
Perkataan Ilham yang terang-terangan menuduh Lucas membunuh sang Atok sontak membuat ruangan rapat itu geger kembali. Semua menegang menatap pada Lucas. Sungguh mereka juga baru pertama kali berjumpa pria ini. Pria yang berasal dari Indonesia namun kini menetap di Kamboja dan telah memiliki perusahaan besar. Bukankah sangat aneh kalau tiba-tiba presiden direktur N-one Grocery mencuri sesuatu darinya dan kemudian menjual sahamnya pada pria ini?
"Hahaha ... apa maksudmu? Kamu menuduhku membunuh Tengku Yahya Nirwan? Hai, nak! Aku tahu kau masih berdarah muda dan mungkin belum bisa benar-benar menerima kepergian Atokmu Yahya yang sangat mendadak. Tetapi tidakkah menurutmu kau sangat keterlaluan menuduhku begitu? Biar bagaimana pun Tengku Yahya Nirwan adalah teman lamaku, tidaklah mungkin aku sampai membunuh seorang teman hanya karena masalah harta seperti itu. Kau punya buktinya kalau aku membunuhnya, heh? Bahkan walau kami seorang musuh pun aku tak akan mungkin berbuat hal sekeji itu," katanya sambil melirik Yuri.
Yuri langsung salah tingkah dan cepat-cepat menjauhkan pandangannya dari Lucas.
"Dan kau tak seharusnya mencari-cari kambing hitam atas persoalan yang kau hadapi saat ini. Aku sudah membayar 42% saham seharga yang seharusnya dan itu tertera dalam sijil perjanjian jual beli antara aku dan Yahya. Kau bisa membacanya lagi berulang kali kalau kau masih tak percaya. Tetapi aku bukan orang yang suka membuang-buang waktu. Aku ada di sini untuk menyelesaikan masalah kepemimpinan N-one untukmu. 42% saham yang ada di sini adalah kepunyaanku. Dan hingga saat ini sejak Yahya meninggal belum ada yang menduduki jabatan sebagai presiden direktur N-one," kata Lucas.
"Aku mengadakan rapat pemegang saham di sini tak lain dan tak bukan tentu saja adalah demi menghormati kamu sebagai ketua pengarah atau direktur utama di sini. Namun kalau pun kau tak berminat untuk susah-susah mengadakan rapat ini. Kau mungkin punya pilihan untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan N-one seutuhnya padaku. Tentu saja aku juga akan berbesar hati membiarkanmu tetap memegang posisi ketua pengarah atau bisa juga disebut Chief Executif Officer! CEO? Mungkin kita bisa berkolaborasi dalam satu kesatuan yang hebat?!" lanjut Lucas dengan rasa percaya diri yang penuh.
Ilham tertawa terkekeh. Sambil mengangguk-angguk dia membalas Lucas dengan tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi sama dengan yang Lucas lakukan terhadapnya.
"Owh macam tu? Baiklah, saye boleh kesampingkan untuk sementara waktu masalah jual beli saham dari Atok saye. Oke, Mulai sajalah meeting ni! Saye juge nak tengok ade berapa banyak pengkhianat kat syarikat ni. Korang semua! Saye Tengku Ilham Nirwan menyatakan, meeting ni boleh kite mulakan. Bakal presiden direktur yang akan menjadi pemimpin N-one korang semua, sila pilih Tuan Lucas yang entah sejak bile tahu menahu tentang masalah N-one, bila mana semua yang ade kat sini berkenan dengan beliau ni. Namun, korang semua yang dah lama kenal dan tahu dengan saya bila percaye dengan saye pula, sila pilih saye Tengku Ilham Nirwan!" tantang Ilham.
Lucas tersenyum dan memandang Ilham dengan tatapan meremehkan. Dia begitu percaya diri akan memenangkan jabatan ini. Dia sebagai pemilik saham 42% takut apa pada pemilik saham 27% meski pun orang itu adalah cucu dari Tengku Yahya Nirwan sendiri?
__ADS_1
"Ya, mari kita mulai ini. Saya rasa pemenangnya yang berhak mendapat kursi presiden direktur bisa kita dapat dari hasil suara terbanyak dari pemilik saham yang hadir di sini, mau pun yang tak bisa hadir di sini namun bisa memberikan suaranya melalui pengambilan suara di platform resmi N-one Grocery," kata Lucas. "Hendra, bisa kau mulai pemungutan suara ini?"
Lelaki bernama Hendra itu adalah seorang staf yang bekerja di bagian personalia. Rupanya dialah yang menjadi salah satu mata-mata Lucas yang Lucas tempatkan di N-one Grocery.
Ilham tak lepas memandang lelaki itu. Sungguh dia tak menyangka telah memelihara pengkhianat di dalam N-one. Dan entah berapa banyak musuh lagi yang dia tidak tahu berada dalam gedung ini. Bahkan karena inilah vidio panasnya dengan Yola bisa tersebar beberapa waktu lalu. Ckckck sungguh sangat keterlaluan, batin Ilham.
"Baiklah! Kita akan mulai pemungutan suara dari peserta meeting yang hadir di ruangan ini. Silahkan Tuan-tuan yang hadir disini mulai memberikan suara. Untuk Tuan Lucas?" Hendra mulai memimpin pemungutan suara.
Sungguh Ilham tak menyangka kalau di ruangan itu ada setidaknya lebih separuh dari peserta yang akan memberikan suaranya pada Lucas.
Lucas tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Ilham. Jumlah suara dari saham yang mendukungnya saja hampir mencapai 47%. Kalau dari hasil perolehan suara melalui pemegang saham di platform online milik N-one dia mendapat 4% saham lagi saja, sudah bisa dipastikan dia akan memenangkan pemilihan presiden direktur N-one ini. Yang dengan kata lain, tujuannya untuk menguasai N-one akan segera tercapai.
"Tuan Rohman pemilik saham sebanyak 2%, Tuan Steve sebanyak 1,5%, Tuan Leon sebanyak 2%, Encik Nadira sebanyak 1,2%, dan Tuan ..." Hendra terus menghitung perolehan suara yang terjadi di ruang meeting N-one itu. "Total suara yang didukung oleh saham N-one yang diperoleh Tuan Ilham dalam peserta meeting kali ini adalah 8% ditambah dengan saham milik pribadi Tuan Tengku Ilham sendiri sebanyak 27%, maka jika diakumulasikan ...."
"Tunggu sekejap!" Ilham menyela Hendra yang tengah melaporkan hasil perhitungan sementara pemungutan suara dan hasil akumulasi saham pendukung dari pemegang saham yang ada di N-one.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Lucas meremehkan.
Lucas menilai Ilham mulai tidak percaya diri. Terang saja, jika ditotal hasil akumulasi saham pendukung yang diperoleh Ilham dan dirinya, Ilham masih kalah jauh. 27% ditambah 8% hasilnya masih 35%. Lucas masih unggul 11,8%. Dan Lucas optimis pemungutan suara yang dilakukan secara online oleh pemegang saham melalui platform N-one pastinya bisa memenangkan dirinya. Dia hanya butuh 3,2% suara lagi untuk memenangkankan rapat ini!
"Saye dah tak punya saham 27% yang dimaksud. Saye dah mengalih namakan saham tersebut pade orang lain!"
Para peserta rapat terpana mendengar pengakuan Ilham. Bagaimana mungkin untuk saham sepenting itu bisa diberikannya begitu saja pada orang lain?
"Jadi .... kau sudah tidak punya apa-apa lagi?"
Seulas senyum kemenangan bercampur ejekan terlihat di wajah Lucas. Yesss, aku menang!!! soraknya dalam hati.
****
Level JDM turun lagi guys... jadi down deh othor ni. Yang rajin donk like dan komentnya gengs biar othor semangat lagi....
__ADS_1