Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Menjemput Jiwa Zenon


__ADS_3

“Tolong Xeon… Mereka adalah pria yang aku cintai, aku tidak bisa membiarkan salah satunya menghilang begitu saja dari hidupku,” mohon Scarlesia.


Xeon menghela napasnya, dia tidak bisa menolak jika Scarlesia meminta tolong padanya.


“Baiklah, aku akan membantumu melakukannya,”


“Benarkah?”


“Iya,”


Scarlesia segera mengusap air matanya, ia merasa lega karena Xeon mau membantunya untuk melakukan hal yang cukup berbahaya ini. Kemudian mereka kembali ke kediaman bersama-sama, tubuh Zenon dibaringkan di atas tempat tidurnya.


“Nah Sia, sekarang berbaringlah di samping Zenon. Aku akan mengirim jiwamu masuk ke dalam tongkat ini, tolong berhati-hatilah. Jangan sampai kau ikut tersesat di dalamnya,” pesan Xeon.


“Baik, aku mengerti,”


Scarlesia segera melakukan apa yang diperintahkan Xeon kepada dirinya, dia berbaring dengan di samping Zenon. Xeon mulai menggunakan kekuatannya untuk menarik jiwa Scarlesia masuk ke dalam tongkatnya. Ketika Scarlesia membuka matanya, dia sudah berada di tempat yang cukup gelap.


“Apa aku sudah masuk ke dalam tongkatnya? Baiklah aku akan pergi mencari Zenon lalu membawanya kembali bersamaku,”


Scarlesia terus menerus berjalan di tempat yang gelap tersebut, tidak lama kemudian Scarlesia tiba di tempat yang seperti gurun sangat panas.


“Kenapa tiba-tiba ada gurun di sini? Panas sekali,” keluhnya mengipas menggunakan tangannya.


Gurun tersebut memiliki cuaca yang tidak karuan, setelah ia berjalan cukup lama angin kencang menghampiri dirinya dan nyaris menerbangkannya tapi untung saja dia berhasil menahannya agar badannya tidak diterpa oleh angin.


“Sedikit lagi… aku tahu Zenon berada di ujung gurun ini,” gumamnya melawan arah angin yang semakin kencang.


Setelah beberapa menit berjuang, akhirnya Scarlesia berada di ujung gurun. Dia mengedarkan pandangannya untuk melihat ada dimana Zenon sekarang, saat ia memutar lehernya ke samping kanan kedua matanya menangkap ada seorang anak kecil yang sedang duduk sembari memeluk lututnya. Anak kecil tersebut sangat mirip dengan Zenon, Scarlesia segera menghampirinya.


“Anak ini jangan-jangan….” pikirnya terputus.


“Zenon?” panggil Scarlesia.


Anak kecil tersebut mendongakkan kepalanya kepada Scarlesia.

__ADS_1


“Sia….” lirihnya memanggil Scarlesia balik.


“Zenon, aku menjemputmu kemari. Ayo kita pulang,” ajak Scarlesia mengulurkan tangannya.


“Sia, kalau aku keluar dari sini apa kau tidak akan meninggalkanku lagi? Aku sudah hidup hampir 600 tahun tapi aku selalu sendirian sejak dulu. Aku bahkan tidak tahu bagaimana wajah Ibu yang melahirkanku. Kau datang menghapus rasa sepiku tapi kau pergi dan meninggalkanku lagi, jika aku keluar dari sini kau tidak akan meninggalkanku bukan?”


Baru kali ini Scarlesia melihat ekspresi Zenon yang seperti anak kecil. Zenon yang selama ini bersifat keras ternyata memiliki sisi lain yang mengejutkan. Kemudian Scarlesia mengetahui bahwasanya yang berada di hadapannya kini adalah perwujudan dari jiwanya Zenon. Dia tidak memiliki masa kecil yang bahagia, selama hidupnya ia selalu kesepian, dan ia tidak pernah melihat seperti apa orangtuanya.


“Ternyata begitu ya. Zenon sebenarnya jiwanya mirip dengan jiwa anak kecil yang mencari keberadaan Ibu dan Ayahnya,” pikir Scarlesia.


“Berdiri lah dulu,” Scarlesia menarik tangan Zenon untuk segera berdiri. “Zenon, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku tidak akan pergi lagi seperti sebelumnya, alasan aku ada di sini hanyalah untuk menjemputmu pulang. Menjadi abadi itu menakutkan bukan? Kalau begitu, bagaimana kalau kita hidup abadi bersama? Aku akan menemanimu dari detik ini hingga sampai kapan pun itu,”


Kata-kata Scarlesia membuat kedua mata Zenon berkaca-kaca.


“Aku akan berjalan menggandeng tanganmu,” Scarlesia menggenggam tangan Zenon yang sangat panas tapi perlahan dingin karena sentuhannya.


“Aku akan memelukmu disaat kau merasa kesepian,” Scarlesia mendekap tubuh Zenon.


“Atau aku akan menciummu ketika kau merasa tidak ada satu pun yang berada di sisimu,” Scarlesia mengecup lembut bibir Zenon.


Tubuh Zenon yang menyerupai anak kecil perlahan kembali menjadi sosoknya yang dewasa.


“Oke, mari kita pulang sekarang,”


Mereka berdua berjalan sambil berpegangan tangan sampai jiwa mereka berhasil keluar dari dalam tongkatnya. Scarlesia mencoba membuka matanya, dia mendapati dirinya telah kembali ke kediamannya.


“SIAAA!!” seru Xeon dan seisi ruangan senang karena Scarlesia berhasil kembali.


“Bagaimana dengan Zenon?” tanya Scarlesia spontan.


Scarlesia melihat ke sisi kirinya, kelopak mata Zenon berkedut pertanda bahwa ia akan segera sadar.


“Eumm….” Zenon membuka matanya, dia berhasil diselamatkan oleh Scarlesia.


Scarlesia menghela napas lega melihat Zenon yang sudah sadar.

__ADS_1


“Akhirnya kau sadar juga,” ujar Scarlesia memandang Zenon penuh senyuman.


“Ya, aku sudah pulang,”


Selepas itu, segala masalah kelar. Scarlesia beristirahat untuk melepaskan rasa lelahnya selama beberapa hari ini karena sudah mengurus banyak hal. Scarlesia tidur dan tidak bangun dari kasurnya selama 3 hari.


“Nona! Ayo cepat bangun!” kata Erin menarik Scarlesia dari tempat tidurnya.


“Ahh nanti saja. Aku masih mau tidur,” ucap Scarlesia dengan nada malas.


“Tidak boleh Nona! Beberapa hari lagi perayaan kedewasaan anda akan dilaksanakan. Anda harus bangun untuk mencoba gaun yang baru saja dikirimkan oleh Nyonya Ellie,”


Omelan Erin tidak mempan terhadapnya, yang ia inginkan hanyalah tidur dan tidak melakukan apa pun itu. Selang beberapa menit setelah itu, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar dan Hana segera membukakan pintunya. Di depan pintu, ada seseorang dari istana datang mengantarkan pesan untuk Scarlesia.


“Nona, ada seseorang dari istana yang datang mengantarkan pesan untuk anda,” ujar Hana.


“Hmm tanyakan ada apa, suruh dia mengatakan pesannya secara langsung karena aku masih mengantuk,” jawab Scarlesia.


Hana kembali lagi ke depan pintu, dia berbincang bersama pengantar pesan tersebut.


“Nona, katanya Yang Mulia Kaisar ingin bertemu dengan anda,” tutur Hana memberitahu.


“Kaisar ingin menemuiku? Baiklah, aku akan pergi sekarang hehe,” Scarlesia langsung bangun dari tidurnya, senyum jahat melingkar di bibirnya.


“Ahh sepertinya aku tahu apa yang dipikirkan oleh Nona,” batin Erin dan Hana berbarengan.


Scarlesia segera bersiap untuk menuju ke istana kekaisaran, dia mengenakan gaun yang cukup sederhana karena dia tidak ingin tampak terlalu spesial untuk pergi ke sana. Tidak lupa Scarlesia mengajak seluruh prianya kecuali Xeon, karena Xeon sedang pergi ke istana langit.


Kondisi istana benar-benar kacau dikarenakan serangan monster sebelumnya, bangunannya banyak yang hancur berantakan. Ketika Scarlesia baru saja menginjakkan kakinya di kawasan istana, dia merasa terkejut karena yang ia lihat saat ini seperti bukan istana yang biasa dia kunjungi. Di ruang singgasana, ia sudah ditunggu kedatangannya oleh kaisar dan beberapa orang bangsawan di dalamnya.


“Ternyata kalian belum mati juga ya,” kata Scarlesia memasuki ruang singgasana.


Semua orang memusatkan perhatiannya kepada Scarlesia yang masuk bersama kelima prianya.


“Apa maksudmu Sia? Apa kau sungguh menginginkan aku mati?”

__ADS_1


Scarlesia tidak merespon pertanyaan kaisar, ia malah mengamati para bangsawan yang banyak terluka parah.


“Sepertinya aku tahu alasan kalian memanggilku kemari,”


__ADS_2