Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Sinar Kehidupan


__ADS_3

“Tenang saja, jangan khawatirkan apapun sebab aku akan menyelamatkanmu Sia,” batin Agatha.


Agatha mengubah daya hidupnya masuk ke dalam kekuatannya, secara perlahan berjalan mengalir ke titik pusat jiwa Scarlesia. Rasa sakit luar biasa dirasakan oleh Agatha, setengah daya hidupnya terserap dan diambil oleh Scarlesia. Pada saat yang bersamaan kala itu, istana langit tiba-tiba berguncang hebat. Gerbang depan istana terdengar seperti ada sesuatu yang mendorongnya dengan kuat. Salah satu asisten dewa waktu mendatangi mereka, dia ingin melaporkan perihal masalah besar yang sedang terjadi.


“Ada apa? Apa ada masalah di gerbang masuk?” tanya Lydon, dewa waktu.


“Itu… sepertinya para iblis hitam berulah, mereka mencoba masuk ke dalam istana dan mencoba menghancurkan gerbangnya. Kami sekarang sedang berusaha menahannya tapi kami harus tetap melaporkan ini pada anda semua,” lapor pria yang bekerja sebagai asisten dewa tersebut.


“Iblis hitam? Sekarang kita juga pergi mengamati keadaan gerbang utama. Jika mereka berhasil masuk kemari, itu akan menjadi masalah besar,” ujar Lydon.


“Target mereka adalah Sia. Sekarang kita harus bersiap-siap atas segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Tavisha, kau tetap di sini dan awasi Agatha,” perintah Carolus, sang dewa perang terburu-buru menuju gerbang utama istana langit.


Mereka semuanya pergi kecuali Tavisha, dia tetap di sini untuk menemani Agatha. Istana langit berada di dalam kekacauan yang luar biasa, seluruh penghuni istana langit sibuk mempertahankan istana mereka agar tidak dirusak keamanannya oleh para bawahan dewa kegelapan.


Butuh waktu lama bagi Agatha untuk menyelamatkan Scarlesia bahkan sampai para iblis itu telah terusir dari istana langit, Scarlesia masih belum menunjukkan dia akan membaik. Rasa khawatir semakin memuncak, detak jantung tidak lagi seirama, napas mereka seolah tercekat, ketegangan hebat mereka rasakan. Xeon terus berharap dalam hatinya agar Scarlesia bisa diselamatkan menggunakan kekuatannya Agatha.


Wajah Agatha semakin pucat, seakan-akan tidak ada lagi darah yang mengalir di tubuh Agatha. Tavisha mencemaskan kondisi Agatha, tangannya sudah mulai membentu bayang-bayang dan dia terus batuk darah. Rasa hati ingin menghentikan Agatha tapi tidak bisa mereka lakukan sebab kunci menyelamatkan Scarlesia terletak padanya.


“Sedikit lagi… sedikit lagi seluruh darah dewa kegelapan yang hampir menyatu dengan Sia menghilang. Aku harus menahan diriku sebentar lagi.”


Selang beberapa menit kemudian, jantung Scarlesia kembali berdetak serta napasnya kembali normal. Aliran darah yang terhenti berjalan lagi, seisi ruangan bernapas lega setelah melihat Scarlesia sudah balik seperti sedia kala. Xeon menangis haru, dia tidak jadi kehilangan sang wanita yang dicintainya.


“Syukurlah aku ber… ha… sil….”

__ADS_1


Tubuh Agatha mendadak tumbang, untung saja ada Tavisha di belakang untuk menahan badannya jadi dia tidak terjatuh ke permukaan lantai. Sekujur badan Agatha hampir lenyap, Tavisha terisak di sampingnya.


“Kau sudah berjuang begitu keras, kau berhasil menyelamatkan Sia. Bisakah kau bertahan lebih lama lagi? Setidaknya sampai dewa pencipta terbangun,” tutur Tavisha.


Agatha menggeleng pelan, dia memaksa bibirnya untuk tersenyum.


“Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, maafkan aku sepertinya kalian harus mencari dewi penyembuhan yang baru,” lirih Agatha.


“Tidak, kau tidak boleh berbicara seperti itu. Kau berhasil menyelamatkan Sia, sekarang giliranmu harus bertahan ya. Apa kau tidak ingin melihat Sia berhasil menyelamatkan alam semesta? Bukannya kau yang selalu bersemangat setiap kali Sia beraksi? Kau tidak boleh menyerah begitu saja Agatha,” ucap Tavisha.


“Benar itu, kau harus bisa bertahan karena sebentar lagi semuanya akan berakhir,” timpal Fritz.


Raut muka mereka teramat sedih, Agatha adalah rekan mereka dan sama-sama diciptakan serentak oleh dewa pencipta. Mereka adalah rekan seperjuangan, telah banyak yang mereka lalui selama beribu-ribu tahun ini kemudian kini mereka seperti dipaksa menerima kenyataan bahwa Agatha harus pergi lebih dulu dari mereka.


Kedua mata Agatha terpejam, tangannya terkulai lemas, kedua kakinya mulai menghilang dan hampir lenyap seluruhnya.


“Tidak Agatha! Kau tidak boleh meninggalkan kami! Kau harus bisa bertahan lebih lama lagi. Agatha! Jangan pergi Agatha!” histeris Tavisha memeluk erat tubuh Agatha di pangkuannya.


Tring…


Tiba-tiba saja sinar dewa pencipta menyinari setiap sudut istana langit, sinarnya memberikan kehangatan lebih serta ketenangan dan kedamaian dalam hati mereka. Sinar tersebut berasal dari tubuh Scarlesia yang masih belum sadarkan diri sama sekali.


“Sinar kehidupan milik dewa pencipta? Kenapa Sia bisa memiliki sinar ini?” tanya Leopold, dewa hewan.

__ADS_1


Mereka semua melontarkan pertanyaan yang sama, ekspresi mereka kebingungan sekaligus merasa heran sendiri. Lama kelamaan sinar yang awalnya berwarna putih berubah menjadi warna biru lembut. Gelembung-gelembung cahaya mulai keluar dan turun menghiasi setiap inci tempat di istana langit.


Kemudian tidak lama setelah itu, tubuh Agatha menunjukkan perubahan mengejutkan. Tubuhnya yang menghilang tiba-tiba menjadi utuh seperti sedia kala. Kematian tidak jadi menjemput dirinya, kedua mata Agatha terbuka pelan bahkan dia sendiri tidak percaya kalau dia akan hidup lagi. Kelegaan luar biasa dirasakan oleh mereka semua, meskipun kebingungan mereka belum terjawab sampai sekarang.


Sinar tersebut redup dan menghilang ketika Agatha telah sadar, mereka mempertanyakan tentang bagaimana Scarlesia bisa mempunyai sinar kehidupan milik dewa pencipta lalu dia bisa menggunakan teknik pemulihan jiwa dalam keadaan tidak sadarkan diri.


“Apakah dewa pencipta melindungi Sia selama ini? Sinar kehidupan ini membuat istana langit menjadi lebih hidup dibanding sebelumnya,” ujar Carolus.


Memang benar, situasi di istana langit sekarang lebih terasa hidup dan keresahan serta kegelisahan dalam hati lenyap seketika. Sebuah keanehan yang patut mereka pertanyakan, tapi mereka tidak dapat menemukan jawabannya berapa kali pun mereka memikirkannya.


Lalu Agatha beranjak dari posisinya, dia mendekat ke arah Scarlesia. Ia mengelus rambutnya dan mengecup kening milik Scarlesia sembari menangis haru.


“Terima kasih Sia, kau telah menyelamatkanku dua kali. Aku sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup hingga sekarang,” ungkap Agatha.


“Ya, bagaimana pun dulu Sia juga menyelamatkan kita dari kematian walaupun endingnya Sia harus mengorbankan nyawanya demi kita,” sambung Aefar.


“Gadis ini adalah ciptaan paling sempurna, dia sempurna dalam berbagai hal. Meski masih ada sedikit luka mengganjal di jiwanya dan kutukan dewa pencipta juga masih belum menghilang,” lanjut Leopold.


“Bagaimana pun Sia berjasa besar untuk kita, seharusnya kita menjaganya lebih ekstra mulai sekarang,” tutur Fritz.


Lalu mereka menaruh tangan mereka di atas tubuh Scarlesia, mereka membuat semacam perlindungan untuk Scarlesia. Apabila terjadi hal buruk, setidaknya pelindung itu akan membantunya sedikit. Seusainya, Tavisha segera menyuruh Xeon untuk membawa Scarlesia pulang ke Evariste sebelum dia sadarkan diri.


“Xeon, kekuatan Sia akan terkunci selama beberapa waktu. Ini adalah efek sementaranya, nanti kekuatannya akan kembali seperti semula kecuali kekuatan dewa hewan masih akan tetap berfungsi. Tapi untuk kekuatan penyembuhan, kekuatan dewa perang, dewa laut, dewa waktu, serta dewa langit itu tidak akan bisa digunakannya. Harap lindungi Sia, jangan sampai terulang hal yang sama lagi,” pesan Agatha.

__ADS_1


“Baik, saya akan ingat itu.”


__ADS_2