Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penambahan Kekuatan


__ADS_3

Scarlesia telah mendapatkan seluruh ingatannya kembali, kini saatnya dia untuk bangun. Scarlesia membuka kedua matanya yang terpejam secara perlahan, ia mengerjapkan beberapa kali matanya sebelum ia bangkit dari posisi tidurnya. Scarlesia terdiam sejenak, dia masih tidak menyangka ternyata masa lalu dirinya serumit itu.


Penampilan Scarlesia juga berubah total, rambut silvernya berubah menjadi warna emas dan begitu pula dengan pupil matanya yang berwarna merah jambu awalnya kini berwarna emas seperti rambutnya. Paras Scarlesia bahkan terlihat lebih cantik dibanding sebelumnya, kecantikan yang diwariskan oleh dewi venus tampak lebih bercahaya pada diri Scarlesia.


“Proses kebangkitannya telah berakhir, bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Agatha penuh kelembutan.


Scarlesia melirik Agatha, ia langsung bangkit dan memeluk Agatha yang berdiri tepat di sampingnya.


“Aku pulang.”


“Selamat datang kembali Sia,” sambut mereka serentak.


Proses kebangkitan Scarlesia memakan waktu tidak sedikit, rupanya Scarlesia telah tertidur selama kurang lebih hampir satu bulan. Tepat keesokannya bertepatan dengan hari pertempuran itu terjadi, Scarlesia ingin beranjak pergi sesegera mungkin turun ke dunia manusia. Namun, Eberly mencegahnya untuk pergi dari pusat semesta.


“Kau belum boleh pergi, apa kau pikir kau bisa mengalahkan dewa kegelapan hanya dengan kemampuanmu yang sekarang?”


Scarlesia tertegun, dia menyadari bahwa dirinya masih sama seperti 2000 tahun yang lalu sedangkan Leroux sudah berada jauh di atas dirinya.


“Lalu apa yang harus saya lakukan Yang Mulia? Saya sangat khawatir kepada mereka jika dibiarkan tanpa saya,” cemas Scarlesia.


“Mereka tidak selemah yang kau pikirkan. Kau akan turun ke medan perang besok, hari ini aku akan mentransferkan kekuatan lebih besar untukmu,” ujar Eberly meyakinkan Scarlesia.


“Dengan begitu apakah saya ada kesempatan untuk mengalahkan dewa kegelapan?”


Eberly tersenyum hangat lalu menjawab, “Kau bahkan bisa menghidupkan orang mati kembali.”


Para dewa dan dewi terkesiap seketika Eberly menjawab seperti itu, mereka tidak pernah berekspektasi kalau Eberly akan memberikan kemampuan yang menjadi satu-satunya identitas dewa pencipta.

__ADS_1


“Yang Mulia, apa anda yakin akan memberikan kekuatan itu kepada Sia? Bukankah kekuatan tersebut merupakan identitas bagi seorang dewa pencipta?” tanya Carolus.


“Apa kekuatan yang anda maksud itu sangat menakjubkan?” tanya Scarlesia, dia paham bahwa kekuatan yang akan diberikan oleh Eberly bukan sembarang kekuatan, bukan kekuatan biasa seperti kekuatan dewa lainnya.


“Sangat luar biasa! Kau bisa menggunakan kekuatanmu untuk menghidupkan orang-orang yang mati di medan perang, tapi kamu tidak bisa menggunakan kekuatan itu untuk menghidupkan orang-orang yang telah mati lebih dari tiga hari,” jelas Lydon.


“Lalu kau dapat menggabungkan secara sempurna kekuatan kami yang ada di dirimu sehingga menjadi kekuatan tempur yang luar biasa. Jika sebelumnya kau hanya bisa menggunakan kekuatan itu satu persatu, dengan bantuan kekuatan dewa pencipta maka kau bisa menggunakan lebih dari satu kekuatan dalam waktu yang bersamaan,” sambung Fritz menjelaskan.


“Yang tidak kalah luar biasanya yaitu kau akan diberkati stamina yang tidak terbatas, kekuatan penyegelanmu juga akan lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan kekuatan busur sucimu akan lebih baik juga,” tambah Leopold.


“Tapi, kami tidak tahu apakah tubuhmu mampu menampung kekuatan maha dahsyat tersebut, terlebih kekuatan menghidupkan orang mati. Itu adalah kekuatan yang bukan main-main besarnya,” ucap Arfar.


Scarlesia terhening mendengar penjelasan luar biasa perihal kekuatan dewa pencipta, dia tidak sangka ternyata kekuatan sebegitu besarnya akan diberikan secara cuma-cuma kepadanya.


“Dan satu lagi, aku akan memberikan kekuatan penglihatan masa depan yang lebih kuat untukmu. Dengan artian lain, kau bisa membaca serangan lawan. Kau bisa menyelamatkan dirimu dari berbagai serangan yang mungkin akan terjadi,” kata Eberly lebih lanjut.


“Tidak,” jawab Eberly singkat.


“Lalu mengapa anda berkata ingin memberikan kekuatan anda kepada Sia jika anda sendiri tahu kalau Sia tidak akan sanggup menampungnya?” tanya Tavisha lagi.


“Namun, Sia dapat menahan kekuatan besar itu di dalam dirinya selama kurang lebih dua jam. Jadi, kau paham maksudku kan Sia?”


Scarlesia menelan salivanya, dia benar-benar merasakan tegang di sekujur badannya, dia paham apa yang dimaksud oleh Eberly.


“Saya paham, Yang Mulia. Itu artinya, saya harus mengalahkan dewa kegelapan dalam waktu dua jam apa pun yang terjadi,” jawab Scarlesia berupaya meyakinkan dirinya sendiri.


Mereka semua kaget bukan kepalang, mereka menganggap bahwa dewa kegelapan tidak akan bisa dikalahkan dalam waktu sesingkat itu.

__ADS_1


“Itu mustahil! Kekuatan Leroux sangat besar, bagaimana caranya mengalahkan dia dalam waktu dua jam?” sanggah Leopold.


“Bisa. Sia bisa melakukannya, bagaimana pun juga kekuatan dewa pencipta bukanlah kekuatan yang bisa sembarangan diwariskan. Aku akan meminjamkan semua kekuatanku padamu selama dua jam, apa kau sanggup melakukannya Sia?”


Scarlesia menundukkan wajahnya, tangannya terkepal erat di tepi altar, dia memasuki alam pikirannya memikirkan kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Para dewa dan dewi menunggu jawaban apa yang akan dilontarkan oleh Scarlesia.


Setelah selesai berpikir, Scarlesia menghela napasnya lalu mengangkat wajahnya menatap Eberly. Keyakinan di dalam diri Scarlesia bisa terbaca dari sorot kedua matanya kepada sang dewa pencipta.


“Saya mampu, Yang Mulia. Tolong izinkan saya untuk menggunakan kekuatan anda, tolong pinjamkan kekuatan anda kepada saya. Saya berjanji akan membawa kemenangan bagi alam semesta ini, saya akan memberantas segala kegelapan yang menyelimuti kehidupan makhluk hidup. Tolong izinkan hamba memakai kekuatan anda Yang Mulia,” jawab Scarlesia dengan penuh perasaan yakin.


“Huh? Sia, apa kau yakin dengan pernyataanmu barusan?” tanya Agatha menatap Scarlesia ragu, dia takut Scarlesia kenapa-napa jika terlalu jauh memaksakan dirinya.


“Saya yakin, sebab saya selama ini selalu dijaga oleh anda semua. Saya akan buktikan sekarang saya bisa mengakhiri penderitaan ini, tolong percayakan kepada saya. Saya bersungguh-sungguh dalam mengatakannya,” tegas Scarlesia.


“Bagus! Sekarang kau pergilah membersihkan diri, isi tenagamu terlebih dahulu, nanti temui aku di sini lagi,” perintah Eberly.


“Baik Yang Mulia, saya akan kembali lagi nanti.”


Scarlesia pergi bersama Tavisha dan Agatha, memang Scarlesia sejak dulu lebih dekat pada mereka berdua, mungkin ini karena Scarlesia diasuh oleh mereka sedari bayi. Scarlesia dibawa ke dalam kamarnya dulu, di sana telah disediakan sepasang baju untuk dipakainya setelah selesai mandi.


Scarlesia berendam di bath up, dia merilekskan sejenak dirinya dari segala beban pikiran yang memberatkan pikirannya selama ini. Selesainya berendam, Scarlesia mengenakan pakaian yang sudah disediakan khusus untuk dirinya, kemudian dia lanjut makan. Seusainya, Scarlesia langsung pergi ke ruang altar tempat dijanjikan oleh Eberly, tapi kini dia hanya berdua saja dengan Eberly.


“Kau sudah datang? Oke, sekarang kita mulai saja.”


Eberly menyuruh Scarlesia duduk di atas altar, Eberly berdiri di belakangnya. Kedua telapak tangan Eberly menyentuh punggung Scarlesia.


“Pejamkan matamu, berkonsentrasilah. Mungkin prosesnya sedikit menyakitkan, tapi kau harus menahannya.”

__ADS_1


“Baiklah Yang Mulia.”


__ADS_2