
“Bagaimana Yang Mulia? Saya pemenangnya kan?”
Sang kaisar tampak linglung sekaligus bingung memikirkan bagaimana cara Scarlesia mendapatkan semua beruang ini. Sepertinya hari ini adalah kekalahannya dan dia dengan terpaksa harus menepati janjinya pada Scarlesia.
“PEMENANG PERBURUAN TAHUN INI ADALAH NONA SCARLESIA EGINHARDT,” seru kaisar.
Semua orang bertepuk tangan untuk Scarlesia, ia lega sekarang karena perburuan ini adalah kemenangannya dengan artian dia bisa membatalkan pertunangannya dengan putra mahkota. Scarlesia pun turun dari gendongan Elios, ia melangkah dengan tertatih-tatih menghadap sang kaisar.
“Saya kemari ingin menagih janji anda Yang Mulia. Tolong segera batalkan pertunangan saya dengan putra mahkota,” pinta Scarlesia menatap tegas.
“Haha baiklah, aku akan membatalkan segera pertunanganmu dengan Vincent,” jawab kaisar menyetujuinya.
“Terima kasih Yang Mulia,”
Scarlesia melirik ke samping kaisar, dia melihat raut muka kesal milik Vincent. Dia seolah tidak rela dengan pembatalan pertunangan ini tapi nasi sudah menjadi bubur, dia terlambat dalam bertindak. Sedangkan Nieva sepertinya sangat puas mendengar pembatalan pertunangan ini, dia berpikir bahwasanya kesempatannya untuk menjadi permaisuri terbuka lebar.
“Oh iya Yang Mulia perlu saya ingatkan kembali, saya adalah Scarlesia jadi tolong jangan melihat saya sebagai Ibu saya. Kalau begitu saya permisi,”
Scarlesia undur diri, seluruh bangsawan memiliki topik yang hangat untuk mereka sebarkan ke setiap sudut kekaisaran. Scarlesia disambut hangat oleh Ayah, kakaknya, para pelayan, serta pria-pria yang sudah bersedia membantunya.
“Nona, silahkan duduk dulu,” ucap Hana membawakan kursi untuk Scarlesia duduk.
“Segera panggilkan dokter kemari untuk mengobati Sia,” perintah Eldrick.
“Sia, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Kenapa kau bisa terluka?”
“Apa ada yang menyakitimu?”
“Lalu siapa pria ini?”
Semua menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, Scarlesia sendiri bingung harus mulai menjawab darimana.
“Oke aku akan menjawab semuanya,”
Kemudian Scarlesia menceritakan secara detail apa yang sebenarnya dia alami. Dia menceritakan mulai dari kabut putih yang menyelimuti hutan sampai dengan penyihir yang mengejarnya hingga membuatnya terjatuh dari jurang dan pada akhirnya diselamatkan oleh Elios. Mereka mengangguk mengerti tapi masalah mengenai ia bisa berbicara dengan hewan tidak dia ceritakan karena dia ingin merahasiakannya.
Di tengah pembicaraan mereka, Scarlesia melihat Zaneta yang hendak kabur dari tempat perburuan. Scarlesia ingat dengan taruhannya sebelumnya yang perlu dia tagih dari Zaneta hari ini.
“Eheemm Yang Mulia Duchess anda tidak lupa kan dengan taruhan kita?” tanya Scarlesia tersenyum licik.
Zaneta yang ingin kabur tadi terpaksa berbalik untuk menjawab soal taruhannya dengan Scarlesia.
“Tentu saja aku ingat,”
__ADS_1
“Kalau begitu lakukan,” perintah Scarlesia menyilangkan kedua kakinya.
“Apa?”
“Aku bilang lakukan sekarang juga,” ulang Scarlesia mempertegas.
“Kenapa harus di sini? Tidak bisakah kita melakukannya di kediaman saja?” tawar Zaneta.
“Huh? Taruhan adalah taruhan. Aku tidak mau tahu karena aku ingin anda melakukannya di sini LANG-SUNG,” tekan Scarlesia.
Zaneta tidak bisa melawannya lebih jauh lagi, lalu dia bersujud di depan kaki Scarlesia. Semua bangsawan melihatnya sambil menertawakan kebodohan Zaneta. Kemudian dia menampar pipinya secara bergantian sebanyak 20 kali. Scarlesia tertawa jahat melihat Zaneta yang menahan malunya di hadapan para bangsawan termasuk dengan Nieva yang hanya bisa menyaksikan Ibunya dipermalukan dari kejauhan.
“AAAHHH AKU INGAT KAU!” seru Zenon pada Elios tiba-tiba memecahkan suasana.
“Akhirnya kau mengingatku ya naga bodoh,” ledek Elios.
“Bagaimana aku bisa melupakanmu? Kau tertidur selama 100 tahun setelah menghancurkan Kekaisaran Sora. Dasar kau iblis pucat! Kenapa kau bisa bersama Sia?”
“Kenapa? Tentu saja karena Sia menjemputku,”
“Bohong! Mana mungkin Sia menjemputmu,”
“Kalau begitu akan aku buktikan,”
Cup!
Elios mengecup lembut bibir Scarlesia di hadapan orang banyak. Scarlesia segera mendorong Elios menjauh darinya, wajahnya merona sempurna oleh ulah Elios.
“C-c-ciuman pertamaku. Itu adalah ciuman pertamaku,” ujar Scarlesia .
“KAU BERANINYA MENCURI START DARIKU!” teriak Zenon.
“APA KAU MAU AKU CINCANG?” gertak Andreas.
“CIUMAN PERTAMA SAYANGKU ITU MILIKKU!” amuk Oliver.
“SEPERTINYA KAU BOSAN HIDUP YA,” tekan Louis ikut-ikutan.
Akhirnya mereka berlima ribut, Eldrick serta Carlen dan Aldert juga ikut merasa kesal dengan yang baru saja mereka saksikan. Saat ini mereka rasanya ingin mematahkan leher Elios tapi mereka menyerahkan masalah ini pada empat pria yang tengah menyerang Elios.
Di dalam keributan ini, Kitty yang entah datang darimana menghampiri Scarlesia. Kedatangan Kitty mencairkan rasa malu Scarlesia, ia menggosok-gosokkan badannya ke kaki Scarlesia.
“Kitty, darimana saja kau?” tanya Scarlesia mengelus kepala Kitty.
“Sia, apakah kau bisa mengerti ucapanku sekarang?” tanya Kitty.
__ADS_1
Scarlesia tertegun bisa mendengar dan mengerti suara Kitty.
“Ya, aku bisa mengerti ucapanmu sekarang. Sungguh aku tidak menyangka aku bisa berbicara denganmu layaknya berbicara dengan manusia,” jawab Scarlesia terharu.
“Aku juga senang bisa berbicara dengan Sia,”
Tidak lama berselang, para bangsawan mendadak berteriak dan mengatakan semua hewan buas yang ada di dalam hutan menuju ke kamp perburuan.
“Ada hewan buas! Jumlah mereka sangat banyak, aku yakin mereka akan menyerang kita,”
“Cepat selamatkan diri kalian!”
“Lindungi kaisar dan permaisuri!”
Scarlesia segera berdiri untuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya, ia melangkah lebih dekat ke jalan masuk hutan. Pertengkaran antara Andreas, Zenon, Louis, Oliver, dan Elios juga ikut terhenti karena teriakan para bangsawan. Keadaan kamp perburuan seketika menjadi heboh tidak terkendali, banyak dari mereka yang berlari meninggalkan kamp perburuan.
“Sia, kita juga harus segera pergi dari sini,” ajak Carlen.
“Tidak kak, aku akan tetap di sini karena aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tolak Scarlesia.
Seluruh ksatria berpedang kekaisaran berdiri di depan hutan untuk bersiap-siap melawan semua hewan buas yang datang.
“MUNDUR KALIAN KE BELAKANG! JANGAN SAKITI HEWAN-HEWAN ITU,” seru Scarlesia kepada para ksatria.
“Tapi Nona kalau kita tidak…”
“Kalian mundur saja karena aku yang akan membereskannya,” potong Scarlesia dengan tegas.
Para ksatria menurut lalu mundur ke belakang, kemudian Kitty melangkah maju ke depan. Para hewan yang baru datang berdiri dengan tenang di hadapan Kitty.
“KAMI MEMBERI HORMAT KEPADA SHIRO SANG RAJA HEWAN,”
“KAMI MEMBERI HORMAT KEPADA SHIRO SANG RAJA HEWAN,”
“KAMI MEMBERI HORMAT KEPADA SHIRO SANG RAJA HEWAN,”
Semua hewan bersujud memberi hormat kepada Kitty, seruan hormat mereka diucapkan sebanyak 3 kali. Scarlesia tidak menduganya ternyata ‘Raja’ yang mereka maksud adalah Kitty sendiri. Sejenak suasana kamp hening tak bersuara karena masing-masing mereka tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh para hewan-hewan ini di hadapan Kitty.
“M-mustahil! Kitty ehh bukan, maksudku Shiro ternyata kau adalah raja hewan,” kata Scarlesia menatap tidak percaya.
“Panggil saja aku Kitty seperti biasa karena aku lebih suka Sia memanggilku Kitty,”
“Baiklah Kitty, jadi kau adalah raja hewan?”
“Iya, aku menanti hari dimana kau bisa mengerti ucapanku dan ternyata hari ini kau sudah mendapatkan kemampuanmu itu yaitu kemampuan untuk mengatur dan berkomunikasi dengan semua hewan di dunia ini,”
__ADS_1