
Di penginapan
“Astaga bagaimana ini bisa terjadi?”
Saat membuka baju anak kecil tersebut untuk dia obati, Scarlesia sontak terkejut dengan tubuhnya yang penuh dengan luka lebam.
“Ada apa?” tanya Andreas mendatanginya.
“Sepertinya anak ini disiksa. Lihatlah luka lebamnya tapi aku akan menyembuhkannya lebih dulu karena aku rasa dia juga kesakitan karena luka-luka ini,”
Scarlesia menyembuhkannya terlebih dahulu, seluruh luka yang ada di sekujur badan anak itu menghilang. Tidak lama kemudian, anak kecil itu perlahan membuka matanya dan menemukan Scarlesia berada di dekatnya.
“Apa kamu baik-baik saja sekarang?”
Suara Scarlesia yang lembut menyentuh masuk pendengarannya, ia merasa damai seketika melihat wajah Scarlesia. Namun, dia juga merasa kaget dengan keberadaan Scarlesia dan langsung bangun dari tidurnya. Matanya berputar melihat tempat kini dia berada tapi dia tidak tahu ada dimana ia sekarang.
“Kenapa saya bisa ada di sini?” tanyanya bingung.
“Apa kamu tidak ingat? Tadi kamu pingsan lalu aku membawamu kemari. Sekarang kita ada di salah satu penginapan di kota ini,” jawab Scarlesia menjelaskan padanya.
“TOLONG! Tolong saya kak. Saya mohon,” kata anak itu yang tiba-tiba bersujud meminta tolong pada Scarlesia.
“Ceritakan padaku apa yang terjadi?”
Kemudian anak kecil itu menceritakan semuanya pada Scarlesia bahwa dia berasal dari salah satu panti asuhan. Anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut setiap bulan dikirim keluar dengan alasan ada keluarga yang mau mengadopsi mereka. Tapi ternyata bukan itu alasan sebenarnya, anak-anak itu dijadikan sebagai tumbal penyihir hitam.
Anak yang berada di depannya kini adalah anak yang hari ini mau dikirim sebagai tumbal tapi ia berhasil kabur namun adik perempuannya berada dalam bahaya. Para penyihir hitam tersebut berhasil membawa adiknya, dan ia kabur untuk mencari seseorang yang bisa menolong adik serta teman-temannya di panti asuhan.
“Tapi kenapa kau meminta tolong padaku? Kenapa tidak minta tolong pada ksatria?”
__ADS_1
“Karena saya bisa melihat kekuatan besar menyelimuti diri kakak, itulah kenapa saya meminta tolong pada kakak. Saya mohon tolong adik dan teman-teman saya,” mohonnya berlinang air mata.
“Siapa namamu?” tanya Scarlesia.
“Nama saya Theo,”
“Baiklah Theo, aku akan membantumu. Tapi aku tahu ada hal lain yang masih kau simpan bukan?” terka Scarlesia.
Theo meremas jemarinya, kepalanya ia tundukkan. Ekspresinya terlihat ragu-ragu seolah yang akan dia katakan adalah sesuatu yang cukup besar. Lalu dia memberanikan dirinya untuk menatap mata Scarlesia dan bersiap untuk memberitahukannya.
“S-saya tidak tahu apakah kakak akan mempercayai saya tapi saya mendengarnya langsung dari penyihir yang membawa pergi anak-anak panti asuhan itu. Mereka mengatakan bahwa kami adalah tumbal untuk ratu penyihir hitam yang sudah disiapkan langsung oleh permaisuri,” jelasnya dengan tubuh bergetar.
“Permaisuri? Ternyata begitu ya caranya dia mendapatkan dukungan dari penyihir hitam? Haha aku semakin geram karena kemana pun aku pergi selalu ada bahaya yang disebabkan oleh permaisuri,” geramnya mengepalkan tangan kanannya.
“Apa kakak tidak terkejut? Bukannya di kekaisaran ini semua orang menyukai permaisuri?”
“Tapi aku masuk golongan orang yang membencinya jadi kamu tidak perlu khawatir untuk mengatakannya padaku,” ujar Scarlesia tersenyum tipis.
“Tentu saja. Andreas, tolong panggil yang lain kemari,” perintah Scarlesia pada Andreas.
Kemudian Louis, Oliver, Zenon, dan Elios masuk ke dalam kamar.
“Kenapa Sia?” tanya Oliver.
“Sepertinya kita punya pekerjaan yang cukup rumit kali ini,”
Scarlesia menjelaskan semuanya pada mereka tentang apa yang terjadi pada Theo serta anak-anak panti asuhan lainnya. Tentu saja respon mereka juga sama seperti Scarlesia, mereka geram dengan ulah permaisuri sampai-sampai Zenon ingin membunuhnya sekarang juga. Akan tetapi, Scarlesia menenangkan mereka agar tidak terlalu emosi karena menurutnya tidak ada waktu untuk marah-marah sekarang.
“Nah Theo kami akan membantumu namun sebelum itu kau harus ceritakan secara rinci padaku tentang luka-luka yang ada di tubuhmu. Aku tahu itu tidak sesimpel kelihatannya,” ucap Scarlesia mengintrogasi Theo.
__ADS_1
“Sebenarnya kami sering disiksa oleh pengurus panti asuhan, kami sering diberi makan-makanan yang tidak layak bahkan ketika sakit pun kami tidak dirawat dengan baik. Kami ingin meminta tolong kepada Marquess Javar selaku bangsawan yang bertanggung jawab dengan panti asuhan itu tapi percuma saja karena dia tidak peduli pada kami yang akan berakhir sebagai tumbal,” beber Theo.
Scarlesia melirik tubuh Theo yang sangat kurus kering itu, dia memang terlihat tidak diberi makanan yang layak. Kali ini Scarlesia semakin marah dengan yang dilakukan oleh Marquess Javar, dia membiarkan pengurus panti asuhan melakukan korupsi seenak hatinya dan mengabaikan anak-anak yang meminta tolong padanya.
“Marquess Javar ya? Dia memang bawahan permaisuri yang paling setia. Sepertinya tangkapan kali ini akan lebih besar dari biasanya,” pikir Scarlesia.
“Ini tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi jika tidak maka anak-anak lain akan menjadi korbannya. Ini adalah ulah permaisuri itulah kenapa orang-orang tidak ada yang mencurigainya. Oliver, apa kau tahu sesuatu mengenai penyihir hitam?” tanya Scarlesia.
“Sihir hitam merupakan sihir terlarang yang menggunakan kekuatan iblis hitam, dengan artian lain para penyihir ini menjalin kontrak dengan iblis hitam untuk mendapatkan kekuatan lebih. Tapi masalah tumbal ini adalah masalah lain, aku pernah dengar ratu penyihir hitam mempunyai paras yang sangat cantik. Kecantikannya dia dapatkan dari tumbal-tumbal ini,” jelas Oliver.
“Iblis hitam? Jadi di dunia ini ada dua iblis yaitu iblis putih dan iblis hitam?”
“Ya, kalau kau mau tahu lebih banyak lagi sebaiknya dijelaskan oleh Elios saja,” jawab Oliver melempar penjelasan pada Elios.
“Biar aku yang menjelaskannya, dulunya sebenarnya hanya ada iblis putih di dunia ini. Tapi, karena perseteruan internal yang terjadi akhirnya iblis terpecah menjadi dua klan yaitu klan iblis putih dan klan iblis hitam. Awalnya mereka itu sama dengan kami tapi mereka mendapatkan kekuatan dari dewa kegelapan. Itu terjadi lebih dari 2000 tahun lalu,”
“Dewa kegelapan? Kenapa kedengarannya semakin rumit saja?” pikirnya.
“Jadi dengan kata lain iblis hitam ini versi jahatnya dari iblis putih?”
“Benar, kami iblis putih hidup tenang tanpa mencelakai manusia dan mengasingkan diri dari kehidupan manusia. Sedangkan iblis hitam ini senang mengacau di kehidupan manusia, mereka menawarkan penjalinan kontrak dengan manusia untuk membuat manusia saling berseteru dan akhirnya terciptalah lautan darah. Iblis putih seringkali mencoba menghentikan mereka tapi percuma saja mereka selalu bersembunyi di tempat yang tidak kami ketahui,” lanjut Elios menjelaskan.
“Bukankah lawan kita kali ini sedikit rumit?” tanya Scarlesia.
“Kata siapa? Aku sudah banyak mengalahkan iblis hitam yang berusaha mencelakaiku. Beberapa waktu lalu aku bertemu dengan mereka walau aku kembali dalam keadaan terluka tapi bukan berarti mereka lebih kuat dariku. Tapi lawan kita kali ini hanyalah manusia biasa yang mendapatkan sedikit kekuatan dari iblis hitam jadi apa yang harus kita takutkan?” kata Zenon.
“Lalu aku juga pernah dengar kalau pengguna sihir hitam ini mengorbankan jiwa mereka untuk bisa mendapatkan kekuatan besar dari para iblis hitam tapi bukan berarti mereka bisa mengalahkan kita dengan mudah,” tambah Louis.
“Benar Sia, bagaimanapun aku yakin kita lebih kuat dari mereka. Jadi kamu tidak perlu khawatir,” timpal Andreas.
__ADS_1
“Sepertinya sekarang aku tidak perlu khawatir lagi,”