Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kehancuran Beberapa Kekaisaran


__ADS_3

“YANG MULIA, GAWAT! BEBERAPA KEKAISARAN MENGALAMI MASALAH SERIUS!”


Sontak Scarlesia terperanjat kaget karena laporan dari salah seorang bawahannya, ia bergegas keluar dari ruang kerjanya dan meninggalkan aktivitasnya. Scarlesia menunda dulu latihan untuk hari ini, ia mengajak semua prianya untuk mengecek beberapa kekaisaran yang dilaporkan terkena masalah serius. Segera saja mereka berangkat menggunakan portal sihir, firasatnya mengatakan kalau masalah ini lebih serius daripada yang dilaporkan.


Di saat mereka menginjakkan kaki di Kekaisaran Thyme, betapa terkejutnya mereka ketika melihat daerah Kekaisaran Thyme hancur. Rumah-rumah rakyat sudah luluh lantak dan hampir menyatu dengan tanah. Tidak sedikit di antara rakyat di sana terluka parah akibat masalah yang masih tidak jelas asal-usulnya. Scarlesia mencoba mencari tahu melalui seseorang, dia masih bernapas meski lukanya begitu parah. Sebelum bertanya, Scarlesia menyembuhkan lukanya terlebih dahulu dan untungnya lukanya didapat dari reruntuhan bangunan, jadi ia masih bisa menyelamatkannya.


“Bisakah kau berbicara sekarang?” tanya Scarlesia.


“B-bisa, apakah anda Kaisar Evariste?” tanya wanita itu balik.


“Iya benar, aku adalah Kaisar Evariste.”


Wanita itu langsung bersujud di hadapan Scarlesia, dia tidak mengerti sama sekali tentang kenapa wanita ini bersujud di kakinya. Scarlesia menarik tubuh wanita tersebut agar tidak bersujud di hadapannya, dia menangis sesenggukan dan suaranya terputus-putus keluar.


“Ada apa? katakan saja. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?” tanya Scarlesia sekali lagi.


“Yang Mulia, mohon selamatkan Kekaisaran Thyme. Tadi ada seorang pria, dia mempunyai lidah seperti ular, dia meluluhlantakkan Thyme dalam beberapa serangan. Istana kekaisaran juga sudah hancur, orang-orang banyak yang mati. Saya bersyukur dipertemukan dengan anda, tolong Yang Mulia selamatkan Thyme,” mohon wanita itu seraya menangis tersedu-sedu.


Scarlesia refleks menoleh ke arah Xeon dan yang lain, mereka tahu siapa yang dimaksudkan oleh wanita itu. Yang dia maksud adalah Zin, si siluman ular yang telah lama tidak mereka lihat dan jumpai, kini dia datang lagi membawa petaka bagi semua orang.


“Tenang saja, tanpa kau memohon pun aku akan membantu negeri ini. Jangan khawatirkan apapun lagi dan tolong cari tempat yang aman sekarang, aku segera memulai penyelamatan,” tutur Scarlesia.


Wanita itu beranjak pergi dari hadapan Scarlesia, ia berjalan cepat untuk mencari tempat berlindung yang aman. Kemudian Scarlesia mengeluarkan busur sucinya dari dunia cermin, ia ubah bentuknya menjadi sebuah tongkat. Scarlesia menarik napas dalam-dalam lalu dia buang pelan, matanya dipejamkan supaya bisa berkonsentrasi. Tongkatnya dia hentakkan tiga kali ke permukaan tanah, energi penyembuhan mengalir melalui tanah dan menuju ke semua orang yang terluka di setiap sudut Kekaisaran Thyme.

__ADS_1


Satu persatu dari orang-orang yang tadinya tidak sadarkan diri bermunculan dari balik reruntuhan, tak lupa Oliver membantu mengangkat reruntuhan yang menimpa badan mereka. Mereka selamat, kecuali orang-orang yang sudah tak bernyawa. Setelah itu, mereka beranjak menuju istana Kekaisaran Thyme guna memeriksa keadaan di sana. Rupanya Dizon, sang putra mahkota bersama Gio pangeran kedua, Raphael yaitu pangeran keempat, serta Charles pangeran ketiga, juga baru saja sadarkan diri.


“Ahh Yang Mulia, anda datang rupanya,” sambut Raphael.


“Bagaimana semua ini bisa terjadi?” tanya Scarlesia to the point.


Mereka menjelaskan detail ceritanya, pada mulanya kekaisaran ini terlihat seperti biasa dan tidak ada tanda-tanda akan ada penyerangan bahkan sihir pelindung juga sudah mereka perkuat sesuai saran Scarlesia sebelumnya. Namun, tiba-tiba saja muncul seorang pria terbang dari atas langit dan pria itu Zin. Tanpa berlama-lama, Zin melancarkan aksinya yakni membuat hancur Kekaisaran Thyme hanya dalam beberapa waktu.


Dizon bersama pangeran yang lain sebenarnya mencoba mengejar dan melawannya, tapi Zin nyatanya lebih kuat daripada mereka. Mereka dikalahkan sebelum sempat melawan, Zin sepertinya tidak menggunakan senjata yang ditempa memakai darah dewa kegelapan sehingga luka-luka mereka bisa disembuhkan dengan kekuatan penyembuhan Scarlesia.


“Lalu bagaimana dengan kaisar dan permaisuri?” tanya Xeon.


“Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri sedang pergi mengurus beberapa urusan di luar daerah, jadi mereka tidak di sini selama kejadian ini berlangsung,” jawab Dizon.


“Maafkan aku, aku hanya bisa menyelamatkan siapa saja yang masih ada harapan hidup, tapi aku tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang sudah kehilangan nyawa.” Scarlesia memasang ekspresi muram karena banyak orang yang mati sebab masalah yang ditimbulkan oleh Zin.


“Tidak apa-apa Yang Mulia, anda tidak perlu meminta maaf. Justru kami sangat berterima kasih kepada anda karena telah menyelamatkan kami semua. Masalah ini bukan bagian dari kesalahan anda, jadi jangan menyalahkan diri lagi,” ujar Raphael.


“Benar apa yang dikatakan Raphael, anda tidak perlu merasa bersalah,” timpal Dizon.


“Saya hanya merasa sedih sedikit,” kata Scarlesia.


“Apa anda mengenal si penyerang yang menghabisi Kekaisaran Thyme?” celetuk Gio bertanya.

__ADS_1


“Saya tahu sebab saya pernah melawannya dulu saat monster laut mengamuk di Roosevelt. Namanya Gin, dia adalah siluman ular dan merupakan salah satu bawahan dewa kegelapan,” jelas Scarlesia.


“Bawahannya saja sangat kuat, bagaimana dengan dewa kegelapan? Saya yakin dia lebih kuat lagi. Setelah semua masalah ini terjadi saya jadi mengerti kalau kami masih memiliki banyak kekurangan untuk menghadapi perang akhir.”


Raut kekecewaan tergambar di muka Dizon, hari ini dia gagal melindungi daerah kekaisaran dan menimbulkan banyak korban jiwa. Dizon diamanatkan oleh sang Ayah untuk menjaga Thyme sementara mereka pergi, namun hal mengertikan malah terjadi di sela kepergian kaisar serta permaisuri.


“Saya mengerti perasaan anda, saya juga merasakan hal yang sama. Tapi, ini masih terlalu dini untuk kita menyerah. Saya janji akan membawa kemenangan untuk umat manusia, jadi tolong bertahanlah hingga akhir.”


Perkataan Scarlesia membuat Dizon tersadar bahwa memang benar, dia tidak seharusnya menyerah atau berkecil hati terhadap apa yang terjadi hari ini. Keyakinan di dalam diri Scarlesia memberi dorongan bagi dirinya supaya bisa menjadi lebih kuat lagi dan lebih bersiap lagi untuk menghadapi peperangan.


“Terima kasih, saya akan berjuang sampai akhir.”


Selepas itu, Scarlesia bersama prianya beranjak pergi dari Kekaisaran Thyme dan menuju kekaisaran berikutnya. Kasusnya serupa dengan Thyme, kekaisaran lain pun mengalami kehancuran luar biasa bahkan ada yang lebih parah lagi dampak kehancurannya. Scarlesia menyelamatkan kekaisaran itu dari kehancurannya, kekuatannya lagi-lagi menyelamatkan nyawa banyak orang. Mereka sungguh bersyukur karena Scarlesia datang membantu kesulitan yang melanda negeri mereka.


Tidak henti-hentinya rasa terima kasih keluar dari mulut mereka, tidak lupa pula Scarlesia mengingatkan mereka perihal musuh yang tengah menanti mereka di depan sana. Lalu Scarlesia juga mengatakan dan meyakinkan untuk tidak takut terhadap musuh serta perang akhir yang akan menghadang mereka sebentar lagi.


“Sepertinya sudah selesai, sekarang ayo kita pulang.”


Di saat ia berbalik ingin pulang ke Evariste, tiba-tiba saja Lulu yaitu burung kenari yang dulu pernah diselamatkan olehnya datang menghampiri Scarlesia.


“Hei Lulu, lama tidak bertemu,” ucap Scarlesia sumringah.


“Yang Mulia, kita hentikan dulu salam jumpa ini. Sebaiknya sekarang anda segera pergi ke Roosevelt, di sana tengah terjadi hal buruk!”

__ADS_1


__ADS_2