Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Gombal


__ADS_3

"Wanita mane yang korang cakap murahan??!!" tanya Atok Yahya geram.


"Atok ...." tegur Yola lembut.


Dia tidak mau harus sampai membuat Atok Yahya terlibat dan malah berdampak lebih parah dari yang dia buat.


Berliana tampak menciut mendengar teguran keras langsung dari orang nomor satu di N- one ini. Tengku Yahya Nirwan, pemilik perusahaan sebesar N- one Grocery yang bahkan bertemu muka saja sulit bagi orang biasa sepertinya, tapi kini pria tua itu tengah melotot marah padanya.


Yola segera melepaskan pelukannya pada Ammar dan kini mendekat pada Atok Yahya. Menantu keluarga Nirwan itu buru- buru merangkul sang Atok dan membumbingnya ke kursi yang ada di ruangan Nadira.


"Atok, jangan pusingkan masalah ini, ya ... Yola bisa kok mengatasi hal ini," bujuk Yola.


"Kau tak tengok ke macam mana pegawai tak tahu adab ni memperlakukan kau, Yola?" tanya Atok Yahya dengan raut wajah marah.


"Iya, Atok iya," jawab Yola sambil tertawa kecil.


Yola selalu merasa kalau Atok Yahya sangat menyayanginya meskipun mereka tidak pernah benar- benar dekat.


"Kau ni isterinya Ilham, kau mestilah tegas dan tak boleh ditindas oleh orang lain macam ni," omel Atok Yahya lagi.


Kedua pegawai itu lagi- lagi tercengang atas perkataan Atok Yahya yang mengatakan kalau dirinya adalah istrinya Ilham.


"Ya ampun, Atok ... Yola ni di N- one sini bahkan sampai dapat gelar Queen Devil. Yola harus setegas apa lagi coba? Bisa- bisa nanti Yola bakal dapat julukan ratu dari neraka lagi," canda Yola.


"Tak payah pusing, kalau ade yang cakap kau macam tu kau tinggal beri surat resign sahaja. Macam kedua pegawai ni. Nadira, kau turuti sahaja ape yang jadi perintah Yola. Kelak Yola pun yang akan mendampingi Ilham untuk uruskan semua masalah N- one. Kebijakan yang dia buat sama sahaja dengan ape yang saye perintahkan," titah Atok Yahya.


"Atok ...." protes Yola lagi.


"Baiklah Tuan Presdir. Saye akan lakukan sesuai dengan ape yang pengarah marketing katakan," kata Nadira.


"Kalau macam tu Atok balik kat rumah dahulu," kata Atok Yahya.


"Cepat banget pulangnya, Atok?" protes Yola.


"Atok kat sini hanye nak tengok N- one sekejap sekaligus nak mintakan ijin pade Ilham agar memperbolehkan Papamu membawa Ammar berapa hari ke Jakarta," kata Atok sambil berdiri.


"Abang mengijinkan Atok?" tanya Yola cemas.


"Mestilah dia ijinkan kalau Atok yang meminta. Lagi pula ini juge merupakan janji Atok pada Yola, kalau Atok akan memberi ijin Ammar untuk dibawa untuk holiday atau cuti ke Jakarta jika kau mau bekerja di N- one," jawab Atok Yahya. "Ammar, ikut Atok, nanti petang kau akan bertolak ke Jakarta dengan Kakekmu Abimanyu. Kau perlu berkemas- kemas!"

__ADS_1


"Baiklah, Tok!" jawab bocah itu riang. "Mom, Ammar balik ke rumah dahulu!"


Yola mengangguk paham dan mengecup kening anaknya itu.


"He em. Mommy sepertinya tak bisa antar Ammar ke airport. Nggak apa- apa sayang, ya?" tanya Yola sambil menambahi kecupannya yang dalam di pipi anak itu.


"Oke, Mommy usah khawatir!"


"Ingat pesan Mommy, sampai di sana, Abang Ammar langsung peluk cium nenek uti, oke?" Yola mengacak- acak rambut Ammar.


"Oke," kini Ammar memeluk Yola dan berpaling pada perut Yola. "Lil Bro, abang Ammar nak bertolak ke Jakarta dahulu. Tak lama, sekejap sahaja. Kau jangan degil ye. Kau mesti jagakan Mommy. Kalau tak Abang Ammar boleh marah!"


Ammar mengatakan itu sambil mengelus perut Yola membuat Mommy-nya itu menjadi tersipu-sipu karena dilihat oleh orang lain.


"Baiklah Ammar Bro. Lil Bro mesti jagakan Mommy," jawab Yola dengan suara menirukan suara anak kecil.


"Moooom, itu suara Mommy," protes Ammar lagi.


Yola tertawa.


"Hahaha ... Ya sudah, Sayang. Pergilah. Atok sudah menunggu. Nanti kalau sudah sampai Jakarta, sampaikan salam rindu Mommy dengan nenek, ya!"


"Bye ...."


Sepeninggalan Ammar dan Atok Yahya, Yola kembali fokus pada kedua pegawai tadi dan Nadira.


Azizah dan Berliana memandang takjub pada wanita yang diberi gelar queen devil itu. Dalam hati mereka bertanya- tanya hubungan seperti apa sebenarnya antara Pengarah Pemasaran itu dan Keluarga Nirwan. Kalau sesuai yang mereka dengar tadi, Presiden Direktur Tengku Yahya Nirwan mengatakan sendiri kalau Yolanda adalah istri dari Ketua Pengarah N-one, yang berarti cucu menantunya sendiri. Bahkan keintiman antara ibu dan anak itu jelas terlihat bahwa Yolanda bukan hanya sekedar pelakor. Justru Ammar dan direktur marketing itu nampak sangat terlihat seperti ibu dan anak, tak seperti hubungannya dengan Sonia. Lalu sebenarnya bagaimana dengan Sonia? Bukankah dia istri Ketua Pengarah yang asli? Begitulah kira- kira yang ada di pikiran mereka.


"Sepertinya urusanku di sini sudah selesai, aku balik ke ruanganku aja sekarang," kata Yola.


Yola sudah akan pergi tapi Nadira menahannya.


"Yola!" panggilnya.


Yola berbalik.


"Hmmm?"


Dari laci meja kerjanya Nadhira mengambil ponsel Yola.

__ADS_1


"Nih, aku kembalikan kau punya talipon bimbit," katanya.


Yola mengernyitkan keningny heran. Kenapa ponselnya bisa ada pada Nadira.


Nadira menarik napas.


"Aku disuruh husband kau tercinta tu untuk curi kau punya handphone. Aku rase dia tu terlalu possesif sangat dengan kau. Takut kau kenape- kenape. Tapi setelah tengok kau macam ni, aku rasa tak payahlah terlalu khawatir dengan Queen Devil macam ni. Ni ambillah talipon bimbitmu ni," katanya sambil menyerahkan ponsel Yola.


"Memangnya kenapa?" tanya Yola sambil mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerja Nadira


"Kau tengoklah sendiri. Vidio kau dan Sonia bergaduh di bawah tadi ade yang sebarkan di sosmed. Tapi kau usah risaukan tu. Ilham dan Leon akan uruskan problem tu,"kata Nadira sambil sibuk mengetik surat peringatan dan surat resign untuk kedua pegawai itu.


Yola yang sedari tadi ingin pergi, jadi mengurungkan niatnya dan mengotak- atik ponselnya ingin melihat apa yang terjadi. Dan akhirnya dia menemukan vidio itu.


Oh my God! Kacau sekali. Bahkan tak cuma itu. Kegiatan panas dan mesranya dengan Ilham dalam mobil pun entah bagaimana bisa terekspose media massa. Bagaimana ini bisa terjadi?


"Yola, kau ade di sini?"


Tiba- tiba Ilham datang dan langsung datang menghampiri Yola. Yola langsung mematikan ponselnya.


"Hmm ... iya," jawab Yola.


"Buat ape kau kawani Nadira kat sini? Masih lebih baik kawani abang je," gurau Ilham.


"Aku sedang mengurus dua orang karyawan yang katanya mau merayu Ketua Pengarah N- one. Sekarang orangnya udah ada di sini, kalau mau rayu, rayulah," kata Yola meledek kedua karyawan di depannya itu membuat nyali keduanya menciut.


Ilham mengernyitkan keningnya tak mengerti.


"Rayu ape?"


"Mana kutahu. Kata mereka, mereka mau coba ngalahin aku ngerayu abang. Bagaimana ini abang?" kata Yola pura- pura manja.


"Mana ade yang boleh lakukan tu selain Mrs. Nirwan? Mereka tak tahu ke kalau Mrs. Nirwan ni adalah ahli nujum yang telah memberikan mantra cintanya pada Abang hingga abang ni tak boleh berpaling dari dia. Hati Ketua Pengarah ni dah pun dimiliki Puan Pengarah Marketing," seloroh Ilham lagi.


Nadira yang mendengar kedua pasangan itu saling menggombal membuat ekspresi seolah- olah ingin muntah. Sementara Berliana dan Azizah hanya saling pandang melihat sisi lain dari King Devil dan Queen Devil itu.


****


Super telat author updatenya. Maklumin ya... Banyak kerjaan di rumah soalnya. Btw, kalian yang punya aplikasi hijau jangan lupa baca dan subscribe karya baru author yang berjudul "Istri Keempat Tuan Thakur"

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya beib ....


__ADS_2