Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Ternyata....


__ADS_3

Mobil yang disetir oleh Martin pun memasuki kawasan sebuah perumahan di pinggir kota Kuala Lumpur. Segera Eva membantu Martin mengangkat tubuh Yola ke dalam rumah dan membaringkannya di ranjang.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Eva.


"Ya tunggu dia bangunlah," jawab Martin.o


Yola sendiri sebenarnya dalam keadaan sadar saat ini. Dia dan Eva masih pada rencananya. Yang dicampurkan oleh Eva ke minuman Yola bukanlah obat bius yang sudah dijadikan puyer. Eva telah menukarnya dengan serbuk gula halus. Dan seperti rencana sebelumnya Yola akan berpura-pura tidak sadarkan diri setelah meminumnya. Ini semata-mata mereka lakukan hanya untuk mengelabui Martin, seolah Eva masih tunduk mengikuti instruksi Martin.


Sesaat Martin meninggalkan Yola dan Eva untuk menelepon ayahnya. Dia harus mengatur agar Yola bisa dia bawa ke Pnom Penh tanpa menimbulkan banyak masalah.


Sepanjang Martin menelepon di luar, Yola membuka matanya perlahan dan menanyakan pada Eva. kapan dia bisa berhenti bersandiwara seolah-olah sedang tidur seperti ini.


"Sabarlah dulu. Kau bisa tidur sampai setidaknya empat jam ke depan. Kau tidurlah dulu, aku akan menjagamu," bisiknya.


Meski ragu, Yola akhirnya mengangguk meski tentu saja dia tidak akan bisa tidur seperti yang diinstruksikan Eva.

__ADS_1


"JAaangan lupa tetap jalin komunikasi dengan abang dan tim polis," bisik Yola.


"Kau tenang saja," Eva balas bisik.


Komunikasi Eva dan Yola yang diam-diam itu terhenti saat mendengar suara Martin yang sedang menelepon mulai terdengar mendekat. Yola kembali dalam mode tidur sementara Eva berpura-pura sedang menelepon Abimanyu.


"Iya, iya, Pa. Yola ada tapi dia ada di kamar mandi sekarang. He em, aku ajak dia berlibur di Alor Setar selama beberapa hari. Ya ... enggak ada alasan apa-apa sih. Dia juga cuma sekalian pengen ngecek N-one cabang Alor Setar, jadi Papa tenang aja, nanti aku akan antar Yola dengan selamat. Lagi pula, biar bagaimanapun dia adalah adikku. Apa salah kalau seorang adik menghabiskan waktu bersama kakaknya selama beberapa hari saja?"


"Siapa tahu itu bisa membuat kami dekat? Papa kan tahu hubungan kami selama ini kayak gimana?"


Dari ambang pintu, Martin bisa mendengar semua pembicaraan Eva di telepon. Dia pasti sedang menelepon Abimanyu saat ini untuk setidaknya memberi pengertian pada Ilham agar mengijinkan Yola pergi selama beberapa hari dengan Eva. Baguslah jadi dia tak perlu berbuat kasar pada wanita itu, atau sampai membunuhnya. Dia hanya perlu sedikit mengancamnya agar mau membukakan kode akses brankas besar di Pnomh Penh untuk dapat mengambil patung Monta Somnang, setelah Patung itu berhasil mereka ambil, Yola akan dikembalikan ke rumahnya tanpa kurang suatu apa pun. Itu bisa meminimalkan resiko ia akan diburu polisi internasional karena melakukan penculikan pada Yola. Ya, ya, ya .... sebaiknya begitu saja, pikir Martin.


Martin memang telah mendapat berita dari sang ayah, kalau lelaki itu telah menemukan di mana patung Montha Somnang berada. Patung emas yang selama ini hanya bisa didengarnya itu tanpa pernah ia melihat langsung kini mereka tahu di mana keberadaannya. Patung itu ada di sebuah bank tua yang terdapat di kota Pnomh Penh. Dari informan ayahnya diketahui untuk membuka brankas besar yang membuka patung Montha Somnang itu, membutuhkan sidik jari Yolanda, cucu nasabah pemilik patung itu. Konon katanya saat Yolanda kecil, dia pernah dibawa oleh kakeknya ke Pnomh Penh untuk prosedur pengambilan sidik jari Yolanda sebagai kunci akses membuka brankas digital brankar. Kelihatannya ide seperti ini dilakukan oleh Salim Gunawan hanya untuk agar bisa mengelabui orang-orang seperti Lucas yang ingin mengambil patung itu.


Semua ini berhasil diketahui Lucas dengan menebak wasiat Tengku Yahya Nirwan tentang Montha Somnang yang masih berada di kapal pesiar Yolanda. Kapal itu sudah lama tak ada, bahkan bangkainya pun telah didaur ulang sejak lama di sebuah loakan jual beli besi-besi tua. Jadi sangat tidak mungkin patung Montha Somnang itu Yahya dan Salim antar kembali ke dalam kapal.

__ADS_1


Setelah mengarahkan informan untuk mencari tahu keberadaan patung itu, akhirnya dapat diketahui dari salah seorang pegawai bank yang sangat suka membocorkan informasi dengan sejumlah uang, kalau di bank mereka ada sebuah harta tak ternilai berupa patung emas dengan berat hampir 1 kwintal yang dititipkan di bank dan tanpa pernah diambil lagi. Dari informasi pria itu pula, Lucas mengetahui kalau satu-satunya orang yang bisa membuka brankas besar itu hanya sidik jari dari cucu sang nasabah. Dan orang itu bernama Yolanda. Itulah sebab Tengku Yahya Nirwan, memberi tahu wasiatnya kalau patung Monta Somnang nasib ada di kapal. Artinya ada pada Yolanda.


"Kamu udah mengamankan keluarganya belum? Jangan sampai kita belum sampai Pnom Penh tapi kita sudah diburu duluan sama polisi," kata Martin mengingatkan begitu Eva dia lihat sudah usai meneleponnya.


"Aku belum memberi tahu Ilham sih, sementara aku minta tolong ke Papa buat ngatasin Ilham. Kan papa pengen banget tuh aku dan Yola saling menerima satu sama lain sebagai seorang kakak, padahal aslinya mah ogah banget aku!" gerutu Eva.


Martin tampak kurang tertarik soal masalah persaudaraan Eva dan Yola. Yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar dia bisa mengangkut Yola ke Pnomh Penh tanpa ada masalah yang berarti sama sekali dan menyuruh wanita itu menempelkan tangannya pada alat detektor yang bisa mengindentifikasi Yolanda sebagai pemilik dari brankas itu.


"Kita berangkat dengan penerbangan malam ini, kau bersiaplah!" suruh Martin.


"Memangnya nggak apa-apa aku dan Yola melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa paspor dan visa?" tanya Eva dengan membelalakkan matanya.


"Ayah bilang kita bisa langsung berangkat aja. Dia sudah menyewa pesawat pribadi dan mengatur agar nanti petugas di bandara tak meminta paspor dan visa. "


****

__ADS_1


__ADS_2