Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kematian Di Depan Mata


__ADS_3

“Aku harap aku masih bisa bertahan sampai Oliver kembali,” batin Sia menarik selimutnya untuk menutupi sekujur tubuhnya.


Oliver pergi meneliti sesuatu yang menganggu pikirannya selama beberapa waktu belakangan ini, setelah dua hari lamanya akhirnya dia mendapatkan sesuatu hal yang mengejutkan dirinya bahwa alasan kenapa Keluarga Phartevid memiliki sihir yang kuat adalah karena mereka menggunakan sihir yang berbahaya, Oliver sendiri tidak tahu sihir apa sebenarnya itu.


“Ternyata begitu, aku sekarang tahu alasan kenapa keluarganya Sia sangat kuat. Ya sudah lah sekarang aku pulang dulu,” gumam Oliver pergi meninggalkan tempat penelitiannya.


“SIA, AKU PULANG!” seru Oliver masuk ke dalam kamarnya Sia.


Ketika dia masuk ke dalam kamarnya Sia, ia tidak menemukan Sia dimana pun. Oliver mencoba mencarinya keluar tapi tidak ia temukan jejak keberadaannya. Saat dia berjalan mencari Sia di taman, Oliver tidak sengaja mendengar pembicaraan dua orang pelayan.


“Apa kau tahu? Nona Sia saat ini sedang berada di ruang penelitian sihir. Banyak yang mengatakan kalau Nona dijadikan sebagai kelinci percobaan,”


“Kelinci percobaan?”


“Iya, itulah kenapa akhir-akhir ini Nona jadi sakit-sakitan. Katanya itu adalah efek dari penelitian yang dilakukan oleh Tuan dan Nyonya,”


“Memangnya Tuan dan Nyonya sedang meneliti apa?”


“Aku tidak tahu, kalau tidak salah ingat mereka sedang meneliti tentang baru sihir langka yang berwarna hitam. Katanya batu sihir itu mengandung banyak sihir di dalamnya, jadi mereka menjadikan Nona yang tidak mempunyai sihir sebagai kelinci percobaannya. Batu sihir itu mereka masukkan ke dalam tubuh Nona namun tidak ada perubahan yang terjadi, yang ada malah tubuh Nona yang semakin melemah,”


“Apakah Nona akan mati setelah ini?”


“Sepertinya begitu karena tujuan Tuan sejak awal memang untuk membunuh Nona. Kalau misalnya Tuan tidak berniat membunuh Nona seharusnya beliau sudah menghentikan penelitiannya sejak beberapa waktu lalu. Tapi kenapa Tuan malah melanjutkan penelitiannya jika sudah pasti gagal?”


Deg!


Kedua kaki Oliver lemas mendengar apa yang dibicarakan oleh para pelayan tersebut. Tanpa berlama-lama, Oliver langsung menuju ruang penelitian sihir. Di sana dia melihat Sia berbaring di sebuah ranjang dan dikelilingi oleh beberapa orang penyihir bahkan Raymond juga ada di sana bersama Henry. Di sisi lain ruangan, juga ada Ibunya Sia yang bernama Daisha serta kakak perempuannya yang bernama Kelly.


“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Oliver.


Seisi ruangan kaget karena kedatangan Oliver, mereka lekas menutupi Sia agar tidak tampak olehnya.


“Oliver! Apa yang membawamu kemari?” tanya Kelly menghampiri Oliver dengan senyum genitnya.


“Minggir kau!” dorong Oliver hingga membuat Kelly tersungkur.


“Apa yang ingin kau lakukan Oliver? Kami sedang melakukan beberapa penelitian,” kata Daisha mencoba menghalangi Oliver.


“Penelitian? MENJADIKAN SIA SEBAGAI KELINCI PERCOBAAN, KALIAN SEBUT ITU PENELITIAN?” teriak Oliver.

__ADS_1


“Sia? Apa maksudmu? Tidak mungkin kami melakukan hal sekejam itu pada anak sendiri,” dalih Daisha.


“OMONG KOSONG! BUKTINYA SIA SEDANG ADA DI ATAS RANJANG ITU KAN?” Oliver mengacungkan jarinya ke arah ranjang yang mereka coba tutupi.


“T-tidak Oliver, ini tidak seperti yang kau bayangkan. Kami hanya….”


Praangggg


Oliver melemparkan sebuah botol kaca ke arah Raymond tapi botol tersebut meleset ke dinding belakang.


“Apa maksudnya ini? Kau bilang kau tidak akan pernah menyakiti Sia lagi. APA KALIAN TIDAK PUAS MENYIKSANYA SEJAK DULU?” marah Oliver menggebu-gebu.


“Tenanglah Oliver, kami tidak melakukan sesuatu yang buruk pada Sia,” ujar Henry menenangkan Oliver.


“BERISIK!” sergah Oliver semakin naik darah.


Mereka semua terdiam seketika Oliver berteriak, dia tidak ingin mendengarkan kalimat apapun lagi dari mulut mereka semua. Oliver mendekati ranjang tempat Sia terbaring lemah, dia melihat Sia yang memejamkan matanya.


“Bangunlah Sia. Aku sudah pulang,” ucap Oliver mengelus rambut Sia.


“Oliver….” Panggil Sia dengan suara teramat kecil.


“Sia, kau sudah sadar? Ayo cepat kita pergi dari sini. Aku akan membawamu keluar dari tempat ini,” ujar Oliver.


“Kenapa aku tidak boleh membawanya?”


“Karena aku harus memastikan wanita tidak berguna itu mati. Setelah dia mati, aku akan menikahkan Kelly denganmu,” ungkap Raymond.


“Apa katamu? Kau benar-benar membuatku sangat marah. Jika itu yang kau minta, baiklah aku tidak punya pilihan lain selain membunuhmu,”


Terjadi pertarungan yang cukup sengit di dalam ruang penelitian. Pertarungan antar pengguna sihir itu, membuat barang-barang yang ada di ruangan ini hancur lebur. Oliver tidak kenal ampun, dia terus menyerang Raymond dengan sihirnya.


“AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN SIAPAPUN YANG MENYAKITI SIA!”


“HEI KALIAN CEPAT BUNUH WANITA ITU!” perintah Raymond kepada para bawahannya.


“Tidak! Tidak akan aku biarkan kalian membunuh Sia,”


Tubuh Oliver ditahan oleh Raymond, Henry, dan beberapa penyihir lainnya, mereka membatasi ruang gerak Oliver sehingga dia tidak bisa mencegah orang-orang itu yang hendak membunuh Sia.

__ADS_1


“Kalian tidak perlu repot-repot untuk membunuhku,” kata Sia bangkit dari tempat ia berbaring.


“SIA! CEPAT LARI DARI SANA, KEMUDIAN….”


“Tidak Oliver,… Uhukk uhukk,” batuk Sia makin parah dan mengeluarkan darah, wajahnya bertambah pucat, dan tubuhnya menggigil.


“Tidak? Apa maksudmu? Kita harus keluar dari tempat ini bersama-sama Sia,”


“Oliver, hari ini aku akan mati di sini,”


Sia mengambil sebuah pisau dari atas meja, ia menempatkan pisau tersebut tepat di depan dadanya.


“APA YANG INGIN KAU LAKUKAN SIA?”


“Oliver, apa kau percaya reinkarnasi?” tanya Sia.


“Ini bukan saatnya mengatakan hal semacam reinkarnasi! Sekarang selamatkan dirimu lebih dulu Sia!”


Sia menggelengkan kepalanya pelan.


“Kau harus percaya dengan reinkarnasi. Aku mencintaimu Oliver, maka dari itu aku akan bereinkarnasi kembali lalu aku akan menemukanmu lagi seperti yang aku lakukan saat pertama kali kita bertemu. Untuk itu, tolong tunggu aku sampai saat itu terjadi. Oke?”


“SIA! TIDAAKKKK!! JANGAN LAKUKAN ITU! SIAAAAA!!!”


Sia menikam tepat di jantungnya menggunakan pisau itu, dia melakukan bunuh diri di hadapan mata Oliver.


“Sia… Wanita yang aku cintai, SIAAAAA!!!”


Oliver kehilangan kendali dirinya menyaksikan Sia kehilangan nyawanya tepat di depan matanya, kekuatan Oliver meluap keluar dari tubuhnya dan menghempaskan Raymond serta Henry jauh-jauh. Seluruh penyihir bersatu untuk melawan Oliver namun setelah beberapa saat, Oliver berhasil membantai mereka semua termasuk keluarga Sia. Dari pertarungan yang cukup menyusahkan inilah inti sihir Oliver rusak karena kekuatannya yang meluap keluar dari tubuhnya dan tidak bisa dikendalikan lalu serangan dari para penyihir itu juga menjadi penyebab inti sihirnya rusak.


Oliver membawa tubuh Sia keluar dari ruang penelitian sihir yang hampir hancur ini.


“Jika memang… Jika memang reinkarnasi itu ada, maka aku akan menunggumu kembali Sia. Tidak peduli seberapa lama pun itu aku akan menantimu,”


Oliver terisak mengingat masa lalu yang sangat menyakitkan baginya, dia baru saja bertemu dengan Scarlesia tapi dirinya sudah dihadapkan dengan kejadian yang membuatnya kembali teringat dengan masa lalunya yang kelam.


“Tolong cepatlah sadar Sia…”


Kini, Scarlesia tengah berada di alam mimpinya. Di sana, hanya ada sebuah ruang tak bertepi yang sekelilingnya berwarna putih.

__ADS_1


“Dimana aku sekarang?”


“Sia, kita bertemu kembali,”


__ADS_2