Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Sikap Mama Ratih


__ADS_3

"Kamu ngapain di sini?" Mama Ratih tiba-tiba saja telah berada di ambang pintu. Kemudian tanpa mau menunggu penjelasan dari Yola Mama Ratih pun mendekati mereka dan mendorong-dorong pundak Eva.


"Mama!!!" protes Yola nyaris berteriak.


Itu membuat Abimanyu yang berada di dalam, memutuskan keluar dan beliau sama kagetnya saat melihat ada Eva di situ.


"Eva?!" gumamnya kaget bercampur heran.


"Ayo jawab! Kamu mau ngapain di sini? Kamu mau gangguin Yolanda, iya?" tuding Ratih. "Kamu sama Mama kamu aneh ya. Nggak ada bosan-bosannya gitu pengen gangguin keluarga saya. Kamu pasti disuruh Mama kamu untuk melakukan hal yang buruk sama Yola hingga kamu datang jauh-jauh ke sini, kan?"


Mamah Ratih terus memojokkan Eva tanpa ampun tanpa mau sedikitpun memberi kesempatan pada Eva untuk menjelaskan.


"Mama apa-apaan?" Abimanyu berusaha untuk melerai sang istri yang terus menyerang Eva.


"Papa yang apa-apaan. Mau belain anak haram papa ini, iya? Ingat Pa, ingat! Yola anak kita satu-satunya. Mama nggak terima kalau dia kesini mau ngerusuhin Yola!' kata Ratih tak mau kalah.


Abimanyu memijat-mijat pelipisnya menghadapi Ratih yang selalu temperamen saat menghadapi Eva dan ibunya.


"Ini di rumah besan, Mah. Udah! Ada banyak orang disini! Mama nggak malu apa, masalah keluarga kita sampai diketahui sama semua orang. Udahlah! Eva juga kesini pasti bukan buat gangguin Yola, ya kan?" tanya Abimanyu pada Eva.


Eva mengangguk.


"Nggak! Mama nggak percaya. Jangan kira Mama nggak tahu terakhir kali Papa nyuruh Eva buat mata-matain Ilham dan Yola sampa mengirim dia ke KL sini. Mama juga tahu Papa sering ngasih Eva uang bulanan, kan? Apa itu masih kurang? Sekarang Papa nanya apa Mama nggak malu? Ngapain Mama harus malu? Memang kenyataannya kok! Harusnya dia donk yang malu sama mamanya yang ..."


"Mama!!" sela Yola cepat sebelum Mama Ratih mengatakan hal-hal yang mungkin akan menyakiti Eva. "Udah donk! Papa benar. Ini di rumahnya Atok, Mah! Malu kalau Mamah Zubaedah sampai tahu masalah keluarga kita. Lagian yang ngajakin Kak Eva kesini itu aku. Mama nggak usah marah-marah kenapa. Aneh deh. Akunya merasa biasa-biasa aja," omel Yola.


"E, eh kok jadi kamu yang marahin Mama. Terus sejak kapan dia jadi Kakak kamu, Mama nggak ridho ya! Nggak setuju Mama pokoknya, titik!"

__ADS_1


"Ya ampun Mah, udah donk! Saling damai dan memaafkan kenapa, Mamah aneh deh. Segitu cintanya mama sama papah sampai segitunya nggak mau berdamai sama masa lalu," ledek Yola.


"E, eh, makin ngolokin Mamah ni. Mama begini demi kamu. Kalau dia sampai ngerusuhin keluarga kecil kamu sama Ilham gimana? Gimana? Nih anak nggak ada ngerti-ngertinya," katanya dengan uring-uringan.


"Astaghfirullah, Mama! Suudzon ni! Katanya udah hijrah!" tuding Yola sengaja bawa-bawa agama, agar Mama Ratih tak bisa berkutik lagi.


Senjata terakhir yang Yola pakai akhirnya mempan. Mama Ratih melunak.


"Ya, bukan suudzon. Memang kenyataannya, kan?" Nada suranya sudah mulai melunak.


Yola geleng-geleng kepala.


"Yola yang nyuruh Eva ke sini, Mama.Yola butuh bantuan dia untuk bisa temukan Mr. Y. Kak Eva kenal anaknya, Martin, soalnya," kata Yola mencoba menjelaskan.


"Tuh kan bener? Dia aja kenal sama anaknya! Sudah pastilah dia ada apa-apanya garrn itu orang!" lagi Ratih tak bisa menahan tudingannya.


Yolanda memutar bola matanya malas.


"Mama nggak mau pergi! Mama mau dengar pokoknya apa yang mau kamu bicarakan sama dia!" tuntut Mama Ratih.


"Ya udah kalau gitu, Mama tenang dulu biarkan Eva masuk ke dalam, oke?" ujarnya meminta persetujuan.


Ratih mendengus kemudian dia melengos lebih dahulu ke dalam rumah.


"Kamu nggak apa-apa? Maafkan Mamanya Yola ya?" bujuk Abimanyu pada Eva.


Eva mengangguk.

__ADS_1


Abimanyu sempat melirik Yola, melihat reaksi putri tunggal yang sebenarnya adalah bungsunya itu. Selama ini dia mengabaikan Eva demi istri dan anaknya Yola. Dia tahu itu tidak adil untuk Eva, oleh karena itu, dia beritikad baik untuk mengakui sendiri pada Eva kalau dialah ayah biologis Eva yang sesungguhnya, bukan Septian, adiknya. Seiring dengan pengakuan itu pula Abimanyu juga memenuhi tanggungjawab nya yang lain, yaitu menafkahi Eva dan mencurahinya kasih sayang meski itu ia lakukan di belakang Ratih dan Yola. Dia tidak ingin menjadi ayah yang tega mengabaikan darah dagingnya sendiri sampai mati. Meski pun pada akhirnya dia juga harus menyakiti Mira, ibunya Eva, setidaknya dia tidak melakukan itu pada Eva berketerusan.


"Papa nggak minta maaf nih sama Yola?" sindir Yola ketus. "Menyembunyikan hal sebesar ini selama ini, ckckck .... Papa, Yola nggak nyangka!"


"Papa udah berusaha meminta maaf sama kamu. Kamunya aja nggak mau angkat telepon. Jual mahal sih!" Abimanyu yang biasa kalem balas mencibir putrinya itu.


"Terus sekarang gimana? Mama marah banget tuh!"


"Papa minta tolong kamulah! Cuma kamu yang bisa membuat Mama melunak. Papa mau kami dan Eva setidaknya akur," kata Abimanyu.


"Idiiih ... ujung-ujungnya minta bantuan Yola juga," cibir Yola sambil merangkul pundak Eva. Eva tak menolak.


"Sebanding. Papa juga udah merestui kamu sama Ilham, kan?" Abimanyu tak mau kalah.


"Idiiih Papa, hitung-hitungan sama Yola sekarang!"


"Suami kamu juga hitung-hitungan sama Papa!"


"Ya Tuhan, ampunilah aku, apa ini masih Papa?" gerutu Yola.


Kehadiran Eva di rumah keluarga Nirwan, meski awalnya disambut tak menyenangkan oleh Ratih, tetapi pada akhirnya wanita itu tak punya pilihan lain selain membiarkan saja Yola dan Eva berbincang. Selain karena ini bukan rumahnya, tetapi yang dia dengar dari perbincangan Yola dan Eva, bantuan dari Eva mungkin sangat berarti untuk keluarga Nirwan dan mungkin juga untuk keluarga Gunawan. Bukankah Mr. Y itu tak hanya memusuhi Tengku Yahya Nirwan? Dia juga memusuhi kakeknya Yola, Salim Gunawan. Bukankah dahulu kematian mertuanya itu juga terasa janggal? Apakah ini mungkin ada kaitannya juga dengan Mr. Y itu? Ahh, yang pasti orang itu adalah orang berbahaya. Sangat berbahaya. Tidak ada yang bisa menjamin kalau dia tidak akan mencelakai salah satu dari mereka.Jadi menangkap orang itu sudah pasti adalah pilihan yang baik. Dan hanya Eva yang mungkin bisa menjebak putranya, yang akan membawa ayahnya datang pada mereka.


****


Kalau sempat othor up lagi 1 bab lagi entar malam. Oh iya, sambil nunggu othor kalian baca juga donk karya othor yang satu ini.I love you dr. Gagu. Ini karya lama author dari jaman masih di *** dulu judulnya masih Lauhul Mahfudz , author pindahkan ke sini biar banyak yang tahu. Banyak yang bilang novel ini masih jauh lebih bagus dari JDM loh, cuma kurang promosi aja. Jadi author promoin disini aja deh. Oh iya, buat reader lamanya. Ini udah diup season barunya loh mampir yak...😘


__ADS_1



Sebenarnya mau dibikinin cover tadinya yang ini tapi takut tercyduk sama dokter aslinya 😆.... Kalian mampir yak... othor tunggu loh ...


__ADS_2