Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Abigail Dikendalikan


__ADS_3

“Ada yang tidak beres dari pedangnya Abigail, aura hitam pekat yang menyelimutinya seakan seperti sebuah kutukan,” pikir Scarlesia.


Scarlesia memutuskan untuk menghindar sejenak dari pedang Abigail, tapi Abigail terus menyerangnya tanpa jeda.


“Kemana kau akan lari? Aku akan membunuhmu!!”


Aura pedang tersebut mulai menguasai tubuh Abigail, selimutan auranya nyaris mengendalikan seluruh pergerakannya.


“Apa pedang itu mencoba untuk mengambil alih tubuh Abigail sepenuhnya? Jika memang begitu, aku tidak bisa membiarkannya,”


Scarlesia melompat melewati atas kepala Abigail, dia berhasil mencapai tubuh belakangnya. Scarlesia dengan gesit menggunakan gagang pedangnya untuk memukul punggungnya Abigail dan menerjang tubuh bagian belakangnya  hingga membuat Abigail menelungkup di atas permukaan arena.


“AYO YANG MULIA! JATUHKAN PEDANGNYA!”


“CEPAT YANG MULIA!”


Arena duel penuh ketegangan, para penonton bersorak untuk Scarlesia agar segera menjatuhkan pedang Abigail. Scarlesia tidak langsung melakukannya, ia justru menginjak tubuh Abigail untuk menahannya supaya tidak bisa berdiri. Sebelah tangan Abigail mengangkat pedangnya agar tidak terjatuh mengenai permukaan.


“Katakan! Pedang terkutuk, apa maumu sebenarnya?” selidik Scarlesia.


“Hahaha jadi kau tahu aku adalah pedang terkutuk? Keinginanku hanyalah untuk menguasai tubuh gadis ini lalu pergi melihat dunia luar. Aku ingin membunuh manusia lebih banyak lagi supaya aku menjadi lebih kuat lagi!” ucapnya dengan lantang.


“Jadi, itu alasan kenapa kau mempunyai niat membunuh yang kuat? Tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu berbuat seenaknya saja di dunia ini!” tegas Scarlesia.


“Kau sangat kuat, di dalam tubuh mengalir begitu banyak kekuatan dewa dan dewi. Siapa sebenarnya kau?”


Scarlesia menambah daya injakannya agar pedang terkutuk itu berhenti berbicara menggunakan tubuh Abigail. Kini tubuhnya sudah dikuasai sepenuhnya bahkan Scarlesia tidak merasakan adanya Abigail saat ini.


“Aku siapa itu bukan urusanmu, tolong kau segera keluar dari tubuh Abigail! Atau aku akan membunuhmu sekarang!” gertak Scarlesia.


“Membunuhku? Gadis cantik kau lucu sekali, yang ada malah aku yang akan membunuh kalian semua!”


Kekuatan pedang tersebut semakin membesar, hawa membunuhnya yang kuat membuat hampir seluruh orang terasa dicekik olehnya.


“OLIVER! TOLONG BUATKAN SIHIR PEMBATAS!” pinta Scarlesia.


Oliver tanpa banyak bicara langsung membuatkan sihir pembatas di arena tersebut sehingga membatasi kutukan pedang itu untuk keluar mencapai penonton. Untung saja kekuatan pedangnya tidak sampai membunuh orang, sihir pembatas dari Oliver memutus rantai kekuatan pedangnya dengan para penonton. Para penonton terlihat panik seketika, tapi mereka diminta untuk tenang karena saat ini mereka tengah dilindungi menggunakan sihirnya Oliver.

__ADS_1


“Apakah Abigail tengah berusaha membunuh kita?”


“Tidak bisakah kalian melihatnya dengan jelas pedang yang digunakan Abigail itu bukan pedang sembarangan?”


“Ya, apa Abigail menggunakan cara curang lagi agar bisa mengalahkan Yang Mulia Scarlesia?”


Para penonton menggiring opini yang beragam, mereka memberi cap Abigail sebagai seorang wanita yang penuh trik kecurangan agar bisa mengalahkan Scarlesia. Rasa kesal mereka semakin lama semakin besar akibat pedang yang tadi hampir melayangkan nyawa mereka.


“YANG MULIA, BUNUH SAJA DIA!”


“BETUL YANG MULIA! ANDA HARUS MEMBUNUHNYA AGAR TIDAK MEMBUAT CELAKA ORANG LAIN!”


“JANGAN BERI DIA AMPUN YANG MULIA!”


Para penonton yang berasal dari kalangan bangsawan mulai mengangkat suara dan berteriak meminta agar Scarlesia membunuh Abigail. Sebaliknya, para bangsawan yang merupakan pendukung Abigail menentang keras mereka yang menyuruh Scarlesia untuk membunuh Abigail.


“DIAMLAH KALIAN! YANG MULIA ABIGAIL TIDAK SALAH!”


“YA! YANG MULIA ABIGAIL YANG AKAN MENJADI PUTRI MAHKOTA!”


“YANG TADI BUKAN SALAH YANG MULIA ABIGAIL, BISA SAJA WANITA ITU YANG SALAH!”


Para pendukung Scarlesia tidak terima mereka menjatuhkan Scarlesia, pada akhirnya timbullah suara ricuh dari arena penonton. Kubu Scarlesia dan kubu Abigail bersitegang satu sama lain serta saling menjatuhkan.


“CUKUP! HENTIKAN KERIBUTAN INI!” teriak Edward melerai perdebatan serta kegaduhan mereka buat.


Suara lantang Edward mampu mencapai mereka semua, mereka diam dan menghentikan seluruh keributan serta perdebatan mereka.


“PERHATIKAN SAJA MEREKA BERDUA! DUKUNG SAJA DARI SINI! JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN YANG TIDAK BERGUNA!” seru Edward.


Scarlesia menjauh dari tubuh Abigail yang semakin tidak terkendali, pedang itu sungguh gila karena niat membunuhnya terasa semakin besar. Scarlesia melaju cepat mengayunkan pedangnya pada Abigail yang hilang kendali.


“TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKANKU!”


Pedang mereka saling beradu, suara pedang mereka memecah di arena duel. Kemampuan berpedang mereka seimbang, Scarlesia harus kembali memutar otaknya untuk menyelesaikan duel ini segera.


“Baiklah, tidak ada cara lain lagi. Aku akan menunjukkan padamu kekuatan pedangku yang sesungguhnya,”

__ADS_1


Scarlesia memilih mundur sejenak, ia memejamkan matanya dan mengalirkan kekuatannya pada pedang emasnya. Abigail menyerang selagi Scarlesia dirasa lengah olehnya, tapi serangan pedang Abigail tidak satu pun bisa mengenai Scarlesia. Lalu Scarlesia merentangkan sebelah tangannya yang memegang pedang ke samping kemudian mengangkatnya mengarah langit. Pedang Scarlesia menjemput petir yang bersarang di langit saat


ini, petir tersebut diserap oleh pedangnya.


Tanpa berlama-lama lagi, Scarlesia mengayunkan pedangnya kembali dan menyerang tubuh Abigail dari jarak jauh. Petir yang tadi diserap oleh pedangnya menyambar keluar dan menghantam tubuh Abigail hingga membuatnya terpelenting ke luar arena.


“Uhukk uhukk ternyata kekuatan gadis ini bukan main kuatnya,”


Seluruh orang yang berada di arena tercengang melihat kekuatan Scarlesia kecuali mereka yang telah mengetahui kekuatan Scarlesia sejak awal. Jadi bagi mereka ini adalah sesuatu hal biasa mereka lihat.


“MAJU SIAAAAA!!!” seru Zenon berteriak antusias.


Sebelum bangkit dari posisinya, Scarlesia sekali lagi bergerak cepat dan melesat ke belakang tubuh Abigail. Mereka tidak bisa melihat pergerakan Scarlesia, tiba-tiba saja dia sudah berada di belakang Abigail. Scarlesia kembali menghantam Abigail menggunakan kakinya, tubuh Abigail terlempar masuk ke dalam arena.


“Aku tidak akan pernah membiarkanmu menang,” tekan Scarlesia.


Tekanan yang keluar dari sorot mata Scarlesia, membuat tubuh Abigail tidak bisa bergerak sedikit pun.


“Uuhh apa-apaan? Dia bisa mengeluarkan tekanan sebesar ini? Aku sungguh bukan tandingannya. Apa ini saatnya aku mengeluarkan satu-satunya kekuatanku? Iya! Aku masih bisa menggunakan kekuatan itu,”


Abigail berusaha melawan tekanan yang diberikan Scarlesia, secara perlahan dia bangkit dari posisinya. Abigail mengarahkan pedangnya ke atas langit, tapi dia bingung kekuatannya tidak keluar sama sekali. Pedang terkutuk yang menguasai tubuh Abigail tidak bisa mengeluarkan secuil kekuatannya.


“K-kenapa tidak bisa?”


“Karena aku sudah mengunci kekuatanmu!”


Scarlesia menebas tubuh Abigail secara menyilang, darahnya bercucuran hebat keluar dari badannya. Tapi dia masih bisa menahannya, mungkin karena yang berada di tubuh Abigail sekarang adalah pedang terkutuk tersebut jadi daya tahan tubuhnya juga meningkat tidak seperti manusia biasa.


“Kau keras kepala juga ya,”


Scarlesia mengayunkan pedangnya sekali lagi dan memotong tangan Abigail yang memegang pedangnya.


“AARRGHHH TANGANKU!!”  pekiknya.


Pedangnya sudah terjatuh, Scarlesia kemudian mencekik leher Abigail dan tubuhnya kembali normal lagi disebabkan oleh kekuatan penyembuhannya.


“KELUAR KAU DARI TUBUH INI DASAR PEDANG TERKUTUK!”

__ADS_1


__ADS_2