Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Misi Penyembuhan


__ADS_3

Setelah melewati hari kemarin, sekarang saatnya Scarlesia beraksi memberantas segala masalah di daerah utara ini. Scarlesia berkeliling ke pemukiman warga untuk menyembuhkan mereka yang menderita demam tinggi satu persatu.


“Apakah sudah lama kalian merasakan demam tinggi seperti ini? Bila kambuh apa yang kalian lakukan?” tanya Scarlesia.


“Biasanya kami hanya mengandalkan obat dari pihak kekaisaran Yang Mulia,”


“Obat? Apakah obat itu racikan Dokter Efrem?” tebak Scarlesia.


“Benar Yang Mulia,”


“Coba perlihatkan padaku obatnya,”


Wanita yang diajak berbicara oleh Scarlesia segera bergegas masuk ke kamarnya untuk memperlihatkan obatnya pada Scarlesia. Terdapat beberapa pil yang diberikan oleh pihak kekaisaran pada mereka. Scarlesia mengamati pil tersebut kemudian mengendus-endus aroma pilnya.


“Apakah mereka semua suka bermain racun? Tidak hanya nenek bahkan sampai rakyat biasa pun juga mereka racuni. Jika mereka mengajakku bermain racun, maka mereka bermain dengan orang yang salah. Untung saja racun ini tidak memiliki efek mematikan tapi hanya membuat mereka demam tinggi. Memang reaksi awalnya bisa menurunkan demam tapi beberapa hari setelah itu pasti akan demam lagi,” pikir Scarlesia.


“Oke, kumpulkan semua orang yang terserang demam tinggi di satu tempat. Kalau berkeliling seperti ini hanya menguras waktu saja,” titah Scarlesia.


“Baik, saya akan mengumpulkan mereka Yang Mulia,”


Scarlesia menunggu dalam beberapa menit sampai mereka semua terkumpul di dalam satu tempat. Scarlesia mengamati mereka, ada diantaranya yang demam tinggi disertai batuk, ada yang hanya demam saja, ada pula yang kejang-kejang karena demamnya terlalu tinggi. Pemandangan yang mengiris hati, demi sebuah kekuasaan rakyat pun jadi korban.


“Apa ini sudah semuanya?” tanya Scarlesia


“Sudah Yang Mulia,” sahut salah seorang pria.


“Jika aku menyembuhkannya satu-satu maka akan menghabiskan waktu cukup panjang. Kalau begitu aku akan melakukan ini saja,”


Scarlesia menghentakkan kaki kanannya ke tanah, cahaya dari kekuatan penyembuhannya langsung merambat pada mereka semua. Tidak ada yang tertinggal, Scarlesia bisa menyembuhkan mereka hanya dengan satu hentakan kaki saja.


“S-sembuh!”


“Akhirnya sembuh!”


“Yeayyyyy!! Aku tidak merasa demam lagi!”


“Keajaiban! Ini keajaiban!”

__ADS_1


Mereka bersorak gembira, Scarlesia ikut senang melihat mereka sudah kembali ceria dan tidak merasakan sakit lagi. Sekarang seluruh mata tidak berhenti memandangi Scarlesia, ini situasi yang cukup membingungkan baginya.


“Ada apa? Kenapa?”


“Yang Mulia, apakah anda seorang dewi?”


“Apa benar anda manusia? Anda diutus oleh kaisar kemari?”


“Hebat sekali! Anda punya kekuatan yang sangat hebat,”


“Terima kasih Yang Mulia berkat anda kami semua selamat. Jadi tidak akan ada kematian lagi di daerah ini,”


Scarlesia membulatkan matanya ketika mendengar kata ‘kematian’, dia hampir melupakan sesuatu yang sangat penting.


“Kematian? Di sini sudah berapa banyak kematian yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini?” selidik Scarlesia.


“Sebenarnya angka kematian tahun ini meningkat Yang Mulia, kami pikir sebelumnya itu karena masalah obatnya,”


“Obat lagi? Apa ada obat lain selain obat yang tadi? Sekarang perlihatkan padaku jika memang ada obat lainnya,” suruh Scarlesia.


Tanpa menunggu lama, seorang pria membawakan obatnya dan memberikannya pada Scarlesia. Sama seperti sebelumnya, ia memeriksa kandungan pil tersebut. Memang aroma serta warnanya berbeda dari pil yang tadi diperiksanya. Warna pil yang ini lebih pekat dan memiliki aroma yang tajam menusuk penciuman.


Mereka semua bingung mengenai alasan kenapa Scarlesia menyuruh mereka berhenti mengonsumsi obatnya. Mereka sangat mempercayai pihak kekaisaran sampai lupa bahwa nyawa mereka menjadi taruhannya di sini.


“Yang Mulia, tapi kenapa? Bukannya obat yang dikirim oleh pihak kekaisaran adalah obat yang diracik oleh dokter terbaik?” tanya salah satu wanita.


“Dengarkan! Di istana saat ini banyak kasus keracunan bahkan kaisar terdahulu hingga istri dari Pangeran Victor juga ikut diracuni. Pelakunya adalah Dokter Efrem yaitu dokter terbaik di Evariste. Obat ini dibuat olehnya, kalian mengerti maksudku bukan? Jika kalian tidak ingin mati, ikuti saja perintahku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun itu menyakiti kalian,” ujar Scarlesia.


Mereka hening sejenak, ketulusan Scarlesia bisa rasakan masuk ke relung hati mereka masing-masing.


“Baik, kami tidak akan mengonsumsi obat dari pihak kekaisaran lagi Yang Mulia,” ucap mereka serentak.


“Bagus! Terima kasih sudah mempercayaiku,”


Seusainya, Scarlesia keluar dari sana dan berniat untuk melanjutkan hal yang serupa ke desa yang lainnya.


“Bagaimana? Sudah selesai?” tanya Louis.

__ADS_1


“Sudah, kalian mau ikut bersamaku ke desa berikutnya?” tanya Scarlesia.


“Tentu saja kami ikut. Kau tidak bisa dibiarkan sendiri,” jawab Oliver.


“Oke oke, ayo kita pergi,”


Scarlesia tidak bisa melarang mereka ikut bersamanya, walaupun ia melarangnya tetap saja mereka kukuh akan mengikutinya diam-diam. Setiba di desa berikutnya, kondisinya hampir sama dengan kondisi warga di Desa Macra, langsung saja Scarlesia menyembuhkan mereka. Hal yang sama terulang sampai langit senja mulai tampak.


“Fyuhh ternyata cukup lelah juga menyembuhkan mereka semua sekaligus,” ujar Scarlesia menghela napas lelah sembari menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Saat ini dia tengah berada di sebuah rumah yang disediakan oleh warga di sana.


“Yang Mulia, apa anda mau makan atau mandi dulu?” tanya Hana.


“Nanti saja, tolong panggilkan Archie kemari,” suruh Scarlesia.


“Baik Yang Mulia,”


Beberapa saat kemudian, Archie datang menghadap Scarlesia dengan wajah sumringah.


“Kakak, ada apa?” tanya Archie.


“Archie, kau kan bisa lihat sendiri bagaimana kondisi makanan yang cepat membusuk di cuaca panas seperti ini,”


“Jadi, maksud kakak….”


“Bisakah kau membuatkan lemari pendingin? Sama seperti di dunia kita sebelumnya. Jadi jika ada lemari pendingin maka tidak akan ada kasus makanan yang membusuk,” ucap Scarlesia.


“Itu tidak sulit untukku, tapi apa persediaan batu sihir kita memadai? Masalahnya aku sudah menggunakannya cukup banyak ketika membuat earpiece,”


“Apa kau mau membuat lemari pendingin menggunakan batu sihir? Itu intinya kita tidak perlu menggunakan listrik untuk lemari pendinginnya. Bagus sih, nanti aku coba bicarakan masalah ini dengan Oliver,”


Lalu Scarlesia kembali menyuruh Hana untuk memanggilkan Oliver, sementara itu Archie disuruh untuk tetap tinggal di kamarnya guna untuk mengajaknya berdiskusi dengan Oliver.


“Ada apa Sia?” tanya Oliver.


“Oliver, apa apa persediaan batu sihir di menara sihir masih banyak? Aku ingin membuat lemari pendingin,” ujar Scarlesia.


“Lemari pendingin? Apa itu?” bingung Oliver.

__ADS_1


“Karena daerah ini memiliki suhu panas di atas rata-rata jadi membuat makanan cepat membusuk. Untuk membuatnya tahan lebih lama, kita harus mengawetkan makanan tersebut. Salah satunya adalah dengan cara mendinginkannya, itulah gunanya lemari pendingin,”


__ADS_2