
Yola dan keluarga Nirwan sampai di rumah Atok Yahya menjelang sore. Mereka di sambut oleh beberapa ART.
"Wah, ada acara apa di sini?" gumam Yola dengan takjub saat melihat kondisi rumah Atok yang sangat berbeda dengan terakhir kali dia tinggalkan.
Terakhir kali Yola ke sini adalah saat kebakaran minggu yang lalu. Tak disangka rumah ini sekarang telah rapi kembali, dicat dan dihias dengan dekorasi ala pernikahan melayu. Dan ada banyak orang di rumah Atok.
"Kura-kura dalam perahu Mommy Ammar ni," jawab Ilham menimpali.
Yola tersenyum cengengesan. Tentu saja dia tahu. Atok dan Mamah Zubaedah tentunya ingin menyelenggarakan acara adat untuknya.
Sungguh dia beruntung menjadi bagian dari keluarga Nirwan. Semua orang menyayanginya di sini.
"Memang nggak tau. Memang ada acaraan apaan sih Ma, disini?" tanya Yola pada Zubaedah.
"Kite akan membuat acara adat melayu untuk menyambut Yola di Keluarga Nirwanlah. Kerana korang dah pun berkahwin dan melangsungkan ijab qobul. Besok malam kite akan langsungkan adat berinai curi habis tu pula esoknya lagi, kite pun akan laksanakan acara tepuk tepung tawar sekaligus acara berinai lebai sebelum perhelatan majlis perkahwinan," kata Mama Zubaedah menjelaskan.
"Oh, begitu ... terus kapan Mama dan abang menyiapkan ini semua? Mama sama abang kan hampir seminggu ini ada di Indo," tanya Yola.
"Sebelum kite bertolak ke Jakarta, semua dah pun prepare kat sini. Ade asisten Atok yang uruskan pasal kebakaran dan perbaiki rumah. Dan ade keluarga kite datang dari Penang dan keluarga Nirwan yang ade kat KL sini nak bantu persiapan majlis perkahwinan korang berdua ni," kata Mama lagi.
"Oh begitu. Kalau begitu Yola mau ngucapin terima kasih banyak pada Mama karena udah persiapkan semua ini untuk Yola. Padahal Yola nggak usah disambut dengan acara begini pun udah bahagia kok menjadi bagian dari keluarga Nirwan," kata Yola.
"Haiss ... kau ni cakap ape? Mase ni kau menantu Mamah satu-satunyalah. Jadi mestilah Mamah perhatikan ape-ape yang menyangkut harkat dan martabat menantu Mamah. Ini juge untuk perkenalkan kau sebagai menantu keluarga Nirwan pade semua orang," kata Mama Zubaedah.
Yola tersenyum dan mengangguk.
"Kalau macam tu kau rehatlah sekejap kat bilik. Esok kite mestilah sibuk sangat. Mamah tak nak kau merasa penat dan buat bakal cucu Mamah penat juge," kata Zubaedah.
Yola mengangguk lagi.
Yola sudah bersiap-siap ingin pergi ke kamarnya dan Ilham, tetapi saat dia berbalik dia melihat Melisa yang masuk ke dalam kamar yang ditempati Sonia.
__ADS_1
"Dia masih di sini?" tanya Yola tak suka sambil menatap Ilham.
Ilham mengangguk sembari mendekat pada Yola dan merangkul istrinya itu sebelum kemarahan Yola kembali meledak-ledak.
"He um. Yola jangan marah, ya. Abang hanya nak Sonia cepat sihat dan pulangkan dia kat rumah orang tua die. Kalau macam ni orang tua dia tak nak terima dan uruskan dia," kata Ilham mencoba memberi pengertian pada Yola.
Yola mendengus. Moodnya yang tadi bagus berubah menjadi anjlok seketika.
"Terus apa gunanya perawat abang? Kan Sonia bisa dirawat di rumah sakit? Hospital maksudku!" kata Yola mulai berang.
Ilham menghela napas dan mencoba menenangkan Yola.
"Yola usah cemas ada Sonia kat sini." Kali ini Zubaedah yang mencoba memberi penjelasan pada Yola. "Dia takkan boleh mengganggu Yola dan abang Ilham, hmm? Lagi pula nanti pun Yola dan Abang takkan duduk (tinggal) kat sini, kan?"
Kalau sudah mertuanya yang bicara Yola rasanya tak bisa membantah lagi meskipun hatinya jengkel.
"Dahlah tu. Ilham, kau bawalah Yola kat bilik untuk rehat. Kasihan cucu Mamah nanti kalau Mommy-nya penat mestilah cucu Mamah ikut penat pula," kata Zubaedah.
"Jom, Yola!" kata Ilham sembari menarik tangan Yola dan membawanya ke kamar untuk beristirahat.
"Abang! Bisa nggak sih dia nggak usah ada di sini? Aku nggak nyaman. Kalau begini mending aku balik ke apartemen aja deh!" kata Yola merajuk.
" Eh, tak boleh macam tu lah. Kau tak tengok ke macam mana usaha Atok supaya boleh buatkan kau majlis perkahwinan? Tolong hargai Atok, Sayang. Abang pun tak nak Sonia ade kat sini. Tetapi kite pula mesti jagakan ape kate orang-orang di luar sana," bujuk Ilham.
"Justru itu, Abang! Abang udah bercerai dengan dia, kenapa masih tinggal satu atap?" kata Yola sebal.
"Ya Tuhaaan... Siape yang tinggal seatap dengan dia? Abang tinggal seatap dengan Yola kat apartemen. Bukan dengan Sonialah. Sonia tinggal bersama Atok, Sayang," kata Ilham pula.
"Sama aja!" Bumil itu kembali merengut.
Baginya Sonia adalah orang lain. Dialah menantu keluarga Nirwan saat ini bukan wanita itu.
__ADS_1
"Dah lah tu. Tak payah marah-marah. Kite rehat sekejap. Nanti abang pula nak ke green house pula," kata Ilham.
"Ngapain?" tanya Yola.
"Kite akan melangsungkan acara adat berinai curi besok malam, Sayang. Jadi kite pura-pura belum berkahwin kan? Abang sementara tinggal di rumah lain. Kat green house lah. Semetara itu pula Yola ade kat sini," jawab Ilham.
Yola mengernyitkan keningnya.
"Berinai curi? Adat kayak apa itu, Abang?"
Yola kini lupa alasan yang membuat dia jadi uring-uringan tadi. Dia kini lebih fokus ke acaranya yang telah dipersiapkan Mama Zubaedah, Atok dan Ilham untuknya.
"Berinai curi itu, calon mempelai pria membuat acara berinai di rumah mempelai pria, tetapi inainya dicuri dari rumah mempelai wanita. Khusus kite, Yola nanti rumah anggap sahaja ade kat sini, di rumah Atok. Abang pula kat green house. Jadi inai kat sini dicuri untuk dipakai abang kat green house sana," kata Ilhm menjelaskan.
Yola manggut-manggut.
"Oh, gitu? Terus abang mau curi inainya kok ngomong-ngomong sama aku, Abang? Nggak Inai Curi donk namanya nanti. Hahahaha ..." kata Yola tergelak.
"Tetapi Yola bertanya tadi."
"Kenapa abang jawab? Hahaa ...." balas Yola lagi.
Ilham mencubit hidung Yola gemas. Sejak hamil mood Yola sering berubah-ubah.
"Dahlah tu!! Kite rehat sekejap. Jom sini dekat dengan Abang," kata pria itu sembari menarik sang istri ke dalam pelukannya.
***
Di dalam kamar Sonia, Melisa terlihat mondar-mandir. Hampir seminggu seluruh keluarga Nirwan berada di Jakarta. Selama itu pula Melisa berharap dia dapat mencuri kembali sisa surat di kamar Atok Yahya. Namun ternyata harapnya tak semudah dia merealisasikannya.
Asisten Atok Yahya ditambah lagi keluarga besar Nirwan yang ramai datang dari Penang ke Kuala Lumpur untuk mempersiapkan acara untuk Yola, membuat ruang gerak Melisa jadi terbatas. Dia sama sekali tak punya kesempatan untuk bisa mencari cara bagaimana agar bisa masuk ke kamar yang terkunci itu. Tetapi karena si penghuni kamar telah kembali, Melisa merasa dia akan memiliki kesempatan lagi untuk bisa menyelinap masuk ke sana. Dan dia sudah mengancang-ancang akan mencari kesempatan saat acara perkawinan Ilham dan Yola berlangsung nanti. Pasti!!!
__ADS_1
***
Hai gengs... back to konflik...btw, jangan lupa like dan komentarnya ya...