian.
"Jangankan kamu, Feb. Aku yang kakek kandungnya saja tidak mengerti kecerdasan seperti apa yang dimiliki Ammar itu," katanya manggut- manggut.
"Dia mungkin jenius, Pak!" kata Febrian menimpali.
Abimanyu mengangguk- angguk mendengar jawaban dari Febrian. Sebenarnya dari awal dia sudah curiga pada kecenderungan dugaannya tentang jeniusnya Ammar.
"Dan soal kenapa harga saham PT Surya Bersinar melonjak naik, mungkin karena issue yang beredar di kalangan investor tentang perusahaan besar Kamboja yang ingin mengakuisisi perusahaan itu, Pak! Jadi mereka mungkin merasa optimis kalau kali ini PT. Surya Bersinar akan bangkit kembali di bawah pengelolaan dari perusahaan besar Kamboja itu, Pak! Itulah mungkin yang menjadi penyebab naiknya kembali harga saham PT Surya Bersinar sehingga dia kembali mengalami uptrend di bursa saham Pak!" kata Febrian mencoba menjelaskan dengan pendapat dan analisa yang dia pikirkan.
Abimanyu kembali manggut- manggut. Sepertinya itu masuk akal.
Tapi sekarang dia sendiri bingung, harus diapakannya saham itu? Apakah dia perlu menjualnya lagi mumpung harganya naik? Atau dia akan mencoba mengambil alih perusahaan itu sepenuhnya?
***
__ADS_1
Like dan koment beib beib aku :D