
"Yola ...." panggil Atok Yahya lirih di panggilan vidio itu.
"Iya, Atok," sahut Yola sendu.
Yola sangat menghormati Atok Yahya. Lelaki tua itu selama ini selalu menyayanginya dan menganggapnya bak menjaga cucunya yang berharga.
"Atok ni dah cukup tua. Keinginan Atok dalam hidup yang tak tahu sampai berapa lama lagi ini hanye nak kau dan Ilham tetap bersatu dan bersama selamanya. Bilamana ade problem atau pun perkara dalam rumah tangga, itu hal yang biase. Atok harap korang berdua dapat bersama-sama menyelesaikan semua aral melintang apa pun yang terjadi dalam keluarga korang berdua ni," nasehat sang Atok Yahya Nirwan.
Yola menyeka air matanya dan mengangguk.
"Atok, jangan bicara kayak gitu. Yola dan abang inginnya Atok selalu sehat dan selalu ada di sisi kami. Kalau bukan karena nasehat-nasehat dari Atok dan apa yang atok lakukan agar Yola menetap disini dan membuat Yola bekerja di N-one, mana mungkin saat ini Yola dan abang bisa bersama-sama lagi? Teruslah sehat, Atok. Agar adiknya Ammar nanti tetap bisa mengenal Atok buyutnya yang hebat seperti Ammar mengenal Atok," kata Yola tiba-tiba merasa haru.
Atok Yahya mengangguk-angguk.
"Mesti Atok akan jaga kesihatan supaya boleh tengok korang semua hidup bersama, berjaye tak kurang suatu apa pun," kata Atok Yahya.
"Dahlah tu, Atok. Yola tu sekejap lagi mesti akan menangis kalau Atok terus bercakap. Hobby die tu suke menangis," ledek Ilham.
"Abang! Nggak usah ngolokin aku ya. Abang sama Atok juga nangis kali," balas Yola merengut.
"Hahaha ... kau memang suke menangis."
"Enggak, ya!"
Atok Yahya geleng-geleng kepala lagi melihat cucu dan cucu menantunya itu saling meledek satu sama lain.
"Yola, kamu ingatlah pesan Atok ni. Kau mesti pandai menjaga diri. Kau juge mesti jagakan budak dalam kandungan kau tu. Dia anak keturunan Nirwan dan Gunawan yang berharga. Yola paham tak?" kata Atok Yahya.
Yola mengangguk.
"Iya, Atok. Yola paham. Yola akan dengarkan apa kata Atok," kata Yola.
"Nah, kau nantikan sahaja Abang kat rumah, Oke? Sekejap Abang balik setelah abang carikan kau sate di jalan raja muda musa kat kampung baru sana," kata Ilham pada Yola.
"Sate padang tapi," kata Yola mengingatkan.
"He um," Ilham mengiyakan.
"Ya udah, Yola matikan teleponnya, ya Abang, Atok," kata Yola berpamitan.
Atok Yahya mengangguk.
__ADS_1
"Assalamualaikum," kata Yola memberi salam penutup.
"Waalaikumsalam," balas Atok Yahya dan Ilham berbarengan.
Setelah panggilan vidio itu dimatikan Yola, Ilham pun segera berpamitan pulang pada Atok Yahya.
"Atok, Ilham balik dahulu," kata Ilham.
"Kau ingat pesan Atok, kau jaga Yola baik-baik dan segera selesaikan perkara perceraian kau dengan Sonia tu," kata Atok Yahya.
Ilham mengangguk.
"Ilham menurut ape kata Atok," kata pria paruh baya itu. "Ilham pamit Atok, Ilham mesti carikan Yola sate pula."
"Kau belikan dia yang banyak dan enak. Pastikan cucu menantu dan cucu buyut Atok makan yang kenyang dan enak," kata Atok Yahya.
"Mestilah Atok, Atok tak tengok ke lemaknya Yola mase ni. Hahaha ... Ilham rase dah dapat dijadikan kurban untuk Idil Adha nanti ..." gelaknya.
"Huusss!!! Tak boleh macam tu," kata Atok Yahya.
"Iyalah, Atok hanya bergurau je, Ilham pamit sekarang. Assalamu alaikum," kata Ilham.
"Waalaikum salam," jawab Atok Yahya.
Ilham sedikit mengerutkan dahinya, berpikir siappa kira-kira yang sedang berjalan tergesa-gesa seperti itu di malam-malam begini. Namun kemudian dia akhirnya memilih untuk tidak mengambil pusing karena bisa saja itu adalah asisten rumah tangga yang kebetulan mungkin sedang menyalakan kompor atau air di belakang dan ingat telah meninggalkannnya.
Meninggalkan kediaman keluarga Nirwan, Ilham pun membawa mobil yang dikendarainya menuju Jalan Raja Muda Musa. Dia telah mencari tahu dengan aplikasi mesin pencari di mana di KL tempat menjual sate khas Indonesia.
Usai mendapatkan pesanannya, Ilham pun segera pulang ke apartemen Gold Century. Ilham membunyikan bell, tak lama pintu di buka Yola langsung merebut bungkusan sate yang berada di tangan Ilham.
"Ckckck ... suami die datang, yang disambut bukan abang, tapi sate, macam mana ni?" sindirnya.
Yola terkekeh.
"Maaf, Abang Yola lapar. Kita makan bareng, yuk!" kata Yola seraya menarik tangan Ilham ke dapur.
Ilham menurut saja, duduk di kursi makan menatap Yola yang antusias menyiapkan piring dan juga sendok di atas meja. Tak lupa pula dengan gelas dan ai putih dingin yang diambilnya dari lemari es.
Tapi setelah bungkusan sate itu di buka, Yola langsung cemberut dan merengut.
"Abang ada niat nggak sih beliin?" tanyanya kesal.
__ADS_1
"Itu, abang dah beli kan?"
"Abang!!!! Berarti dari tadi abang nggak dengarin Yola ngomong apa! Nggak niat memang beliin!" tuding bumil itu kesal.
Sangking kesalnya matanya sampai berkaca-kaca.
"Abang memang nyebeliiin!!! Aaaaa ... ini gara-gara abang pulang ke rumah Atok nggak sabar pengen lihat Sonia, kan? Aaaa ... abang! Aku sebal sama abang!!!"
Hmmm??? Drama apa lagi ini? Sonia dibawa-bawa pula?
"Yola kenape lagi? Abang dah belikan pun," kata Ilham tak mengerti.
Kini Yola menangis makin kencang.
"Aku minta sate padang Abaaaang!!! Huuu ...uuuu ... Ini sate madura! Abang memang nggak ada niat beliin memang! Abang jahatnya!!! Huuu .... padahal aku udah lapaaar ..."
Heuh? Ilham memeriksa sate yang dibelinya.
"Sayang, abang lupa tanyalah, ape ni sate padang atau bukan, memang bezanye ape?" tanya Ilham bingung.
"Ya beda donk! Sate padang ya khas padang, sate madura ya khas madura. Beda kuahnya. Aku lagi pengen makan sate padang, gimana iniiii? Huuuu ... abang tega! Nggak sayang sama isteri sama anaknya memang!" tuding Yola sambil mengusap air matanya. Hidung, mata dan pipinya bahkan sampai memerah.
Ilham menghela napas berat. Ya salah lagi ...
"Abang belikan lagi macem mana?" kata Ilham menawarkan.
Yola masih saja sok jual mahal.
"Nggak usah, biar aja aku kelaparan! Abang senang kalau aku mati kan?"
Ilham memutar bolanya malas. Astaga! Ini persis seperti Yola kecil yang baru pertama kali dinikahinya dulu. Kemana kedewasaan yang ditunjukkannya saat bekerja sebagai Pengarah Marketing di N-one? Kemana semua wibawa itu hingga dia dijuluki Queen Devil? Yang terlihat sekarang hanya Yola kecil yang kekanakan. Drama Queen!
Ilham bangkit dari duduknya.
"Ya dah, Abang carikan lagi, hmm? Sate padang, sate padang, sate padang," kata Ilham menghapal kata sate padang.
"Aku ikut!" kata Yola. "Nanti abang salah belikan lagi!"
***
Ruwet ternyata Yola ni guys. Btw, kalian yang ikutin kelanjutan season 2 i love you dr. gagu sabar ya nunggu kelanjutannya. Novel yang itu karena genrenya medis butuh referensi yang lebih nulisnya.
__ADS_1
Btw, jangan lupa like dan koment yak...