Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Manusia Serigala


__ADS_3

“Sia tidak berbohong kok. Saya memang penyihir agung Yang Mulia, saya sudah menjadi milik Sia jadi apapun yang dia perintahkan pada saya maka akan saya lakukan,” ujar Oliver meraih sebelah tangan Scarlesia lalu mengecupnya.


“Bagaimana Yang Mulia? Apakah ini masih tidak cukup? Saya juga membawa pria saya yang lain, yang berambut hitam adalah vampir namanya Andreas lalu yang berambut merah adalah naga namanya Zenon. Saya bisa memerintahkan mereka untuk menjadikan kekaisaran ini sebagai lautan darah,” ancam Scarlesia secara halus.


“LANCANG! BERANINYA KAU MENGANCAM KAISAR! APAKAH KAU INGIN MATI?” bentak Marquess Javar.


“Ya ampun marquess, sayang sekali saya tidak takut mati karena saya sudah pernah mati sebelumnya,”


“A-apa? Kau…”


“Sudah marquess! Sebaiknya kau tenang sekarang,” kata kaisar menghentikan Marquess Javar berbicara lebih panjang lagi.


Scarlesia menyeringai melihat pria tua itu terdiam dan tidak bisa berbicara lagi. Kini hanya tinggal kaisar yang perlu dia tangani.


“Bagaimana Yang Mulia?” tanya Scarlesia menanti jawaban kaisar.


“Baiklah, aku akan membatalkan pertunanganmu dengan putra mahkota tapi dengan satu syarat. Dua minggu lagi akan diadakan lomba berburu jika kau menang di lomba tersebut maka aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan,”


“Oke, saya setuju. Saya tidak akan kalah loh, lalu Yang Mulia apa anda tidak penasaran kenapa saya pernah mati?”


Kemudian Scarlesia mendekat ke arah kaisar dan berbisik di samping telinganya, “Itu karena dokter yang anda utus untuk mengobati saya sebelumnya disogok oleh permaisuri untuk meracuni saya. Apakah permaisuri mencoba menciptakan konflik diantara kita?”


Raut wajah kaisar menegang karena marah sesaat Scarlesia mengatakan itu padanya, Scarlesia tersenyum miring melihat bahwa dia berhasil memancing emosi kaisar agar dia marah kepada permaisuri dan membuat hubungan mereka berdua semakin renggang.


“Ya sudah, terima kasih Yang Mulia. Sekarang saya pulang dulu,” pamit Scarlesia melambai meninggalkan ruangan rapat.


“Sial! Roseanne beraninya wanita itu,” gerutu kaisar dalam hati sambil menunduk menahan emosinya.


“Rapatnya disudahi sampai di sini saja,” ucap kaisar bergegas berjalan ke luar.


Di sisi lain pada saat yang bersamaan, sekarang Roseanne sang permaisuri tengah berada di kamarnya bersama Zaneta. Mereka sepertinya sedang mendiskusikan mengenai bagaimana caranya menangani Scarlesia.


“Apa yang harus saya lakukan selanjutnya Yang Mulia? Wanita gila itu sudah hampir menguasai kediaman Duke Eginhardt jika dibiarkan lebih lama lagi maka dia akan berhasil merebut semuanya dari saya,” keluh Zaneta gelisah.

__ADS_1


“Kenapa kau tidak membunuhnya secara langsung saja?” anjur sang permaisuri seraya meneguk tehnya.


“Dia sangat pandai dalam menggunakan pedang jadi saya tidak bisa membunuhnya secara langsung,”


“Bodoh! Dia tidak bisa menggunakan sihir seharusnya kau bunuh dia dengan sihir. Jika dia tidak cepat kita singkirkan dia juga bisa menjadi ancaman untukku. Melihat wajahnya yang mirip dengan wanita penggoda itu membuatku semakin membencinya, bahkan saat berhubungan badan denganku kaisar sering menyebut nama wanita yang sudah meninggal itu,” geram permaisuri.


“Kalau begitu saya akan mencoba mencari penyihir yang bisa membunuhnya,”


“Pastikan kau tidak boleh gagal sekarang,” peringat permaisuri.


“Tapi jika saya berhasil, anak saya Nieva akan menjadi permaisuri selanjutnya kan?”


“Ya, hanya Nieva yang pantas untuk Vincent,”


Zaneta senyum kegirangan, dia menekan dirinya bahwa kali ini dia tidak boleh gagal lagi. Masa depan anaknya yang cerah kini ada di tangannya jadi dia harus membunuh Scarlesia apapun yang terjadi. Tidak lama berselang, tiba-tiba kaisar masuk ke kamar permaisuri memasang mimik marah. Melihat kaisar yang masuk ke dalam, sang permaisuri dan Zaneta segera berdiri untuk menyapanya.


“Yang Mulia apa yang…”


Kaisar menampar wajah permaisuri langsung tanpa mengatakan apapun dan tanpa mengatakan alasan apapun. Permaisuri terkejut dengan apa yang dilakukan kaisar baru saja padanya, dia menatap kedua mata kaisar yang memancarkan kemarahan besar padanya tanpa tahu apa yang sedang terjadi pada kaisar sebenarnya.


“Kenapa anda menampar saya Yang Mulia? Memangnya apa salah saya?” tanya permaisuri.


Kaisar lalu mencengkram leher permaisuri, dia mencekiknya dengan sangat kuat.


“Kau masih bertanya apa salahmu? Kau pikir aku tidak tahu kalau kau selama ini meracuni Scarlesia dengan menyogok dokter yang aku kirim untuk mengobatinya. Permaisuri, apakah kau mau membuat Scarlesia memandangku buruk? Kau mau menciptakan kerenggangan antara aku dan dia?” murka kaisar.


“Uhukk heukkk, a-ampuni s-saya Yang Mu…lia…” lirih permaisuri.


Kaisar pun melepaskan cengkraman tangannya lalu mendorong permaisuri hingga terjatuh.


“Kalau sekali lagi kau melakukan hal buruk pada Scarlesia, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu,” ancam kaisar kemudian keluar dari kamar permaisuri.


Zaneta lalu membantu permaisuri untuk berdiri, meski dia sendiri merasa takut melihat kemarahan kaisar.

__ADS_1


“Zaneta, kau harus membunuh wanita itu apapun yang terjadi. Jika kau masih tidak berhasil membunuhnya maka aku yang akan langsung turun tangan,”


“Baik Yang Mulia,”


Sementara itu sekarang Scarlesia tengah berada di halaman istana, jantungnya tiba-tiba kembali berdetak kencang. Dirinya seolah ditarik oleh kekuatan yang cukup besar, ini sama persis dengan yang dia rasakan sebelum bertemu dengan Andreas, Zenon, dan Oliver. Lalu dia membelokkan langkahnya untuk mencari sumber kekuatan itu berada.


“Sia, kamu mau kemana?” tanya Andreas menahan tangannya.


“Aku rasa ada sesuatu yang aneh di belakang ini jadi aku ingin pergi memeriksanya,” jawab Scarlesia.


“Kalau begitu kami juga ikut,” ucap Andreas.


“Baiklah ayo ikuti aku,”


Andreas, Zenon, Oliver, dan juga Kitty mengekori Scarlesia dari belakang hingga mereka tiba di sebuah ruang kecil, serta mereka juga melihat Vincent berada di ruangan tersebut bersama beberapa ksatrianya. Karena kekuatan itu semakin menariknya, Scarlesia memutuskan untuk masuk ke ruangan tersebut.


Alangkah terkejutnya dirinya saat mendapati Vincent sedang menyiksa seorang pria yang sedang diikat dengan rantai. Vincent terus memukuli pria tersebut meski dia sudah tidak sadarkan diri.


“Tidak salah lagi, gelombang kekuatan tadi berasal dari pria itu,” batin Scarlesia.


“Yang Mulia Putra Mahkota, apa yang sedang anda lakukan?” tegur Scarlesia melangkah semakin masuk ke dalam.


Vincent spontan menengok ke arah suara Scarlesia datang, dia bahagia dengan kedatangan Scarlesia yang tidak dia sangka.


“Sia, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau bisa ada di istana? Apa kau mau menemuiku dan melanjutkan kembali pertunangan kita?” tanya Vincent mencoba membelai Scarlesia tapi buru-buru tangannya malah ditepis olehnya.


Scarlesia tidak mempedulikan apapun yang dikatakan oleh Vincent karena saat ini yang dia pedulikan adalah pria yang disiksa oleh Vincent ini. Dengan lekas Scarlesia mendekati pria tersebut untuk mengecek kondisinya.


“Hei apa kau bisa mendengarku?” tanya Scarlesia menepuk-nepuk pipinya namun tidak ada respon darinya.


“Apa yang sedang coba kau lakukan? Pria itu adalah manusia serigala yang aku dapatkan dari peperangan beberapa hari yang lalu. Dia bukan manusia jadi mau seperti apapun aku memukulinya dia tidak akan merasakan sakit,” tutur Vincent.


“Apa yang baru saja anda katakan?”

__ADS_1


__ADS_2