Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Kembali ke Apartemen


__ADS_3

"Tak payah, Ammar. Ammar kat sini sahaja dengan Grandma, hmm?" bujuk sang nenek.


"Tak nak! Ammar nak sama-sama dengan Mommy," rengek bocah itu.


"Sayang ..." Yola jadi terharu dan merentangkan tangannya lebar-lebar agar Ammar datang ke pelukannya.


"Ammar mau tinggal dengan Mommy?" tanya Yola.


Ammar mengangguk khas bocahnya yang selalu terlihat menggemaskan.


"Mamah, Ammar Yola bawa tinggal di apartemen aja, ya," pinta Yola memelas. "Please ..."


Zubaedah mendesah. Entah mengapa dia merasa ibu dan anak itu sama-sama memiliki kesamaan saat merengek manja.


"Tak boleh," jawab Mama Zubaedah. "Ammar kalau pagi mesti ke Tadika. Kalau di apartemen, siape nak hantar die? Kalau siang, siape pula nak jemput? Ilham takkan punya kesempatan menghantar dan jemput Ammar. Kalau kat sini, Atokmu ade driver nak hantar dan jemput Ammar."


Yola menjadi manyun mendengarnya. Hal itu dilihat oleh Ilham.


"Mah, Mamah kate Mamah balik dari Johor kat sini kan nak kawani Yola selama dia mengandung. Ape salahnya kalau Mamah ikut pula dengan Ilham ke apartemen? Yola pun ade yang bantu uruskan Ammar. Jadi tak payah menanti Saidah balik kampung. Dan kalau masenya dia nak ke tadika, Mamah talipon sahaja Pak driver-nya Atok tu. Begitu pun kalau nak jemput pula," kata Ilham memberikan usulan.


Zubaedah menarik napas panjang.


"Kalau macam tu tak adelah yang jage Atok kau nanti," kata Zubaedah mengkhawatirkan ayah mertuanya itu.


"Siape yang kalian nak jage? Kat sini ade banyak pembantu rumah. Kalau Atok butuh sesuatu, Atok bolehlah minta bantuan mereka."


Atok Yahya berpaling ke Zubaedah.


"Jom kau pergilah kawani Yola dan Ilham di apartemen. Tak mengape. Lagi pula siape yang nak celakakan orang tua ni? Tak ade. Tak payah risau. Ayah ni baik-baik sahaja," kata Atok Yahya menenangkan menantunya itu.


Dari koridor kamar, Melisa dengan jelas bisa menguping semua pembicaraan keluarga Nirwan itu. Hatinya antara senang antara tidak mendengar Yola dan Ilham akan pindah ke apartemen. Jika mereka semua pindah dan yang tersisa hanya Tengku Yahya Nirwan, itu akan memudahkannya mencari tau apa yang diinginkan oleh Mr. Y dari pria tua itu.


Namun melisa juga bingung kalau semua minggat khususnya Yola dan Ilham, bagaimana dia akhirnya bisa menyelidiki tentang cucu dan cucu menantu keluarga Nirwan itu? Sungguh perkare yang tak mudah, keluh Melisa dalam hati.


"Tak boleh macam tu, Ayah. Ilham, Yola, kalau kalian nak pergi kat apartemen, pergi sahaja. Ammar kat sini sahaja dengan Mamah. Pabile cuti, barulah Ammar boleh bermalam di apartemen Mommy dan Daddy. Oke, little buddy?" kata Zubaedah pada Ammar yang langsung dengan tegas ditolak oleh bocah itu.


"Tak nak! Ammar nak bersama daddy, nak bersama Mommy, Grandma! Huuuuuu ...." tangis Ammar.

__ADS_1


Bocah itu menghentak-hentakkan kakinya untuk menunjukkan kekesalannya pada keputusan sang nenek.


Yola buru-buru memeluk Ammar.


"Ammar, ya sudah. Kamu tinggal di rumah Atok aja, ya. Besok siang kalau Ammar udah pulang dari tadika, Ammar minta pak cik driver antar Ammar ke apartemen Mommy, oke?" bujuk Yola sambil mengelus-elus kepala Ammar.


Membujuk Ammar membutuhkan waktu beberapa saat hingga akhirnya Yola menemaninya tidur. barulah Yola dan Ilham berangkat kembali ke apartemen.


Sonia yang tahu pertengkaran sepasang pasutri itu dalam diam hanya bisa memendam rasa sakitnya.


Sore itu setelah Ilham meninggalkannya di taman, Melisa pun segera kembali untuk menjemput Sonia masuk ke dalam rumah.


Sonia bisa mendengar dengan jelas pertengkaran Yola dan Ilham dari dalam kamar dan bagaimana Yola memberi pilihan pada Ilham, siapa yang dia pilih antar Sonia dan Yola. Dan bodohnya, sampai akhir Sonia masih berharap andai Ilham memilihnya.


Dan yang terjadi adalah kebalikannya, tentu saja. Ilham pastilah memilih Yola. Dan kini pria itu bahkan memboyong Yola kembali ke apartemen tanpa sedikitpun menghiraukan dia. Dan kini dia tak tahu nasibnya esok hari. Akankah Ilham akan setega itu menceraikannya?


"Abang, aku tidur di kamar yang ini, abang di kamar yang biasanya aja," kata Yola begitu mereka sampai di apartemen milik Ilham di Gold Century.


"A-ape?" Ilham terlihat terkejut.


"Aku malas sama abang!"


"Abang kan masih ada Sonia di rumah Atok, sana peluk-peluk dia aja!"


Ilham menghela napasnya berat. Kecemburuan bumil ini tak bisa dianggap remeh. Tetapi dari pada dia bertengkar lagi dengan Yola sebaiknya dia mengalah saja.


"Baiklah kalau macam tu ...." gumamnya.


"Abaaaaang!!!! Teganya !!!!" teriak Yola marah.


Wanita itu langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil bantal guling dan memukuli Ilham dengan bantal itu.


"Eh, Yola! A-ape ni? Aw!!! Kau ni kenape?!!!"


Ilham berusaha menghindar dan menangkis pukulan Yola itu.


"Abang mau peluk-peluk Sonia, kan?!! Teganya!!! Jangan harap itu akan terjadi. Abang nggak boleh kemana-mana, tau nggak!!!"

__ADS_1


"Eh, siape yang ..."


Ya Tuhaaaan .... apa yang terjadi dengan bumilnya ini? Dia salah paham terus. Siapa yang bermaksud ingin pulang ke rumah atok dan memeluk- meluk Sonia? Dia berkata 'baiklah,' maksudnya dia setuju untuk mereka pisah kamar demi menghilangkan kegelisahan Yola. Tapi kalau seperti ini ...


"Ya dah, ya dah. Kite tidur di kamar yang sama. Abang tak nak peluk-peluk Sonia. Abang hanye akan peluk-peluk Mommy Yola sahaja," kata Ilham sembari menarik Yola yang kebingungan masuk ke dalam kamar.


Yola menghentikan serangannya.


"Ihhh, pedenya. Aku bilang kita tidurnya di kamar terpi ..."


Belum selesai Yola berbicara, Ilham telah membungkamnya dengan sebuah ciuman yang manis dan menggairahkan. Dia telah lelah mendengar omelan istrinya ini sejak tadi sore di rumah Atok.


Yola tampak larut dalam ciuman penuh gairah itu hingga akhirnya Ilham menghentikan aksinya. Dia bingung antara ingin lanjut ke tingkat yang lebih atau tidak. Bisa-bisa Yola nanti ngamuk-ngamuk lagi padanya.


"Kenapa berhenti?" protes Yola.


"Yola nak lanjut ke?" tanya Ilham hati-hati.


Yola menunduk malu.


"Hmmm," dehemnya mengiyakan.


Yola bertekad tak akan membiarkan Ilham jatuh ke pelukan wanita lain lagi.


Ilham tersenyum senang melihat sang istri yang terlihat jual mahal tapi mau itu. Lantas tak lama keduanya telah larut kembali dalam aktivitas penuh cinta seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya.


***


Hafiz baru saja selesai menjemur pakaiannya di balkon saat mendengar isak tangis seseorang dari apartemen sebelah, apartemen Ilham dengan penasaran dia akhirnya melongok dari pembatas balkon itu dan melihat Yola yang sedang duduk di kursi balkon dan menangis.


"Yola???!!!" panggilnya heran. "Kenape kau menangis?"


"Ehsan .... Huuu .... A- abang mau rujuk lagi dengan Sonia. Gimana denganku? Anak dalam perutku nanti gimana, Nduuut??? Huuuu ...."


Yola semakin mengecangkan tangisannya. Membuat Hafiz jadi bingung. Apa yang terjadi?


***

__ADS_1


Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah yang sedang direncanakan Yola, guys?


Like dan komentarnya jangan lupa ya ...


__ADS_2