Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Mommy dan Daddy bikin Ape?


__ADS_3

"Abang, aku ikut!" rengek Yola saat tahu Ilham akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sonia.


"Tak payah, Sayang. Kau balik rumah sahaja dengan Ammar," kata Ilham yang terlihat sangat terburu- buru ingin segera melihat sendiri keadaan Sonia di rumah sakit.


"Tapi aku udah bawain abang makanan. Minimal makan dulu, kek!" keluh Yola dengan mimik sedih.


Ilham yang melihat raut wajah menggemaskan itu akhirnya mengalah.


"Baiklah kalau macam, abang makan sikit sahaja dahulu. Nanti abang teruskan kalau dah pulang dari hospital," kata Ilham mengalah.


Yola pun dengan wajah senang langsung menarik Ilham dan Ammar duduk di sofa ruang kerja Ilham. Dengan cekatan dia pun membuka kotak bekal yang telah dia bawa dari rumah.


"Abang, aaaa!!!" Yola membuka lebar mulutnya agar Ilham ikut menirukannya membuka mulut.


Dengan mata terpejam Ilham pun membuka mulutnya.


"Aaaa ...."


"Dad! Carefull!! Nanti ade serangga masuk kat mulut Daddy," kata Ammar senang.


Yola tertawa dan langsung menyuapi Ilham yang telah membuka mulutnya.


"Mana ade serangga kat sini. Ammar cakap sahaja kalau Ammar cemburu dengan Daddy. Iya kan? Mommy lebih sayang dengan Daddy!" pancing Ilham memancing Ammar untuk kesal lagi terhadapnya.


"Mom! Tengok Daddy!" kata bocah itu mengadukan ayahnya pada Yola.


"Abang! Jangan gitu kenapa? Kayak anak kecil aja deh," omel Yola sembari mencubit Ilham pelan.


"Hahaha ...Tak lah, sayang! Mommy mestilah lebih sayang dengan Ammar. Daddy hanye bergurau je," bujuk Ilham.


"Ammar juga donk!" kata Yola sembari membuka lebar mulutnya. "Aaaa ..."


Ammar langsung membuka mulutnya lebar-lebar begitu Yola menyuapkan makanan itu pada mulut mungilnya.


"Pandai anak Mommy," puji Yola.


Selang beberapa kali Yola menyuapi Ilham makan, pria itu pun nampaknya ingin kembali ke niat awalnya menjenguk Sonia. Dia harus memeriksa mantan istrinya yang masih sah secara hukum itu.


"Yola, abang rase segini sahaja dahulu, hmm? Yola dan Ammar balik kat rumah sekarang. Nanti kalau abang dah balik dari office, Abang lagi masakan Yola kat rumah, Oke?" pamit Ilham.


Yola rasanya berat sekali melepas suaminya itu untuk bertemu dengan Sonia. Rasanya dia tidak rela. Setidaknya kali ini dia tidak akan membiarkan Ilham lagi terjerat pada wanita licik itu.

__ADS_1


"Abang, tak bisakah suruh Leon saja yang menjenguk Sonia?" tanya Yola.


Dia tak hanya merasa tak rela sekarang. Tapi hormon bumil ini sekarang juga membuat dia merasakan cemburu yang kuat pada wanita itu.


"Yola ..." Ilham berusaha membujuk sang istri.


Ilham sungguh mengerti apa yang dirasakan Yola saat ini.


"Abang hanya sekejap je. Ini penting, Sayang. Abang harus tengok sendiri macam mana kabar Sonia mase ni. Abang tak nak dia memanipulasi sakit dan keadaan dia demi agar dapat mengikat abang lagi. Yola paham tak?" tanya Ilham sambil tangannya membelai lembut rambut Yola yang dibiarkan tergera begitu saja.


"Hmm ... Ya udah deh," kata Yola meski agak kecewa. "Ammar, Can you hug Mommy?"


Bocah itu menatap Yola sekejap namun kemudian dia menurut dan memeluk Yola. Tangannya memeluk pinggang sang Mommy sementara wajahnya terbenam dalam pelukan hangat Yola.


"Abang Ammar pejam sekejap matanya! Tak boleh lihat kat sini, okay?" perintah Yola membuat bocah iu makin tak mengerti dan mendongakkan wajahnya untuk bisa melihat wajah Yola.


"Kenape tak boleh, Mom?" tanya Ammar polos.


"Karena Mommy nggak mau kamu berubah jadi Devil, makanya kamu tutup mata, ya!" suruh Yola.


Meski Ammar masih ingin bertanya banyak tapi akhirnya tak urung dia mengangguk juga.


"Baiklah kalau macam tu, Ammar akan pejam mata," katanya sambil masih tetap memeluk Yola.


"Hmmm? Ape?"


"Kurang dekat, Abang!"


Ilham mengira Yola menyuruhnya mendekat untuk membisikkan sesuatu padanya. Namun ternyata istrinya itu malah menarik dasinya, sehingga kini wajah mereka saling berhadapan dan mendekat sempurna.


Tak sempat bertanya apa pun, Ilham tak menyangka kalau ternyata Yola melakukan hal seperti itu agar bisa mencium bibirnya. Dan jadilah keduanya saling berpag*t satu sama lain, saling mencecap rasa penuh cinta yang membuat keduanya semakin mabuk dan terbuai oleh manisnya ciuman itu.


"Mom??!!!"


Ammar yang berada di tengah mereka dan memejamkan mata masih dalam posisi berada di dalam pelukan Yola bahkan hampir terlupakan.


Yola merasa cukup dengan ciuman itu dan ingin melepaskan diri dari Ilham, tetapi lelaki itu nampaknya belum ingin menuntaskannya. dan kini Ilham malah ikut menutup mata Ammar dengan tangannya sembari bibir dan lidahnya masih asyik bermain- main dengan ciuman mesranya bersama Yola.


"Abang, sudah!" Yola akhirnya mendorong Ilham.


"Kau yang mulai lebih dahulu," kata Ilham dengan napas memburu.

__ADS_1


Yola tak habis pikir dengan Ilham. Gila! Bisa- bisanya mereka berciuman panas di situ, sedang masih ada Ammar di tengah- tengah mereka. Tadinya Yola berniat hanya memberikan sebuah ciuman singkat agar Ilham mengingatnya saat bertemu Sonia nanti. Tetapi siapa sangka lelaki itu sampai menggila seperti itu.


"Abang kat tandas dahulu," pamit Ilham.


Sepertinya dia perlu membereskan perbuatan Yola yang membuat dirinya kini merasa on fire. Benar- benar wanita penggoda!


"Hmm ..." gumam Yola.


Selepas Ilham pergi, Yola pun melepas pelukan Ammar darinya.


"Mom, Mommy dan Daddy bikin ape tadi?" tanya anak itu dengan manik matanya yang lugu.


Yola menjadi tersipu atas pertanyaan putranya itu. Untung saja Ammar tak melihat perbuatan mommy dan daddy-nya yang sungguh membuat malu itu.


"Nggak ada apa- apa, sayang. Ammar lanjut makan, ya. Mommy suap.Habis ini kita pulang," jawab Yola sebelum Ammar lebih banyak bertanya yang membuat dirinya tidak bisa menjawab nanti.


Meski masih heran, bocah itu mengangguk.


***


"Dokter, ade ape dengan Sonia?" tanya Ilham yang melihat istri di atas kertasnya itu dengan mata terbuka namun tak kaku seperti tak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Kau masih bertanye ade ape?! Sonia macem ni kerana kau!!! Kau tak tengok ke, die menjadi lumpuh kerana selamatkan gundik kau tu??!!!!" teriak Ibunya Sonia marah.


Ilham nampak menahan geram mendengar hinaan mertuanya itu terhadap Yola.


"Yola isteri aku, bukan gundik! Tolong jaga cakap mama tu!!" kata Ilham memperingatkan.


"Kau masih nak belakan perempuan lacur tu? Kalau bukan gundik, kau dan die ade surat perkahwinan ke? Kau berkahwin dengan dia di saat Sonia macam ni!! Kau dan wanita tu betul- betul tak berperasaan!!!" jerit Mamanya Sonia.


Ilham masih ingin membalas ucapan Raudah andai sang dokter tak melarang dia melakukannya.


"Tuan, harap tenang sikit. Puan ni sedang sakit. Tak baik begaduh macam ni," tegur sang dokter.


Ilham menghela napas, mencoba untuk lebih bersabar.


"Baiklah, Dok, kalau boleh tahu, ape penyebab dia menjadi lumpuh macam ni? Dia hanya terkena peluru kan? Macam mana boleh sampai lumpuh?"


****


Selamat pagi reader JDM, maaf updatenya telah. Sinyal wifi rusak terpaksa harus beli kuota internet pagi ini.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya ...


__ADS_2