Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Membawa Pulang Manusia Serigala


__ADS_3

“Apa yang baru saja anda katakan?” tanya Scarlesia memelototi Vincent.


“Aku bilang dia hanya manusia serigala…”


“Lalu apa bedanya manusia serigala dengan manusia biasa?” potong Scarlesia.


“Tentu saja jelas berbeda, manusia serigala itu derajatnya jauh lebih rendah dibanding manusia biasa apalagi keberadaan manusia serigala kini hampir tidak pernah terlihat. Jika aku menjual manusia serigala ini mungkin aku akan mendapatkan banyak uang tapi aku tidak ingin menjualnya karena aku akan menjadikannya sebagai budakku hahaha,” tawa Vincent semakin membuat Scarlesia jengkel.


“Yang Mulia, sepertinya anda harus disadarkan sekali lagi,”


Scarlesia mengepal kuat tangannya kemudian memukul tepat pipi Vincent.


Bugh


Vincent tersungkur karena pukulan Scarlesia sehingga membuat pipinya memar serta sudut bibirnya ikut terluka dan berdarah.


“Yang Mulia!” seru para ksatrianya membantu Vincent kembali berdiri.


“Apa-apaan? Kenapa kau malah memukulku?” tanya Vincent yang masih tidak sadar diri.


“Pantas jika saya membenci anda Yang Mulia, bagaimana bisa anda memperlakukan makhluk hidup seperti ini? Manusia biasa atau manusia serigala sekali pun tidak ada beda diantara keduanya. Setiap makhluk hidup berhak bahagia, tidak hanya manusia biasa bahkan hewan dan tumbuhan juga begitu. Mereka punya perasaan, jadi jangan pernah anda anggap remeh semuanya mentang-mentang anda putra mahkota anda tetap tidak punya hak melakukannya,” tekan Scarlesia.


Vincent bangkit dari jatuhnya, meski pipinya sakit sekarang dia harus menahannya sebentar agar tidak terlihat memalukan di hadapan Scarlesia.


“Kurang ajar sekali kau menyamakan aku dengan makhluk rendahan seperti itu. Padahal dia hanya manusia serigala tapi tampaknya kau sangat mempedulikannya,”


“Kalau begitu berikan manusia serigala ini pada saya, anggap saja kalau ini sebagai hadiah kompensasi pembatalan pertunangan kita,” pinta Scarlesia.


“Kenapa? Memangnya harus pertunangan kita dibatalkan? Aku tidak akan membiarkannya, seharusnya kau bersyukur menjadi seorang permaisuri yang bisa memimpi negara ini bersama kaisar. Tapi kau malah menolaknya, kenapa kau begitu angkuh padaku?”


Vincent semakin melangkah maju, dia meraih pergelangan tangan Scarlesia kemudian mencengkramnya cukup kuat.


“Berhenti! Lepaskan tanganmu dari Sia,” perintah Andreas menodongkan pedangnya pada Vincent.


“Ada apa ini? Kenapa kalian melindungi wanita ini? Dia adalah milikku dan kalian tidak usah ikut campur,”


“Apa yang baru saja kau katakan? Kau mau aku bakar hidup-hidup?” ancam Zenon.


“Atau kau mau menikmati hidupmu dalam kelumpuhan? Pilihlah salah satu,” lanjut Oliver.


“Apa-apaan kalian? Apakah kalian tidak takut akan di eksekusi mati karena sudah berani mengancam putra mahkota?” ujar Vincent menggunakan nada angkuh.


“Kami tidak peduli. Lepaskan cepat tanganmu atau aku benar-benar akan menebas kepalamu, aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku,”


Ekspresi Andreas yang cenderung dingin tapi tajam membuat Vincent merasa takut kemudian melepaskan cengkramannya.


“Jadi bagaimana? Apakah yang mulia ingin memberikan manusia serigala ini pada saya sebagai kompensasi pembatalan pertunangan?”


“Tidak boleh, manusia serigala ini milikku,” tolak Vincent.

__ADS_1


“Saya beli kalau begitu, ini ada satu kantong koin emas. Silahkan diambil,”


Scarlesia melempar uangnya, ia sengaja melemparnya agar bisa menikmpuk kepala Vincent dan membuatnya meringis kesakitan akibat timpukan koin emas tersebut.


“Awwhh, sial!” umpat Vincent mengelus kepalanya.


“Bisakah kalian membantuku membawa pria ini kembali ke kediaman?” tanya Scarlesia kepada Zenon, Andreas, dan Oliver.


“Heee aku tidak mau, kenapa kita harus membawanya pulang?” tolak Zenon.


“Tolong ya sayangku cinta,” bujuk Scarlesia dengan merayu mereka.


Blush


Wajah mereka bertiga merona seketika.


“Ehemm b-baiklah,”


Kemudian Andreas memotong rantai yang mengikat tubuh pria tersebut dengan pedangnya.


“Biar aku saja yang membawanya,” ujar Andreas.


“Tidak, biar aku saja,” kata Zenon mendorong Andreas.


“Kalian berdua awas, aku yang akan membawanya,” ucap Oliver.


“Aku!”


“Aku!”


“Aku!”


“Aku!”


Scarlesia menghela napas berat melihat mereka berdebat hanya karena masalah sekecil ini.


“Aku hanya menyuruh kalian membawanya pulang bukan malah bertengkar! Ya sudah biar aku saja yang bawa,” omel Scarlesia.


Lalu mereka bertiga menghadang Scarlesia yang ingin membawa pria itu.


“Kalau Sia yang membawanya itu berarti dia bersentuhan langsung denganmu bukan?” tanya Oliver.


“Iya, lalu?”


“Kalau begitu biar aku saja yang bawa,” tawar Oliver.


“Tidak! Aku sudah bilang aku yang akan membawanya,” kata Zenon tak mau kalah.


“Oh my god! Oke biar Andreas saja yang membawanya, bagaimana Andreas?”

__ADS_1


“Aku? Baiklah Sia,” balas Andreas tersenyum.


“Apa? Kalian mau protes?” ketus Scarlesia pada Oliver dan Zenon.


“Tidak tidak,” jawab mereka serentak.


Andreas langsung menggendong pria itu lalu melangkah keluar dari ruangan sempit dan gelap tersebut.


“Kau tidak boleh membawanya pergi!” larang Vincent.


“Aku sih tidak peduli, yang jelas aku akan tetap membawanya,” ujar Scarlesia.


“Kalian cepat tangkap dan bawa manusia serigala itu kemari!” perintah Vincent pada para ksatrianya.


Para ksatria yang tidak bisa menolak perintah dari Vincent terpaksa harus menurutinya meski mereka takut menghadapi Scarlesia secara langsung.


“Kitty aku lelah, sekarang serang mereka sampai pingsan!” suruh Scarlesia pada Kitty.


“Roaarrrrrrr!!!”


Kitty melompat ke arah para ksatria tersebut, dia menghajar seluruh ksatrianya dalam sekejap.


“Bagus Kitty,” puji Scarlesia melempar beberapa koin emas ke ksatria yang tergeletak di atas tanah itu.


“Huhh? Beraninya dia menghabisi ksatriaku begitu saja ditambah mereka dikalahkan dengan mudah oleh seekor harimau putih? Sial!” umpat Vincent dalam hati.


“Yang Mulia tangkap ini!” seru Scarlesia melempar sekantong koin emas lagi pada Vincent.


“Untuk apa lagi ini?” tanya Vincent.


“Sepertinya halaman depan ini sangat bagus untuk dihancurkan, jadi izinkan saya menghancurkannya Yang Mulia,” ucap Scarlesia. “Zenon, bukankah sejak tadi tanganmu gatal ingin menghancurkan istana ini? Kalau begitu hancurkan halaman depannya saja,” lanjutnya.


“Benarkah? Baiklah aku tidak akan berbaik hati loh,”


Mimik wajah Zenon yang sejak tadi muram segera berubah menjadi sumringah, dia sangat menahan diri sejak tadi. Ia merengganggkan otot tangannya sejenak sebelum memulai amukannya.


“Oke, mari kita mulai hahaha,”


“A-apa? J-jangan!!”


Vincent hendak menghentikan aksi Zenon tapi ternyata sebelum dia bergerak jauh, Zenon sudah berhasil memporak-porandakan seluruh halaman istana bagian depan. Halaman yang awalnya sangat indah, kini sudah hancur lebur bahkan atap ruangan yang digunakan Vincent untuk menyiksa manusia serigala tadi ikut hancur.


“Hahaha rasanya lega sekali,” ucap Zenon tertawa puas.


Scarlesia tertawa kecil, dia senang melihat ekspresi Vincent yang ternganga oleh ulahnya.


“Oke, saya pulang dulu Yang Mulia. Semoga kita tidak bertemu lagi,” pamit Scarlesia melambaikan tangannya pada Vincent yang terlihat frustasi.


“Wanita itu membuatku semakin marah, aku tidak boleh membiarkannya bertindak lebih jauh lagi. Dia membuatku kehilangan muka di depan banyak orang, lihat saja aku akan membuatnya bersujud di hadapanku,” gerutu Vincent.

__ADS_1


__ADS_2