Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Jawatan


__ADS_3

Hari berikutnya,


"Buat ape aku disuruh pakai pakaian orang tua macam ni?" keluh Hafiz.


Tadi malam Hafiz tidak tidur di apartemen. Dia tidur di kediaman keluarga Nirwan, rumah Atok Yahya atas permintaan Ilham. Eh, itu permintaan atau perintah? Entahlah, Hafiz tak memikirkan lagi soal itu. Tadi malam setelah acara senda gurau adik dan abang itu, keduanya entah mengapa langsung merasa akrab kembali. Ammar bahkan merasa heran melihat Daddy Ilham dan Uncle Hafiz-nya, tiba-tiba akur di meja makan. Mereka tidak berdebat lagi tentang "meat dan beef" saat Grandma Zubaedah dan nenek Ratih menyiapkan daging bistik sebagai menu makan malam.


"Hey, Abang! Buat ape aku pakai pakaian macam ni?" Hafiz tampak sebal dengan Ilham yang memaksanya memakai pakaian formal layaknya orang kantoran.


Ini bukan stylenya, Man! Hafiz biasa memakai out fit kasual dimana pun dia berada. Kecuali saat menghadiri acara pernikahan tentu saja.


"Kau tak payah banyak cakap! Abang ni nak tengok kau nampak gagah dan handsome macam abang," kata Ilham sambil menyisir rambutnya yang nampak klimis efek pomade.


"Handsome dan gagah ape. Nampak norak pun, macam orang tua sahaja," kata Hafiz.


"Hey! Kau jangan cakap kata-kata itu lagi, hmm?" kata Ilham sebal. Dia mulai sensitif dengan beberapa kata dari bahasa Indonesia. Termasuk di antaranya "norak".


"Dah lah tuh, tak payah marah masih pagi macam ni. Nih dah aku pakai pun," kata Hafiz menunjukkan penampilannya pada Ilham setelah memakai outfit setelan jas itu.


"Waaah, handsomenya adik abaaang!!!" puji Ilham.


"Haisss, jangan perlakukan aku macam tu lah, macam budak kecil je," kata Hafiz keberatan.


Ilham menepuk-nepuk belakang kepala Hafiz.

__ADS_1


"Memanglah. Kau ni budak kecil yang pandai sangat merajuk," kata Ilham lagi-lagi membuat Hafiz jengkel.


"Kalian sudah siap?" Yola tiba-tiba memunculkan kepalanya di depan pintu.


"Hmmm," sahut Hafiz.


"Woahhh Hafiz!!! Kau kereeen!!!" puji Yola sambil mengacungkan jempolnya melihat penampilan Hafiz.


"Memanglah. Hafiiiiz .... Kau sahaja yang terlambat menyadari. Sekarang dah lihat aku keren macam ni, kau menyesal tak tinggalkan aku dan pilih abang? Hm? Hm?" Hafiz menaik-naikkan alisnya pada Yola dan kemudian langsung meringia kesakitan saat kepalanya bagian belakang ditepuk oleh Ilham.


"Kau jangan macam-macam dengan kakak ipar kau sendiri, ye!!!"


Hafiz langsunga cengengesan dan mengatupkan kedua telapak tangannya dan menghaturkannya di hadapan Ilham.


"Ampuni aku, Abang!"


"Musuh apa?" tanya Hafiz tak paham.


"Nanti kat sana kau juge akan mengerti," kata Ilham.


****


Meeting Room N-one Grocery,

__ADS_1


Rapat kali ini tak hanya mengundang para pemegang saham, melainkan juga para pejabat perusahaan dari semua divisi yang ada di syarikat N-one Grocery. Tadi malam, Ilham menghubungi Leon, agar Leon mempersiapkan rapat untuk esok hari dan mengundang orang-orang yang terkait di dalamnya.


Dan tentu saja sebagai wakil Ketua Pengarah, Leon lagi-lagi uring-uringan menerima tugas itu. Bagaimana tidak kesal, Ilham selalu menyuruhnya melakukan sesuatu pekerjaan yang tidak masuk akal. Misalnya menyuruh seseorang menjual apartemennya dalam satu malam hanya agar dia bisa melakukan pendekatan pada istrinya agar mereka bisa rujuk kembal.


Dan pekerjaan tak masuk akal lainnya ya ini, menyuruhnya menyiapkan acara rapat dadakan untuk esok hari. Dan bisa dibayangkan betapa repotnya Leon mengundang pejabat-pejabat N-one dari berbagai divisi di malam hari di saat semua orang mulai terlelap dan istirahat. Hari ini pun Leon tak bisa memastikan apakah dari semua orang yang dia undang akan banyak yang datang atau banyak yang tidak hadir.


Hingga akhirnya sampailah mereka bertiga di ruang rapat ini. Tidak semua para pemilik saham datang, apalagi dari kubu Lucas. Mereka nampaknya enggan datang sejak Ilham terpilih lagi menjadi presiden direktur N-one Grocery.Tetapi untuk Lucas sendiri dia masih berkesempatan hadir bersama Yuri setelah tahu apa tujuan rapat ini diadakan. Rapat pemilihan pejabat tinggi syarikat (perusahaan).


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, selamat pagi semua. Hari ini kite mengadakan meeting lagi kat N-one Grocery. Meeting kali ini kite adakan untuk memilih pegawai yang berwenang untuk menduduki jawatan-jawatan penting dalam syarikat. Dalam hal ini saye memilih secara khusus Puan Yolanda Gunawan, sebagai wakil president direktur. Kira-kira ape ade yang merase keberatan?" tanya Ilham.


Semua yang ada di ruang rapat itu tercengang mendengar kata-kata pembuka Ilham yang langsung ke point isi dari rapat. Tak terkecuali Yola sendiri. Dia? Jadi wakil presiden direktur? Apa tidak salah?


"Yolanda Gunawan saye pilih menjadi wakil direktur bukan kerana dia istri saye sahaja. Selain dia adalah pemilik saham terbesar kat N-one yang sudah pasti care dan peduli terhadap syarikat N-one, Yolanda Gunawan pun didukung oleh pendidikan tinggi sebagai bacherol business administration lulusan Warthon University of Pensylvania. Usianya yang muda tak dapat dijadikan alasan untuk membuat sesiape menjadi meragu akan pekerjaan yang dapat dia lakukan. Pengalaman menjadi trader sukses di Amerika dan di negara asalnya Indonesia pun layak menjadi bahan pertimbangan untuk kite semua yang ade kat sini untuk menilai kalau dia orang yang paham di bidang pergerakan saham yang dapat menguntungkan N-one di kemudian hari. Untuk N-one sendiri menjadi pengarah marketing selama beberapa bulan ini, Yolanda pula dah membuktikan hasil dari kerja kerasnya yakni berhasil menghidupkan kembali super market pinggir utara kota dan menaikkan omzetnya dari di atas rata-rata waktu sebelumnya," kata Ilham mencoba menjelaskan kualifikasi yang Yola punya pada peserta rapat. "Kalau korang semua yang ade kat sini dah tahu macam mana Yolanda Gunawan mempunyai kualifikasi, saye sebagai president nak bertanya sekali lagi, ape ade yang merasa keberatan jika Yolanda Gunawan diangkat menjadi wakil presiden direktur?" tanya Ilham pada seluruh peserra rapat.


Tak ada yang berani bersuara. Semua manut akan keputusan itu. Toh mau seperti apa pun mereka ingin menolaknya, Yolanda Gunawan bak kandidat tunggal tanpa cela. Percuma ditentang. Yang nelangsa hanya Leon. Jika, Yola yang menjadi wakil Ilham sekarang, lalu siapa yang akan jadi Ketua Pengarah?


"Kalau macam tu, saye nak bagi tahu pula. Untuk jawatan Ketua Pengarah N-one Grocery yang baru saye memutuskan untuk memberikan jawatan itu pada adik saye, Tengku Hafiz Nirwan. Dan wakil direkturnya akan masih diduduki oleh, Leon," kata Ilham memaparkan.


Hafiz tercengang. Apa-apaan ini? Mengapa dia tidak diberitahu sebelumnya? Pesertaa rapat yang lain pun sama tercengangnya.


"Apa ade yang keberatan?" tanya Ilham sebelum dia memilih direktur marketing yang baru.


"Saya keberatan!" kata Lucas tiba-tiba.

__ADS_1


****


Hai, hai hai beib... Kalau othor lagi rajin crazy up, like dan komentnya jangan makin kurang donk...


__ADS_2