Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Naria


__ADS_3

“Aura kegelapan! Kenapa dia bisa memilikinya?”


“Berdirilah di belakangku,” Elios menarik Scarlesia ke belakang tubuhnya. “Tidak salah lagi wanita ini mengikat kontrak dengan iblis hitam!” ucap Elios.


“Jadi, itulah kenapa tubuhnya dipenuhi oleh aura kegelapan?”


“Iya, untuk saat ini kita harus menjauh lebih dulu. Entah kenapa aku merasakan kalau iblis hitam yang mengikat kontrak dengannya bukan iblis biasa!”


“Tidak Elios, kalau kita menjauh maka aku semakin banyak yang terluka. Biar aku yang akan menanganinya,”


Scarlesia memejamkan matanya kemudian ia menjentikkan jarinya, seketika waktu yang sedang berjalan terhenti begitu saja. Yang bisa bergerak di dalam aliran waktu yang berhenti hanyalah Scarlesia, Elios, serta Giana yang sedang dirasuki oleh iblis yang dikontraknya.


“Waktunya terhenti? Sia sekarang sudah bisa mengendalikan kekuatannya?” batin Elios takjub.


“Sekarang katakan! Siapa kau? Apa tujuanmu mengikat kontrak dengan Putri Giana?” selidik Scarlesia.


“Hahaha Elios! Akhirnya aku menemukanmu, apakah kau tidak mengingatku?” bukan menjawab pertanyaan yang dilontarkan Scarlesia, iblis yang berada di dalam tubuh Giana malah menargetkan Elios.


“Jangan bilang kau adalah Naria?!” tebak Elios.


“Benar! Itu adalah aku. Akhirnya kau mengingatku ya Elios, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu, aku kemari untuk menjemputmu. Nah sekarang ayo kita pulang dan melaksanakan upacara pernikahan,”


Tatapan mata iblis hitam itu penuh dengan obsesi besar kepada Elios, rasa gelisah dan tidak nyaman dirasakan oleh Elios.


“Siapa dia?” tanya Scarlesia berbisik pada Elios.


“Dia adalah Naria, dia sempat menyukaiku dan mengajakku menikah dulunya tapi aku menolaknya. Semenjak saat itu dia menjadi pengkhianat bangsa iblis putih lalu menyerahkan dirinya sebagai iblis hitam,” jawab Elios.


“Sepertinya dia terobsesi padamu. Kalau begitu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,”


Lalu Naria melirik Scarlesia yang sangat dilindungi oleh Elios, api kemarahan terpancar dari kedua bola matanya.


“Siapa wanita ini? Apa dia sama dengan wanita yang kau cintai dulunya? Kau menolak untuk menikah denganku karena manusia itu kan? Lalu wanita ini juga akan menjadi penghalang lagi? Elios! Kapan kau akan menyadari perasaanku? Aku hanya ingin menikah denganmu. Ayo sekarang menikahlah denganku,”

__ADS_1


Naria mendekati Elios, ia ingin menyentuh Elios secara langsung tapi Scarlesia terburu menampik tangannya.


“Jangan sentuh Elios, dasar iblis menjijikkan! Bisa-bisanya kau terobsesi sampai membahayakan nyawa manusia. Elios itu milikku dan aku tidak akan menyerahkannya padamu,” tekan Scarlesia.


Elios tertegun melihat Scarlesia langsung menghadang Naria agar tidak mendekat padanya, dia merona mendengar Scarlesia mengklaim dirinya sebagai miliknya. Naria menggerutu kesal karena Scarlesia mengatakan bahwa Elios adalah miliknya, dia tidak bisa menahannya lagi.


“Tidak bisa aku ampuni! Kau wanita murahan beraninya kau mengatakan Elios adalah milikmu. Sepertinya kau harus aku beri pelajaran ya,”


“Tidak perlu karena aku sudah bosan dengan pelajaran yang kalian berikan padaku,”


“AKAN AKU BUNUH KAU!”


Sebuah pisau ia keluarkan dari balik gaunnya, Naria berniat untuk menancapkan pisau tersebut ke Scarlesia namun niatnya ditahan oleh Elios.


“Jangan pernah menyentuhnya!”


Elios merangkul pundak Scarlesia lalu mendorong Naria agar menjauh dari mereka berdua. Naria tersungkur ke atas lantai, hatinya semakin sakit melihat Elios yang melindungi Scarlesia mati-matian.


“Kenapa? KENAPA HARUS WANITA INI? KENAPA BUKAN AKU SAJA YANG KAU CINTAI?” teriak Naria frustasi.


“Sudah Elios, biar aku yang mengurusnya. Kau tidak perlu membuang-buang tenagamu untuk melawan iblis ini,”


Scarlesia melangkah mendekati Naria yang masih terduduk di atas lantai.


“Naria si iblis hitam, sepertinya kau perlu aku ajari sesuatu. Mengganggu kehidupan manusia karena obsesimu terhadap cinta membuatku sangat terganggu maka aku akan membantumu keluar dari situasi ini,”


“Apa yang ingin kau lakukan? Jangan macam-macam denganku,”


Scarlesia menyeringai melihat Naria yang terintimidasi oleh tatapan matanya yang tajam dan ganas. Kemudian Scarlesia meletakkan tangan kanannya di atas puncak kepalanya Giana, cahaya yang megalir di tangannya menarik Naria untuk keluar dari tubuh Giana.


“Hoho jadi ini bentukan aslimu?”


Scarlesia mencekik Naria dengan kekuatan penuhnya, Naria tidak mampu lepas dari cengkraman tangan Scarlesia. Lalu Scarlesia menjentikkan kembali jarinya untuk membuat waktu berjalan seperti sedia kala. Orang-orang yang tadinya tercekik oleh aura kegelapan yang dikeluarkan Naria, kini sudah baik-baik saja. Keadaan kembali normal seperti semula, sedangkan Giana masih tetap pada posisinya yang duduk di atas lantai.

__ADS_1


“Lihat! Apa yang sedang dicekik oleh Nona Scarlesia?”


“Apa itu iblis hitam? Tapi kenapa dia bisa ada di sini?”


Seluruh tamu undangan ribut sesaat melihat Scarlesia yang sedang mencekik Naria.


“Yang Mulia Putri Giana, anda mengikat kontrak dengan iblis ini bukan?” tanya Scarlesia membuat Giana tersentak.


“A-a-apa yang k-kau katakan? Mana mungkin aku mengikat kontrak dengan iblis hitam!” sanggah Giana gugup.


“Benarkah? Kalau begitu bagaimana kalau kita buktikan?”


“Aku kan sudah mengatakan kalau aku tidak melakukan perjanjian kontrak dengan iblis hitam! Kau mau memfitnahku?” tuding Giana berusaha mengelak.


“Saya tidak memfitnah anda Yang Mulia, justru saya itu mau membuktikan apakah anda mengikat kontrak dengan iblis hitam atau tidak?” jawab Scarlesia.


“Giana, apa kau benar-benar mengikat kontrak dengan iblis hitam?” sela Vincent mendatangi Giana.


“Tidak kak, aku tidak melakukannya. Tolong percayalah padaku,” mohon Giana penuh air mata.


“Pelayan, buka sarung tangan putri!” perintah Vincent.


Dua orang pelayan wanita menuruti perintah Vincent, mereka memaksa Giana yang bersikeras tidak mau melepaskan sarung tangannya. Pelayan tersebut berhasil melepaskan sarung tangannya dan ternyata benar, di punggung tangan Giana ada tanda perjanjian dengan iblis hitam. Seisi aula kaget dengan fakta yang sedang mereka saksikan.


“Benar bukan yang saya katakan? Yang Mulia Putri sudah mengikat kontrak dengan iblis yang ada di tangan saya sekarang. Tindakan anda membuat semua orang di aula ini hampir celaka, untuk apa anda melakukannya? Anda sebagai anggota kekaisaran seharusnya tahu kalau mengikat kontrak dengan iblis sama saja dengan mengkhianati kekaisaran,” ujar Scarlesia.


“T-tidak… Aku….”


“GIANA! Kau sudah mempermalukan kekaisaran ini dihadapan banyak orang. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal sesembrono ini. Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan? Apa benar kau berusaha mengkhianati Kekaisaran Roosevelt?”


Tindakan Giana membuat Vincent naik darah, ia baru saja naik ke tahta kaisar tapi sudah dihadapkan dengan masalah yang melibatkan adik kandungnya sendiri.


“B-b-bukan… A-aku… Aku tidak melakukannya untuk mengkhianati kekaisaran. Tolong percaya padaku kak, aku tidak mungkin berencana mengkhianati kekaisaran,” dalih Giana.

__ADS_1


“Lalu ini apa? Apa yang sebenarnya kau pikirkan?”


“Iblis ini datang padaku, dia mengatakan kalau dia akan membantuku untuk membunuh Scarlesia. Jadi aku menyetujuinya untuk mengikat kontrak dengannya. Sejak awal aku tidak punya niat untuk mengkhianati kekaisaran,”


__ADS_2