
"Kau kenape?" tanya Ilham pada Leon yang matanya sedang membelalak lebar itu.
"Tak, tak ape," jawab Leon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ilham mengernyitkan keningnya. Jelas-jelas kalau Leon sedang gugup. Dan Ilham tahu Leon sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tetapi apa? Ilham berpikir, akan percuma memaksa Leon berbicara. Leon adalah orang yang teguh pendirian. Jika dia telah bertekad ingin menyembunyikan sesuatu, maka sampai titik darah penghabisan pun dia akan menutup mulutnya.
"Esok kite berjumpe kawan kau tu," kata Ilham.
Leon masih mematung.
"Leon!!!" panggil Ilham.
"Haa? Oh, iya ... baiklah," kata pria itu.
Hingga percakapan itu usai, Leon masih terlihat mematung.
"Ade yang kau pikirkan?" tanya Ilham.
"Tak de," jawabnya.
****
Pada malam harinya, di sebuah rumah besar tempat Lucas tinggal selama di Kuala Lumpur, nampak pria kepala enam itu tengah mengambil sejumput tembakau kalengan dan menaruhnya di pipa cangklong.
Di hadapannya ada seorang gadis muda berambut pendek yang sedang menunggu Lucas selesai memasukkan tembakau pada pipa cangklong itu. Gadis itu terlihat tidak sabar, bak seekor anjing pudel yang sedang menunggu majikannya memberinya makanan. memberikan yang sudah bisa ditebak itu siapa. Dialah Yuri.
"Yuri!" Lelaki itu menyebut namanya.
__ADS_1
Yuri dengan sigap langsung tanggap merespon panggilan itu.
"Iya, Pak?" sahutnya dengan senyum girang.
Lucas tersenyum tipis dan menyerahkan pipa cangklong itu pada Yuri. Yuri menerimanya. Kemudian setelah itu lucas pun tak lupa mengambil korek api kayu (geretan) untuk kemudian dan meletakkannya di meja tepat di hadapan Yuri.
"Cobalah, itu tembakau terbaru dari Brazil. Kualitasnya jangan kamu ragukan," kata pria itu.
Yuri dengan cepat menerima rokok pipa cangklong itu. Dengan cepat ia meraih kotak korek api di atas meja dan menggesek sisi kotak dengan ujung batang korek hingga muncullah percikan api. Yuri pun mulai membakar tembakau pada ujung pipa cangklong. Lalu mulai menghisap cangklong itu perlahan. Yuri terlihat menikmati sekali merokok saat menyesap ujung cangklong kayu itu dan tak lama menghembuskan asapnya dengan lembut ke udara.
"Gimana? Enak, kan?" tanya Lucas.
Yuri mengangguk-angguk senang. Tetapi saat ini dia sangat fokus menyesap asap rokok cangklong itu sehingga kirang peduli dengan yang lainnya.
"Kalau kamu mengerjakan tugasmu dengan baik, aku akan memberikannya lagi untukmu sebagai bonus. Yuri, kamu jangan sampai memberikan kesempatan bagi bocah itu untuk menang. Kamu mengerti?" kata Lucas sembari memperhatikan wajah Yuri yang terlihat nikmat dengan hanya merokok cangklong.
"Hmmm," jawab Yuri menanggapi kata-kata Lucas.
"Maksudnya Hafiz?" tanya Yuri dengan nada terkesan meremehkan.
"Hmmm ...," Lucas mengiyakan.
"Tak ada rencana," kata Yuri menjawab pertanyaan Lucas sebelumnya.
"Tak ada rencana bagaimana? Waktu untuk mendapatkan konsep brand Iora Mart hanya sebentar. Jika kamu tidak ada rencana dari sejak awal, bagaimana kamu bisa menang? Bagaimana kalau Hafiz yang pada akhirnya akan menangkan kompetisi ini? Yuri, kamu tahu, aku sudah melakukan banyak hal untuk dapat menyusup ke dalam perusahaan N-one," kata Lucas memperingatkan. "Aku tidak mau gara-gara kecerobohanmu dalam meremehkan sesuatu kita kalah kali ini."
Yuri tersenyum sambil menghisap cangklong itu sekali-sekali.
__ADS_1
"Apa yang bapak khawatirkan? Jika tugas yang diberikan Ilham hanya hal sekecil itu, apa yang perlu dicemaskan? Hanya mencari tahu konsep seperti apa yang akan dilaunching oleh Iora market. Itu hanya perlu mencari tahu siapa designer mereka atau orang berwenang yang menyimpan logo itu. Kita akan memberikan sejumlah uang pada mereka untuk membocorkan konsep yang mereka punya. Jika melakukan itu pun tak membuahkan hasil, untuk apa bersusah-susah? Saya sendiri yang akan mencurinya," kata Yuri dengan sangat yakin dan lenuh percaya diri.
"Masalah curi mencuri sepertinya kau memang sudah ahlinya, ya? Ahahahaha ...." gelak tawa Lucas terdengar membahana di ruangan itu.
"Saya belajar banyak dari Bapak," kata Yuri tersipu.
Lucas tersenyum menyeringai.
"Bagus, tetapi jangan gegabah. Aku yakin Ilham dan istrinya itu saat ini juga sedang memikirkan trik bagaimana agar Hafiz bisa menang di babak ini," kata Lucas lagi.
"Bapak jangan khawatirkan itu. Aku yakin Yola tidak akan membiarkan Hafiz bermain licik seperti kita. Perempuan itu memang selalu sok suci, sok berada di jalan yang benar sedari dulu. Padahal kekayaan kakeknya yang selalu dinikmatinya sedari dulu itu saja berasal dari sesuatu yang licik juga, hahaha," Yuri tertawa tergelak sekarang. "Benar-benar anak yang berada dalam naungan dewi fortuna."
Lucas lagi-lagi tersenyum tipis. Sepertinya dia tak perlu usaha yang keras untuk memprovokasi Yuri agar mau bertindak lebih tega pada Yola, sahabat lamanya itu.
"Bagus. Setelah kamu berhasil diangkat menjadi ketua pengarah atau CEO di N-one Grocery, akan mudah bagi kita untuk mengakuisisi perusahaan itu. Kita memerlukan N-one untuk memperlebar Black Pearl hingga ke Malaysia," kata Lucas. "Di Indonesia sendiri sudah ada PT. SURYA BERSINAR. Meski perusahaan itu belum sebesar N-one, tetapi untuk awal bisa kita jadikan sebagai alat untuk memasukkan Black Pearl ke sana. Perusahaan itu jarang ada yang memperhatikan," kata Lucas merasa senang dengan pemikiran dan rencana yang telah lama dia rancang.
Black Pearl adalah nama sindikat mafia international sekaligus brand obat-obatan illegal yang Lucas dan jaringannya kembangkan di Kamboja. Black Pearl sendiri terdiri dari berbagai macam jenis produk. Salah satunya adalah plankton, zat aneh yang diciptakan oleh ahli kimia dan ahli farmasi yang mengabdikan diri pada sindikat itu dengan upah yang dibayar fantastik untuk setiap produk yang mereka ciptakan.
Lucas sendiri adalah pemimpin dari jaringan international itu dan menamai sindikatnya dengan nama Black Pearl dikarenaka terinspirasi dengan kapal fiksi dalam film Pirates of The Carribean, film yang bertemakan bajak laut dengan tokoh "Jack Sparrow" yang melegenda.
Pengalaman pribadi pernah menjadi bajak laut meski pun sekarang dia telah pindah haluan membuat Lucas menyukai hal-hal yang berhubungan dengan bajak laut, termasuk satu di antaranya suka dengan tokoh Jack Sparrow dan kapal fiksi black pearl. Itulah sebabnya Lucas memilih nama itu untuk jaringan dan sindikatnya
Mengingat hal-hal yang berbau bajak laut membuat Lucas teringat kembali pada pengalamannya saat membajak kapal Yolanda. Bagaimana dia dan semua anggotanya begitu bersemangat saat menemukan patung emas Montha Somnang yang telah mereka dapatkan informasinya jauh-jauh hari sebelumnya dan pada akhirnya semua rencana itu menjadi amburadul karena mereka semua saling serakah dan akhirnya saling khianat untuk menguasai patung emas itu. Hingga akhirnya terjadilah pertumpahan darah yang berujung patung emas yang berharga itu beserta peti yang berisi harta rampasan dibawa lari oleh Yahya dan Salim sementara mereka membuang Lucas ke laut. Siapa yang sangka kalau ternyata dia diselamatkan oleh nelayan dan hidup hingga saat ini?
Lucas mengingat semua itu menjadi geram.
"Yuri, ... apa kau melihat bagaimana cara Yahya Nirwan mati? Bagaimana? Apa dia terlihat menderita? Apa dia kesakitan?" tanya Lucas dengan sorot mata gelap.
__ADS_1
***
Hai beib jangan lupa like dan koment ya...