Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Pembawa Sial Yang Kena Sial


__ADS_3

Ilham dan Yola termangu sesaat, ketika melihat kaca mobil milik Papa Abimanyu pecah di depan hidung mereka sendiri. Dan pelakunya adalah gadis aneh itu.


"Ka-kau??!!!" pekik Ilham terkejut.


"Sudah gua ketok dengan sopan. Puas nggak loh?" kata gadis itu.


Tersadar dengan apa yang terjadi, Ilham langsung membuka pintu mobil dan langsung keluar mengitari mobil itu dan mendatangi gadis itu. Tak terkecuali Yola yang juga buru-buru keluar dan mengejar Ilham.


"Kau ni orang gila ke ape? Macam mana kau boleh pecahkan kaca kereta macam tu??!!" kata Ilham menghardik gadis itu.


"Kereta apaan? Ini mobil bro, mobil! Lihat baik-baik! Siapa yang memecahkan kaca kereta? Buta mata lo ya?!" jawab Rizka malah tak merasa bersalah.


Ilham yang merasa gadis itu malah seperti mengolok bahasa yang dia gunakan menjadi berkali-kali double jengkel melihatnya.


"Kau cakap siape nama kau??!! Kau mesti tanggung jawab perbaiki kaca kereta ni!" tuntut Ilham marah.


"Idiihh, tanggung jawab apa? Gua nggak merasa salah tu. Gua udah ngetok kaca jendela mobil lo dengan sopan. Kalau akhirnya dia pecah, salah gua dimana?" tanya wanita itu lagi-lagi ngeselin.


"Kamu itu siapa sih? Mecahin kaca mobil punya papaku, memang bisa ganti rugi?" Kali ini Yola yang ikut menimpali.


"Ya ampun!!! Sombong amat lu!! Lu kira lu aja yang orang kaya? Ihhh, sorry ye, kalau cuma mobil ginian bokap gua Raka, juga bisa beliin kali. Kenalin gua Rizka! Salah satu dari si kembar lima anak bokap gua. Eh, tapi ngomong-ngomong, kok lu mirip bini si abang tukang bakso yang lagi gue cari sih? Lu lagi nyamar ya???"


Gadis bernama Rizka itu memperhatikan Yola dari ujung kaki ke ujung kepala.


"Coba gua periksa ..." Rizka ingin memegang hijab Yola.


"Hei, hei, stop it! Jangan berani sentuh isteri saye. Kau tu agaknya pembawa sial!" Ilham segera menarik Yola menjauh dari gadis itu.


"Tapi serius! Bini lo mirip isteri abang penjual bakso langganan gua yang gua lagi cari," kata Rizka masih tak percaya.


"Rabun mata lo?" sahut Yola jutek. Kali ini dia ikut pakai bahasa 'elo, gue'. "Lo nggak usah banyak alasan ya bocah tengil! Mending lo kasih gua ngomong sama bokap nyokap lo, biar gantiin kaca mobil punya papa gua."


"Yakin lo mau ngomong sama bonyok gua? Nyokap gua Fauziah, lebih bawa sial loh! Entar lo nyesal lagi," tantang Rizka.


"Nggak banyak alasan. Sini nomor bokap lo yang namanya Raka itu! Gua mau kasih tau, biar dia ngasih bimbingan kepribadian sama elo biar lebih sopan sama yang lebih tua!" kata Yola tak peduli.


Rizka kali ini ingin mencoba melarikan diri dari situasi ini. Gawat ini kalau sampai orang tuanya tau.

__ADS_1


"Hehehe ... Mbak, Mas, gini aja ya ... nggak usah diperpanjang lagi gimana? Gua janji deh nggak bakal gangguin lagi. Gua akan nungguin di belakang dengan manis sampai nggak macet lagi, Oke?" Rizka dengan wajah sok imut mengedip-ngedipkan matanya pada Yola.


"Nggak bisa! Lo harus tanggung jawab. Lo bilang bokap lo kaya. Tanggung jawab donk! Kaca mobil doank juga nggak bakal sampai 50 juta kok!" kata Yola sebal.


Temperamennya saat hamil akibat pengaruh hormon tiba-tiba meningkat.


"Pleasee, kasihanilah gua, Kakak! Bokap mah aman aja. Tapi kalau Mama gua Fauziah sampai tau, bisa nambah kutukan sial gua nanti," rengek Rizka.


"Nggak peduli gue. Masukin nomor bokap lo di sini!" kata Yola sambil menyerahkan ponselnya pada Rizka.


"Lo yakin?"


"Cepetan!" desak Yola.


Rizka menerimanya dengan ragu-ragu. Lalu dengan perlahan dia segera memasukkan beberapa digit angka pada fitur kontak ponsel itu.


"Nomor bokap lo ya! Jangan coba-coba bohongin gue! Gua cari lo sampai ke lobang semut kalau lo berani bohongin gue," ancam Yola ketus.


Yah, padahal tadi Rizka sengaja ingin memasukkan nomor asal. Kok sekarang dia yang kena sial ketemu dua orang ni? Kalau sang Mama Fauziah sampai tau dia ngerusakin mobil orang, bisa-bisa dia dibawelin lagi tuh.


"Iya, iya ahh!"jawab Rizka.


Tak punya pilihan lain, akhirnya Rizka memasukkan nomor ponsel Raka, sang Ayah. Tetapi baru beberapa digit Rizka memasukkan nomor Raka, ponsel Yola tiba nge-lag. Tak bisa disentuh.


"Loh, loh ... ponsel spek gahar kok nggak bisa disentuh kayak gini? Ini tiruan yak? Nggak asli ini mah! Yakin!!!" celoteh Rizka.


Yola langsung merampas ponselnya dari tangan gadis itu. Dipencet-pencetnya berulang kali. Touchscreen-nya sama sekali tidak bisa disentuh lagi. Dimatikannya ponsel itu dan dihidupkannya kembali. Tetap saja touchscreennya tak bisa disentuh. Malah kini ada bercak-bercak hitam di layar ponsel itu.


"Ya Tuhaaaan ... Kami itu benar-benar pembawa siaaal!!!" maki Yola dengan frustasi. "Abang! Hp-ku rusak!!!"


Yola kini mengadu dan merengek pada Ilham.


"Kan gua udah bilang, gua memang pembawa sial," kata Rizka santai.


"Lo tuh ya! Gantiin kaca mobil dan handphone gue!" kata Yola marah.


"Dah dibilangin gua nggak ada duit!" jawab Rizka.

__ADS_1


Kesal, sekesal-kesalnya Yola pada gadis tengil itu. Hingga Pak Darman datang dia masih berdebat dengan Rizka.


"Mbak Yola!! Kita dah bisa pergi sekarang!. Tadi ada mobil bannya terperosok ke paret pinggir jalan. Sekarang udah berhasil diatasi ...." lapornya. "Astaghfirullah, mobil kita kenapa mbak???!!"""


Pak Darman sampai menganga mulutnya melihat kaca mobil bagian kemudi pecah seperti habis dilempar batu.


"Nggak tau nih, Pak!! Gara-gara ini nih pembawa sial!!!" tuding Yola pada Rizka. "Pak catatin nomor hp orang tua anak ini! Suruh ganti rugi ganti kaca mobilnya Papa sama gantiin hp aku yang rusak!"


"Maksudnya, Mbak?" Pak Darman tak mengerti.


"Aduuh, Pak Darman nggak usah banyak nanya deh. Catatin aja nomor bapaknya. Hey, kamu! Kamu sebutin nomor bokap lo sekarang! Nggak pake lama!" seru Yola berapi-api pada Rizka.


Pak Darman mengeluarkan ponselnya dan hendak menyerahkan ponselnya lagi pada Rizka.


"Ini mbak! Catatin aja di sini nomornya ..." katanya.


Yola langsung menepis tangan Pak Darman agar menjauh dari Rizka.


"Jangan dikasih Pak hp-nya! Nanti rusak lagi kayak punya Yola. Ihhh, apes banget ketemu nih anak! Sebutin nomornya cepat!"


Dan akhirnya si Rizka mau tak mau terpaksa menyebutkan nomor ponsel Papanya Raka pada Pak Darman.


"Gua nggak mau tau, ya! Di lain waktu gua nggak mau ketemu lo lagi! Pokoknya kalau lo ketemu gue, laki gue sama Pak Darman jauh-jauh deh. Jaga jarak sampai 10 meter! Sial gue ketemu lo!" umpat Yola.


"Iss gue juga sial ketemu elu semua. Gara-gara elu gua bakal dimarahin nih sama nyokap!" balas Rizka tak kalah sebal.


"Jangan jadi pembawa sial makanya! Pak Darman, yuk berangkat! Keburu istirahat makan siang kedubesnya entar! Pokoknya kalau kita dah sampai rumah. Teleponin segera ortunya nih anak!"


Dan hingga mobil itu kembali melaju dengan kaca jendela yang pecah, bumil Yola masih saja mengomel dan uring-uringan di sepanjang jalan.


***


Untuk part pembawa sial, ending ya.Kalian yang mau baca novelnya bisa baca dengan judul "Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial" karya Bellabiyah.


Jangan lupa like dan komentarnya ya beib ...


Part berikutnya kita lanjut abang dan Yola lagi ...

__ADS_1


__ADS_2