Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Aktifnya Kutukan


__ADS_3

Suara hujan begitu deras mampu membuat Scarlesia terbangun dari tidurnya, udara yang dingin menusuk masuk ke kulitnya. Saat terbangun, ekspresinya terlihat linglung dan kebingungan, suasana di istananya juga terasa berbeda dari biasanya. Kebakaran 2 hari yang lalu melahap habis seluruh istana tapi para penyihir memperbaiki semuanya seperti semula sehingga tidak ada bekas kebakaran yang tersisa.


Scarlesia merenggangkan ototnya yang kaku lalu dia menoleh ke luar jendela kamarnya. Wajahnya tampak murung, aura suram menyelimuti dirinya di pagi ini. Kemudian Scarlesia turun dari tempat tidurnya, jemarinya menggapai pengait jendela dan dia dorong jendela itu untuk terbuka. Dia tidak peduli meskipun udara dingin menyeruak ke setiap sudut kamarnya.


Karena dirasa sudah cukup melihat pemandangan hujan, Scarlesia menutup jendelanya kembali dan balik lagi ke tempat tidurnya.


“Aku butuh segelas cokelat panas, aku akan memanggil Hana dan Erin….”


Scarlesia tersentak, ia tersenyum pedih pelan sambil menutup kedua matanya.


“Aku lupa, Erin kan sudah tidak ada lagi sedangkan Hana masih menjalani perawatan. Kenapa aku bisa seperti ini? Pertama Archie, lalu paman, bibi, kakek, nenek, Kitty, dan yang terakhir Erin. Mereka semua kan sudah pergi meninggalkanku sendirian, mereka mati karena aku kan? Semuanya salahku. Benar, ini karena aku,” gumam Scarlesia mengacak-acak rambutnya.


“Itu memang salahmu, kematian orang-orang yang kamu sayang adalah bagian dari salahmu sendiri.”


Sebuah suara melintas masuk ke dalam pendengaran Scarlesia, suara itu menyakiti kepalanya perlahan.


“Siapa itu? Siapa yang berbicara padaku?”


Scarlesia memutar bola matanya, dia menengok ke samping kiri, kanan, dan belakang. Namun, tidak dia temukan dari mana sumber suara itu berasal. Suara itu lagi-lagi terdengar olehnya, kali ini membuatnya sangat kesakitan, emosinya meluap-luap keluar.


“AAARRGGGHH!!!”

__ADS_1


Praanggg


Scarlesia menjerit dan mengamuk menghempas-hempaskan barang yang ada di kamarnya. Dia melempar benda yang terbuat dari kaca hingga bercerai-berai belingnya di atas lantai. Karena hal ini, Cici dan Bely yang sedang beristirahat spontan terbangun, mereka ingin menghentikan Scarlesia tapi mereka tidak bisa melakukannya sebab tubuh mereka masih dibalut perban dan ruang gerak mereka terbatas.


Braakkk


Akibat teriakan dan jeritan Scarlesia itu, semua orang mendobrak pintu masuk ke kamar Scarlesia yang tidak sengaja dikunci olehnya semalam. Betapa kagetnya mereka mendapati tangan Scarlesia menggenggam pecahan kaca dan nyaris mengarahkan pecahan tersebut ke jantungnya. Eldrick dengan sigap menampik tangan Scarlesia hingga beling itu terlepas dari tangannya, lalu Eldrick mendekap tubuh putrinya untuk menenangkan Scarlesia.


“Tenang Sia, tenang… tidak ada yang menyakitimu. Tenang ya, Ayah di sini sayang. Tenanglah,” ucap Eldrick sembari mengusap punggung dan kepala Scarlesia.


Rasa tenang dan damai seketika didapatkan oleh Scarlesia dari sang Ayah, kedua tangan Eldrick terlihat gemetar. Rupanya rasa cemas sudah menghantui Eldrick sejak hari kebakaran terjadi, Scarlesia masih histeris dan suara itu merasuki pikirannya. Namun, suara Eldrick lebih mendominasi dibanding suara jahat tersebut.


Semua orang yang berada di sana ikut khawatir tak karuan, kamar Scarlesia sesaat berantakan akibat amukannya tadi. Barang-barang berserakan di atas lantai serta pecahan kaca ada dimana-mana, jika tidak berhati-hati dalam melangkah bisa saja kaca itu menembus masuk ke dalam kulit. Kemudian Eldrick mengangkat Scarlesia ke atas kasur, kini ia tidak lagi sadarkan diri. Segera Aldert memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaan adiknya.


“Yang Mulia baik-baik saja, beliau hanya syok dan stres. Saya akan memberikan beberapa obat dan tolong perhatikan kondisi Yang Mulia sebab jika beliau tidak bisa mengontrol dirinya maka bisa saja nanti akan berakhir pada bunuh diri,” jelas dokter tersebut.


Setelah memberikan beberapa obat, dokter itu langsung keluar dari kamar. Eldrick tidak berhenti gemetar sejak tadi, tapi sekarang dia lebih bisa bernapas lega selepas mendengar kondisi Scarlesia.


“Sebenarnya kenapa Sia tiba-tiba mengamuk? Apa itu benar karena stres?” bingung Elios.


Mereka serentak menatap Xeon meminta jawaban pasti atas apa yang terjadi pada Scarlesia kala ini.

__ADS_1


“Sepertinya kutukannya mulai aktif lagi,” ujar Xeon serius.


“Kutukan? Coba kau jelaskan secara rinci. Waktu itu kau juga pernah menyebutkan tentang kutukan tapi kau tidak mau menjelaskannya pada kami. Sekarang jelaskan cepat, kutukan apa itu sebenarnya yang kau maksud?” desak Aldert.


Xeon menghela napasnya, tampaknya dia tidak lagi bisa menyembunyikan masalah ini dari mereka.


“Oke, aku akan menjelaskannya kepada kalian. Ini adalah kutukan dari dewa kegelapan, kutukan ini dipasang di jiwa Sia pada saat perang pertama terjadi. Kutukan ini mengantarkan Sia pada kehidupan yang menderita, dia akan terus hidup menderita sampai kapan pun itu. Kutukannya akan aktif apabila ada pemicunya seperti kematian seseorang yang dia sayangi,” papar Xeon.


“Jadi Sia mengamuk karena kutukan itu?”


“Iya, alasan kenapa Sia tidak pernah mendapatkan kehidupan bahagia selama 2000 tahun ini adalah karena kutukan itu sendiri dan bukan karena takdirnya. Lalu aku terpaksa mematikan Sia di setiap derita hidupnya agar dirinya tidak tenggelam lebih jauh ke dalam kegelapan. Sia tidak pernah bertahan hidup lebih dari umur 25 tahun sebab aku terus membuatnya mati lebih cepat sebelum kutukannya menyebar di jiwanya,” jelas Xeon kembali.


“Haha jadi kau yang membuat Sia mati dan meninggalkan kami lebih dulu?” kata Zenon.


“Aku memang membuatnya mati tapi penyebab kematiannya adalah dewa kegelapan sendiri. Dia mengatur skenario hidup Sia, dia mengatur kegelapan berada di sekitar Sia, dan dia membuat semua orang di sekitar Sia menjadi sumber penderitaan baginya. Dari sekian banyak kehidupan, ini adalah hidup paling berharga bagi Sia,”


“Aku membuatnya mati saat bersama kalian dulunya karena aku tahu kalau kalian akan tetap menunggunya seberapa lama pun itu, kalian merupakan pengantin pilihan dewa pencipta dan hanya kalian yang tidak terpengaruh oleh dewa kegelapan sebab kalian dilindungi oleh dewa pencipta langsung. Meskipun dewa kegelapan tersegel di neraka, dia tetap bisa mengontrol dunia luar seenak hatinya.”


Mereka tegang mendengar penjelasan Xeon, di hidup Scarlesia selalu ada ikut campur dewa kegelapan di dalamnya. Tidak ada kebebasan bagi Scarlesia memiliki hidup bahagia sesuai dengan apa yang diharapkannya. Lika-liku kehidupan Scarlesia lebih rumit bila dibayangkan, alur hidupnya terlalu memusingkan bagi mereka yang tidak menyaksikannya langsung.


“Ini bukan cerita lengkapnya, jika kalian ingin mendengarnya lebih lengkap lagi nanti aku akan memberitahukannya apabila dewa pencipta telah bangun dari tidurnya,” kata Xeon.

__ADS_1


“Setidaknya kami tahu garis besar tentang kutukan ini. Oke, aku akan menunggumu bercerita secara detail karena aku tahu masih ada yang kau sembunyikan dari kami bukan?” terka Oliver.


“Ya, kalian harus menunggu sebentar lagi. Ceritanya lebih panjang dan lebih rumit dari yang aku paparkan pada kalian.”


__ADS_2