
“Oliver? Kenapa kau bisa di sini?” heran Scarlesia.
“Tentu saja untuk menemuimu, aku sudah mendengar semua yang terjadi di istana tadi malam,” ucap Oliver.
“Dari mana kau tahu?”
“Sebenarnya berita tentangmu yang membatalkan pertunangan, menampar putra mahkota, bahkan sampai memecahkan gelas pun sudah tersebar di seluruh kekaisaran,” jelas Oliver.
Scarlesia menepuk keningnya, dia tidak menyangka beritanya akan tersebar secepat ini.
“Lalu ada apa kau kemari?”
“Untuk menyapamu sayangku,” jawab Oliver seraya mengecup punggung tangan Scarlesia.
Scarlesia dengan lekas menarik kembali tangannya, kemudian Oliver menyodorkan buket bunga untuknya. Scarlesia tidak punya alasan untuk menolaknya jadi dia menerimanya saja. Melihat Scarlesia menerima bunga pemberian Oliver, Zenon dan Andreas geram.
“Sia, kenapa kau menerima pemberian pria ini? Seharusnya kau buang saja!” ucap Zenon marah.
“Biar aku bantu hancurkan bunganya,” tawar Andreas.
“Tidak! Kalian tidak boleh seperti ini, tolong jangan bertengkar atau aku tidak akan berbicara pada kalian lagi!” gertak Scarlesia hingga membuat Zenon dan Andreas terdiam.
Oliver tersenyum meledek mereka berdua, dia merasa ini adalah kemenangannya.
“Kau juga Oliver! Jangan bertengkar dengan mereka!” omel Scarlesia juga membuat Oliver tidak bisa berkata-kata.
“Mampus!” ejek Zenon terkekeh.
Scarlesia melirik tajam Zenon yang tertawa, dia kembali diam karena menurutnya Scarlesia saat marah sangatlah menyeramkan. Kemudian Scarlesia menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam karena di luar matahari terik sekali dan sangat panas.
“Oliver, apakah yang aku minta sudah selesai?” tanya Scarlesia.
“Sudah,”
Oliver mengeluarkan pistol milik Scarlesia, ia memberikannya pada Scarlesia.
__ADS_1
“Senjata yang bernama pistol ini cukup unik, aku sedikit merubah di dalamnya untuk menyesuaikan dengan peluru sihirnya. Jumlah peluru di dalamnya tidak terbatas, jadi mau berapa kali pun kau menggunakannya pelurunya tidak akan habis. Saat kau menembakkannya pada lawan, peluru ini akan menembus tubuhnya lalu merusak organ dalamnya. Peluru sihir ini tidak akan membuat orang yang kau lukai berdarah justru ini akan menembus masuk tanpa harus mengeluarkan noda darah,” jelas Oliver diangguki Scarlesia.
“Apa itu sejenis senjata?” tanya Zenon penasaran.
“Iya, kalian baru pertama kali melihatnya kan?”
“Tidak, bukankah waktu di pasar budak Sia pernah menggunakannya?” kata Andreas.
“Oh iya benar waktu itu aku pernah menggunakannya,”
“Apa senjata ini sangat hebat?” tanya Zenon sekali lagi.
“Ya, aku melihat Sia memakai senjata ini bisa membuat kepala targetnya bolong dan langsung meninggal dalam satu tembakan,” balas Andreas.
“Woah hebat, bisakah aku meminjamnya?”
“Tidak boleh! Aku tahu kau menggunakannya untuk melukai orang-orang jadi aku tidak akan membiarkanmu memakainya,” tolak Scarlesia.
“Hmm naga bodoh sepertimu mana mungkin bisa memakainya,” celetuk Oliver mengejek Zenon.
“Stop! Jangan bertengkar!” larang Scarlesia dengan tegas.
Zenon terpaksa mengurut dadanya, dia tidak ingin Scarlesia marah jadi saat ini dia yang harus menahan amarahnya agar jangan meledak. Oliver begitu menyebalkan baginya, dia jengkel melihat Oliver yang bersikap sok dekat dengan Scarlesia.
Pada saat yang bersamaan, istana kekaisaran mengadakan rapat mendadak karena ulah Scarlesia semalam menimbulkan kegelisahan mendadak di masing-masing fraksi bangsawan. Saat ini mereka tengah mengadakan rapat yang dipimpin langsung oleh Kenric, sang kaisar.
“Yang Mulia Duke Eginhardt! Anda harus menjelaskan kepada kami tentang kelakuan putri anda semalam,” ujar Marquess Jarvas, yang menjadi musuh bebuyutan keluarga Duke Eginhardt sejak lama.
“Memangnya apa yang sudah dilakukan putri saya? Saya rasa wajar putri saya marah kepada putra mahkota,” sinis Eldrick.
“Bagaimana bisa anda mewajarkan tindakan putri anda itu?”
“Benar! Dia akan menjadi ancaman jika dibiarkan saja, saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa putri anda menjadi anak yang begitu lancang dan kurang ajar pada anggota kekaisaran?”
“Dan juga katanya dia akan mendirikan harem? Tidakkah itu salah?”
__ADS_1
Para bangsawan ikut menimpali, mereka mencoba menyudutkan Eldrick saat ini.
“Oh apa yang kalian katakan baru saja? Putriku kurang ajar? Bukannya semalam kalian melihat langsung kalau putra mahkota hampir memukuli putriku? Kalian buta ya? Sejak awal putriku tidak salah sama sekali karena dia sudah disakiti oleh putra mahkota selama ini. Jika itu putri kalian yang mengalaminya bagaimana perasaan kalian sebagai seorang Ayah?”
Para bangsawan terdiam dan saling bertukar pandang, mereka tidak bisa menjawabnya karena mereka juga berpikir bahwa apa yang dikatakan Eldrick ada benarnya juga.
“Lalu mengenai putriku akan mendirikan harem tentu saja aku akan menyetujuinya kalau dia mau. Jika kalian mengatakan hal yang buruk lagi mengenai putriku, aku akan memotong lidah kalian lalu menjadikannya sebagai santapan harimau putih peliharaan putriku,” ancam Eldrick menyorot tajam mereka semua.
“Harimau putih? Bahkan putri anda memelihara binatang buas juga ya, apa anda tidak salah membiarkan putri anda bersikap tidak senonoh kepada putra mahkota? Dia bisa menjadi ancaman besar atau bahkan menciptakan pemberontakan pada kaisar,”
Marquess Javar mencoba menggiring opini tidak masuk akal agar para bangsawan lain kembali memojokkan Eldrick sehingga berakibat pada nama baik keluarga Duke Eginhardt yang selama ini telah dia jaga sebaik mungkin.
“Sepertinya anda mulai gila ya marquess? Keluarga kami dikenal dengan kesetiaannya pada kaisar sejak dahulu. Perang yang selalu dimenangkan oleh kekaisaran bukankah itu termasuk kontribusi besar keluarga kami di dalamnya? Termasuk perang yang baru-baru ini dimenangkan, yang paling berjasa adalah anak saya, Aldert. Apa anda berkata seperti itu untuk mencoba menggoyahkan kekaisaran dengan opini-opini tak berdasar?”
Ketegangan di ruang rapat semakin mencekik, urat mereka saling bersitegang satu sama lain akhirnya menciptakan suasana yang tidak enak.
“Sudah sudah, kalian jangan ribut lagi,” lerai Kenric.
Karena kaisar sudah melerai mereka, akhirnya urat mereka saling mengendur lagi dan saling memalingkan muka masing-masing.
“Tapi Duke Eginhardt, aku tidak bisa menerima permintaan putri anda yang ingin membatalkan pertunangan dengan putra mahkota. Pembatalan pertunangan secara sepihak itu tidak sah,” ucap Kenric yang menolak pembatalan pertunangan ini.
“Omong kosong apa yang baru saja anda katakan Yang Mulia? Anda menolaknya? Apakah sekarang anda mencoba mengikat putri saya?”
“Aku memang mencoba mengikat putri anda, sama seperti yang dikatakan oleh mereka jika putri anda yang memiliki sifat tidak kenal takut itu dibiarkan begitu saja maka akan berubah menjadi sebuah ancaman besar bagi kekaisaran. Maka dari itu aku mencoba mengikatnya melalui statusnya nanti sebagai permaisuri, dengan begitu aku sebagai mantan kaisar bisa mengawasi gerak geriknya lebih mudah,”
Braakkk
“Yang Mulia! Tidak bisa seperti itu. Putra mahkota telah menyakiti putri saya, apa anda tidak memikirkan perasaannya yang tersiksa selama ini oleh ulah putra mahkota? Saya tidak akan menyetujui jika putri saya harus menikah dengan putra mahkota,” tekan Eldrick menggebrak mejanya.
“Tenanglah Yang Mulia Duke, anda tidak bisa bersikap seperti ini di hadapan Yang Mulia Kaisar,” ucap salah seorang bangsawan.
“Saya tidak mau tahu, intinya saya tidak akan membiarkan hal ini terjadi,” tegas Eldrick keluar dari ruang rapat.
“Mau kemana anda? Yang Mulia Kaisar masih di sini!”
__ADS_1
Eldrick tidak mempedulikan lagi soal rapatnya, yang dia tahu sekarang emosinya kacau karena kaisar. Saat ini dia tidak punya pilihan lain selain pulang dulu ke mansion dan membicarakannya dengan Scarlesia.