Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Flashback Hafiz (3)


__ADS_3

"Betul ke ape yang dia kate tu, Mah? Siape Andini?" tanya Hafiz dengan hati yang kacau.


Selama belasan tahun kehidupannya, tak pernah sekali pun Hafiz menyangka akan ada hal seperti ini dalam hidupnya.


"Mamah, siape Andini? Kenape perempuan ni cakap Hafiz adelah anak yang dipungut?" desak Hafiz.


"Kerana kau memang anak yang dipungut! Kau bukan siape- siape di keluarga Nirwan. Dah paham? Kalau dah paham, baik kau pergi dari sini. Usah bikin keributan!" tukas Sonia ketus.


Zubaedah sebenarnya geram. Tetapi memperpanjang masalah ini di sini hanya akan membuat keributan ini semakin berlanjut.


"Hafiz, jom ikut Mamah. Nanti Mamah akan ceritakan semua pada Hafiz, ya?" kata Zubaedah sambil tetap membujuk anak bungsunya itu.


Hafiz merasa linglung akan keseimbangan dirinya. Mamah yang disangkanya adalah mamanya selama ini ternyata bukan mamanya? Juga Abang, atok dan apa pun yang dimilikinya sekarang?


Setelah acara pernikahan Ilham itu selesai, Mamah Zubaedah membawa Hafiz kembali pulang ke Jakarta. Sesampai di sana pulalah, Hafiz akhirnya mendengar langsung dari Mamah Papahnya tentang riwayat hidupnya. Bahwasanya dia hanya anak angkat keluarga Nirwan.


"Mase tu Mamah sangat terpukul kerana kehilangan Andini, hingga mama kandungmu datang untuk nak tawarkan Mama angkat kau sebagai anak Mamah. Kau tak boleh salahkan Mamah kandungmu pula. Kehidupannya mase tu sangatlah susah. Ditambah lagi anak- anaknya yang banyak sementara dia tak de pula suami nak bantu carikan nafkah. Jadi Mamah kasihanlah, Mamah angkat kau sebagai anak Mamah sendiri, sama dengan Papah dan juga Abang Ilham anggap kau sebagai bahagian keluarga Nirwan," kata Mamah Zubaedah.


"Lalu siape Mamah Hafiz yang sebetulnya?" tanya Hafiz sedih.


"Kau tak payah tahu. Dia tak de di KL lagi. Kau hanye anak Mamah saat ni, dan untuk nanti bahkan selamanye," kata Zubaedah.


Beberapa hari sejak kejadian itu Yola dan Hafiz akhirnya bertemu di sekolah. Melihat penampilan Yola yang kusut, mata bengkak, kurus membuat Hafiz tak punya muka untuk berhadapan langsung dengan gadis itu. Sedapat mungkin dia selalu menghindari Yola. Dan nampaknya gadis itu pun melakukan hal yang sama, yaitu menghindari Hafiz bahkan Mamah Zubaedah yang setiap datang ingin menjemput Hafiz.


Situasi itu terjadi hampir beberapa bulan hingga di suatu pagi saat upacara bendera berlangsung, Yola tiba- tiba pingsan dan dibawa ke UKS. Dari pemeriksaan dokter UKS, seluruh sekolah akhirnya tahu kalau gadis yang selalu menjadi siswi most wanted itu kini sedang mengandung.


Semua orang yang tadinya mengelu-elukan dia, berbalik menghujat, dan membully Yola. Orang tua Yola pun akhirnya dipanggil untuk menjelaskan perihal itu.


"Oh my God!!! Kalian tahu si cewek bunga sekolah yang sok kecakepan itu, siapa tuh namanya Yolanda? Tekdung dia, gaes! Ckckck ... nggak tau ternyata itu anak bispak. Hahaha ... makanya kalian tuh jadi cowok jangan cuma lihat seseorang dari luarnya aja. Mentang- mentang cakep kalian langsung ngejar- ngejar dia dan memandang dia kayak putri raja aja. Sekarang lihat tu cewek yang suka kalian puja- puja," kata salah seorang siswi sekolah itu sambil memonyongkan mulutnya ketika melihat Yola baru datang di antar.

__ADS_1


Seketika pandangan mereka langsung teralihkan pada kehadiran Yola.


"Eh, tapi aku dengar- dengar diam- diam kan dia udah nikah. Papanya yang ngomong pada Kepsek kemarin. Aku sih nggak sengaja dengar waktu aku lagi bantu Bu Dina bawakan berkas- berkas ke Kantor Kepsek," kata seseorang dari mereka.


"Alaaaah, terus kamu percaya gitu? Yola itu Papanya kaya dan mereka dari keluarga terpandang. Masuk akal menurutmu kalau orang tuanya mengawinkan anaknya di bawah umur? Demi apa? Nggak mungkin demi duit, kan? Palingan itu mah cuma alasan Papanya aja tuh untuk pengalihan isu. Biar nggak ketahuan kalau anaknya itu hamil di luar nikah," tuduh yang satunya lagi.


"Eh, eh lihat tuh si Robby!"


Keempat anak yang sedang asyik menggunjing itu melihat ke arah yang ditunjuk oleh temannya.


Robby, salah seorang siswa kelas 3 yang terkenal berandalan datang menghadang Yola yang sedang menuju kelasnya.


"Hallo Yola cantik!!" sapa Robby menghadang jalan Yola.


Yola berusaha mencari jalan lain, tapi lagi- lagi Robby dan temannya menutup jalan untuk Yola.


"Kak, aku mau masuk kelas dulu. Aku mau lewat," kata Yola gugup.


"Aku udah sarapan di rumah tadi. A-ku please .... Aku mau lewat, Kak!" kata Yola setengah memohon.


Robby bukannya memberikan Yola jalan, malah kini dia malah maju selangkah demi selangkah mendekati Yola hingga Yola terpojok di dinding.


"Sok jual mahal, heh?" Robby merapatkan tangannya di antara dua sisi kepala Yola hingga gadis itu terperangkap di dinding. "Kau menolak jadi pacarku tapi malah hamil di luar nikah kayak begini. Kalau memang yang kau inginkan laki- laki yang bisa memuaskan wanita aku juga bisa! Kenapa harus jual mahal?


Yola menunduk takut dan malu. Dia tahu berita kehamilannya sudah tersebar di seantero sekolah ini.


"Kak ... to- tolong. Biarkan aku pergi," kata Yola memohon.


Dia tak lagi dihargai di sekolah ini. Tentu saja, Yola pun tahu itu. Semua orang memandang rendah dirinya.

__ADS_1


"Mau kulepaskan?" tanya Robby.


Yola mengangguk.


Robby mendekatkan wajahnya ke telinga Yola hingga pipi mereka nuaris bersentuhan.


"Asal jalan denganku sepulang sekolah nanti. Kita bersenang- senang dulu. Gimana?" bisik Robby lirih. Namun masih bisa terdengar jelas oleh orang di sekitarnya.


Rasanya Yola ingin menjerit sekencang- kencangnya agar ada yang sudi menolongnya dari situasi itu. Andai ini adalah situasi biasa dia akan menampar kakak kelasnya yang kurang ajar itu. Tapi lihatlah, semua teman- temannya yang lain yang sedang melihat dia dibully oleh Robby malah seperti senang melihatnya diperlakukan seperti ini. Kemana mereka yang dulu suka cari- cari muka padanya? Sekarang Yola merasa insecure di lingkungan sekolahnya sendiri.


"Kak, aku mau pergi!"


Yola berusaha merunduk dari bawah tangan Robby untuk lepas dari target lelaki itu. Tapi Robby sigap menangkap tangan Yola, dan malah menarik pinggang adik kelasnya itu merapat padanya. Dan itu membuat Yola spontan menampar Robby.


"Kak!! Jangan macam macam, ya! Aku cuma ingin masuk ke kelas!" teriak Yola melawan.


Robby terkejut mendapat tamparan itu dari Yola. Dia langsung mengusap pipinya dan dengan geram menangkap Yola.


"Dasar j*lang!! Nggak usah sok jual mahal kenapa? Memang kalau main sama kamu harus bayar berapa sih?" katanya sembari mencengkram kasar lengan Yola.


"Lepas!!"


Yola meronta- ronta ingin melepaskan diri. Dan di saat- saat genting itu, ada Hafiz yang kebetulan juga baru datang melihat kejadian itu.


Entah karena emosi melihat Yola diperlakukan seperti itu tiba- tiba Hafiz mengambil pot bunga yang berada di teras sekolah dan memukulkannya ke kepala Robby!!!


Buggghhhh!!


"Lepaskan, Yola biadap!!!"

__ADS_1


****


Like dan komentarnya dulu guys.... Ini masih flashback ya!


__ADS_2