
"Dimana perempuan itu?" tanya Sonia pada July setelah dia mendobrak masuk ke ruangan direktur marketing namun tak menemukan Yola di sana.
Panik campur gugup nampak jelas di raut wajah July melihat istri dari Ketua Pengarah itu datang mencari Puan Pengarah marketing N- one itu. Pastilah hubungan gelap ketua Pengarah N-one dan Puan Marketing itu dah ketahuan oleh isteri Tuan Ilham, begitu pikir July.
"Dimana diaaa????!!!!" teriak Sonia tak sabar.
"Emmm ... Puan pengarah ade di N-one market di bawah Puan Sonia, puan ..."
Belum selesai July berbicara Sonia sudah turun dan bergegas menuju lift untuk menemui Yolanda. Dia harus melabrak Yola dan kalau perlu wanita itu harus dipermalukan di depan umum! kata hatinya.
"Kenape dia?" tanya Leon pada July yang tiba- tiba saja telah ada di sana untuk menemui Yola.
"Tak tahu, Tuan Leon. Puan Sonia datang dengan sangat marah dan mencari Puan Marketing," kata July melaporkan.
Leon mengernyitkan keningnya. Dalam pikirannya ada yang tak beres. Segera Leon menelepon Ilham.
"Kau ada kat mana?" tanyanya begitu panggilan telepon itu terhubung.
"Aku sedang menuju jalan Ampang nak berjumpe Tuan Adnan, kenape?" tanya Ilham.
"Sebaiknya kau pending sekejap tu, kau balik kat sini sekarang! Kalau tak hancur N- one ni akibat pertempuran kedua Mrs. Nirwan nanti, hahaha ...." gelak Leon.
"Ape maksud kau?" tanya Ilham jengah.
Mrs. Nirwan baginya saat ini hanya Yola dan Mamah Zubaedah. Sonia tak masuk di dalamnya.
"Mrs. Nirwan tua eh maksudku Sonia datang mengamuk nak cari Mrs. Nirwan muda. You know, ape yang akan terjadi setelahnya. Lekaslah balik! Aku tak sanggup uruskan masalah wanita," olok Leon.
"Aissss!!!" desis Ilham.
Sonia itu memang sangat merepotkan. Entah bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi wanita itu.
Dan sekang Ilham tak punya pilihan lain selain memutar balik mobilnya.
***
Di lantai bawah N-one Grocery, pusat perbelanjaan Supermarket N- one di kota Kuala Lumpur, Yola terlihat sedang sibuk membantu beberapa sales marketing dari perusahaan makanan ringan menata produk mereka. Kesibukan mereka langsung terhenti saat Sonia tiba- tiba datang.
"Amboi, amboi. Jadi inilah pelakor cantik tu?"
Yola yang sedang berjongkok menyusun produk dalam rak itu langsung berdiri dan menatap Sonia yang sedang berlipat tangan di dada, di hadapannya.
__ADS_1
Yola merasa tak enak dengan kedatangan Sonia kali ini. Kelihatannya hari ini wanita itu memang sengaja ingin mencari gara- gara dengannya. Lalu, apakah dia sudah tahu? Hati Yola bertanya-tanya.
"Jadi macam mana rasanya bercinta dengan suami orang, hmmm?" tanyanya sinis.
Beberapa dari pengunjung N- one terlihat mulai tertarik mendengar persiteruan antar dua wanita itu.
"Apa maksud Mrs. Nirwan?" Yola balik bertanya dengan senyum simpul yang manis.
"Mrs. Nirwan?" gumam Sonia pelan seakan mengingatkan posisinya.
Lalu setelahnya, tak menunggu lama dia mencengkram kerah baju Yola dan merobek paksa kancing bagian atasnya sehingga leher dan dada bagian atas Yola bisa terekspose jelas. Dan untungnya saja Yola selalu memakai tank top sebagai dalaman sehingga bra dan aset pribadinya tidak sampai terpampang jelas dilihat oleh orang- orang di situ.
Sonia menggeram marah. Dia bisa melihat ada beberapa kissmark di kulit Yola. Tak perlu baginya menebak- nebak siapa yang meninggalkan jejak di kulit mulus itu. Sonia bisa dengan sangat yakin kalau yang melakukan itu bukanlah Hafiz melainkan Ilham.
"Wanita celaka!! Gampang!!!" makinya. "Jadi betul ke, kau mengandung lagi anak Ilham?!!!"
Sonia menggoncang- goncangkan tubuh Yola dengan marah.
Yola menepis tangan Sonia tak kalah kasar dan berusaha merapikan bajunya. Dia juga menutupi bagian atas tubuhnya dengan mencengkram kerah baju yang kancingnya terlepas akibat ulah Sonia tadi.
"Kita bicarakan ini di atas. Di ruanganku," kata Yola dengan napas yang menderu.
"Sonia, kau jangan keterlaluan! Kita sangat tahu siapa pelakor yang sebenarnya," kata Yola memperingatkan.
"Terus maksud kau, aku yang pelakor?!" bentak Sonia marah.
"Kau sendiri yang bilang ya bukan aku," kekeh Yola.
Sonia sudah tidak bisa membendung lagi emosinya. Dengan kasar dia menyerang Yola dan menjambak rambut saingan cintanya itu. Tak mau mengalah Yola balas menarik rambut Sonia. Perkelahian itu tentu saja menjadi tontonan menarik para pengunjung N- one. Tak terkecuali bagi para karyawannya juga.
"Kau betul- betul murahan. Dasar wanita gampang!" serang Sonia membabi buta.
"Kau yang jal*ng! Kalau bukan karenamu, aku ... nggak akan pernah berpisah dari abang!" balas Yola tak mau kalah.
"Kau mati sahaja, perempuan la*ur!!" tiba-tiba Sonia mendapatkan kesempatan untuk mendorong tubuh Yola.
Yola yang terkejut didorong sekeras itu hampir kehilangan keseimbangannya. Dia hampir saja jatuh ke belakang andai tak ada Ilham yang tiba- tiba datang dan menopang tubuhnya.
"Yola!!!" pekik Ilham.
"A- abang!!!" balas Yola ikut memekik kaget.
__ADS_1
Untung saja ada yang menangkapna tadi. Kalau tidak entah bagaimana nasib kandungannya.
Ilham mencoba membantu Yola berdiri. Dan dia semakin kaget melihat kondisi Yola yang acak-acakan. Bahkan kancing bajunya terlepas.
"Sonia!!! Ape kau bikin ni?" bentak Ilham.
"Kau tanya ape aku bikin??!!! Kau yang bikin ape dengan pelakor ni?! Kau nak belakan gundik kau ni dari pada isteri kau sendiri?!" teriak Sonia tak kalah marah.
Ilham membuka jasnya dan memasangkannya di pundak Yola.
"Jom balik ke atas," ajaknya sembari merapikan rambut dan pakaian Yola yang kusut.
Yola mengangguk dan pasrah saat Ilham merangkulnya.
"Kau juga mesti ikut ke atas. Ada yang aku nak bicarakan dengan kau!" katanya sambil menarik kasar tangan Sonia.
Gerombolan orang- orang yang sedari tadi ikut menonton pertengkaran itu berbisik- bisik namun kemudian memilih membubarkan diri.
Ilham merangkul Yola dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menyentak kasar tangan Sonia. Sangat terlihat sekali perbedaan Ilham memperlakukan keduanya. Dia sangat lembut dengan Yola sementara dengan Sonia dia hampir tak punya perasaan.
Ilham menarik keduanya menuju ke ruangannya. Para staf yang kebetulan melihat fenomena aneh itu, memilih untuk diam daripada jadi bahan dampratan King Devil itu. Namun di logika mereka yang tidak tahu sungguh merasa aneh melihat Ketua Pengarah yang memeluk Queen Devil dan sebaliknya malah terlihat kasar menghentak- hentak tangan Sonia.
Begitu sampai di ruangannya, lelaki itu dengan teliti memperhatikan sekujur tubuh Yola.
"Kau tak ape?" tanya Ilham lembut pada Yola.
Wanita itu menghela napas panjang sebelum akhirnya mengangguk.
"Iya, aku nggak apa- apa," katanya mencoba menenangkan pria yang masih tak bisa menyembunyikan raut panik di wajahnya itu.
"Ilham!!! Kau betul- betul tak punya perasaan. Mestinya kau belakan isteri kau sendiri. Bukan gundik itu!" cerca Sonia dengan marah.
"Diaaamm!!!!" bentak Ilham murka.
Ilham menoleh pada Sonia dengan berang seakan ingin menelannya bulat- bulat. Dan itu membuat nyali Sonia menciut.
***
Hai, hai reader! Sore yang seru di weekend ini.
Jangan lupa like, koment dan suportnya untuk JDM ya ... Lanjut? Tergantung like dan koment ya... Banyak bisa lanjut malam ini. Tapi kalau dikit, kita lanjut besok aja...
__ADS_1