Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Keputusasaan Scarlesia


__ADS_3

“Kak, aku kosong….”


Betapa pedihnya perasaan Carlen menemukan Scarlesia berada di tengah keputusasaan, rintik hujan serta petir menyambar di angkasa menggambarkan kehancuran teramat sangat dirasakan oleh adiknya. Tidak ada kehidupan di pupil matanya, tidak ada secercah cahaya untuk melenyapkan kekosongan itu. Keretakan dalam hatinya, apakah bisa sembuh dan kembali seperti sedia kala? Hati lembut si gadis kecil kini tengah gugur menjatuhkan harapan yang sejak awal telah dibangun.


Carlen menyentuh pipi Scarlesia, tidak ada sisa kehangatan di kulit putihnya. Kedua matanya tidak mengerjap, sungguh kepiluan menghampiri hati Carlen. Dia ingin sekali membantu Scarlesia keluar dari jeratan duri yang melilit jiwanya, dia ingin sekali menggantikan posisi adiknya untuk merasakan sakit. Namun, apalah daya diri sebab dia tidak mampu melakukannya dan hanya bisa memberikan dekapan supaya mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan mendalam.


“Kenapa kau harus menderita seperti ini? Kenapa kau harus menanggung masalah ini semuanya sendirian? Padahal aku adalah kakakmu, namun mengapa rasa sakit itu tidak bisa dipindahkan kepadaku saja? Aku tidak sanggup lagi melihatmu sakit. Mengapa aku tidak bisa melakukan apapun untukmu? Sia, tolong menetaplah dan tolong kuatlah. Aku akan selalu berada di sisimu tanpa meninggalkanmu, kakak menyayangimu Sia.”


Perasaan terdalam Carlen tercurahkan, meski Scarlesia sekarang tidak dapat menerima luapan perasaannya tapi ia tetap mengatakannya pada Scarlesia. Carlen hanya bisa menjadi tonggak penyangga agar Scarlesia tidak terjatuh lebih dalam lagi. Air mata Carlen seketika terjatuh, namun segera air matanya diseka oleh air hujan yang membasahinya.


“Sudah, sekarang kita pulang ya. Aku akan menyuruh dokter mengobati lukamu, mulai hari ini aku akan menggantikan peran Ayah untuk menjagamu. Oleh karena itu, kau tidak perlu merasa sendirian sebab ada aku dan Aldert yang akan melindungimu. Peluk aku sesukamu bila rasa sakit menyerangmu lagi, aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi Sia. Ini adalah yang terakhir kalinya, kau tidak akan kehilangan siapa pun lagi. Tolong percayakan sebagian bahagiamu padaku,” tutur Carlen dengan suara gemetar.


Kemudian Carlen mengajak Scarlesia kembali ke istana, dalam cuaca badai seperti ini dia memaksa dirinya untuk melawan arah angin dan hujan. Semenjak hari kematian Eldrick, Carlen sama sekali belum tidur dan beristirahat, kondisi Scarlesia membuatnya begitu khawatir dan akhirnya dia tidak bisa menidurkan badannya sama sekali.


“YANG MULIA KAISAR SUDAH DITEMUKAN!”


Kekacauan di istana sesaat mereda setelah mereka melihat langsung Carlen menggendong Scarlesia pulang.


“Panggilkan dokter segera! Yang Mulia sepertinya sedang terluka parah,” perintah Victor.


Carlen melangkah cepat menuju kamar, dia membaringkan tubuh Scarlesia yang masih basah kuyup di atas ranjang tempat tidur. Para pelayan pribadinya Scarlesia langsung menggantikan Carlen untuk mengurus Scarlesia lebih lanjut. Tidak lama kemudian, seorang dokter memasuki kamar dan segera mengecek keadaan Scarlesia serta membalut lukanya menggunakan perban.

__ADS_1


“Apa yang terjadi pada Sia kak? Kenapa dia kembali dalam keadaan terluka?” tanya Aldert baru saja tiba bersama Xeon dan yang lain.


“Aku menemukan Sia di tengah hutan sedang menikam jantungnya menggunakan belati, untungnya aku datang tepat waktu lalu aku menyingkirkan belati itu dari tangannya,” jawab Carlen.


“Tapi mengapa lukanya tidak dapat tertutup sempurna? Bukankah Sia memiliki kekuatan penyembuhan?” tanya Elios.


“Itu karena dia berada dalam kondisi mental terguncang dahsyat, kekuatannya tidak akan bekerja sempurna apabila dia tidak sadar sepenuhnya,” papar Xeon.


Jujur, mereka turut merasakan kesedihan mendalam seperti apa yang dirasakan oleh Scarlesia. Penderitaannya mengalir di perasaan mereka masing-masing, kesenduan di ekspresi wajah mereka bisa terbaca jelas.


“Apa lagi yang bisa kita lakukan sekarang? Aku tidak tahan melihat Sia seperti ini,” ujar Oliver.


Walaupun terlihat tenang dari luar, sesungguhnya Xeon juga cemas hingga membuat hatinya ikut sakit dan sesak. Gadis yang diperjuangkannya selama 2000 tahun ini lagi-lagi harus menderita, perasaannya penuh dan seakan meledak keluar sebab saking tidak mampunya ia bertindak lebih jauh demi Scarlesia. Meskipun dia adalah dewa, tetap saja tidak ada yang dapat dilakukannya di kala Scarlesia terjebak di dalam penderitaan yang tak kunjung memperoleh titik cahayanya.


Setelah hari itu, keamanan di seluruh istana diperketat karena mereka tidak ingin terjadi hal yang sama lagi. Semua pekerjaan Scarlesia sementara waktu ditangani oleh Lucas dan Victor, serta mengenai tugas pelatihan sementara waktu diambil alih oleh Xeon dan yang lain. Kabar mengenai Scarlesia berada di kondisi cukup buruk telah tersebar ke penjuru Kekaisaran Evariste, mereka mengetahui berita tentang kematian Eldrick dan mereka merasa turut bersedih untuk Scarlesia.


Kini di alun-alun kota ramai orang membicarakan tentang Scarlesia, rasa prihatin muncul dari diri mereka masing-masing.


“Apa kalian sudah mengirim surat untuk Yang Mulia?”


“Sudah, aku tadi mengirimnya ke istana. Semoga saja Yang Mulia membaca suratku dan bangkit kembali dari rasa kehilangannya.”

__ADS_1


“Setelah aku pikir-pikir, Yang Mulia cukup menderita selama ini. Beliau kehilangan Ibunya dari usia masih kecil, kehilangan adik angkatnya, lalu diikuti oleh kehilangan keluarga serta pelayan terdekatnya dan hewan kesayangan yang selalu bersama beliau. Belum tertutup luka lama, kini beliau harus terluka lagi karena kehilangan Ayahnya. Jika aku menjadi Yang Mulia, mungkin aku sudah mati.”


“Aku juga akan mati apabila berada di posisi Yang Mulia, bagaimana pun beliau hanya seorang gadis yang baru menginjak usia 18 tahun.”


“Lihatlah, sejak hari Yang Mulia kehilangan Ayahnya langit tidak pernah berdamai. Hujan tidak berhenti turun, seakan-akan langit ikut bersedih untuk Yang Mulia. Bahkan di hari kematian kaisar sebelumnya juga seperti ini.”


“Sepertinya alam turut merasakan apa yang dirasakan Yang Mulia, seolah mereka tengah menangisi ratu mereka.”


Surat dari rakyat terus berdatangan ke istana, mereka tidak henti-hentinya mengirimkan kata semangat untuk Scarlesia. Rakyat tidak mau Scarlesia terpuruk lebih lama lagi, mereka ingin melihat Scarlesia bangkit dari segala luka yang didera perasaannya.


“Semua ini salahmu, keluargamu mati gara-gara kau. Sejak awal jika kau tidak terlahir ke dunia ini, mereka akan merasakan kebahagiaan. Mereka tidak akan menderita seperti ini.”


“Lebih baik kau mati dari sekarang daripada nanti semua orang ikut mati demi dirimu.”


“Hidupmu tak berguna, walaupun kau mati sekalipun dunia masih tetap berjalan seperti biasa. Kau pembawa sial dan pembawa penderitaan untuk semua orang.”


“Kau tidak pantas untuk bahagia, dunia tidak akan pernah berpihak padamu.”


Suara-suara itu masih bergaung di kepala Scarlesia, dia tidak bisa mendengar apapun kecuali suara jahat yang terus menerus menyuruhnya untuk mati dan hilang dari peredaran dunia.


“Aku tidak pantas untuk hidup.”

__ADS_1


__ADS_2