Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Rencana Honeymoon


__ADS_3

"Kamu sepertinya nggak senang aku datang ke sini," kata Eva saat mereka sedang berada di dalam mobil Nadira yang dipinjam Yola untuk menjemput Eva ke bandara.


"Nggak usah banyak ngomong deh. Habis ini kamu aku antar ke apartemen. Kamu tungguin aku di sana sampai aku pulang kerja," kata Yola yang tak bisa menyembunyikan kekesalannya.


Yola menambah laju kecepatan mobilnya agar mereka segera sampai di apartemen.


"Ini apartemenku. Kamu bisa tinggal di sini seperti yang Papa mau. Itu kamarku dan yang di sebelahnya itu adalah kamarmu. Aku ingatkan jangan sesekali masuk ke kamarku apalagi mencoba menyentuh barang- barangku. Aku tidak suka itu. Untuk pekerjaanmu, aku akan carikan kamu pekerjaan di tempat lain tapi tidak di N-one," kata Yola menjelaskan dengan ketus pada Eva.


"Jutek banget sih Yol? Kayak sama siapa aja. Lo lagi PMS, ya?"


"Terus aku harus ramah sama orang yang disuruh Papa mata- matain aku gitu? Lagi pula kamu ngapain sih mau-maunya di suruh papa ke sini? Memangnya Papa ngasih kamu berapa untuk ngawasin aku disini?" tanya Yola geram.


Eva mendekatkan wajahnya ke Yola dengan ekspresi serius.


"Banyak!" jawabnya sambil tertawa terbahak- bahak.


Hal itu membuat Yola jadi tambah geram.


"Tapi kamu jangan khawatir, adik sepupu. Aku nggak tertarik sama hubunganmu dengan Ilham. Aku ke sini demi calon suamiku."


"Pacarmu?"


Eva menaikkan alisnya tanda mengiyakan.


"Orang sini?"


Eva mengangguk.


"Ya, Mama dan Papa sebenarnya melarang tapi aku cinta sama dia. Makanya aku langsung setuju saat Om Abi menyuruhku ke sini untuk nemenin kamu," jawab Eva.


"Lebih tepatnya ngawasin," kata Yola sinis.


"Whatever what do you think," kata Eva. "Ngomong- ngomong apartemenmu biasa aja. Ilham nggak sanggup ngasih kamu apartemen yang lebih mewahan dikit dari in?"


Eva mendorong kopernya masuk ke dalam kamar di antar oleh Yola.


"Ngomong apaan sih kamu, bawa-bawa Ilham segala? Aku udah pisah dengan dia dan asal kamu tau ini apartemen yang kusewa pake duitku sendiri. Jadi stop ngomong hal-hal nggak jelas dan unfaedah kayak gitu!"


"Aku nggak percaya," kata Eva sambil mencibir.


"Terserah. Aku mau balik ke kantor dulu. Aku nitip rumah. Dan ingat, jangan masuk- masuk kamarku," kata Yola.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore waktu Kuala Lumpur saat Yola kembali ke N-one. Sebenarnya kalau dipikir- pikir waktunya untuk bekerja hanya tinggal 1 jam lagi, namun demi profesionalisme, wanita itu memilih untuk tetap kembali ke kantor sekaligus untuk mengembalikan mobilnya Nadira.

__ADS_1


"Ais, Pengarah Personalia mana?" tanya Yola pada sekretarisnya Nadira.


"Semua Pengarah ada di meeting room, Puan," jawab Aisyah.


"Bukannya rapatnya besok?" tanya Yola.


"Ketua Pengarah majukan meeting hari ini sebab Ketua Pengarah ada jadwal ke luar kota esok, Puan."


"Oh begitu? Baiklah. Aku akan ke meeting room sekarang," kata Yola.


Ada jadwal ke luar kota? Besok? Abang nggak ada ngomong apa pun, pikir Yola.


"Maaf, saya terlambat!" kata Yola setelah dia mengetuk pintu ruang rapat.


"Puan Yolanda! Anda kemana sahaja? Meeting ni telah berlangsung lebih dari setengah jam, tapi anda baru sahaja hadir?! Anda tahu tak betapa pentingnya meeting ni demi kemajuan N-one?! Macam ni ke sikap semestinye dari seorang Pengarah Pemasaran?!"


Tanpa diduga Ilham malah memarahinya.


"Mmm .... Maaf, tapi tadi saya ...."


"Tak de maaf- maaf, tak de tapi- tapi! Di lain hari jangan diulangi!" kata Ilham tegas.


"Hmmm, baiklah," jawab Yola sembari duduk di salah satu kursi kosong.


"Baiklah kite lanjutkan meeting kite sore ni. Seperti kate saya tadi, Presiden Direktur Tengku Yahya Nirwan menginginkan beberapa penambahan jumlah mini market N-one di wilayah Penang. Penang sebagai kota Wisata sekaligus tempat banyak orang dari luar daerah melakukan pengobatan membuat Presiden Direktur merasa perlu menambahkan beberapa unit minimarket N-one di beberapa titik strategis di wilayah kota Penang. Dan jika ini berjalan lancar sebagaimana mestinya, pembangunan bisa di mulai awal September nanti, yakni dua bulan dari sekarang. Oleh kerana itu saye sebagai Ketua Pengarah menunjuk Pengarah Pemasaran Yolanda Gunawan untuk meninjau titik- titik penempatan N-one minimarket langsung ke Penang dalam beberapa hari ke depan. Macam mana saudari Yolanda? Anda boleh berangkat ke Penang?" tanya Ilham.


Hahhh? Yolanda menunjuk hidungnya sendiri.


"Saya?"


"Iya. Kamu!"


Yola berpikir keras apa maksud Ilham menunjuknya untuk pergi ke Penang. Dan tadi Aisyah bilang Ilham akan keluar kota besok. Apa ini akal-akalan Ilham agar mereka bisa pergi berdua ke luar kota?


Tapi tadi king devil itu memarahinya. Dimana harga dirinya sebagai queen devil?


"Macam mana?" tanya Ilham lagi.


"Ehmm, boleh saja. Saya tidak keberatan. Tapi saya tidak bisa kalau ke sana hanya sendirian saja. Saya mau July sekretaris saya menemani saya kesana," jawab Yola.


Ilham langsung mendelik sebal pada Yola. Dasar perempuan tidak pengertian! Ilham ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Yola, tetapi sepertinya wanita ini tak mengerti. Kenapa malah ingin mengajak orang lain?


"Daripada mengajak sekretary, sebaiknya Puan Yolanda mengajak Pengarah Personalia sahaja. Dengan begitu, tugas di divisi Pemasaran masih boleh diawasi oleh July. Nadira, kamu boleh kawani Puan Yolanda, kan? Sepertinya tak de job yang mendesak di bahagian divisi Personalia. Tugas karyawan di divisi Personalia boleh diambil sementara oleh Ais. Nadira, kau boleh kan kawani Puan Yolanda ke Penang?"


"Hah? Saye?" Nadira menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Hmm .... Tapi ...."


"Tak de tapi- tapi ...."


Kata- kata itu membungkam Nadira.


Rapat itu berakhir. Semua peserta rapat mulai meninggalkan meeting room. Kecuali Ilham, Nadira, Leon yang sedang menunggu Yola yang sedang membaca proposal perencanaan pembangunan.


"Kau kalau ade problem dengan Puan Nirwan, tak payahlah jadikan kite pelampiasan," sindir Leon.


"Ape maksud kau?" tanya Ilham tak mengerti. "Aku tak de masalah apa pun dengan Sonia."


Mendengar kata Sonia disebut sebagai Puan Nirwan membuat Yola jengkel dan meletakkan bolpen yang dipegangnya ke meja dengan keras. Ilham sangat menyebalkan!


"Bukan Puan Nirwan yang itu, yang satunya lagi," kata Leon seakan menggoda.


Ilham mengernyitkan keningnya sesaat.


"Aku tak de problem dengan Mamah."


"Aduhaai, kura- kura dalam perahu Ketua Pengarah ni, Sayang," kata Leon pada Nadira. "Disangkanya kite ni tak tahu ape yang terjadi antara Tuan Nirwan dan Puan Nirwan," goda Leon lagi.


"Ape yang terjadi?" Ilham balik bertanya masih dengan mode cool ala King Devilnya.


"Kemarin petang saat aku dan Nadira habis makan di kedai, kami nampak dari kejauhan ade yang menyeberang balkoni. Dari jauh macam cicak. Tapi dah diperhatikan betul- betul ternyata ade buaya merayap di dinding balkoni. Kira- kira ade yang tau ke buaya tu? Hmmppp .... Hahaaha ...."


Leon tak dapat lagi menahan tawanya. Sementara Ilham yang tadi bersikap cool menjadi malu dan salah tingkah. Tak terkecuali Yola.


"Kalian berdua ni macem budak kecil je bersandiwara macam ni. Kalau dah rujuk tak payahlah sembunyi- sembunyi macam tu. Apalagi bawa- bawa Nadira. Kau tak kasian ke kalau Lily berpisah dengan Nadira berapa hari?" tanya Leon pada Ilham.


"Siape nak bawa isteri kau? Aku dan Yola akan melancong selama beberapa hari ke Penang. Nadira bolehlah cuti dalam masa tu untuk temani Lily. Tapi mesti di rumah sahaja. Tak boleh ke mana- mana. Agar tak ketahuan siapa- siapa pasal aku dan Yola bertolak ke Penang untuk honeymoon," aku Ilham jujur.


"Uhuyyyy, honeymoon .... suit ....suit ...." Leon bersuit untuk menggoda Yola dan Ilham.


Yola rasanya ingin membuang wajahnya jauh- jauh. Malu. Tak menyangka Ilham akan menyiapkan agenda bulan madu untuk mereka berdua.


"Siape yang honeymoon?" tanya seseorang.


Mereka berempat, Yola, Ilham, Leon dan Nadira menoleh. Sonia tiba- tiba saja entah bagaimana telah berada di depan pintu meeting room.


***


Hallo reader dear, maaf kalau postingnya dikit- dikit tapi author usahakan tiap hari. Sebenarnya hari ini author nggak mood nulis karena paksu kena musibah jatuh dari motor. mohon doanya man teman agar paksu segera. pulih dan dapat beraktivitas kembali.


Ngomong- ngomong jangan lupa like, hati dan komentnya ya... kalau bisa votenya juga... hehehe .....

__ADS_1


__ADS_2