Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Biar Aku yang Mengurusnya


__ADS_3

“Sekitar 5 monster Nona. Satu monster laut saja kekuatannya bisa menghancurkan satu kekaisaran tapi ini 5 monster laut. Bagaimana anda akan menghadapinya Nona?”


“Apa katamu? Kekuatan satu monster laut bisa menghancurkan satu kekaisaran? Apakah aku tidak bisa berkomunikasi dengan monster-monster laut itu?”


Cici menggelengkan kepalanya.


“Tidak Nona. Monster laut adalah spesies yang berbeda dengan hewan seperti kami jadi anda tidak akan bisa berbicara dan mengerti bahasa mereka,” jawab Cici.


“Uhh ini merepotkan sekali,”


Scarlesia memijit pelipisnya, dia tidak menyangka bahwa mimpi buruknya akan terjadi secepat ini. Semua orang yang berada di satu ruangan dengannya, menatap bingung dirinya yang sedari tadi berbicara dengan Cici.


“Ada apa Sia? Apa kepalamu sakit?” tanya Andreas.


“Tidak, kepalaku tidak sakit sama sekali. Ahh kalian apa kalian mampu melawan monster laut?” tanya Scarlesia pada Andreas dan yang lainnya.


“Itu hal yang mudah. Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” jawab Zenon penuh percaya diri.


Scarlesia menggigit jempolnya, dia percaya bahwa pria-pria ini tidak akan kalah melawan monster laut tapi ada hal lain yang mengganggu pikirannya.


“Sebenarnya aku baru saja menerima laporan kalau monster laut bermunculan di laut utara kekaisaran,” ungkap Scarlesia.


“APAA??”


“Bagaimana kau bisa mengetahuinya Sia?” tanya Eldrick.


“Tapi, bukannya monster laut sudah lama tertidur di dasar laut lalu kenapa sekarang mereka menampakkan dirinya kembali?” bingung Aldert.


“Ini agak mengganggu pikiranku, apa mungkin ada seseorang di balik semua ini? Tapi, apa tujuannya?” pikir Scarlesia.


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku akan pergi mengurus masalah ini…”


“TIDAK! Kakak atau pun Ayah tidak boleh pergi ke laut utara. Masalah ini aku yang akan urus,” larang Scarlesia memotong perkataan Carlen.


“Tapi Sia…”


“Dengarkan saja apa yang dikatakan oleh Sia,” sela Xeon yang tiba-tiba masuk.


“Xeon!”

__ADS_1


“Kenapa? Apa alasanmu melarang kami?” tanya Carlen.


“Biar aku saja yang menjelaskannya. Kekuatan monster laut itu jauh di atas kekuatan manusia, mereka bisa menggunakan serangan yang mengakibatkan kerusakan besar. Kalian memang kuat jika dibandingkan dengan manusia, tapi monster laut itu kekuatannya berada di level yang berbeda,” terang Xeon.


“Benar yang dikatakan oleh Xeon, aku tidak mau terjadi hal yang buruk pada Ayah dan juga kakak. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada kalian, bagaimana cara aku mengatasinya? Siapa yang akan melindungiku lagi? Ayah dan kakak adalah satu-satunya keluargaku, aku tidak bisa menjatuhkan kalian ke dalam bahaya besar seperti ini,” tambah Scarlesia mengingat mimpi buruk yang masuk ke dalam tidurnya semalam.


“Sia, apa kami terlihat lemah bagimu?” celetuk Aldert tampak marah pada Scarlesia.


“Tidak, bukan begitu…”


“Kami tidak selemah itu, kami bisa melindungimu dan kamu tidak perlu melindungi kami,” potong Aldert.


“Aku…”


“Sia, kamu keluar dulu saja. Aku akan berbicara dengan mereka,” ujar Xeon.


“Hmm baiklah,”


Andreas dan yang lainnya membawa Scarlesia keluar dari ruangan, kini hanya tinggal Xeon bersama Eldrick, Carlen, dan Aldert.


“Kalian jangan marah pada Sia, dia melarang kalian bukan karena menganggap kalian lemah tapi dia sudah melihat apa yang akan terjadi,” ucap Xeon.


“Gadis itu bisa mengetahui masa depan melalui mimpinya dan ini sudah yang kedua kalinya. Mimpi pertamanya ketika virus xynlo menyerang daerah barat lalu sekarang dia melihat masalah monster laut yang mengamuk. Monster itu membunuh Carlen dan membuat Aldert terluka parah, itulah kenapa dia melarang kalian untuk ikut campur di dalam masalah ini,” jelas Xeon.


“Sia bisa melihat masa depan?”


Xeon menganggukkan kepalanya.


“Ya, meski kekuatan penglihatan masa depannya tidak kuat tapi itu akurat. Dia hanya bisa mengetahui kejadian buruk saja lewat mimpinya,”  jawab Xeon.


“Jadi, ternyata aku salah paham mengartikan maksudnya Sia,” kata Aldert.


“Iya, aku mengatakan ini pada kalian karena aku percaya. Kalian adalah keluarga yang dia cintai jika sesuatu yang buruk menimpa kalian itu akan mengguncang jiwanya. Kalian adalah salah satu alasan terkuatnya agar Sia bisa bertahan sampai perang akhir terjadi,”


“Perang akhir?”


“Aku tidak bisa memberitahu kalian tentang ini, Sia akan sedih jika salah satu diantara kalian tewas. Aku tidak ingin dia bersedih lalu kegelapan memakannya kembali, itu akan membuat masalahnya semakin rumit,”


“Baiklah, kami mengerti. Kami bertiga akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sia, jika ini demi dirinya maka aku tidak akan membantahnya,” ujar Aldert.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan mereka bertiga, Xeon keluar dari ruangan dan segera menghampiri Scarlesia yang sudah selesai mengganti pakaiannya untuk bersiap-siap pergi ke laut utara.


“Sia, apa kau mau berangkat sekarang juga?” tanya Xeon.


“Ya, aku takut para monster laut itu mengamuk lalu membunuh semua orang yang tinggal di dekat laut utara,” jawab Scarlesia.


“Aku juga akan pergi denganmu,”


“Oke, tidak masalah,”


Di sela pembicaraan mereka, Kitty datang membawa sebuah laporan untuk ia beritahu pada Scarlesia.


“Sia, aku punya sesuatu yang harus dibicarakan denganmu,” ujar Kitty.


“Apa yang mau kau bicarakan? Tapi dari mana saja kau beberapa hari ini?”


“Aku melakukan beberapa hal di luar. Sia, kau harus tahu kalau monster laut itu dikendalikan oleh seseorang di belakangnya,” lapor Kitty.


“Dikendalikan seseorang? Bagaimana kau bisa tahu?”


“Karena aku melihat matanya yang berwarna merah menyala, itu menandakan kalau diri monster laut itu dikendalikan sepenuhnya oleh orang lain,”


“Persis seperti dugaanku, tidak mungkin monster yang bersembunyi di dasar laut tiba-tiba mengamuk menampakkan dirinya ke daratan,” gumam Scarlesia.


Scarlesia tenggelam di dalam pikirannya sendiri, ia berpikir mengenai siapa orang yang kira-kira ada di balik ini semua tapi mau berapa kali pun dia memikirkannya tetap saja tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu.


“Oke, sekarang kau cari tahu lebih dalam lagi. Jangan sampai dirimu celaka karena masalah ini, jika kau tidak tahu kau langsung susuli aku nanti dan tidak perlu memaksakan dirimu,” tutur Scarlesia pada Kitty.


“Baik Sia, aku akan berangkat sekarang juga,” pamit Kitty berlari kencang.


Scarlesia lagi-lagi menghela napas berat, masalah yang dia hadapi kian hari kian memberatkan dirinya tapi entah mengapa dia merasa bertanggung jawab untuk semua yang terjadi meski itu bukan salahnya sendiri.


“Kenapa Sia? Apa yang dikatakan oleh Kitty kepadamu?” tanya Xeon penasaran.


“Dia mengatakan kalau ada orang lain di balik alasan monster laut itu mengamuk. Aku tidak tahu siapa orang yang dimaksudkannya,” balas Scarlesia.


“Orang lain? Sepertinya ini ada kaitannya dengan dewa kegelapan. Aku atau pun dewa dan dewi lainnya tahu bahwasanya dewa kegelapan mulai bergerak untuk menghancurkan dunia ini beserta isinya. Tapi tidak aku sangka bahwa dia akan bergerak secepat ini,” batin Xeon.


“Kita akan mencari tahunya nanti jadi kau jangan memberatkan dirimu dengan pikiranmu yang rumit,” tukas Xeon.

__ADS_1


__ADS_2